Kata-kata Destry Damayanti usai Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia

JAKARTA – Destry Damayanti resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. Destry mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto di Gedung MA, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan Destry secara definitif setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI. Ia menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Usai dilantik, Destry langsung menyampaikan arah kebijakan yang akan menjadi perhatian Bank Indonesia. Stabilitas ekonomi tetap menjadi prioritas utama, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Destry: Stabilitas Tetap Jadi Prioritas

Dalam konferensi pers seusai pengucapan sumpah jabatan, Destry kembali menegaskan bahwa menjaga stabilitas merupakan fondasi penting bagi perekonomian Indonesia. “Stabilitas itu menjadi sangat penting untuk kami.” Menurut Destry, kondisi ekonomi yang stabil akan memberikan ruang yang lebih besar bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan. Karena itu, kebijakan BI ke depan akan tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sembari mendukung pertumbuhan ekonomi.

Destry juga menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak dapat dilakukan BI sendirian. Koordinasi dengan pemerintah dan kementerian/lembaga terkait akan menjadi bagian penting dalam menjalankan kebijakan ekonomi nasional. “Dengan kita memiliki ekonomi yang stabil, tentu ruang-ruang untuk pertumbuhan ekonomi itu menjadi semakin luas.”

Ia menambahkan bahwa sinergi antarlembaga merupakan pekerjaan bersama untuk memastikan perekonomian nasional tetap berada dalam kondisi yang kuat.

Ketidakpastian Global Masih Jadi Tantangan

Sebelum pelantikan, tepatnya setelah DPR menyetujui dirinya sebagai Gubernur BI pada Selasa (1/9/2026), Destry telah memberikan gambaran mengenai arah kebijakannya. Saat itu ia mengatakan ketidakpastian global masih tinggi. Kondisi tersebut membuat stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi menjadi perhatian penting bank sentral.

“Stance tetap sama, bahwa stabilitas tetap. Dalam kondisi seperti sekarang, ketidakpastian global masih tinggi, maka stabilitas tetap menjadi kunci bagi kami.” Destry berpandangan, apabila perekonomian nasional tetap stabil, BI akan memiliki ruang untuk menjaga nilai tukar dan inflasi sehingga iklim ekonomi menjadi lebih kondusif bagi pertumbuhan.

Kebijakan Baik Akan Dilanjutkan

Destry juga tidak mengisyaratkan perubahan arah secara drastis dari kepemimpinan sebelumnya. Ia mengatakan kebijakan yang dinilai baik dan masih sesuai dengan perkembangan zaman akan dilanjutkan. Namun, kebijakan moneter tetap harus fleksibel karena kondisi perekonomian dapat berubah sewaktu-waktu.

Artinya, kepemimpinan Destry akan mengedepankan kesinambungan, tetapi tetap membuka ruang penyesuaian apabila situasi ekonomi domestik maupun global membutuhkan respons berbeda. Pendekatan tersebut menjadi penting mengingat BI harus menyeimbangkan berbagai kepentingan, mulai dari stabilitas nilai tukar, pengendalian inflasi hingga dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Janji Destry Saat Mengucapkan Sumpah Jabatan

Dalam prosesi pelantikan, Destry tidak hanya resmi menerima amanah sebagai Gubernur BI, tetapi juga mengucapkan sumpah jabatan. Ia bersumpah tidak memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada siapa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam kaitannya dengan jabatan yang diembannya.

Destry juga berjanji tidak menerima janji ataupun pemberian dari pihak mana pun dalam menjalankan atau tidak menjalankan sesuatu yang berkaitan dengan tugasnya. “Saya bersumpah bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban Gubernur Bank Indonesia, dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.” Ia kemudian menyatakan kesetiaannya kepada negara, konstitusi, dan haluan negara. Sumpah tersebut menjadi bagian penting dari prosesi pengangkatan Destry sebagai orang nomor satu di bank sentral.

