Prabowo di Barisan Depan Bareng Xi Jinping-Putin saat Sesi Foto BRICS

Presiden Prabowo Subianto mendapat posisi strategis dalam sesi foto bersama para pemimpin negara yang menghadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Prabowo terlihat berada di barisan depan bersama sejumlah pemimpin penting, termasuk Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Momen tersebut berlangsung sebelum sesi terbuka KTT BRICS yang mempertemukan negara anggota, Partner Countries, dan Outreach Countries di Bharat Mandapam, New Delhi. Para pemimpin negara terlebih dahulu mengikuti sesi foto bersama sebagai bagian dari rangkaian agenda pertemuan tingkat tinggi tersebut. Posisi Prabowo dalam foto bersama tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan kehadiran Indonesia di tengah para pemimpin negara dengan pengaruh besar dalam politik dan ekonomi global.

Prabowo Berada di Barisan Depan

Dalam sesi foto bersama, Prabowo tampak berdiri di jajaran depan bersama sejumlah kepala negara dan pemerintahan yang menghadiri KTT BRICS. Xi Jinping dan Vladimir Putin juga berada di area depan dalam sesi foto tersebut. Kehadiran ketiganya dalam satu barisan memperlihatkan komposisi pemimpin yang menjadi bagian penting dari pertemuan BRICS tahun ini.

Momen tersebut menjadi salah satu sorotan dari kehadiran Prabowo di India. Sebelumnya, Prabowo juga terlihat berbincang dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Putin, dan Xi dalam suasana hangat menjelang pembukaan KTT. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut keempat pemimpin tersebut berbincang dalam suasana hangat dan bersahabat sebelum sesi pembukaan dimulai.

Indonesia Resmi Jadi Anggota BRICS

Keikutsertaan Prabowo dalam KTT BRICS 2026 menjadi penting karena Indonesia kini menjadi bagian dari kelompok tersebut. BRICS telah berkembang jauh dari kelompok awal yang terdiri atas Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kini kelompok tersebut mencakup sejumlah negara lain, termasuk Indonesia, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Dengan keanggotaan Indonesia, pemerintah memiliki ruang yang lebih luas untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara berkembang serta negara-negara ekonomi besar di luar pola hubungan tradisional dengan negara Barat. Posisi tersebut juga sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang berupaya menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan dunia.

Prabowo Sempat Berbincang dengan Xi dan Putin

Sebelum sesi foto, Prabowo terlihat melakukan komunikasi dengan beberapa pemimpin negara. Prabowo berbincang dengan Modi, Putin, dan Xi dalam salah satu momen informal menjelang agenda utama KTT. Pertemuan singkat tersebut berlangsung di tengah rangkaian kegiatan para pemimpin negara di Bharat Mandapam.

Interaksi informal semacam ini menjadi bagian penting dalam diplomasi tingkat tinggi. Di luar pertemuan bilateral resmi, para pemimpin memiliki kesempatan membangun komunikasi personal dan bertukar pandangan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Bagi Indonesia, komunikasi dengan China dan Rusia juga memiliki arti strategis mengingat keduanya merupakan kekuatan besar yang memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, pertahanan, dan diplomatik dengan Jakarta.

Prabowo Hadiri KTT BRICS di New Delhi

Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-18 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12-13 September 2026. Dalam agenda hari kedua, para pemimpin negara anggota BRICS bersama negara mitra dan negara yang mengikuti kegiatan outreach menghadiri sesi terbuka. Agenda tersebut menjadi salah satu rangkaian utama pertemuan tingkat tinggi BRICS tahun ini.

KTT kali ini berlangsung ketika dunia menghadapi berbagai persoalan geopolitik dan ekonomi, mulai dari konflik di Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, ketegangan perdagangan, hingga perdebatan mengenai sistem ekonomi global. Karena itu, BRICS berupaya menunjukkan bahwa negara-negara anggotanya dapat memainkan peran lebih besar dalam tata kelola global.

BRICS Bahas Isu Ekonomi dan Global

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam BRICS adalah reformasi tata kelola ekonomi dan keuangan internasional. Prabowo sendiri dalam pertemuan BRICS menyampaikan pandangan mengenai pentingnya sistem keuangan internasional yang lebih adil. Ia juga menyoroti persoalan penggunaan mata uang sebagai instrumen tekanan dalam hubungan internasional.

