Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Pontianak, Maskapai Batalkan Flight
PONTIANAK – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Kalimantan Barat. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap operasional Bandara Internasional Supadio Pontianak di Kabupaten Kubu Raya, hingga sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan dan pembatalan.
Gangguan terjadi karena kabut asap membuat jarak pandang di sekitar bandara turun drastis. Demi keselamatan penerbangan, sejumlah maskapai terpaksa menunda bahkan membatalkan penerbangan ketika kondisi dinilai tidak memungkinkan untuk pesawat lepas landas maupun mendarat.
Jarak Pandang Turun Drastis
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Pontianak dan sekitarnya membuat jarak pandang di Bandara Supadio berubah secara dinamis. Pada Kamis (3/9/2026), jarak pandang bahkan sempat berada di kisaran 100 meter. Kondisi tersebut membuat pesawat yang membawa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama rombongan gagal mendarat di Bandara Supadio.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan pesawat yang membawa Menteri Kehutanan tidak berani melakukan pendaratan karena jarak pandang yang sangat terbatas. Situasi tersebut menunjukkan betapa seriusnya dampak kabut asap terhadap keselamatan penerbangan. Pesawat membutuhkan kondisi visibilitas yang memenuhi persyaratan keselamatan untuk melakukan proses pendekatan dan pendaratan.
Sejumlah Penerbangan Terpaksa Batal
Gangguan tidak hanya terjadi pada satu penerbangan. Sejumlah maskapai yang melayani rute dari dan menuju Supadio ikut terdampak. Berdasarkan laporan kepolisian, penerbangan yang mengalami gangguan antara lain Wings Air IW1340, IW1344 dan IW1346 dengan tujuan Ketapang. Selain itu terdapat Lion Air JT955 tujuan Batam, Super Air Jet IU701 tujuan Jakarta, IU341 tujuan Surabaya, IU661 tujuan Yogyakarta, serta Batik Air ID6227 tujuan Jakarta.
Sebagian penerbangan mengalami keterlambatan, sementara penerbangan lainnya harus dibatalkan atau dijadwalkan ulang. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Ketika jarak pandang berada di bawah batas aman, penerbangan tidak dapat dipaksakan karena keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi prioritas.
Dua Penerbangan Batam-Pontianak Juga Batal
Dampak kabut asap juga terasa pada penerbangan yang menghubungkan Batam dan Pontianak. PT Bandara Internasional Batam (BIB) mencatat dua penerbangan pada Kamis (3/9/2026) dibatalkan akibat kondisi di wilayah Pontianak. Dua penerbangan tersebut adalah JT-955 rute Pontianak-Batam dan JT-954 rute Batam-Pontianak.
Direktur Utama PT BIB Annang Setia Budhi mengatakan pembatalan tersebut berkaitan dengan kondisi jarak pandang dan situasi di wilayah tujuan yang tidak mendukung operasional penerbangan. Pembatalan dikategorikan sebagai force majeure karena penyebabnya berasal dari faktor alam di luar kendali operator penerbangan. Sementara itu, penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan rute lainnya masih berlangsung normal.
Penumpang Sempat Protes
Gangguan penerbangan yang berlangsung berjam-jam membuat sejumlah penumpang di Bandara Supadio kecewa. Pada Kamis malam sekitar pukul 18.10 WIB, suasana di ruang tunggu lantai dua bandara sempat memanas setelah penumpang mendapat kepastian bahwa penerbangan mereka tidak dapat diberangkatkan. Petugas Polres Kubu Raya kemudian melakukan pengamanan dan membantu meredam situasi.
Kekecewaan penumpang berlanjut pada Jumat (4/9). Sebagian penumpang bahkan bertahan di bandara untuk mendapatkan kepastian mengenai jadwal penerbangan mereka. Salah satu penumpang, Nisa, mengaku harus menghadapi pembatalan dan penjadwalan ulang penerbangan. Ia kemudian mencoba menggunakan penerbangan lain, tetapi kembali mengalami penundaan akibat kondisi kabut asap.
Penumpang Diberikan Pilihan Refund atau Reschedule
Dalam kondisi penerbangan dibatalkan, maskapai memberikan sejumlah pilihan kepada penumpang terdampak. Berdasarkan keterangan kepolisian, penumpang dapat memilih pengembalian dana tiket 100 persen sesuai harga pembelian atau melakukan perubahan jadwal dan hari keberangkatan.
Pihak bandara juga menyediakan area terminal bagi penumpang yang harus menunggu perkembangan kondisi penerbangan. Fasilitas seperti air minum disediakan, sementara penumpang diperbolehkan menunggu hingga menginap di area terminal apabila diperlukan.
