Gubernur Mirzani: Gen Z Lampung Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai generasi Z atau Gen Z memiliki potensi besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru bagi Provinsi Lampung. Jumlah generasi muda yang besar dinilai dapat menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat transformasi daerah.
Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai langkah Pemerintah Provinsi Lampung yang dalam beberapa waktu terakhir semakin memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, literasi keuangan, pendidikan, kewirausahaan, hingga pengembangan ekonomi berbasis inovasi.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal atau yang akrab disapa Gubernur Mirza sebelumnya menyebut kelompok Gen Z dan generasi milenial perlu dilibatkan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, anak muda tidak hanya harus menjadi konsumen, tetapi juga perlu didorong menjadi pelaku ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi Lampung.
Bonus Demografi Jadi Peluang Besar
Potensi generasi muda Lampung semakin penting di tengah bonus demografi. Pemerintah daerah melihat jumlah penduduk usia produktif sebagai modal pembangunan apabila diiringi peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, kesehatan, serta kesempatan kerja.
Dalam keterangannya terkait perlindungan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, Mirza menyebut jumlah penduduk usia Gen Z dan Gen Alpha di Lampung dalam rentang 15–40 tahun berada di kisaran 3–4 juta orang.
Menurutnya, kelompok tersebut merupakan sasaran penting berbagai program pembangunan. Di sisi lain, jumlah yang besar juga menjadi peluang bagi Lampung untuk tumbuh lebih cepat apabila generasi mudanya memiliki kualitas dan daya saing yang baik. Dengan jumlah tersebut, Gen Z tidak bisa lagi dipandang hanya sebagai kelompok usia muda. Mereka merupakan bagian penting dari pasar tenaga kerja, konsumen, pelaku usaha, kreator, inovator, hingga calon pemimpin daerah.
Literasi Keuangan Jadi Modal Gen Z
Salah satu perhatian Pemprov Lampung adalah meningkatkan literasi keuangan generasi muda. Hal tersebut terlihat dari dukungan Pemprov terhadap Lampung Financial Festival 2026 yang digelar pada 5–6 September 2026 di Novotel Bandar Lampung. Kegiatan tersebut menyasar pelajar SMA berusia 17 tahun ke atas dan mahasiswa.
Mirza menilai peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan penting bagi generasi muda. Anak muda diharapkan tidak hanya memahami cara menggunakan uang, tetapi juga mengenal instrumen keuangan formal yang dapat mendukung aktivitas ekonomi produktif. Literasi keuangan menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital. Kemudahan mengakses layanan keuangan juga diikuti berbagai risiko, seperti pinjaman online ilegal dan judi online yang dapat menyasar generasi muda.
Karena itu, edukasi sejak dini dinilai penting agar Gen Z mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.
Gen Z Didorong Jadi Pelaku Ekonomi
Potensi Gen Z Lampung tidak hanya berada di sektor pekerjaan formal. Perkembangan ekonomi digital membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk membangun usaha. Mulai dari perdagangan daring, industri kreatif, kuliner, fesyen, pariwisata, teknologi, hingga jasa berbasis digital dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menghasilkan pendapatan.
Mirza sebelumnya juga mendorong generasi muda Lampung agar semakin mencintai daerahnya. Ia menilai kecintaan terhadap Lampung dapat menjadi modal untuk mengembangkan potensi daerah dan menjadikan Lampung sebagai tujuan masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia maupun dunia.
Dengan demikian, Gen Z tidak hanya diharapkan mencari peluang di luar daerah. Mereka juga dapat memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber ekonomi baru.
Potensi Ekonomi Kreatif Lampung
Salah satu sektor yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan generasi muda adalah ekonomi kreatif. Lampung memiliki beragam produk budaya dan komoditas lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Wastra, kuliner, kopi, kerajinan, pariwisata, serta produk kreatif lainnya dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih modern dan sesuai dengan selera pasar.
Pemprov Lampung sebelumnya menyoroti peluang besar pengembangan produk kerajinan daerah seiring meningkatnya kunjungan wisatawan. Generasi Z yang dekat dengan teknologi digital memiliki keunggulan dalam mempromosikan produk lokal melalui media sosial, perdagangan elektronik, serta berbagai platform digital.
Dengan strategi tersebut, produk Lampung tidak harus hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi dapat dipasarkan ke tingkat nasional bahkan internasional.
Pertanian Juga Membutuhkan Peran Generasi Muda
Potensi Gen Z Lampung juga berkaitan erat dengan sektor pertanian. Lampung merupakan salah satu daerah penting dalam produksi komoditas pangan nasional. Pemerintah daerah saat ini mendorong peningkatan produktivitas sekaligus hilirisasi agar hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah.
Gubernur Mirza menegaskan sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Lampung. Lebih dari 70 persen penduduk Lampung disebut menggantungkan kehidupan pada sektor tersebut. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menarik generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor modern dan menjanjikan.
Teknologi, riset, digitalisasi, pengolahan hasil pertanian, pemasaran daring, serta pengembangan produk turunan dapat membuka peluang baru bagi anak muda. Pemprov Lampung juga menilai riset dan inovasi perguruan tinggi dapat membantu mempercepat hilirisasi komoditas di tingkat desa.
Hilirisasi Membuka Lapangan Kerja Baru
Hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk mengubah potensi sumber daya alam menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar. Selama ini Lampung dikenal sebagai daerah penghasil berbagai komoditas pertanian dan perkebunan. Namun, peningkatan nilai ekonomi akan lebih besar apabila komoditas tersebut dapat diolah sebelum dipasarkan.