Destry Jadi Perempuan Pertama Pimpin BI

Pelantikan Destry juga mencatat sejarah baru bagi Bank Indonesia. Ia menjadi perempuan pertama yang secara definitif menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia sejak bank sentral tersebut berdiri pada 1953. Sebelumnya, Destry telah memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan dan internal BI. Ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.

Pengalaman tersebut membuat Destry bukan sosok baru dalam pengambilan kebijakan bank sentral. Ketika Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Juli 2026, Destry juga dipercaya menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI. Dengan pengalaman tersebut, pergantian kepemimpinan di BI diharapkan berlangsung relatif mulus tanpa mengganggu kesinambungan kebijakan bank sentral.

DPR Setujui Destry Sehari Sebelum Pelantikan

Sebelum mengucapkan sumpah di MA, Destry terlebih dahulu mendapatkan persetujuan DPR. Komisi XI DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Destry pada 26 Agustus 2026. Setelah proses tersebut, DPR melalui rapat paripurna pada 1 September menyetujui Destry sebagai Gubernur BI periode 2026–2031.

Destry sebelumnya diajukan pemerintah sebagai calon tunggal Gubernur BI. Pemerintah mengusulkan dirinya setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Setelah mendapatkan persetujuan DPR, pengangkatan Destry kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 92/P Tahun 2026 tertanggal 1 September 2026.

Aida Budiman dan Solikin M Juhro Ikut Dilantik

Dalam prosesi yang sama, MA juga mengambil sumpah Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026–2031. Aida sebelumnya merupakan Deputi Gubernur BI dan kini mengisi posisi yang ditinggalkan Destry. Sementara Solikin masuk sebagai Deputi Gubernur BI yang baru.

Dengan demikian, struktur baru Dewan Gubernur BI periode 2026–2031 mulai berjalan secara resmi. Susunan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan bank sentral sekaligus memperkuat pelaksanaan kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, dan berbagai kewenangan BI lainnya.

Tantangan Besar Menanti Destry

Sebagai Gubernur BI untuk lima tahun ke depan, Destry menghadapi tantangan ekonomi yang cukup kompleks. Ketidakpastian ekonomi global menjadi salah satu persoalan utama. Perubahan kondisi global dapat berdampak terhadap nilai tukar rupiah, arus modal, inflasi, serta kondisi sektor keuangan domestik.

Di dalam negeri, BI juga dituntut menjaga stabilitas sekaligus ikut mendukung pertumbuhan ekonomi. Destry sendiri telah menyampaikan bahwa stabilitas dan pertumbuhan bukanlah dua hal yang harus selalu dipertentangkan. Justru, menurutnya, stabilitas makroekonomi yang terjaga dapat menciptakan ruang yang lebih luas untuk pertumbuhan.

Visi Destry untuk Bank Indonesia

Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Destry membawa visi menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan, kredibel dalam menjaga stabilitas, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Visi tersebut menjadi pijakan Destry untuk memimpin BI dalam periode 2026–2031.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara BI dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Namun, kerja sama tersebut tetap harus berjalan dengan menjaga mandat dan independensi bank sentral.

Tongkat Estafet Kepemimpinan BI Resmi Berpindah

Pelantikan Destry Damayanti pada 2 September 2026 akhirnya mengakhiri masa transisi kepemimpinan Bank Indonesia setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. Kini, Destry resmi memimpin bank sentral untuk periode lima tahun hingga 2031. Pesan pertamanya cukup jelas: stabilitas akan tetap menjadi fondasi kebijakan BI. Di tengah ketidakpastian global, Destry melihat stabilitas nilai tukar, inflasi, dan kondisi ekonomi makro sebagai syarat penting untuk menciptakan ruang pertumbuhan yang lebih luas.

Dengan pengalaman sebagai Deputi Gubernur Senior dan pejabat sementara Gubernur BI, Destry kini menghadapi tantangan baru sebagai Gubernur BI definitif sekaligus mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi tertinggi di bank sentral Indonesia.

Posting Komentar untuk " Kata-kata Destry Damayanti usai Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia"