Made in Korea Jadi Drama Korea Termahal, Habiskan Rp911 Miliar

Jakarta – Drama Korea Made in Korea menjadi sorotan bukan hanya karena jajaran pemainnya yang bertabur bintang, tetapi juga karena skala produksinya yang sangat besar. Serial yang dibintangi Hyun Bin, Jung Woo-sung, dan Woo Do-hwan tersebut dilaporkan menghabiskan biaya produksi sekitar 70 miliar won, atau setara sekitar Rp911 miliar.

Anggaran fantastis itu membuat Made in Korea masuk jajaran drama Korea dengan biaya produksi terbesar. Serial ini menjadi salah satu proyek unggulan Disney+ dan digarap oleh rumah produksi Hive Media Corp.

Namun, angka 70 miliar won tersebut perlu diberi konteks. Sutradara Woo Min-ho sebelumnya mengatakan bahwa ia tidak dapat memastikan angka tersebut sebagai angka persis, meski mengakui produksi Made in Korea memang membutuhkan biaya sangat besar. Faktor utamanya antara lain lokasi syuting di luar negeri dan kebutuhan menciptakan kembali suasana Korea Selatan pada era 1970-an.

Mengapa Biaya Produksinya Sangat Besar?

Made in Korea bukan drama modern dengan latar masa kini. Ceritanya mengambil latar Korea Selatan pada era 1970-an, periode yang penuh pergolakan politik, perubahan sosial, dan perkembangan ekonomi. Membangun kembali suasana dekade tersebut membutuhkan berbagai elemen produksi, mulai dari lokasi dan desain set, properti, kostum, kendaraan, hingga detail visual yang harus sesuai dengan zamannya.

Produksi juga dilakukan di beberapa negara, termasuk Korea Selatan, Jepang, dan Thailand. Penggunaan lokasi luar negeri menjadi salah satu faktor yang ikut meningkatkan biaya produksi. Dengan demikian, anggaran sekitar 70 miliar won bukan hanya digunakan untuk membayar pemain utama. Biaya tersebut mencakup keseluruhan kebutuhan produksi serial berskala besar.

Dibintangi Hyun Bin dan Jung Woo-sung

Daya tarik utama Made in Korea tentu saja terletak pada pertemuan dua aktor besar Korea Selatan, Hyun Bin dan Jung Woo-sung. Hyun Bin memerankan Baek Ki-tae, seorang pria ambisius yang memiliki hasrat besar untuk mendapatkan kekayaan dan kekuasaan. Ia digambarkan sebagai sosok yang memiliki jaringan bisnis dan kepentingan yang membawanya ke dalam pusaran konflik politik serta kriminal.

Sementara itu, Jung Woo-sung berperan sebagai Jang Geon-young, seorang jaksa yang memiliki tekad kuat untuk membongkar berbagai praktik korupsi dan jaringan kejahatan. Pertentangan kedua karakter tersebut menjadi salah satu motor utama cerita. Keduanya memiliki tujuan dan prinsip berbeda sehingga konflik personal berkembang menjadi pertarungan yang lebih besar.

Selain Hyun Bin dan Jung Woo-sung, serial ini juga menampilkan Woo Do-hwan, Cho Yeo-jeong, Seo Eun-soo, Won Ji-an, Jung Sung-il, Kang Gil-woo, Roh Jae-won, Lily Franky, dan Park Yong-woo.

Disutradarai Woo Min-ho

Made in Korea juga menjadi proyek penting bagi sutradara Woo Min-ho karena merupakan debutnya dalam penyutradaraan serial televisi. Sebelum menggarap serial tersebut, Woo dikenal melalui sejumlah film seperti Inside Men, The Man Standing Next, dan Harbin. Pengalaman tersebut membuat pendekatan sinematik menjadi salah satu daya tarik Made in Korea.

Cerita serial ditulis oleh Park Eun-gyo dan Park Joon-suk, sementara Hive Media Corp bertanggung jawab sebagai perusahaan produksi.

Mengangkat Kisah Korea Era 1970-an

Cerita Made in Korea berpusat pada ambisi, kekuasaan, uang, politik, dan kejahatan dalam situasi Korea Selatan pada 1970-an. Baek Ki-tae digambarkan sebagai pria yang ingin menaikkan status dan kekayaannya di tengah kondisi negara yang sedang mengalami perubahan besar. Di sisi lain, Jang Geon-young merupakan jaksa yang berusaha mengejar kebenaran dan membongkar jaringan yang melibatkan kekuasaan serta kepentingan bisnis. Konflik keduanya kemudian berkembang menjadi pertarungan penuh intrik.

Sutradara Woo Min-ho mengatakan latar 1970-an bukan sekadar dekorasi. Menurutnya, periode tersebut memiliki pergolakan dan kekacauan yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini, terutama terkait ambisi manusia dalam mengejar kekayaan dan kekuasaan.

