Paul Thomas Anderson Siapkan Film Baru usai One Battle After Another

JAKARTA – Sutradara peraih Oscar Paul Thomas Anderson kembali dengan proyek film baru setelah kesuksesan One Battle After Another. Namun, kali ini Anderson tidak langsung menggarap film cerita panjang seperti karya-karya sebelumnya. Sutradara There Will Be Blood, Phantom Thread, dan Licorice Pizza tersebut menyiapkan sebuah film konser berjudul Cameron Winter at Carnegie Hall, yang merekam penampilan solo musisi Cameron Winter di Carnegie Hall, New York, pada Desember 2025. Proyek tersebut menjadi karya terbaru Anderson yang diumumkan secara resmi setelah One Battle After Another, film yang membawanya meraih sejumlah penghargaan besar pada musim penghargaan 2026.

Bukan Film Fiksi, Melainkan Film Konser

Cameron Winter at Carnegie Hall merupakan film dokumenter musik yang berfokus pada penampilan solo Cameron Winter, vokalis band Geese. Winter tampil seorang diri di Carnegie Hall pada 11 Desember 2025 setelah menjalani rangkaian tur bersama Geese. Dalam pertunjukan tersebut, ia membawakan materi dengan format yang jauh lebih sederhana, termasuk memainkan piano Steinway.

Anderson berada di lokasi bersama kru untuk merekam konser tersebut. Hasil rekaman kemudian dikembangkan menjadi film berdurasi sekitar 75 menit, dengan pengambilan gambar menggunakan format 16mm dan 35mm. Film ini akan menjadi kesempatan bagi Anderson untuk kembali mengeksplorasi hubungan antara sinema dan musik.

Cameron Winter Jadi Pusat Cerita

Sesuai judulnya, film ini sepenuhnya berpusat pada Cameron Winter. Winter dikenal sebagai vokalis band asal New York, Geese, sekaligus musisi solo. Ia merilis album solo debut Heavy Metal pada 2024 dan mendapat perhatian kritikus musik.

Penampilan di Carnegie Hall dianggap sebagai salah satu momen penting dalam perjalanan solo Winter. Film Anderson kemudian berusaha menangkap atmosfer pertunjukan tersebut, bukan sekadar mendokumentasikan lagu-lagu yang dibawakan. Film at Lincoln Center menggambarkan proyek tersebut sebagai rekaman sinematik dari penampilan Winter yang intim, dengan perpaduan gambar dekat sang musisi dan ruang besar Carnegie Hall.

Direkam dengan Film 16mm dan 35mm

Salah satu daya tarik Cameron Winter at Carnegie Hall adalah pendekatan visualnya. Anderson memilih menggunakan film seluloid 16mm dan 35mm, bukan hanya kamera digital. Pendekatan tersebut memberikan tekstur visual khas yang selama ini menjadi salah satu ciri sinema Anderson.

Dalam proyek ini, Anderson juga kembali bekerja bersama Benny Safdie, yang ikut menjadi produser. Safdie sebelumnya berkolaborasi dengan Anderson dalam berbagai lingkup perfilman, sementara namanya dikenal luas sebagai sutradara Uncut Gems dan The Smashing Machine. Musiknya direkam dan diproduksi oleh Ariel Rechtshaid, produser musik yang pernah bekerja dengan sejumlah musisi ternama, termasuk Adele dan Vampire Weekend.

Tayang Perdana di New York Film Festival

Kabar terbaru menyebut Cameron Winter at Carnegie Hall akan melakukan world premiere di New York Film Festival ke-64. Film tersebut dijadwalkan tayang pada 1 Oktober 2026 di Alice Tully Hall sebagai bagian dari program Spotlight. Pemutaran perdana akan menggunakan format 35mm dan dihadiri langsung oleh Paul Thomas Anderson serta Cameron Winter.

