Hari Keenam Pencarian Jurnalis, Tim SAR Temukan Life Jacket dan Galon

Jakarta – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari keenam pada Minggu (13/9/2026). Tim SAR gabungan terus memperluas penyisiran dengan mengerahkan unsur laut, darat, dan udara. Delapan orang tersebut hilang kontak saat menggunakan speedboat Arupadhatu 1 untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga hari keenam, seluruhnya masih berstatus dalam pencarian (DP). Tim SAR belum menemukan satu pun korban.

Dalam operasi sebelumnya, sejumlah benda ditemukan di perairan sekitar lokasi pencarian, termasuk life jacket. Pada perkembangan terbaru, polisi juga memeriksa sejumlah barang lain yang ditemukan di sekitar perairan Pulau Rakata. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan barang-barang tersebut tidak berkaitan dengan kapal rombongan jurnalis.

Delapan Orang Masih Dicari

Rombongan yang hilang terdiri atas lima jurnalis atau pekerja media dan tiga orang yang berada di kapal. Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistira dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, dan Donal yang merupakan pekerja freelance.

Sementara tiga orang lainnya terdiri atas Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu. Mereka berada di atas speedboat Arupadhatu 1 ketika melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sampai laporan operasi hari keenam, belum ada korban yang berhasil ditemukan.

Area Pencarian Mencapai 6.010 NM Persegi

Basarnas Banten memperluas operasi pencarian dengan membagi wilayah menjadi sejumlah sektor.  Secara keseluruhan, area operasi pencarian mencapai sekitar 6.010 nautical mile persegi (NM²) dan melibatkan unsur laut, darat, serta udara. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan seluruh unsur SAR terus mengoptimalkan pencarian dengan mempertimbangkan keselamatan personel.

Sementara itu, pada hari keenam pencarian, tim secara khusus memfokuskan penyisiran di Sektor X, yakni wilayah perairan di selatan Gunung Anak Krakatau. Delapan kapal dikerahkan untuk menyisir area sekitar 681 NM² di sektor tersebut. Pemilihan sektor ini didasarkan pada sejumlah temuan dan hasil operasi SAR pada hari-hari sebelumnya.

Life Jacket Ditemukan pada Hari Ketiga

Salah satu temuan penting dalam operasi pencarian terjadi pada Kamis (10/9/2026), atau hari ketiga pencarian. Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer menemukan sebuah life jacket atau jaket pelampung tanpa identitas di perairan Selat Sunda.

Benda tersebut ditemukan sekitar pukul 15.10–15.32 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 7,5 nautical mile di sebelah barat Suar Tanjung Koneng, Anyer, atau sekitar 20 nautical mile di sebelah timur laut Gunung Anak Krakatau. Selain life jacket, tim juga menemukan benda yang diduga merupakan pelampung dari botol berwarna putih.

Saat pertama ditemukan, petugas belum dapat memastikan apakah kedua benda tersebut merupakan perlengkapan milik rombongan jurnalis. Karena itu, temuan tersebut langsung diperiksa dan diverifikasi lebih lanjut.

Barang Temuan Belum Terbukti Milik Rombongan

Penting untuk dicatat bahwa penemuan life jacket tidak otomatis berarti tim SAR telah menemukan perlengkapan milik delapan orang yang hilang. Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani sebelumnya menyatakan life jacket yang ditemukan tidak memiliki identitas sehingga keterkaitannya dengan speedboat Arupadhatu 1 belum dapat dipastikan.

Kepastian tersebut penting karena perairan Selat Sunda merupakan jalur pelayaran yang ramai. Berbagai benda yang terbawa arus dapat ditemukan jauh dari lokasi asalnya.

Temuan Terbaru: Dua Life Jacket, Helm dan Jeriken

Pada Sabtu (12/9/2026), KN SAR Tetuka menemukan sejumlah benda di sekitar perairan sebelah timur Pulau Rakata. Barang tersebut terdiri atas dua life jacket berwarna oranye, satu helm plastik merah, dan satu jeriken plastik biru.

Barang-barang itu kemudian diserahkan kepada pihak berwenang untuk diperiksa dan dicocokkan dengan perlengkapan yang digunakan kapal-kapal di sekitar lokasi. Pemeriksaan Polda Banten kemudian menemukan bahwa barang-barang tersebut bukan milik KM Arupadhatu 1.

Dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II, misalnya, tidak sesuai dengan perlengkapan keselamatan yang tersedia di KM Arupadhatu 1. Life jacket di kapal tersebut berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II.

Jeriken Juga Bukan Milik Kapal

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap jeriken yang ditemukan. Jeriken tersebut berwarna biru tua, berkapasitas sekitar 35 liter, memiliki tutup hitam, dan terdapat tulisan pada bagian badan jeriken. Sementara jeriken milik KM Arupadhatu 1 memiliki ciri berbeda, yakni berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk lebih pendek, bertutup putih, dan polos tanpa penanda.

Isi jeriken temuan juga diketahui mengeluarkan aroma minyak sayur, bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1. Dengan demikian, jeriken tersebut tidak dapat dikaitkan dengan kapal rombongan jurnalis.

Helm Merah Juga Bukan Perlengkapan Kapal

Satu helm plastik berwarna merah yang ditemukan di lokasi juga telah diperiksa. Hasil pemeriksaan menunjukkan KM Arupadhatu 1 tidak memiliki maupun menyediakan helm jenis tersebut sebagai perlengkapan di atas kapal. Temuan ini semakin memperkuat bahwa barang-barang yang ditemukan pada Sabtu tersebut belum dapat menjadi petunjuk langsung mengenai keberadaan rombongan jurnalis.

Pencarian Difokuskan ke Selatan Anak Krakatau

Pada hari keenam, tim SAR mengarahkan perhatian lebih besar ke wilayah selatan Gunung Anak Krakatau. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan evaluasi operasi pada hari-hari sebelumnya dan sejumlah temuan di lapangan.

Delapan kapal dikerahkan untuk melakukan penyisiran secara sistematis. Tim juga mengandalkan berbagai metode pencarian untuk menemukan kemungkinan keberadaan speedboat maupun para korban. Selain unsur laut, pencarian juga dilakukan dari udara dan darat.

Penyisiran darat diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga mencapai pulau atau garis pantai di sekitar Selat Sunda.

Jarak Pandang Jadi Kendala

Operasi pencarian tidak berjalan tanpa hambatan. Pada hari keenam, tim SAR menghadapi kondisi jarak pandang sekitar 1–1,5 mil ketika melakukan penyisiran di sekitar Pulau Rakata. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam pengerahan kapal dan pencarian dari udara.

Tim SAR harus menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi lingkungan agar operasi tetap efektif tanpa membahayakan personel.

Tim SAR Tetap Prioritaskan Keselamatan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menegaskan bahwa seluruh unsur SAR tetap berupaya maksimal menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Operasi dilakukan dengan dukungan berbagai unsur dan sarana pencarian yang tersedia. Wilayah pencarian dibagi menjadi beberapa sektor agar penyisiran dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

Dalam situasi seperti ini, setiap temuan tetap diperiksa karena benda yang terapung di laut dapat menjadi petunjuk baru. Namun, tim SAR dan aparat juga harus memastikan informasi tersebut benar-benar berkaitan dengan kapal yang dicari sebelum menyimpulkan adanya perkembangan terhadap kondisi korban.

Keluarga Masih Menanti Kabar

Hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal menimbulkan perhatian luas karena mereka diketahui sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Keluarga dan rekan-rekan para korban masih menunggu perkembangan operasi pencarian.

Setiap informasi mengenai benda yang ditemukan menjadi perhatian, tetapi aparat meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa temuan tersebut merupakan milik korban. Polda Banten juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan pencarian dan hasil pemeriksaan barang temuan akan disampaikan melalui sumber resmi.

Hari Keenam, Korban Belum Ditemukan

Memasuki hari keenam, kondisi pencarian masih belum memberikan hasil berupa penemuan korban. Delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal masih dalam pencarian. Sementara itu, life jacket dan sejumlah barang lain yang sempat ditemukan belum memberikan kepastian mengenai keberadaan mereka. Bahkan, sebagian barang temuan terbaru telah dipastikan bukan milik kapal Arupadhatu 1.

Tim SAR kini memusatkan pencarian di sektor-sektor yang dinilai memiliki kemungkinan lebih besar berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya. Dengan luas wilayah pencarian yang mencapai ribuan nautical mile persegi, pencarian membutuhkan koordinasi antara unsur laut, udara, dan darat. Operasi akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel sekaligus memaksimalkan peluang menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Posting Komentar untuk " Hari Keenam Pencarian Jurnalis, Tim SAR Temukan Life Jacket dan Galon"