Momen Purbaya Dicopot Prabowo saat Rapat di DPD RI
Momen pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berlangsung secara mendadak pada Senin, 14 September 2026. Beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru, Purbaya masih menjalankan tugasnya dengan menghadiri rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Rapat yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut bahkan membahas sejumlah agenda penting mengenai kebijakan fiskal dan penyusunan APBN 2027. Namun, di tengah rapat, Purbaya tiba-tiba menerima panggilan telepon dan meninggalkan ruangan. Belakangan diketahui, agenda tersebut menjadi rapat terakhir Purbaya sebagai Menteri Keuangan.
Purbaya Masih Memimpin Rapat di DPD
Pada Senin pagi, Purbaya hadir dalam rapat kerja gabungan Komite IV DPD RI bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Bank Indonesia. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat GBHN, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan. Salah satu agenda utama rapat adalah pembahasan RUU APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan.
Selain itu, rapat juga membahas pelaksanaan Undang-Undang tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 serta keselarasan dengan RPJMN 2025-2029. Dengan agenda tersebut, Purbaya pada pagi hingga siang hari masih tampil sebagai pejabat yang menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan.
Tidak ada tanda yang secara terbuka menunjukkan bahwa beberapa jam kemudian posisi tersebut akan berpindah tangan.
Purbaya Tiba-Tiba Mendapat Telepon
Momen yang kemudian menjadi sorotan terjadi ketika rapat masih berlangsung. Purbaya yang sedang mengikuti pembahasan di ruang rapat tiba-tiba mendapat panggilan telepon. Ia kemudian meninggalkan ruangan untuk menerima atau merespons panggilan tersebut. Metro TV melaporkan Purbaya meninggalkan rapat sekitar pukul 14.30 WIB, atau hanya sekitar 30 menit sebelum agenda pelantikan menteri baru di Istana Kepresidenan yang dijadwalkan pada pukul 15.00 WIB.
Kepergian tersebut semakin menarik perhatian karena Purbaya tidak kembali ke ruang rapat. Dalam suasana rapat, Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi bahkan sempat meminta Purbaya untuk kembali mengikuti agenda. "Kami meminta Bapak Menteri (Purbaya) untuk hadir lagi, untuk rapat lagi. Ini kita anggap sebagai utang Pak Menteri kepada kita, jadi utang harus dibayar nanti," kata Ahmad Nawardi seperti dikutip Metro TV.
Saat itu, peserta rapat belum mengetahui bahwa Purbaya akan segera kehilangan jabatannya sebagai Menteri Keuangan.
Rapat Sempat Terhenti
Aktivitas di bagian belakang ruang rapat sempat membuat perhatian peserta teralihkan ketika Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti sedang menyampaikan paparan. Setelah Destry menyelesaikan pemaparannya, rapat sempat dihentikan sekitar lima menit untuk menunggu Purbaya.
Namun, Purbaya tidak kembali ke tempat duduknya. Beberapa saat kemudian, publik mengetahui bahwa Presiden Prabowo telah mengambil keputusan untuk mengganti Purbaya dengan Suahasil Nazara.
Purbaya Sempat Membahas Dana Pemda Rp195,2 Triliun
Sebelum meninggalkan rapat, Purbaya masih menyampaikan sejumlah materi mengenai kondisi perekonomian dan keuangan pemerintah. Salah satu yang disampaikan adalah persoalan dana pemerintah daerah yang masih tersimpan di perbankan.
Purbaya menyebut hingga 31 Agustus 2026, dana pemerintah daerah yang mengendap di perbankan mencapai Rp195,2 triliun. Ia meminta pemerintah daerah mempercepat realisasi belanja agar dana tersebut dapat berputar di perekonomian dan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di daerah.
Ironisnya, pembahasan mengenai pengelolaan keuangan negara tersebut menjadi salah satu agenda terakhir Purbaya sebagai Menteri Keuangan.
Suasana Purbaya Jadi Sorotan
Selain momen ketika menerima telepon, penampilan Purbaya selama rapat juga menjadi perhatian. Suara.com melaporkan Purbaya terlihat lebih lesu dan tidak seceria biasanya ketika menyampaikan paparan. Gaya bercanda yang kerap muncul dalam sejumlah kesempatan juga disebut tidak terlihat dalam rapat tersebut.
Namun, kondisi tersebut tidak bisa secara pasti diartikan sebagai tanda bahwa Purbaya telah mengetahui keputusan pergantian dirinya. Informasi mengenai apa yang disampaikan melalui telepon tersebut juga tidak diumumkan secara terbuka.
Yang jelas, setelah meninggalkan rapat, Purbaya tidak kembali mengikuti agenda hingga kemudian Prabowo melantik penggantinya.