New York Film Festival 2026 sendiri berlangsung pada 25 September hingga 12 Oktober. Kehadiran Anderson di festival tersebut bukan sesuatu yang benar-benar baru. Namun, kali ini ia kembali bukan membawa film cerita panjang, melainkan sebuah proyek musik yang lebih intim.

Mulai Tur Bioskop November 2026

Setelah pemutaran perdana festival, film tersebut akan masuk ke bioskop Amerika Utara. Janus Films dan Criterion telah memperoleh hak distribusi Amerika Utara untuk proyek tersebut. Film akan menjalani tur eksklusif dengan format 35mm mulai 20 November 2026. Sejumlah bioskop di Amerika Serikat telah mencantumkan film tersebut untuk pemutaran terbatas. AFI Silver Theatre, misalnya, mencantumkan tanggal pembukaan 27 November 2026 dengan durasi sekitar 72 menit.

Jadwal dan kota pemutaran akan mencakup sejumlah wilayah di Amerika Utara, dengan lebih banyak lokasi yang diumumkan kemudian.

Album Live Juga Disiapkan

Proyek Anderson tidak berdiri sendiri. Pertunjukan Cameron Winter di Carnegie Hall juga menghasilkan album live yang diproduksi Ariel Rechtshaid. Album tersebut dijadwalkan dirilis pada 9 Oktober 2026. Dengan demikian, penggemar dapat menikmati pertunjukan tersebut melalui dua medium: rekaman musik dan film konser. Film Anderson akan memberikan pengalaman visual dari pertunjukan, sementara album live memungkinkan pendengar menikmati musiknya secara terpisah.

Proyek Pertama Anderson setelah One Battle After Another

Cameron Winter at Carnegie Hall menarik perhatian karena menjadi proyek pertama Anderson yang diumumkan setelah One Battle After Another. One Battle After Another merupakan film panjang kesepuluh Anderson. Film tersebut dibintangi Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Benicio del Toro, Regina Hall, Teyana Taylor, dan Chase Infiniti. Anderson menulis, menyutradarai, sekaligus menjadi salah satu produser film tersebut.

Film itu menjadi proyek berskala besar bagi Anderson dan diadaptasi secara longgar dari novel Vineland karya Thomas Pynchon. Berbeda dari proyek tersebut yang merupakan film aksi-thriller dengan jajaran bintang Hollywood, film baru Anderson jauh lebih sederhana dalam skala cerita. Hanya ada satu pertunjukan, satu musisi utama, dan satu lokasi ikonik yang menjadi pusat perhatian.

Bukan Pertama Kali Anderson Bersentuhan dengan Musik

Meski Cameron Winter at Carnegie Hall merupakan proyek yang berbeda dari film-film fiksinya, hubungan Anderson dengan dunia musik bukan hal baru. Ia sebelumnya menyutradarai Junun pada 2015, sebuah film dokumenter yang mendokumentasikan proses pembuatan musik oleh Jonny Greenwood bersama Shye Ben Tzur dan musisi lainnya di India.

Anderson juga memiliki sejarah panjang bekerja dengan musisi dalam pembuatan video musik. Ia pernah menggarap proyek yang berkaitan dengan Radiohead, Thom Yorke, The Smile, HAIM, dan sejumlah musisi lainnya. Karena itu, film konser Cameron Winter dapat dilihat sebagai kelanjutan dari ketertarikan Anderson terhadap musik dan bagaimana pertunjukan dapat diterjemahkan ke dalam bahasa sinema.

Mengapa Cameron Winter?

Pemilihan Cameron Winter juga cukup menarik. Winter bukan nama besar seperti bintang yang biasanya menjadi pusat film Anderson. Ia merupakan musisi muda yang dikenal sebagai vokalis Geese dan tengah membangun karier solo. Film at Lincoln Center menyebut penampilan Winter di Carnegie Hall sebagai sebuah momen penting dalam perkembangan dirinya sebagai musisi solo. Ia tampil dalam format yang sangat minimalis, sehingga perhatian penonton benar-benar tertuju pada vokal, piano, ekspresi, dan atmosfer ruangan.

Anderson tampaknya tertarik menangkap energi tersebut melalui kamera. Pendekatan ini berbeda dengan film konser yang biasanya mengandalkan banyak sudut kamera, efek visual, dan potongan cepat. Proyek Anderson justru menawarkan kemungkinan pengalaman yang lebih sinematik dan intim.

Film Berdurasi Sekitar 72-75 Menit

Cameron Winter at Carnegie Hall memiliki durasi sekitar 72 hingga 75 menit, tergantung informasi pemutaran yang digunakan. Film at Lincoln Center mencantumkan durasi 75 menit, sementara sejumlah bioskop yang telah mengumumkan jadwal mencantumkan sekitar 72 menit. Durasi tersebut cukup untuk menghadirkan satu pertunjukan secara utuh tanpa harus menjadikannya film dokumenter biografi panjang. Fokusnya memang berada pada pengalaman konser.

Belum Ada Pengumuman Film Fiksi Panjang Berikutnya

Kabar mengenai Cameron Winter at Carnegie Hall juga penting untuk dicermati agar tidak menimbulkan salah tafsir. Sampai pengumuman terbaru, belum ada proyek film fiksi panjang baru Paul Thomas Anderson yang diumumkan secara resmi setelah One Battle After Another.

Artinya, apabila disebut Anderson "menyiapkan film baru", proyek yang sudah dikonfirmasi saat ini adalah film konser Cameron Winter tersebut. Hal ini berbeda dari spekulasi mengenai kemungkinan sekuel atau cerita turunan One Battle After Another. Teyana Taylor sebelumnya memang pernah mengungkapkan keterbukaan terhadap kemungkinan melanjutkan kisah karakter Perfidia Beverly Hills, tetapi belum ada pengumuman resmi bahwa Anderson sedang memproduksi film tersebut.

Kembali Menunjukkan Sisi Eksperimental Anderson

Kehadiran Cameron Winter at Carnegie Hall memperlihatkan bahwa Anderson belum berhenti bereksperimen setelah mencapai kesuksesan besar bersama One Battle After Another. Ia kembali ke format yang lebih kecil dan personal, tetapi tetap menggunakan pendekatan produksi yang serius.

Penggunaan kamera 16mm dan 35mm, keterlibatan Benny Safdie, serta kerja produksi musik Ariel Rechtshaid menunjukkan bahwa proyek ini diperlakukan sebagai karya sinema, bukan sekadar dokumentasi konser biasa. Film ini juga memperlihatkan sisi lain dari Anderson sebagai pembuat film yang memiliki perhatian besar terhadap suara, ritme, penampilan, dan atmosfer.

Apa yang Bisa Diharapkan Penggemar?

Penggemar Anderson tentu masih menantikan film cerita panjang berikutnya. Namun, sebelum itu terjadi, Cameron Winter at Carnegie Hall menawarkan kesempatan untuk melihat bagaimana sang sutradara menerapkan gaya visualnya pada materi yang berbeda. Jika One Battle After Another dikenal karena skala cerita besar, aksi, politik, dan karakter yang kompleks, film Cameron Winter justru bergerak ke arah sebaliknya: satu panggung, satu musisi, dan sebuah pertunjukan musik.

Film tersebut dijadwalkan melakukan world premiere pada 1 Oktober 2026 di New York Film Festival, kemudian memulai tur bioskop 35mm di Amerika Utara pada November. Bagi penggemar Paul Thomas Anderson maupun Cameron Winter, proyek ini menjadi salah satu film musik yang paling menarik untuk ditunggu pada akhir 2026. Sementara untuk proyek film fiksi panjang berikutnya, publik masih harus menunggu pengumuman resmi dari Anderson.

Posting Komentar untuk " Paul Thomas Anderson Siapkan Film Baru usai One Battle After Another"