Gelombang Tinggi, Proses Evakuasi Kapal Virgo 8 Terkendala

Jakarta – Proses pencarian dan evakuasi penumpang Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa menghadapi kendala. Kondisi gelombang tinggi membuat tim SAR harus lebih berhati-hati ketika mengevakuasi para penumpang yang ditemukan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan tinggi gelombang di lokasi pencarian mencapai sekitar 2,5 meter.

Kondisi tersebut membuat proses pemindahan korban dari laut ke kapal penyelamat tidak dapat dilakukan secara cepat. Tim harus memperhitungkan keselamatan korban maupun personel yang melakukan evakuasi.

Gelombang Capai 2,5 Meter

I Putu menjelaskan kondisi laut menjadi salah satu tantangan utama dalam operasi SAR Virgo Transport 8. Gelombang yang mencapai 2,5 meter membuat kapal-kapal kecil menghadapi risiko lebih besar ketika mendekati korban. Karena itu, proses evakuasi lebih banyak mengandalkan kapal dengan ukuran dan kemampuan yang lebih sesuai untuk menghadapi kondisi laut.

Tim SAR juga harus menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi gelombang, angin, serta arus laut. Langkah tersebut diperlukan agar proses penyelamatan tidak justru membahayakan petugas maupun korban.

103 Orang Berhasil Dievakuasi

Di tengah kondisi tersebut, operasi SAR telah membuahkan hasil. Hingga sekitar pukul 12.00 WITA, sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi dari total sekitar 243 orang yang berada di Virgo Transport 8. Dari 103 orang yang dievakuasi, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Para korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Jumlah tersebut masih dapat berubah karena operasi penyelamatan masih berlangsung dan pendataan terhadap korban terus dilakukan.

Kapal Hilang Kontak Setelah Cuaca Buruk

Virgo Transport 8 diketahui sedang melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026). Dalam perjalanan menuju Banjarmasin, kapal dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk sebelum akhirnya kehilangan kontak. Basarnas Banjarmasin menerima laporan mengenai hilang kontak tersebut sekitar pukul 04.10 WITA, sementara komunikasi dengan kapal dilaporkan terputus sekitar pukul 02.00 WITA. Posisi terakhir kapal berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Diduga Kapal Mengalami Kemiringan

Informasi awal mengenai insiden menyebut Virgo Transport 8 sempat berada dalam kondisi darurat setelah dihantam gelombang besar. Laporan dari media lokal menyebut kapal sempat mengalami kemiringan sebelum komunikasi terputus. Sejumlah laporan berikutnya menyebut kapal terbalik akibat cuaca buruk.

Namun, penyebab pasti kecelakaan masih harus menunggu hasil pemeriksaan resmi. Tim SAR saat ini lebih memprioritaskan penyelamatan dan evakuasi seluruh penumpang serta awak kapal.

Tim SAR Kerahkan Kapal Penyelamat

Begitu menerima laporan, Basarnas Banjarmasin langsung mengerahkan personel untuk menuju lokasi perkiraan terakhir kapal. Enam personel rescue diberangkatkan menuju Dermaga SAR Basirih dan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan KN SAR Laksmana 241.

Operasi pencarian juga melibatkan sejumlah unsur lain, termasuk TNI AL, KSOP Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, Pelindo Banjarmasin, serta pihak agen kapal Virgo.

Kapal di Sekitar Lokasi Ikut Membantu

Proses penyelamatan juga dibantu kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Beberapa kapal berhasil menemukan dan mengevakuasi penumpang Virgo Transport 8 sebelum kemudian membawa mereka menuju lokasi yang lebih aman. Dengan kondisi gelombang yang tinggi, keberadaan kapal-kapal besar menjadi sangat penting. Kapal berukuran lebih besar relatif lebih mampu beroperasi di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat.

Gelombang Membatasi Manuver Kapal

Gelombang setinggi 2,5 meter dapat menyulitkan kapal untuk melakukan manuver secara presisi, terutama ketika hendak mendekati korban yang berada di air. Pergerakan kapal yang naik-turun mengikuti gelombang juga membuat proses pemindahan korban harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Tim penyelamat perlu memastikan posisi kapal cukup aman sebelum korban dipindahkan. Dalam kondisi tertentu, proses evakuasi juga dapat dilakukan secara bertahap untuk mengurangi risiko kecelakaan tambahan.

Cuaca Laut Jawa Masih Jadi Perhatian

Kondisi cuaca menjadi faktor penting dalam operasi SAR. Selain gelombang, tim harus mempertimbangkan kecepatan angin, arus, jarak pandang, dan perubahan kondisi laut. BMKG juga masih mengeluarkan peringatan gelombang tinggi untuk sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 13–16 September 2026. Laut Jawa termasuk wilayah yang mendapat perhatian dalam prakiraan kondisi angin dan gelombang. Kondisi tersebut membuat tim SAR harus menentukan sektor pencarian dan metode evakuasi secara dinamis.

RS Bhayangkara Disiagakan

Polda Kalimantan Selatan juga menyiagakan RS Bhayangkara Banjarmasin untuk mengantisipasi kedatangan korban. Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan tenaga medis dan fasilitas pendukung telah disiapkan sesuai kebutuhan. Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalsel juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk membantu penanganan korban.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan korban yang berhasil dievakuasi dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.

Pencarian Belum Dihentikan

Meski puluhan hingga lebih dari seratus orang telah berhasil dievakuasi, operasi SAR belum selesai. Dengan jumlah awal sekitar 243 orang di dalam kapal, masih diperlukan pendataan menyeluruh untuk memastikan keberadaan seluruh penumpang dan awak.

Tim SAR juga terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Area pencarian dapat diperluas dengan mempertimbangkan arah arus dan angin yang berpotensi memengaruhi posisi korban maupun benda-benda dari kapal.

Keselamatan Jadi Prioritas

Kondisi gelombang tinggi membuat tim SAR tidak bisa melakukan evakuasi secara terburu-buru. Setiap pergerakan harus memperhitungkan keselamatan korban dan penyelamat. Apalagi korban yang telah berada cukup lama di laut dapat mengalami kelelahan dan membutuhkan penanganan segera.

Dalam kondisi seperti ini, kapal besar menjadi salah satu sarana penting untuk mendukung operasi karena lebih stabil menghadapi gelombang dibandingkan kapal berukuran kecil.

Operasi SAR Terus Berlanjut

Hilang kontaknya Virgo Transport 8 menjadi salah satu operasi penyelamatan besar di Laut Jawa karena kapal tersebut membawa ratusan orang dalam perjalanan Surabaya-Banjarmasin. Gelombang hingga 2,5 meter menjadi tantangan serius bagi tim SAR. Namun, operasi terus dilakukan dengan mengerahkan kapal penyelamat, kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, serta unsur gabungan dari berbagai instansi.

Hingga perkembangan terbaru, 103 orang telah dievakuasi dan satu orang dinyatakan meninggal dunia. Pencarian dan evakuasi terhadap penumpang maupun awak kapal yang belum terdata masih terus dilakukan. Tim SAR kini berfokus menyelamatkan seluruh korban sekaligus memastikan kondisi seluruh penumpang dan awak Virgo Transport 8 di tengah cuaca Laut Jawa yang masih menjadi tantangan.

Posting Komentar untuk "Gelombang Tinggi, Proses Evakuasi Kapal Virgo 8 Terkendala"