Ini Daftar Produk Skincare yang Paling Diburu Konsumen Indonesia

Jakarta – Industri kecantikan Indonesia terus berkembang dan persaingan di pasar skincare semakin ramai. Konsumen kini tidak hanya mencari produk untuk mencerahkan wajah, tetapi juga semakin memperhatikan kesehatan skin barrier, hidrasi, perlindungan dari sinar UV, jerawat, hingga tanda-tanda penuaan.

Perubahan pola belanja juga terlihat dari dominannya kanal digital. Berdasarkan data pasar yang dirangkum Magpie IQ untuk periode April-Juni 2026, face cleanser, moisturizer, facial serum, dan sunscreen menjadi empat kategori skincare dengan kontribusi penjualan terbesar. Keempatnya secara gabungan menyumbang sekitar tiga perempat nilai transaksi skincare yang dianalisis.

Menariknya, merek lokal Indonesia juga semakin kuat. Enam dari 10 merek skincare teratas berdasarkan GMV dalam data tersebut merupakan brand lokal, di antaranya Glad2Glow, Wardah, Skintific, Facetology, Hanasui, dan Scora.

1. Sunscreen Semakin Jadi Produk Wajib

Sunscreen menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari konsumen Indonesia. Kesadaran mengenai pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet membuat tabir surya tidak lagi dianggap sebagai produk tambahan. Di marketplace, berbagai jenis sunscreen bersaing, mulai dari sunscreen gel, sunscreen serum, sunscreen untuk kulit berjerawat, sunscreen dengan efek tone-up, hingga sunscreen yang sekaligus memberikan hidrasi.

Daftar produk terlaris di Shopee pada September 2026 menunjukkan nama seperti Emina Sun Battle Bright Glow, Beauty of Joseon Sunscreen Rice + Probiotics, Skin Aqua UV Whitening Milk, The Originote Ceramella Sunscreen, dan Implora Perfect Shield Sunscreen berada di antara produk yang banyak ditampilkan dalam kategori sunscreen terlaris.

Tren lainnya adalah sunscreen dengan kandungan skincare tambahan. Konsumen kini dapat menemukan produk yang menawarkan perlindungan UV sekaligus klaim hidrasi, brightening, oil control, maupun dukungan terhadap skin barrier.

2. Serum Tetap Jadi Favorit

Serum juga menjadi salah satu kategori utama dalam belanja skincare. Produk ini banyak dipilih karena menawarkan formula yang lebih spesifik untuk kebutuhan kulit tertentu.

Jenis serum yang banyak dicari antara lain:

  • Serum untuk mencerahkan kulit
  • Serum niacinamide
  • Serum untuk bekas jerawat
  • Serum hydrating
  • Serum dengan kandungan ceramide
  • Serum untuk memperkuat skin barrier
  • Serum anti-aging
  • Serum dengan kandungan centella asiatica

Konsumen juga semakin terbiasa memilih serum berdasarkan kandungan aktif, bukan hanya berdasarkan nama merek. Niacinamide, ceramide, hyaluronic acid, centella asiatica, vitamin C, tranexamic acid, dan peptide menjadi sejumlah istilah yang semakin familiar di kalangan pengguna skincare.

3. Moisturizer untuk Menjaga Skin Barrier

Moisturizer menjadi kategori penting berikutnya. Perubahan tren kecantikan dalam beberapa tahun terakhir membuat konsumen semakin memahami bahwa kulit yang sehat tidak selalu berarti kulit yang sangat putih atau bebas minyak.

Skin barrier kini menjadi salah satu fokus utama. Produk moisturizer dengan kandungan ceramide, panthenol, cica, dan bahan pelembap lainnya banyak bermunculan. Di marketplace, misalnya, produk dari Facetology, Emina, Azarine, SKINTIFIC, dan sejumlah brand lain menawarkan moisturizer yang ditujukan untuk hidrasi maupun pemeliharaan skin barrier.

Tren ini menunjukkan konsumen semakin mencari produk yang tidak hanya memberikan efek kosmetik sesaat, tetapi juga membantu mempertahankan kondisi kulit dalam penggunaan rutin.

4. Facial Cleanser Tetap Menjadi Produk Dasar

Di tengah maraknya serum dan produk aktif, facial cleanser tetap menjadi salah satu kategori terbesar dalam pasar skincare Indonesia. Hal tersebut cukup masuk akal karena pembersih wajah merupakan bagian dari rutinitas skincare yang paling mendasar. Produk cleanser kini juga semakin beragam. Ada pembersih dengan formula low pH, cleanser untuk kulit berminyak dan berjerawat, gentle cleanser untuk kulit sensitif, hingga produk yang mengandung bahan untuk mendukung skin barrier.