Terdiri dari Enam Episode

Musim pertama Made in Korea terdiri dari enam episode dengan durasi episode yang relatif panjang. Serial tersebut mulai ditayangkan pada 24 Desember 2025 melalui Disney+ di berbagai pasar. Proyek ini juga telah direncanakan untuk berlanjut ke musim kedua. Laporan sebelumnya menyebut musim kedua dijadwalkan untuk hadir pada 2026. Artinya, investasi produksi yang besar tersebut tidak hanya diarahkan untuk sebuah serial pendek satu musim, melainkan menjadi proyek jangka lebih panjang.

Rp911 Miliar untuk Produksi K-Drama

Jika dikonversikan ke rupiah, anggaran 70 miliar won yang diberitakan tersebut mencapai sekitar Rp911 miliar berdasarkan nilai konversi yang digunakan dalam pemberitaan Indonesia. Besarnya angka tersebut menunjukkan bagaimana industri drama Korea terus berkembang dan semakin berani mengalokasikan modal besar untuk proyek yang memiliki potensi pasar internasional.

Sebagai perbandingan, produksi drama Korea pada masa sebelumnya umumnya memiliki biaya jauh lebih rendah. Namun, kehadiran platform streaming global membuat skala produksi K-drama meningkat signifikan. Serial dengan kebutuhan efek visual, lokasi internasional, pemeran terkenal, dan desain produksi periode tertentu dapat menghabiskan anggaran yang sangat besar.

Bukan Sekadar Mengandalkan Nama Besar

Meski diperkuat Hyun Bin dan Jung Woo-sung, Made in Korea tidak hanya mengandalkan popularitas pemain. Cerita politik dan kriminal yang berlatar sejarah Korea menjadi elemen penting yang membedakannya dari drama romantis Korea pada umumnya. Serial ini lebih menonjolkan persaingan kepentingan, intrik kekuasaan, ambisi ekonomi, dan konflik hukum. Kombinasi tersebut juga membuat Made in Korea berada di persimpangan antara drama periode, drama politik, kriminal, dan thriller aksi.

Sutradara Tidak Membenarkan Angka Rp911 Miliar Secara Persis

Meski banyak pemberitaan menyebut biaya produksi mencapai 70 miliar won, angka tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai angka pasti tanpa konteks. Dalam konferensi pers menjelang penayangan, Woo Min-ho mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti dari mana angka 70 miliar won tersebut berasal. Ia mengakui bahwa produksi memang menghabiskan banyak biaya, terutama karena adanya syuting di luar negeri dan kebutuhan untuk merekonstruksi periode 1970-an.

Dengan demikian, penyebutan Made in Korea sebagai drama dengan anggaran sekitar Rp911 miliar lebih tepat dipahami sebagai estimasi atau angka produksi yang dilaporkan, bukan angka final yang secara eksplisit dikonfirmasi sutradara sebagai total biaya pasti.

Ambisi Besar Disney+ di Pasar Korea

Investasi besar pada Made in Korea juga menunjukkan ambisi Disney+ untuk memperkuat posisinya di pasar konten Korea. Dengan menggabungkan aktor papan atas, sutradara film ternama, cerita sejarah-politik, serta produksi berskala internasional, serial tersebut dirancang sebagai salah satu proyek unggulan platform.

Bagi industri K-drama, model produksi seperti ini memperlihatkan perubahan besar. Drama Korea kini tidak lagi hanya ditujukan untuk penonton domestik, tetapi juga dirancang sejak awal agar dapat bersaing di pasar streaming global.

Layak Dinantikan Penggemar K-Drama

Dengan anggaran sekitar 70 miliar won atau Rp911 miliar, jajaran pemeran papan atas, serta latar Korea Selatan era 1970-an, Made in Korea menjadi salah satu produksi Korea yang menarik perhatian. Pertemuan Hyun Bin dan Jung Woo-sung menjadi daya tarik tersendiri, sementara pengalaman Woo Min-ho dalam menggarap film bertema politik dan sejarah memberikan ekspektasi terhadap kualitas cerita dan visual.

Pada akhirnya, besarnya anggaran bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah drama. Tantangan terbesar Made in Korea adalah membuktikan bahwa investasi raksasa tersebut mampu menghasilkan cerita yang kuat, karakter yang menarik, serta kualitas produksi yang sepadan. Jika berhasil, Made in Korea tidak hanya akan dikenang sebagai salah satu K-drama termahal, tetapi juga sebagai contoh bagaimana industri hiburan Korea semakin berani membuat produksi berskala global.

Posting Komentar untuk "Made in Korea Jadi Drama Korea Termahal, Habiskan Rp911 Miliar"