Jadi Cadangan Ter Stegen, Dedikasi Maarten Paes Dipuji Cruyff

Jakarta – Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, tengah menghadapi persaingan ketat di Ajax Amsterdam. Kedatangan Marc-André ter Stegen dari Barcelona membuat posisi Paes berubah dari penjaga gawang yang sempat menjadi andalan menjadi pelapis kiper asal Jerman tersebut.

Meski harus menerima kenyataan kehilangan tempat utama, Paes justru mendapatkan apresiasi dari Direktur Teknik Ajax, Jordi Cruyff. Mantan pemain Barcelona itu menilai sikap Paes menunjukkan karakter profesional dan kepedulian terhadap kepentingan tim.

Pujian tersebut menjadi sorotan karena Paes tidak menunjukkan sikap negatif setelah posisinya tergeser. Sebaliknya, ia tetap memberikan dukungan kepada rekan-rekannya dan membantu pemain-pemain baru beradaptasi di dalam skuad.

Posisi Paes Berubah Setelah Ter Stegen Datang

Maarten Paes sebelumnya mendapatkan kesempatan besar di Ajax pada paruh kedua musim 2025/2026. Ia awalnya datang dari FC Dallas sebagai kiper kedua, tetapi cedera serius yang dialami Vitezslav Jaros membuat Paes dipercaya menjaga gawang Ajax.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik. Paes kemudian tampil dalam 13 pertandingan secara beruntun hingga akhir musim lalu. Catatannya juga cukup positif. Di Eredivisie, kiper berusia 28 tahun tersebut mencatat lima clean sheet dan kebobolan 11 gol selama periode ketika dipercaya sebagai penjaga gawang utama.

Paes juga menjadi salah satu pemain penting Ajax ketika menghadapi babak playoff UEFA Conference League. Dalam pertandingan melawan FC Utrecht, ia bahkan menjadi penentu kemenangan setelah menggagalkan dua tendangan penalti dalam drama adu penalti.

Namun, situasi berubah setelah Ajax mendatangkan Ter Stegen pada musim panas 2026 dengan status pinjaman dari Barcelona. Kiper Timnas Jerman tersebut langsung dipercaya menjadi pilihan utama Ajax di Eredivisie. Ter Stegen tampil sebagai starter dalam pertandingan melawan PEC Zwolle, Heerenveen, Telstar, hingga laga melawan PSV.

Paes Belum Tampil di Eredivisie Musim Ini

Memasuki musim 2026/2027, Paes tercatat baru tampil empat kali dalam pertandingan resmi Ajax. Seluruh penampilannya tersebut terjadi pada babak kualifikasi Conference League menghadapi FK Vojvodina dan Shelbourne.

Sementara di Eredivisie, Paes belum mendapatkan kesempatan bermain karena posisi utama masih dipercayakan kepada Ter Stegen. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Paes. Setelah sebelumnya mendapatkan kepercayaan sebagai kiper utama, ia kini harus kembali menunggu kesempatan untuk turun bermain. Namun, perubahan status tersebut tidak membuat Paes kehilangan penghormatan dari pihak klub.

Jordi Cruyff Puji Sikap Paes

Jordi Cruyff memberikan perhatian khusus terhadap sikap Paes setelah kedatangan Ter Stegen. Menurut Cruyff, kontribusi seorang pemain tidak selalu dapat diukur dari jumlah menit bermain. Ada peran lain di dalam tim yang sering tidak terlihat publik, termasuk bagaimana seorang pemain menyambut dan membantu rekan-rekan baru.

Cruyff menyebut Paes tetap memberikan kontribusi bagi perkembangan Ajax, termasuk ketika dipercaya tampil di babak playoff. “Dia juga melakukan hal yang sama di babak play-off. Di situlah dia hanya menjalankan tugasnya,” kata Cruyff seperti dikutip detikSport.

Cruyff kemudian menyoroti bagaimana Paes menghadapi situasi sulit setelah kedatangan pemain baru. “Awal kariernya di Ajax tidaklah mudah,” ujar Cruyff. Namun, menurutnya, Paes justru menunjukkan kedewasaan dengan tetap menyambut pemain-pemain baru secara positif.

Utamakan Kepentingan Tim

Hal yang paling diapresiasi Cruyff adalah sikap Paes yang dinilai tetap mengutamakan kepentingan tim meskipun dirinya harus kehilangan posisi utama. Cruyff mengungkapkan bahwa proses tersebut tidak selalu terlihat oleh publik. Seorang pemain bisa saja kehilangan tempat di starting XI, tetapi tetap mempunyai kontribusi besar di ruang ganti.

“Dia adalah pemain yang benar-benar mengutamakan tim, dan saya sangat menghormati hal itu,” kata Cruyff. Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Ajax masih melihat Paes sebagai bagian penting dari skuad.

Bagi seorang pemain yang posisinya baru saja tergeser, mempertahankan sikap profesional bukan perkara mudah. Namun, Paes justru dinilai mampu menjaga hubungan baik dengan rekan setim dan tetap memberikan dukungan kepada tim.

Ter Stegen Belum Selalu Membawa Ajax Menang

Menariknya, status Ter Stegen sebagai kiper utama juga tidak serta-merta membuat Ajax selalu meraih hasil positif.

Dalam pertandingan terbaru melawan PSV pada Minggu, 6 September 2026 dini hari WIB, Ajax kalah dengan skor 1-3. Ter Stegen tampil di bawah mistar dalam pertandingan tersebut, tetapi belum mampu menghindarkan Ajax dari kekalahan.

Hasil tersebut membuat persaingan posisi penjaga gawang Ajax tetap menarik untuk diikuti. Meski Ter Stegen memiliki pengalaman panjang di level tertinggi bersama Barcelona dan Timnas Jerman, Paes masih memiliki peluang untuk mendapatkan kesempatan apabila pelatih melakukan rotasi atau membutuhkan perubahan di bawah mistar.

Peluang Paes Masih Terbuka

Sebelumnya, pelatih Ajax juga sempat memberikan apresiasi terhadap performa Paes meskipun kemudian lebih memilih Ter Stegen. Paes dinilai telah menjalankan tugas dengan sangat baik selama periode pramusim dan pertandingan-pertandingan yang dimainkannya.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa Paes tidak kehilangan kualitasnya hanya karena kini berstatus pemain cadangan. Peluang bermain juga masih terbuka melalui kompetisi lain, termasuk KNVB Beker. Rotasi penjaga gawang dapat menjadi kesempatan bagi Paes untuk kembali menunjukkan kemampuan sekaligus menjaga ritme pertandingan.

Penting bagi Timnas Indonesia

Situasi Paes di Ajax juga menjadi perhatian karena ia merupakan salah satu pemain penting Timnas Indonesia. Menjadi kiper cadangan di klub tentu berpotensi mengurangi menit bermain. Namun, pengalaman berlatih bersama kiper sekaliber Ter Stegen juga dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi perkembangan Paes.

Ter Stegen merupakan salah satu penjaga gawang berpengalaman di sepak bola Eropa. Selama bertahun-tahun, ia menjadi bagian penting Barcelona dan memiliki pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

Bagi Paes, persaingan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk terus meningkatkan kualitas, baik dari sisi teknis maupun mental.

Dedikasi Paes Jadi Nilai Tambah

Kondisi yang dialami Maarten Paes memperlihatkan bahwa perjalanan seorang pemain sepak bola tidak selalu berjalan sesuai rencana. Dari kiper yang mendapatkan kesempatan menjadi pilihan utama Ajax, Paes kini harus menerima peran sebagai pelapis setelah klub mendatangkan Ter Stegen.

Namun, justru dalam situasi sulit tersebut karakter Paes mendapatkan pengakuan. Jordi Cruyff menilai dedikasi dan sikapnya dalam mengutamakan kepentingan tim sebagai sesuatu yang layak mendapatkan penghormatan.

Bagi Paes, tugas berikutnya adalah tetap menjaga kondisi, bekerja keras dalam latihan, dan memanfaatkan setiap kesempatan bermain yang diberikan. Persaingan dengan Ter Stegen memang berat. Tetapi selama Paes mampu mempertahankan profesionalisme dan terus menunjukkan kualitas, peluang untuk kembali menjadi pilihan utama tetap terbuka.

Posting Komentar untuk " Jadi Cadangan Ter Stegen, Dedikasi Maarten Paes Dipuji Cruyff"