Data Magpie IQ bahkan menempatkan face cleanser sebagai kategori dengan kontribusi GMV terbesar, sekitar 22 persen dalam periode April-Juni 2026.

5. Produk untuk Kulit Berjerawat

Jerawat masih menjadi salah satu persoalan kulit yang paling banyak dicari solusinya. Karena itu, produk yang menawarkan fungsi untuk kulit acne-prone juga banyak ditemukan dalam daftar produk populer. Konsumen mencari sunscreen, serum, moisturizer, maupun cleanser yang dirancang agar sesuai dengan kulit berminyak dan rentan berjerawat.

Di kategori sunscreen, misalnya, produk seperti Azarine Calm My Acne Sunscreen Moisturiser dan sejumlah produk dengan klaim non-comedogenic maupun oil control terlihat dalam daftar produk yang banyak dicari di marketplace. Namun, konsumen tetap perlu berhati-hati. Produk skincare dengan klaim untuk mengatasi jerawat tidak otomatis cocok untuk semua orang. Kondisi jerawat yang berat atau menetap sebaiknya mendapatkan evaluasi dari dokter kulit.

6. Skincare untuk Mencerahkan Kulit

Produk brightening juga tetap memiliki pasar yang kuat. Konsumen Indonesia banyak mencari produk yang ditujukan untuk membantu mengatasi tampilan kulit kusam, noda hitam, bekas jerawat, maupun warna kulit yang tidak merata. Karena itu, kandungan seperti niacinamide, vitamin C, alpha arbutin, tranexamic acid, dan bahan pencerah lainnya banyak ditemukan dalam produk serum, moisturizer maupun sunscreen. Namun, istilah "mencerahkan" sebaiknya dipahami sebagai membantu kulit tampak lebih cerah dan merata, bukan mengubah warna kulit secara instan.

7. Produk Multifungsi Makin Diminati

Tren lain yang semakin terlihat adalah munculnya produk multifungsi. Konsumen memiliki banyak pilihan produk yang menggabungkan beberapa manfaat sekaligus, misalnya:

  • Sunscreen sekaligus moisturizer
  • Sunscreen sekaligus serum
  • Moisturizer dengan perlindungan UV
  • Produk 2-in-1 untuk pembersihan dan perawatan
  • Paket skincare yang berisi cleanser, serum, moisturizer dan sunscreen

Di marketplace, kategori sunscreen dan moisturizer bahkan menampilkan berbagai produk yang menggabungkan fungsi pelembap dengan perlindungan UV. Produk seperti ini dianggap praktis, terutama bagi konsumen yang ingin rutinitas skincare lebih sederhana.

8. Paket Skincare Lengkap Juga Diburu

Selain membeli produk satuan, konsumen juga semakin mudah menemukan paket skincare lengkap. Paket biasanya berisi facial wash, toner, serum, moisturizer, dan sunscreen. Ada pula paket yang lebih sederhana, misalnya kombinasi cleanser, moisturizer, dan sunscreen.

Di Shopee, sejumlah paket dari Hanasui, Azarine, SKINTIFIC, Emina, dan brand lainnya muncul dalam daftar produk dengan kombinasi kategori skincare tersebut. Paket seperti ini cukup menarik bagi pengguna pemula karena konsumen tidak perlu memilih produk satu per satu.

Meski demikian, membeli satu paket penuh bukan berarti seluruh produknya pasti sesuai dengan kondisi kulit. Konsumen tetap perlu memperhatikan jenis kulit dan kandungan masing-masing produk.

9. Brand Lokal Semakin Mendominasi

Salah satu perkembangan paling menarik di pasar skincare Indonesia adalah semakin kuatnya brand lokal. Data Magpie IQ menunjukkan enam dari 10 merek teratas berdasarkan GMV merupakan brand Indonesia. Selain enam nama tersebut, sejumlah brand lokal lain seperti Kahf, Azarine, MS Glow, dan Emina juga berada dalam kelompok kompetitif berikutnya.

Keunggulan brand lokal antara lain kemampuan memahami kebutuhan konsumen Indonesia, harga yang relatif beragam, distribusi digital yang kuat, serta kemampuan meluncurkan produk dengan cepat mengikuti tren.

