Dokumenter Oasis Ungkap Momen Awal Liam-Noel Akur setelah 15 Tahun
Jakarta – Kisah rekonsiliasi Liam Gallagher dan Noel Gallagher kembali menjadi sorotan. Dokumenter terbaru tentang Oasis, “Oasis: Don’t Look Back in Anger”, mengungkap bagaimana dua bersaudara yang selama sekitar 15 tahun berseteru akhirnya kembali berada dalam satu ruangan dan membangun hubungan yang lebih baik.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling dinantikan dari film dokumenter yang mengikuti perjalanan Oasis Live ’25, tur reuni besar Oasis pada 2025. Untuk pertama kalinya setelah perpecahan band pada 2009, Liam dan Noel kembali tampil bersama di atas panggung dan menjalani rangkaian pertunjukan di berbagai negara.
Yang menarik, proses rekonsiliasi keduanya ternyata tidak berlangsung seperti adegan film melodrama. Tidak ada pelukan panjang, tangisan, ataupun percakapan emosional yang dramatis. Para pembuat film justru menggambarkan pertemuan awal Liam dan Noel sebagai sesuatu yang sangat sederhana, tetapi memiliki arti besar.
Momen Rekonsiliasi Terekam Kamera
Direktur Disney+ EMEA Angela Jain sebelumnya mengungkap bahwa kamera dokumenter berhasil merekam momen ketika Liam dan Noel berdamai setelah 15 tahun tidak berbicara.
Informasi tersebut membuat film ini semakin menarik karena rekonsiliasi dua bersaudara tersebut selama bertahun-tahun hanya menjadi bahan spekulasi penggemar Oasis. Kini, proses yang membawa keduanya kembali bekerja sama dapat disaksikan melalui dokumenter tersebut.
Film ini disutradarai Dylan Southern dan Will Lovelace, sementara Steven Knight—yang dikenal sebagai kreator Peaky Blinders—terlibat sebagai penulis dan produser. Dokumenter tersebut dibuat untuk merekam perjalanan reuni Oasis dari balik panggung hingga pertunjukan besar mereka.
Pertemuan Pertama Setelah 15 Tahun Ternyata Tidak Dramatis
Para sutradara mengungkap bahwa mereka sengaja tidak berada di dalam ruangan ketika Liam dan Noel pertama kali kembali bersama untuk menjalani latihan. Kamera sudah dipasang sebelumnya sehingga kru dapat meninggalkan ruangan. Cara tersebut dipilih agar keberadaan kamera tidak membuat Liam dan Noel merasa sedang diawasi atau harus memberikan reaksi tertentu.
Dylan Southern menjelaskan bahwa mereka tidak ingin proses rekonsiliasi tersebut terasa seperti adegan yang dibuat-buat. Menurutnya, pertemuan itu sangat sensitif karena merupakan pertama kalinya kedua saudara tersebut berada dalam satu ruangan untuk waktu yang cukup lama setelah sekitar 15 tahun. Hasilnya justru memberikan gambaran yang lebih natural.
Tidak ada adegan dramatis ketika keduanya bertemu. Liam dan Noel langsung berfokus pada pekerjaan mereka: mempersiapkan lagu-lagu Oasis untuk tur reuni.
Liam Datang, Mereka Langsung Bekerja
Salah satu hal yang paling mengejutkan bagi pembuat dokumenter adalah betapa seriusnya Liam dan Noel menjalani latihan. Begitu Liam tiba, keduanya tidak menghabiskan waktu untuk membahas konflik masa lalu. Mereka langsung masuk ke urusan musik dan mempersiapkan setlist Oasis.
Lagu-lagu seperti “Wonderwall,” “Champagne Supernova,” dan “Live Forever” kembali dimainkan bersama setelah bertahun-tahun. Proses tersebut menjadi semacam bahasa yang mempertemukan kembali dua bersaudara yang sebelumnya sangat sulit berkomunikasi.
Menurut Southern dan Lovelace, suasana latihan lebih menyerupai pekerjaan profesional dibandingkan reuni emosional. Justru dari interaksi kecil itulah perubahan hubungan Liam dan Noel mulai terlihat.
