LPS Mau Dongkrak Literasi Lampung Lewat Financial Festival 2026

Bandar Lampung – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memilih Lampung sebagai lokasi penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026 untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penjaminan simpanan. Festival yang berlangsung pada 5-6 September 2026 di Novotel Lampung, Bandar Lampung, tersebut dirancang bukan sekadar sebagai acara edukasi finansial, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat dengan regulator, pelaku industri keuangan, akademisi, hingga sejumlah tokoh nasional.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan Lampung dipilih karena tingkat literasi penjaminan simpanan di daerah tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional. Menurut Anggito, tingkat literasi penjaminan simpanan secara nasional mencapai 62,5 persen, sedangkan Lampung baru sekitar 58,85 persen.

"Kondisi tersebut perlu didorong agar pemahaman masyarakat mengenai keamanan dana simpanan di lembaga jasa keuangan semakin baik," ujar Anggito dalam konferensi pers Lampung Financial Festival 2026, Jumat (4/9/2026).

Literasi Penjaminan Simpanan Lampung Masih di Bawah Nasional

Rendahnya tingkat literasi menjadi alasan utama LPS memperluas edukasi di Lampung. Literasi penjaminan simpanan penting karena masyarakat tidak cukup hanya mengetahui cara menabung atau menggunakan produk keuangan. Nasabah juga perlu memahami bagaimana dana mereka dilindungi ketika terjadi permasalahan pada lembaga keuangan.

Pengetahuan tersebut mencakup antara lain jumlah simpanan yang dijamin, cakupan penjaminan, serta lembaga perbankan yang masuk dalam skema penjaminan LPS. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan finansial secara lebih hati-hati, termasuk mempertimbangkan tingkat bunga atau imbal hasil yang ditawarkan lembaga keuangan.

Bagi LPS, peningkatan literasi juga menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.

Hanya Sekitar 46 Persen Kenal LPS

Persoalan yang dihadapi bukan hanya soal pemahaman mekanisme penjaminan. Data yang dikutip dari hasil survei menunjukkan bahwa tingkat pengenalan masyarakat Lampung terhadap LPS juga masih terbatas. Sekitar 46 persen masyarakat disebut mengenal LPS sebagai lembaga yang menjamin simpanan nasabah.

Angka tersebut menunjukkan masih terdapat ruang besar bagi LPS untuk memperluas sosialisasi. Padahal, keberadaan LPS berkaitan langsung dengan perlindungan simpanan masyarakat di bank. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui hak dan ketentuan yang berlaku sebelum menempatkan dananya di lembaga perbankan.

Sasar Pelajar SMA dan Mahasiswa

Salah satu fokus utama Lampung Financial Festival 2026 adalah generasi muda. Anggito mengatakan LPS sengaja menargetkan pelajar SMA dan mahasiswa karena kelompok tersebut merupakan generasi yang akan menjadi pengguna utama berbagai produk dan layanan keuangan di masa mendatang.

"Target kami adalah anak-anak SMA dan mahasiswa," kata Anggito. Pendekatan ini juga dinilai penting di tengah semakin cepatnya perkembangan teknologi keuangan. Generasi muda saat ini semakin dekat dengan layanan perbankan digital, dompet elektronik, investasi digital, pinjaman daring, hingga berbagai produk fintech. Tanpa literasi yang memadai, kemudahan tersebut dapat berubah menjadi risiko apabila masyarakat tidak memahami cara mengelola keuangan dan mengenali produk yang aman.

Edukasi Tidak Hanya Digelar di Acara Utama

Upaya LPS meningkatkan literasi keuangan di Lampung sebenarnya telah dilakukan sebelum festival utama berlangsung. Rangkaian kegiatan dimulai pada 29 Agustus 2026 melalui sosialisasi dan bazar UMKM yang diikuti sekitar 500 peserta.

Sehari setelahnya, LPS menggelar sosialisasi dan kegiatan senam bersama dalam acara Car Free Day di Lampung yang diikuti sekitar 1.000 orang. Edukasi kemudian menyasar pelajar melalui program LPS Mengajar pada 2-3 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Negeri 8 Bandar Lampung, SMA Negeri 10 Bandar Lampung, SMA Negeri 5 Bandar Lampung, dan SMA Negeri 9 Bandar Lampung, dengan total sekitar 700 peserta.

Pada 4 September, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Sumatera, Universitas Lampung, Universitas Bandar Lampung, dan Universitas Teknokrat Indonesia. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa Financial Festival tidak hanya berpusat pada kegiatan dua hari di lokasi utama.

Konsep Edukasi Dibuat Lebih Santai

LPS bersama Transmedia dan CNBC Indonesia mengemas festival dengan konsep yang memadukan edukasi, diskusi, inspirational talk, hiburan, dan musik. Pendekatan tersebut digunakan agar informasi mengenai keuangan tidak terasa terlalu formal atau sulit dipahami masyarakat.

Melalui festival, pengunjung dapat memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan sekaligus berinteraksi dengan pembicara dari berbagai latar belakang. Penyelenggara juga menghadirkan kelas edukasi dan berbagai aktivitas di area acara sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi finansial melalui format yang lebih interaktif.

Tokoh Nasional Turut Hadir

Lampung Financial Festival 2026 menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari sektor pemerintahan, keuangan, bisnis, hingga dunia hiburan. Pada hari pertama, terdapat sesi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, serta Founder dan Chairman CT Corp Chairul Tanjung. Sementara Raffi Ahmad juga dijadwalkan memberikan inspirational talk. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut diharapkan membuat materi yang disampaikan lebih mudah diterima oleh masyarakat, terutama generasi muda.