10. Produk Korea dan Brand Global Masih Punya Penggemar

Dominasi brand lokal bukan berarti merek internasional kehilangan pasar. Produk Korea dan brand global tetap memiliki konsumen tersendiri. Dalam daftar sunscreen populer, misalnya, Beauty of Joseon dan Skin1004 masih terlihat menonjol bersama berbagai merek lokal. Sementara itu, sejumlah merek dermatologi internasional seperti La Roche-Posay dan Cetaphil juga tetap bersaing di kategori tertentu.

Artinya, pasar skincare Indonesia semakin terfragmentasi berdasarkan kebutuhan konsumen. Ada pengguna yang mencari harga terjangkau, ada yang mengutamakan kandungan aktif, sementara lainnya lebih mempertimbangkan reputasi dermatologi atau pengalaman menggunakan produk Korea.

11. Konsumen Semakin Pintar Membaca Kandungan

Tren skincare 2026 juga memperlihatkan perubahan perilaku konsumen. Pembeli semakin sering memperhatikan ingredients list, fungsi bahan aktif, tekstur, klaim produk, hingga ulasan pengguna sebelum membeli.

Perubahan ini ikut didorong oleh pertumbuhan perdagangan digital. Data Magpie IQ menunjukkan Shopee menjadi kanal terbesar dalam GMV skincare Indonesia pada April-Juni 2026, dengan sekitar 62 persen, sementara ekosistem Tokopedia sekitar 27 persen dan TikTok Shop sekitar 10 persen.

Informasi mengenai produk kini dapat diperoleh hanya dalam hitungan detik. Konsumen dapat membandingkan harga, membaca ulasan, melihat kandungan dan mencari pengalaman pengguna lain sebelum mengambil keputusan.

Daftar Kategori Skincare yang Paling Banyak Diburu

Jika dirangkum berdasarkan perkembangan pasar dan daftar produk populer di marketplace, produk skincare yang paling banyak diminati konsumen Indonesia saat ini mencakup:

1. Facial cleanser

Produk pembersih wajah tetap menjadi kebutuhan dasar dengan pangsa kategori terbesar dalam data pasar yang tersedia.

2. Moisturizer

Terutama produk untuk hidrasi dan menjaga skin barrier.

3. Facial serum

Banyak dicari untuk kebutuhan spesifik seperti brightening, acne care, hidrasi dan anti-aging.

4. Sunscreen

Semakin dianggap sebagai produk wajib dalam rutinitas harian.

5. Produk acne care

Mencakup cleanser, serum, moisturizer dan sunscreen yang ditujukan untuk kulit rentan berjerawat.

6. Brightening skincare

Masih kuat karena kebutuhan konsumen terhadap kulit yang tampak cerah dan warna kulit lebih merata.

7. Produk skin barrier

Ceramide, panthenol, cica dan bahan pendukung hidrasi semakin populer.

8. Skincare multifungsi

Menawarkan beberapa manfaat dalam satu produk sehingga lebih praktis.

Jangan Hanya Mengejar Produk Viral

Besarnya popularitas suatu produk tidak otomatis berarti produk tersebut cocok untuk semua orang. Kondisi kulit setiap konsumen berbeda. Produk yang memberikan hasil baik pada seseorang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

Karena itu, konsumen sebaiknya mempertimbangkan jenis kulit, kebutuhan utama, kandungan aktif, cara penggunaan, dan potensi iritasi sebelum membeli. Selain itu, jangan mudah tergiur klaim hasil instan. Skincare pada dasarnya membutuhkan penggunaan yang konsisten, sementara sebagian masalah kulit memang memerlukan penanganan profesional.

Tren Skincare Indonesia Terus Bergerak

Pasar skincare Indonesia pada 2026 memperlihatkan satu pola yang cukup jelas: konsumen semakin mencari produk yang praktis, memiliki fungsi spesifik, mengandung bahan aktif yang familiar, dan memberikan manfaat untuk kesehatan kulit dalam jangka panjang. Sunscreen, moisturizer, serum, dan cleanser menjadi fondasi utama rutinitas. Di atasnya berkembang berbagai produk khusus untuk jerawat, brightening, anti-aging dan skin barrier.

Pada saat yang sama, brand lokal semakin mampu bersaing dengan merek internasional. Kekuatan marketplace dan media sosial juga membuat tren produk dapat berubah dengan sangat cepat. Dengan demikian, produk skincare yang paling diburu konsumen Indonesia bukan lagi sekadar produk yang sedang viral, melainkan produk yang mampu menjawab kebutuhan kulit dengan formula yang dianggap efektif, harga yang sesuai, mudah ditemukan, serta memiliki reputasi yang baik di kalangan pengguna.

Posting Komentar untuk " Ini Daftar Produk Skincare yang Paling Diburu Konsumen Indonesia"