"Mereka Tidak Seperti Dawson's Creek"
Penggemar yang berharap melihat adegan Liam dan Noel menangis sambil membicarakan perasaan masing-masing mungkin akan sedikit kecewa. Sutradara Dylan Southern mengatakan bahwa Liam dan Noel bukan tipe orang yang akan duduk bersama lalu membicarakan emosi mereka secara terbuka.
Ia bahkan menggambarkan pendekatan tersebut dengan kalimat bahwa “ini Gallagher, bukan Dawson's Creek.” Pernyataan tersebut menggambarkan karakter kedua bersaudara itu yang selama puluhan tahun dikenal memiliki kepribadian kuat, keras kepala dan sering saling melontarkan komentar tajam.
Karena itu, tanda-tanda rekonsiliasi justru terlihat melalui tindakan mereka: mau kembali berada dalam satu ruangan, bermain musik bersama, bekerja sebagai sebuah tim dan menjalani tur yang sangat besar.
Dari Perseteruan Panjang hingga Rekonsiliasi
Hubungan Liam dan Noel memang telah lama menjadi salah satu kisah paling terkenal dalam sejarah musik rock Inggris. Oasis mencapai puncak popularitas pada 1990-an dengan lagu-lagu seperti “Wonderwall”, “Don't Look Back in Anger”, “Live Forever” dan “Champagne Supernova”.
Namun, hubungan kedua saudara tersebut kerap diwarnai perselisihan. Pada 2009, konflik internal Oasis mencapai titik akhir ketika Noel meninggalkan band menjelang penampilan mereka di Rock en Seine, Paris. Setelah itu, Liam dan Noel menjalani karier masing-masing dan selama bertahun-tahun hubungan mereka tetap renggang.
Selama periode tersebut, perseteruan keduanya juga menjadi konsumsi publik. Pernyataan melalui wawancara maupun media sosial kerap membuat peluang reuni Oasis tampak semakin kecil. Karena itulah, pengumuman reuni Oasis pada 2024 mengejutkan dunia musik.
Oasis Live ’25 Menjadi Titik Balik
Reuni tersebut kemudian diwujudkan melalui Oasis Live ’25, tur yang dimulai pada 2025. Tur tersebut menjadi penampilan bersama pertama Liam dan Noel di atas panggung setelah sekitar 16 tahun. Rangkaian konser membawa Oasis ke sejumlah wilayah, termasuk Inggris, Irlandia, Amerika, Asia, Australia, hingga Amerika Selatan.
Bagi penggemar, kembalinya Oasis bukan hanya tentang mendengarkan lagu-lagu lama. Reuni tersebut menjadi kesempatan untuk melihat apakah dua bersaudara yang terkenal sering bertengkar benar-benar mampu bekerja bersama kembali. Dokumenter ini memberikan jawaban dari sisi yang lebih personal.
Anak-Anak Liam dan Noel Juga Memiliki Peran
Salah satu aspek menarik dalam film adalah hubungan antara keluarga Liam dan Noel. Para pembuat dokumenter melihat adanya kedekatan antara anak-anak kedua bersaudara tersebut. Hubungan generasi berikutnya bahkan disebut membantu menciptakan suasana yang lebih santai di sekitar keluarga Gallagher.
Hal tersebut memberikan dimensi lain terhadap cerita rekonsiliasi Liam dan Noel. Perseteruan yang berlangsung selama bertahun-tahun tidak harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebaliknya, hubungan antaranak mereka menjadi salah satu elemen yang membuat keluarga Gallagher semakin dekat.
Noel Mengaku Kembali Melihat Arti Liam bagi Penggemar
Dalam materi promosi dokumenter, Noel juga terlihat merefleksikan hubungan Liam dengan para penggemar Oasis. Noel menyadari bahwa dirinya sempat melupakan betapa besar arti Liam bagi publik. Ketika Oasis kembali tampil, reaksi penggemar menjadi sangat kuat dan emosional.
Bagi Noel, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang tidak sepenuhnya ia perkirakan. Ini bukan hanya tentang menghidupkan kembali band yang pernah populer pada 1990-an. Reaksi penggemar menunjukkan bahwa Oasis memiliki tempat khusus bagi beberapa generasi pendengar.
Dokumenter Mendapat Sambutan Besar di Venesia
“Oasis: Don’t Look Back in Anger” melakukan pemutaran perdana dunia di Festival Film Venesia pada 5 September 2026. Pemutaran tersebut mendapat sambutan luar biasa dari penonton. Film bahkan memperoleh standing ovation sekitar delapan menit, menegaskan besarnya antusiasme terhadap kisah comeback Oasis.
Liam dan Noel juga hadir bersama dalam acara tersebut. Kemunculan mereka di luar panggung menjadi salah satu momen penting karena keduanya selama ini relatif jarang melakukan penampilan publik bersama sejak reuni. Respons emosional penonton juga memperlihatkan bahwa kisah Oasis tidak hanya menarik bagi penggemar musik rock, tetapi juga bagi mereka yang mengikuti perjalanan hubungan dua bersaudara tersebut.
Liam dan Noel Kini Terlihat Lebih Akur
Perubahan hubungan Liam dan Noel tidak berhenti setelah tur selesai. Dalam dokumenter, keduanya terlihat jauh lebih nyaman bekerja bersama. Bahkan, laporan terbaru menyebut hubungan mereka kini cukup baik dan keduanya sering berkomunikasi melalui pesan.
Para sutradara mengatakan mereka tidak melihat tanda bahwa konflik besar seperti masa lalu akan kembali terjadi dalam waktu dekat. Noel bahkan menggambarkan Liam dengan kata “delightful” ketika berbicara mengenai perubahan hubungan mereka. Bagi penggemar Oasis, perubahan kecil tersebut memiliki arti besar.
Apakah Oasis Akan Kembali Tur pada 2027?
Rekonsiliasi Liam dan Noel juga memunculkan pertanyaan baru: apakah Oasis akan melanjutkan perjalanan mereka setelah tur 2025? Spekulasi mengenai kemungkinan tur 2027 kembali menguat setelah muncul sejumlah petunjuk dan unggahan misterius yang dikaitkan dengan Oasis.
Noel juga sempat memberikan komentar yang membuka peluang mengenai aktivitas Oasis pada musim panas 2027. Meski demikian, hingga kini spekulasi tersebut belum dapat dianggap sebagai pengumuman resmi tur baru. Dengan hubungan Liam dan Noel yang tampaknya semakin membaik, peluang untuk melihat Oasis kembali ke panggung tentu menjadi semakin menarik.
Jadwal Penayangan Dokumenter Oasis
Dokumenter “Oasis: Don’t Look Back in Anger” dijadwalkan hadir di bioskop tertentu secara global mulai 11 September 2026, sementara Disney menyatakan film tersebut akan tersedia untuk streaming di Disney+ secara internasional setelah penayangan bioskop. Di Amerika Serikat, film juga akan tersedia melalui Hulu dan Disney+.
Film tersebut menawarkan akses ke berbagai materi yang sebelumnya belum pernah diperlihatkan kepada publik, termasuk latihan, aktivitas belakang panggung, konser, wawancara dan momen ketika Liam serta Noel kembali bekerja sebagai saudara sekaligus rekan satu band.
Rekonsiliasi yang Tidak Perlu Banyak Kata
Kisah Liam dan Noel menunjukkan bahwa rekonsiliasi tidak selalu harus ditandai dengan percakapan emosional atau adegan dramatis. Setelah 15 tahun hubungan yang penuh konflik, keduanya justru menemukan jalan kembali melalui sesuatu yang sejak awal menyatukan mereka: musik.
Mereka kembali berada dalam satu ruangan, memainkan lagu-lagu Oasis, menjalani latihan dan akhirnya tampil di hadapan jutaan penggemar. Dokumenter “Oasis: Don’t Look Back in Anger” menjadi saksi bagaimana hubungan tersebut perlahan berubah. Dari dua saudara yang bertahun-tahun terpisah, Liam dan Noel kembali menjadi rekan satu band—dan yang lebih penting, tampaknya kembali mampu menikmati kebersamaan mereka.
Bagi penggemar Oasis, mungkin inilah bagian paling berharga dari comeback tersebut. Bukan hanya karena lagu-lagu lama kembali dimainkan, tetapi karena dua sosok yang selama bertahun-tahun dianggap tidak mungkin berdamai akhirnya menemukan cara untuk berjalan bersama lagi.

Posting Komentar untuk "Dokumenter Oasis Ungkap Momen Awal Liam-Noel Akur setelah 15 Tahun"