Prabowo Lantik Suahasil Nazara
Pada Senin sore, Presiden Prabowo resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia juga merupakan figur lama di Kementerian Keuangan dan pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal. Reuters mencatat Suahasil menjadi orang ketiga yang menduduki posisi Menteri Keuangan dalam waktu kurang dari dua tahun pemerintahan Prabowo, setelah Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya.
Suahasil Mengaku Baru Diberi Tahu Pagi Hari
Pergantian tersebut juga terbilang mendadak bagi Suahasil sendiri. Setelah dilantik, Suahasil mengatakan dirinya baru mendapat informasi mengenai penunjukan tersebut pada Senin pagi dan kemudian diminta mempersiapkan diri untuk pelantikan pada sore hari. Ia juga mengatakan proses komunikasi dengan Purbaya mengenai transisi jabatan akan dilakukan setelah pelantikan.
"Transisi pasti harus kami koordinasikan dengan baik," kata Suahasil kepada wartawan di Istana. Dalam kesempatan lain, Suahasil mengatakan belum sempat berkomunikasi dengan Purbaya sebelum prosesi pelantikan berlangsung.
Mengapa Purbaya Dicopot?
Presiden Prabowo tidak secara terbuka memberikan satu alasan spesifik mengenai pencopotan Purbaya. Namun, pergantian tersebut terjadi di tengah sejumlah tantangan ekonomi dan perdebatan mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah. Reuters melaporkan pergantian Purbaya dipandang sebagai upaya untuk memulihkan kepercayaan investor. Selama masa jabatannya, muncul kekhawatiran mengenai pelemahan rupiah, peningkatan defisit fiskal, kebijakan suntikan likuiditas ke perbankan, serta sejumlah kebijakan yang dinilai menimbulkan ketidakpastian.
Financial Times juga melaporkan pemerintah tidak memberikan alasan spesifik mengenai pencopotan tersebut. Namun, sikap Purbaya yang mendorong kebijakan fiskal lebih longgar dan kritiknya terhadap bank sentral sempat menimbulkan kegelisahan di pasar.
Pergantian Menkeu dan Reaksi Pasar
Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian serius pasar karena posisi tersebut sangat menentukan kredibilitas pengelolaan APBN. Sebelum pelantikan Suahasil, pasar sempat merespons negatif kabar mengenai pergantian tersebut. Namun, sentimen kemudian membaik setelah Suahasil dipastikan menjadi pengganti.
Reuters melaporkan sejumlah analis menilai latar belakang Suahasil sebagai teknokrat dan pengalamannya di Kementerian Keuangan dapat membantu memberikan kepastian kepada investor. Suahasil sendiri menegaskan komitmennya menjaga disiplin fiskal, termasuk mempertahankan defisit anggaran di bawah batas 3 persen terhadap PDB sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Purbaya Menjadi Menteri Keuangan Sekitar Setahun
Purbaya menjabat Menteri Keuangan sejak September 2025 setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Masa jabatannya berakhir pada 14 September 2026, atau sekitar satu tahun kemudian. Pergantian tersebut membuat Purbaya hanya menjadi Menteri Keuangan selama sekitar setahun sebelum kembali digantikan oleh figur yang sebelumnya berada di lingkungan Kementerian Keuangan.
Sementara itu, Suahasil langsung menghadapi pekerjaan besar, mulai dari menjaga kredibilitas APBN, mengelola defisit, menjaga kepercayaan investor, hingga memastikan berbagai program prioritas pemerintahan Prabowo tetap memiliki dukungan anggaran.
Momen yang Sulit Dilupakan
Momen Purbaya meninggalkan rapat DPD RI pada Senin siang kini menjadi salah satu gambaran paling dramatis dari pergantian Menteri Keuangan tersebut. Beberapa jam sebelumnya, ia masih duduk sebagai Menteri Keuangan dan membahas APBN 2027 bersama DPD RI, Bappenas, serta Bank Indonesia. Kemudian, sebuah panggilan telepon membuatnya meninggalkan ruang rapat.
Tak lama setelah itu, Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru. Dengan demikian, rapat Purbaya bersama DPD RI pada 14 September 2026 bukan sekadar agenda pembahasan APBN dan kebijakan ekonomi, tetapi juga menjadi agenda terakhirnya sebagai Menteri Keuangan.
Pergantian tersebut sekaligus menandai babak baru pengelolaan fiskal Indonesia di bawah Suahasil Nazara, dengan tantangan utama menjaga keseimbangan antara agenda pembangunan pemerintahan Prabowo dan tuntutan terhadap disiplin serta kredibilitas anggaran.

Posting Komentar untuk " Momen Purbaya Dicopot Prabowo saat Rapat di DPD RI"