Proses tersebut membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan baru, mulai dari teknologi produksi, pengemasan, pemasaran, manajemen bisnis, hingga digitalisasi. Di sinilah Gen Z dapat mengambil peran. Generasi muda yang memiliki kemampuan teknologi dapat menjadi penghubung antara sektor tradisional dengan ekonomi modern.
Tantangan: Kualitas SDM Harus Ditingkatkan
Besarnya jumlah Gen Z tidak otomatis menjadi keuntungan ekonomi. Bonus demografi hanya dapat memberikan manfaat apabila generasi muda memiliki pendidikan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, Pemprov Lampung juga menjalankan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu pendekatan yang didorong Pemprov adalah investasi pada generasi muda di tingkat desa melalui program Satu Desa Satu Sarjana (STEM) dan Satu Desa Satu Hafiz Qur’an. Pemprov menyebut pembangunan manusia sebagai bagian penting dari strategi pembangunan daerah. Pendidikan tersebut diharapkan dapat memperluas akses anak-anak desa terhadap kesempatan pengembangan diri sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Lampung.
Anak Muda Harus Mampu Menciptakan Lapangan Kerja
Perubahan ekonomi ke depan juga menuntut perubahan pola pikir generasi muda. Gen Z tidak hanya perlu dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga didorong untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Kewirausahaan menjadi salah satu jalur yang dapat dikembangkan. Dengan dukungan akses pembiayaan, pendampingan bisnis, pelatihan, teknologi, dan pasar, usaha yang dirintis anak muda dapat berkembang menjadi sumber pekerjaan bagi masyarakat lainnya.
Peningkatan literasi keuangan juga memiliki kaitan langsung dengan kemampuan tersebut. Anak muda yang memahami pengelolaan keuangan akan lebih siap menghitung risiko, mengelola modal, serta membuat perencanaan usaha.
Ekonomi Desa Bisa Menjadi Arena Baru
Penguatan ekonomi desa juga menjadi bagian penting dari peluang Gen Z Lampung. Dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bandar Lampung pada 4 September 2026, Pemprov Lampung menyoroti ketimpangan perputaran uang antara desa dan kota. Sekitar 70 persen penduduk Lampung disebut tinggal di desa, sementara sekitar 70 persen uang beredar justru mengalir ke kota. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat ekonomi desa.
Bagi Gen Z, kondisi tersebut membuka ruang untuk membangun usaha berbasis potensi desa. Digitalisasi dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan produk desa dengan konsumen yang lebih luas.
Gen Z dan Masa Depan Ekonomi Lampung
Peran generasi muda juga semakin strategis karena perubahan teknologi berlangsung cepat. Dunia kerja ke depan akan membutuhkan kemampuan yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Keterampilan digital, kemampuan beradaptasi, kreativitas, komunikasi, penguasaan teknologi, serta kemampuan menciptakan inovasi menjadi modal penting.
Karena itu, investasi terhadap Gen Z bukan hanya berbicara mengenai pendidikan formal. Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat perlu menciptakan ekosistem yang memungkinkan anak muda belajar, mencoba, gagal, dan kembali membangun usaha atau inovasi.
Pemerintah dan Generasi Muda Harus Bersinergi
Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri untuk menjadikan Gen Z sebagai kekuatan ekonomi baru. Dukungan dunia usaha diperlukan untuk membuka kesempatan magang, pekerjaan, dan akses pasar. Perguruan tinggi dapat memperkuat riset dan inovasi. Sementara sektor keuangan dapat menyediakan edukasi serta akses pembiayaan yang aman dan sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, generasi muda juga harus mengambil peran aktif dengan meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan peluang yang tersedia. Kehadiran agenda nasional yang melibatkan anak muda, seperti Kongres HMI ke-XXXIII yang dijadwalkan berlangsung di Lampung pada akhir November 2026, juga dinilai dapat menjadi ruang pengembangan kepemimpinan dan kapasitas generasi muda. Mirza menyebut organisasi kepemudaan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan generasi muda.
Gen Z Bukan Sekadar Konsumen
Pandangan bahwa Gen Z Lampung dapat menjadi kekuatan ekonomi baru pada akhirnya berangkat dari perubahan posisi generasi muda dalam perekonomian. Mereka bukan hanya konsumen produk dan layanan, tetapi juga dapat menjadi produsen, pengusaha, pekerja kreatif, inovator, petani modern, penggerak ekonomi desa, hingga pencipta lapangan kerja.
Dengan jumlah penduduk yang besar dan dukungan perkembangan teknologi, Gen Z memiliki modal untuk memainkan peran lebih besar dalam perekonomian Lampung. Tantangannya adalah memastikan potensi tersebut diikuti pendidikan berkualitas, literasi keuangan, akses pekerjaan, ekosistem usaha, perlindungan dari ancaman sosial, serta kesempatan untuk berinovasi.
Jika seluruh unsur tersebut dapat berjalan bersama, bonus demografi Lampung bukan sekadar angka kependudukan, tetapi dapat berubah menjadi kekuatan ekonomi baru yang mendorong Lampung tumbuh lebih cepat, inklusif, dan berkelanjutan.

Posting Komentar untuk " Gubernur Mirzani: Gen Z Lampung Jadi Kekuatan Ekonomi Baru"