Pandangan tersebut sejalan dengan salah satu agenda BRICS untuk memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara anggota serta meningkatkan ketahanan menghadapi gejolak ekonomi global. Bagi Indonesia, forum ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar, investasi, perdagangan, serta kerja sama pembangunan.

BRICS dan Upaya Mendorong Dunia Multipolar

Pertemuan di New Delhi juga berlangsung di tengah pembahasan mengenai masa depan tatanan dunia. BRICS sering dipandang sebagai salah satu wadah yang mendorong terciptanya dunia multipolar, yakni tata dunia dengan lebih banyak pusat kekuatan ekonomi dan politik.

Namun, negara-negara BRICS memiliki kepentingan yang beragam. Hubungan India dan China, misalnya, masih dibayangi persoalan perbatasan dan persaingan strategis, meski kedua negara kini berusaha memperbaiki hubungan. Xi Jinping bahkan melakukan kunjungan ke India untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun dalam rangkaian KTT ini.

Situasi tersebut membuat BRICS harus menjaga keseimbangan antara kepentingan masing-masing anggota dan agenda bersama.

Momen Penanaman Pohon Bersama

Sebelum agenda KTT pada Minggu, para pemimpin BRICS juga mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama di Bharat Mandapam. Dalam agenda tersebut, Prabowo ikut serta dalam penanaman pohon banyan, pohon nasional India. Prabowo mengambil sekop untuk menuangkan tanah ke bibit pohon dan kemudian menyiramnya.

Kegiatan tersebut menjadi simbol kerja sama dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Sebelum penanaman pohon, para pemimpin negara juga mengikuti sesi foto bersama. Pada sesi yang berlangsung Sabtu (12/9), Prabowo terlihat berdiri di sebelah Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Xi Jinping Siap Ambil Alih Keketuaan BRICS

KTT BRICS 2026 juga menjadi momentum penting menjelang pergantian kepemimpinan organisasi tersebut. Presiden Xi Jinping menyatakan China siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027. Beijing berencana mendorong agenda yang mendukung pembangunan negara-negara Global South. Pergantian tersebut akan menjadi penting bagi Indonesia karena China merupakan salah satu anggota utama BRICS sekaligus mitra strategis Indonesia. Kerja sama Indonesia-China di bidang perdagangan dan investasi juga menjadi salah satu hubungan ekonomi terpenting bagi Jakarta.

Kehadiran Prabowo Perkuat Diplomasi Indonesia

Posisi Prabowo dalam sesi foto bersama Xi Jinping dan Vladimir Putin bukan berarti Indonesia mengambil posisi untuk berpihak pada salah satu kekuatan global. Sebaliknya, kehadiran tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari upaya Indonesia memainkan diplomasi yang aktif dan terbuka dengan berbagai negara.

Indonesia memiliki hubungan strategis dengan China, Rusia, India, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, serta negara-negara ASEAN. Keanggotaan BRICS memberikan tambahan ruang bagi pemerintah untuk memperluas kerja sama tanpa harus meninggalkan hubungan dengan mitra lainnya. Prabowo dalam berbagai kesempatan juga menekankan pentingnya prinsip saling menghormati dan kerja sama yang memberikan keuntungan bagi semua pihak.

Jadi Sorotan di Tengah Pemimpin Dunia

Momen Prabowo berada di barisan depan bersama Xi Jinping dan Putin menjadi salah satu gambar yang menonjol dari KTT BRICS 2026. Bagi Indonesia, kehadiran tersebut bukan sekadar persoalan posisi dalam foto. KTT BRICS menjadi panggung untuk memperlihatkan bahwa Indonesia ingin mengambil peran lebih aktif dalam pembahasan ekonomi dan politik global.

Dengan semakin luasnya anggota BRICS, forum tersebut memiliki bobot ekonomi dan geopolitik yang semakin besar. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan kerja sama yang dibangun menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat negara-negara anggotanya.

Kehadiran Prabowo di barisan depan bersama Xi Jinping dan Vladimir Putin pun menjadi simbol penting dari posisi Indonesia di tengah perubahan peta kekuatan global. Sebagai anggota BRICS, Indonesia kini memiliki ruang yang lebih besar untuk memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus ikut membentuk arah kerja sama negara-negara Global South.

Posting Komentar untuk " Prabowo di Barisan Depan Bareng Xi Jinping-Putin saat Sesi Foto BRICS"