Bank BUMN Ikut Memberikan Edukasi

Festival juga memberikan ruang bagi industri perbankan untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Sejumlah bank BUMN dijadwalkan mengisi kelas edukasi dan business talk. Pada hari kedua, terdapat sesi edukasi dan diskusi bersama perbankan BUMN seperti Bank Mandiri, BNI, dan BRI.

Keterlibatan industri menjadi penting karena literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap lembaga penjamin simpanan, tetapi juga cara masyarakat menggunakan produk perbankan secara bijak. Dengan mempertemukan masyarakat, regulator, akademisi dan industri, festival diharapkan dapat menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif.

Ada Musik dan Komedi

Agar suasana festival tidak terlalu serius, penyelenggara juga menambahkan berbagai hiburan. Panggung hiburan diisi antara lain oleh Charly van Houten bersama Setia Band, Nassar, serta komika Marshel Widianto. Sejumlah tokoh publik juga dijadwalkan hadir dalam rangkaian acara.

Konsep tersebut menjadi strategi untuk menjangkau masyarakat yang mungkin tidak tertarik menghadiri seminar keuangan konvensional. Harapannya, masyarakat datang untuk menikmati acara, tetapi pulang dengan pengetahuan baru mengenai cara mengelola uang dan memahami sistem keuangan.

LPS Akan Mengukur Dampaknya

LPS tidak ingin Financial Festival hanya menjadi acara seremonial. Untuk mengukur efektivitas program, LPS berencana melakukan survei sekitar satu pekan setelah festival berakhir. Survei tersebut akan digunakan untuk melihat apakah terjadi perubahan tingkat pemahaman masyarakat setelah mengikuti rangkaian edukasi.

Hasilnya juga akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan program literasi keuangan berikutnya. Langkah tersebut penting karena keberhasilan program literasi seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan jumlah peserta, tetapi juga berdasarkan perubahan pemahaman dan perilaku masyarakat.

LPS Siapkan Edukasi Penjaminan Asuransi

Materi edukasi LPS ke depan juga diperkirakan akan semakin luas. Anggito mengungkapkan bahwa tahun depan LPS akan mulai melakukan penjaminan terhadap polis asuransi. Karena itu, edukasi mengenai skema tersebut juga akan menjadi bagian dari proses sosialisasi kepada masyarakat.

Perluasan fungsi tersebut membuat literasi masyarakat menjadi semakin penting. Masyarakat nantinya tidak hanya perlu memahami bagaimana simpanan di bank mendapatkan perlindungan, tetapi juga memahami mekanisme perlindungan pada sektor perasuransian sesuai ketentuan yang berlaku.

Lampung Diharapkan Lampaui Rata-Rata Nasional

Target LPS melalui Lampung Financial Festival cukup jelas, yakni mendorong tingkat literasi penjaminan simpanan Lampung agar dapat melampaui rata-rata nasional. Saat ini angkanya masih berada di sekitar 58,85 persen, sementara rata-rata nasional mencapai 62,5 persen.

Artinya, masih terdapat selisih yang harus dikejar. Namun, peningkatan literasi tidak dapat dicapai hanya melalui satu festival. Edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sekolah, perguruan tinggi, komunitas, UMKM, lembaga pemerintah, industri jasa keuangan dan berbagai saluran komunikasi. Karena itu, Financial Festival diposisikan sebagai salah satu bagian dari rangkaian edukasi yang lebih luas.

Pemprov Lampung Beri Dukungan

Pemerintah Provinsi Lampung menyambut positif pelaksanaan festival tersebut. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebelumnya menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat, terutama generasi muda.

Pemerintah daerah menilai pemahaman finansial yang baik diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan. Generasi muda yang memahami pengelolaan keuangan juga diharapkan lebih siap menghadapi perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi finansial.

Mengapa Literasi Keuangan Penting?

Literasi keuangan menjadi semakin penting karena pilihan produk finansial masyarakat terus bertambah. Jika dahulu masyarakat terutama berhubungan dengan bank melalui tabungan dan kredit, kini tersedia berbagai layanan digital yang dapat digunakan hanya melalui telepon pintar. Kemudahan tersebut memberikan manfaat besar, tetapi juga membawa risiko.

Masyarakat perlu mampu membedakan produk legal dan ilegal, memahami biaya serta risiko suatu produk, menjaga keamanan data pribadi, dan tidak mudah tergiur tawaran keuntungan yang tidak masuk akal. Dalam konteks penjaminan simpanan, masyarakat juga harus memahami bahwa terdapat ketentuan mengenai dana yang dijamin LPS dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Financial Festival Jadi Momentum Edukasi

Lampung Financial Festival 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang konser, tokoh terkenal, atau rangkaian seminar. Di balik konsep yang dibuat lebih menghibur, LPS membawa agenda yang cukup serius: meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keuangan dan penjaminan simpanan.

Dengan tingkat literasi penjaminan simpanan Lampung yang masih 58,85 persen, LPS memiliki pekerjaan rumah untuk memperkecil kesenjangan dengan rata-rata nasional sebesar 62,5 persen. Pemilihan pelajar SMA dan mahasiswa sebagai sasaran utama juga menunjukkan bahwa edukasi diarahkan sejak dini.

Jika pengetahuan tersebut berhasil ditanamkan secara konsisten, generasi muda Lampung diharapkan tidak hanya menjadi konsumen produk keuangan, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial secara cerdas, aman dan bertanggung jawab. Melalui Lampung Financial Festival 2026, LPS berharap edukasi tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus menjadi pijakan untuk meningkatkan literasi keuangan Lampung hingga berada di atas rata-rata nasional.

Posting Komentar untuk " LPS Mau Dongkrak Literasi Lampung Lewat Financial Festival 2026"