Bandara Supadio Mulai Kembali Normal
Kabar terbaru pada Sabtu (5/9/2026) menunjukkan kondisi operasional Bandara Supadio mulai membaik. PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan kondisi bandara tetap kondusif, tertib dan aman. Jarak pandang yang membaik memungkinkan sejumlah penerbangan kembali beroperasi.
Penumpang yang sebelumnya terdampak penundaan, khususnya dari Lion Air Group pada 3-4 September, mulai diberangkatkan setelah kondisi visibilitas dinilai memenuhi standar keselamatan penerbangan. Dengan demikian, gangguan akibat kabut asap tidak berarti seluruh aktivitas penerbangan di Supadio terhenti secara permanen. Operasional dapat kembali berjalan ketika parameter keselamatan telah terpenuhi.
Kabut Asap Jadi Ancaman Serius bagi Penerbangan
Kabut asap akibat karhutla bukan sekadar persoalan kualitas udara. Dalam konsentrasi tinggi, asap juga dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan sehingga berdampak langsung terhadap penerbangan. Kondisi ini sangat penting terutama saat pesawat melakukan fase take-off dan landing, yang membutuhkan visibilitas sesuai standar keselamatan.
Perubahan jarak pandang yang cepat juga membuat maskapai dan pengelola bandara harus terus memantau kondisi terkini sebelum memberikan keputusan keberangkatan. Gangguan serupa sebelumnya juga terjadi pada Agustus 2026 ketika kabut asap menyebabkan jarak pandang di Bandara Supadio turun di bawah 1.000 meter dan mengganggu sejumlah penerbangan.
Penerbangan Menteri Kehutanan Ikut Terdampak
Salah satu kejadian yang menggambarkan parahnya kondisi kabut asap adalah gagalnya pesawat yang membawa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendarat di Supadio pada Kamis (3/9). Pesawat tersebut akhirnya tidak dapat mendarat karena jarak pandang hanya sekitar 100 meter. Kunjungan Raja Juli Antoni ke sejumlah lokasi karhutla di Kalimantan Barat pun harus ditunda.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa gangguan akibat asap sudah memengaruhi berbagai aktivitas penerbangan, termasuk perjalanan pejabat pemerintah.
Penanganan Karhutla Terus Diperkuat
Gangguan penerbangan di Pontianak menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla memiliki dampak luas. Selain mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, asap juga dapat menghambat transportasi udara, menimbulkan pembatalan penerbangan, mengacaukan rotasi pesawat dan kru, serta meningkatkan biaya operasional maskapai.
Asosiasi perusahaan penerbangan sebelumnya juga menyoroti dampak ekonomi dari gangguan akibat asap, termasuk tambahan bahan bakar ketika pesawat harus melakukan holding, biaya kompensasi penumpang, refund, serta terganggunya jadwal pesawat dan kru. Karena itu, penanganan sumber kebakaran menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran transportasi udara di wilayah Kalimantan.
Penumpang Diminta Pantau Informasi Terbaru
Meski penerbangan di Bandara Supadio mulai kembali normal, kondisi kabut asap dapat berubah dengan cepat. Penumpang yang hendak bepergian melalui Pontianak disarankan memeriksa status penerbangan langsung kepada maskapai sebelum menuju bandara. Penumpang juga perlu mempersiapkan kemungkinan perubahan jadwal apabila kondisi jarak pandang kembali memburuk. Pihak bandara dan maskapai terus melakukan pemantauan terhadap kondisi operasional. Informasi mengenai keberangkatan maupun pembatalan akan disampaikan sesuai perkembangan situasi.
Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas
Pembatalan penerbangan tentu menimbulkan kerugian waktu dan ketidaknyamanan bagi penumpang. Namun, keputusan maskapai untuk tidak menerbangkan pesawat ketika jarak pandang berada pada kondisi berbahaya merupakan bagian dari prosedur keselamatan.
Hingga Sabtu, 5 September 2026, operasional Bandara Internasional Supadio Pontianak dilaporkan mulai kembali normal seiring membaiknya jarak pandang. Penumpang yang sebelumnya terdampak juga mulai diberangkatkan, sementara sebagian lainnya mendapatkan opsi refund atau perubahan jadwal.
Meski demikian, ancaman kabut asap belum sepenuhnya dapat diabaikan. Selama karhutla masih terjadi di Kalimantan Barat, perubahan kualitas udara dan jarak pandang tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi penerbangan. Bagi pengguna jasa udara, perkembangan informasi resmi dari bandara dan maskapai menjadi hal penting untuk memastikan perjalanan tetap aman dan lancar.

Posting Komentar untuk " Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Pontianak, Maskapai Batalkan Flight"