Tangis Istri Menanti Kabar Suami Usai Kapal Virgo Hilang di Laut Jawa

Banjarmasin – Tangis dan kecemasan menyelimuti keluarga penumpang serta awak KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Di tengah operasi pencarian dan evakuasi yang terus dilakukan tim SAR, keluarga masih menunggu kepastian mengenai nasib orang-orang yang mereka cintai.

Salah satunya Putri (32), istri salah seorang anak buah kapal (ABK) bernama Herman. Putri kini berada di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin bersama keluarganya untuk menunggu informasi terbaru mengenai suaminya.

Putri mengaku sempat mendapat kabar dari Herman ketika kapal masih dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Komunikasi terakhir itu justru berisi informasi mengenai kondisi cuaca buruk yang dihadapi kapal. Kabar tersebut kemudian menjadi pesan yang terus terngiang bagi Putri ketika komunikasi dengan suaminya terputus.

Suami Sempat Mengabarkan Cuaca Buruk

Menurut cerita Putri, Herman sempat menghubunginya pada Sabtu (12/9) sore. Saat itu, KM Virgo Transport 8 sudah berlayar menuju Banjarmasin. Herman mengabarkan bahwa kapal menghadapi cuaca buruk. Kondisi tersebut menjadi perhatian keluarga karena perjalanan kapal masih berlangsung di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat.

Setelah kabar tersebut, Putri kembali menunggu komunikasi berikutnya dari sang suami. Namun, komunikasi tidak lagi tersambung seperti sebelumnya. Kabar mengenai hilangnya kontak kapal akhirnya membuat keluarga panik dan berupaya mencari informasi melalui berbagai pihak.

Kini Putri hanya bisa menunggu perkembangan dari posko pencarian dan berharap Herman menjadi salah satu korban yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Kapal Hilang Kontak Setelah Dilaporkan Miring

KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026). Kapal kemudian menghadapi cuaca buruk di tengah perjalanan. Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menjelaskan bahwa sekitar tengah malam, nakhoda melaporkan kepada pihak agen bahwa kapal mengalami cuaca buruk.

Kemudian sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu (13/9), nakhoda kembali memberikan laporan bahwa posisi kapal sudah miring. Tidak lama setelah itu, komunikasi dengan kapal terputus. Laporan hilang kontak kemudian diterima Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA. Tim SAR langsung bergerak menuju lokasi perkiraan keberadaan kapal.

Membawa 243 Orang

KM Virgo Transport 8 diketahui membawa 243 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal. Data mengenai jumlah penumpang menjadi perhatian karena proses pencarian dan pencocokan korban terus dilakukan seiring berlangsungnya evakuasi.

Kapal tersebut diketahui berada sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin, ketika laporan hilang kontak diterima. Tim SAR kemudian mengerahkan KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi yang menjadi titik terakhir kapal.

Operasi pencarian juga melibatkan kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian serta dukungan dari unsur udara.

Kabar Evakuasi Mulai Berdatangan

Di tengah kecemasan keluarga, kabar mengenai korban yang berhasil dievakuasi mulai berdatangan. Pada perkembangan awal, Basarnas melaporkan 103 orang telah berhasil dievakuasi hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi membantu proses penyelamatan para penumpang.

Dalam perkembangan berikutnya, jumlah korban yang berhasil dievakuasi terus diperbarui. Data terbaru yang dilaporkan menunjukkan 107 orang telah dievakuasi dan enam di antaranya meninggal dunia, sementara korban lainnya masih dalam pencarian. Proses identifikasi dan pendataan masih berlangsung sehingga angka korban dapat berubah seiring masuknya laporan dari lapangan.

Keluarga Berkumpul di Pelabuhan Trisakti

Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menjadi salah satu lokasi berkumpulnya keluarga korban. Sejumlah keluarga terlihat menunggu informasi di sekitar terminal penumpang dan posko koordinasi. Mereka berharap mendapatkan kabar mengenai anggota keluarga yang berada di KM Virgo Transport 8.

Bagi keluarga seperti Putri, setiap perkembangan dari tim SAR menjadi sangat berarti. Di tengah informasi mengenai korban yang berhasil diselamatkan, keluarga yang belum mendapatkan kabar harus menghadapi ketidakpastian. Harapan mereka masih sama: orang yang mereka tunggu dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Kapal Ternyata Terbalik

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi menyampaikan perkembangan penting mengenai kondisi kapal. Berdasarkan pemantauan dari helikopter dalam operasi pencarian, KM Virgo Transport 8 diketahui dalam kondisi terbalik. Informasi tersebut sekaligus meluruskan kabar awal yang menyebut kapal tenggelam.

Kondisi kapal yang terbalik membuat proses pencarian dan penyelamatan menjadi lebih kompleks. Tim SAR harus melakukan penyisiran di area luas untuk menemukan korban yang kemungkinan telah terpisah dari kapal akibat kecelakaan.

Helikopter Dikerahkan

Operasi pencarian tidak hanya mengandalkan kapal. Kantor SAR Surabaya mengerahkan Helikopter HR-3601 untuk membantu pencarian KM Virgo Transport 8 dari udara. Dukungan udara diperlukan untuk memperluas jangkauan penyisiran dan membantu menemukan korban yang mungkin berada jauh dari titik lokasi kapal.

Sementara itu, sejumlah kapal dari berbagai unsur juga dikerahkan untuk melakukan pencarian di permukaan laut dan membantu proses evakuasi. Operasi melibatkan unsur SAR, TNI AL, kepolisian, Kementerian Perhubungan, Pelindo, serta pihak terkait lainnya.

Harapan Putri di Tengah Ketidakpastian

Bagi Putri, proses pencarian bukan sekadar operasi SAR biasa. Di salah satu posko, ia dan keluarga terus menunggu kabar mengenai Herman. Pesan terakhir mengenai cuaca buruk menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi yang bisa memastikan kondisi sang suami.

Meski informasi mengenai korban meninggal telah muncul, keluarga korban yang masih hilang tetap berharap ada kabar baik dari lokasi pencarian. Harapan tersebut pula yang membuat keluarga memilih bertahan di sekitar posko.

Pencarian Masih Dilanjutkan

Tim SAR hingga kini masih berupaya menemukan seluruh korban yang belum diketahui keberadaannya. Operasi dilakukan dengan menyisir area di sekitar lokasi terakhir KM Virgo Transport 8, termasuk menggunakan kapal dan helikopter. Tim juga terus berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar wilayah kejadian.

Pemerintah juga memastikan penanganan terhadap korban yang telah dievakuasi, termasuk membawa korban ke fasilitas kesehatan serta melakukan pendataan dan identifikasi. Sementara keluarga menunggu dengan harap-harap cemas di darat.

Tangis Keluarga Menanti Kepastian

Hilangnya KM Virgo Transport 8 menyisakan kepedihan bagi keluarga para penumpang dan awak kapal. Bagi mereka yang belum mendapatkan kabar, waktu terasa berjalan sangat panjang. Putri adalah salah satu dari keluarga yang masih menanti. Ia berharap suaminya, Herman, menjadi salah satu korban yang berhasil diselamatkan tim SAR.

Di tengah suara kapal dan aktivitas di Pelabuhan Trisakti, keluarga terus menunggu satu kabar yang paling mereka harapkan: bahwa orang yang mereka cintai ditemukan dalam keadaan selamat. Operasi SAR pun masih berlangsung. Seluruh perhatian kini tertuju ke Laut Jawa, tempat tim gabungan terus menyisir perairan untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.

Posting Komentar untuk "Tangis Istri Menanti Kabar Suami Usai Kapal Virgo Hilang di Laut Jawa"