Presiden Malaysia Football League Ab Ghani Terpilih Jadi Ketua FAM
Jakarta – Presiden Malaysian Football League (MFL) Datuk Ab Ghani Hassan resmi terpilih sebagai Presiden Football Association of Malaysia (FAM). Ia mengalahkan Datuk Seri Shahril Mokhtar dalam pemilihan yang berlangsung pada Kongres Luar Biasa FAM, Kamis (17/9/2026).
Ab Ghani memperoleh 20 suara, sedangkan Shahril Mokhtar mendapatkan 5 suara. Dengan hasil tersebut, Ab Ghani akan memimpin badan sepak bola tertinggi Malaysia untuk melanjutkan sisa periode kepengurusan 2025-2029.
Ab Ghani Menang Telak dalam Pemilihan FAM
Pemilihan Presiden FAM digelar setelah sebelumnya terjadi perubahan besar dalam jajaran kepengurusan federasi sepak bola Malaysia. Dalam pemilihan tersebut, Ab Ghani menghadapi Shahril Mokhtar, yang merupakan Wakil Presiden Selangor Football Association (FAS).
Hasil akhir menunjukkan Ab Ghani mendapatkan dukungan mayoritas anggota yang memiliki hak suara. Ia memperoleh 20 suara, berbanding lima suara untuk Shahril. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Ab Ghani dari posisi orang nomor satu di kompetisi sepak bola profesional Malaysia ke jabatan tertinggi dalam federasi sepak bola nasional.
Siapa Ab Ghani Hassan?
Ab Ghani Hassan bukan sosok baru dalam sepak bola Malaysia. Pria berusia 63 tahun tersebut sebelumnya menjabat sebagai Presiden Malaysian Football League, organisasi yang mengelola kompetisi sepak bola profesional Malaysia.
Ia juga memiliki latar belakang sebagai mantan pemain sepak bola. Ab Ghani pernah memperkuat Negeri Sembilan pada era 1980-an dan bahkan pernah bermain bersama sejumlah nama besar sepak bola Malaysia. Setelah pensiun sebagai pemain, ia melanjutkan kiprahnya di dunia sepak bola sebagai pengurus dan manajer. Ia juga pernah menangani tim Malaysia U-19 ketika skuad tersebut dilatih Bojan Hodak.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawa Ab Ghani ketika mencalonkan diri sebagai pemimpin FAM.
Akan Tinggalkan Jabatan Presiden MFL
Terpilihnya Ab Ghani sebagai Presiden FAM membuatnya harus melakukan perubahan posisi di MFL. Ab Ghani mengonfirmasi bahwa dirinya berencana meninggalkan jabatan Presiden MFL paling lambat akhir September 2026. Langkah tersebut diperlukan agar ia dapat berkonsentrasi pada tugas barunya di FAM.
Menurut Ab Ghani, proses pergantian tersebut harus dilakukan secepat mungkin karena ia tidak dapat secara efektif memimpin dua organisasi sekaligus, terlebih MFL masih memiliki sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian. Ia mengatakan sudah ada kandidat yang diidentifikasi untuk menggantikannya sebagai Presiden MFL. Namun, nama tersebut masih harus dibahas dan mendapatkan persetujuan dari jajaran kepemimpinan MFL.
FAM Sedang Menghadapi Masa Transisi
Terpilihnya Ab Ghani terjadi dalam situasi penting bagi sepak bola Malaysia. Pemilihan Presiden FAM dilakukan sekitar tujuh bulan setelah jajaran kepemimpinan federasi sebelumnya mengundurkan diri menyusul proses peninjauan tata kelola yang melibatkan AFC.
Karena itu, salah satu perhatian utama terhadap kepemimpinan baru FAM adalah bagaimana federasi memperbaiki tata kelola organisasi dan mengembalikan stabilitas administrasi sepak bola Malaysia. Sejumlah laporan media Malaysia sebelum pemilihan juga menyoroti kebutuhan reformasi di tubuh FAM, termasuk persoalan tata kelola, struktur organisasi, serta pengelolaan sepak bola nasional.
Tantangan Besar Menanti Ab Ghani
Jabatan Presiden FAM membawa tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan posisi Presiden MFL. Jika MFL berfokus pada penyelenggaraan kompetisi domestik, FAM bertanggung jawab terhadap tata kelola sepak bola Malaysia secara nasional, termasuk tim nasional dan berbagai program pengembangan sepak bola.
Karena itu, Ab Ghani akan menghadapi sejumlah pekerjaan besar sejak awal masa kepemimpinannya. Salah satu tantangan penting adalah memastikan reformasi tata kelola berjalan secara konkret. Sebelum pemilihan, sejumlah pengamat sepak bola Malaysia juga menyoroti potensi konflik kepentingan apabila seseorang memegang posisi penting di FAM dan MFL secara bersamaan.
Keputusan Ab Ghani untuk meninggalkan jabatan Presiden MFL dapat menjadi bagian dari proses pemisahan kedua peran tersebut.
Ab Ghani Ingin FAM Bergerak Cepat
Dalam masa kampanye sebelum pemilihan, Ab Ghani telah menyampaikan sejumlah gagasan terkait perubahan di tubuh FAM. Kini setelah resmi terpilih, tuntutan terhadap dirinya bukan lagi sebatas program kampanye. Ab Ghani harus menerjemahkan berbagai gagasan tersebut ke dalam kebijakan dan langkah konkret.
Masa kepemimpinannya juga relatif terbatas karena ia hanya meneruskan sisa periode kepengurusan 2025-2029. Situasi tersebut membuat waktu menjadi salah satu faktor penting bagi kepengurusan baru FAM.
Fokus pada Timnas Malaysia
Selain urusan administrasi, perhatian publik Malaysia tentu akan tertuju pada perkembangan Harimau Malaya. FAM memiliki peran penting dalam menentukan arah sepak bola nasional, termasuk kebijakan terkait tim nasional, pengembangan pemain, kompetisi usia muda, sepak bola wanita, serta hubungan dengan AFC dan FIFA.
Ab Ghani akan menghadapi ekspektasi untuk memastikan berbagai sektor tersebut berjalan dalam satu arah setelah periode transisi yang cukup panjang. Namun, hasil di lapangan tidak hanya bergantung pada presiden federasi. Tim nasional juga melibatkan jajaran pelatih, pemain, klub, staf teknis, serta struktur kompetisi yang berada di bawah ekosistem sepak bola Malaysia.
Profil Singkat Ab Ghani Hassan
Berikut sejumlah fakta mengenai Presiden FAM yang baru:
- Nama: Datuk Ab Ghani Hassan
- Usia: 63 tahun
- Jabatan sebelumnya: Presiden Malaysian Football League (MFL)
- Jabatan baru: Presiden Football Association of Malaysia (FAM)
- Lawan dalam pemilihan: Datuk Seri Shahril Mokhtar
- Hasil pemilihan: Ab Ghani 20 suara, Shahril 5 suara
- Masa jabatan: Melanjutkan sisa periode 2025-2029
- Rencana setelah terpilih: Mengundurkan diri dari posisi Presiden MFL pada akhir September 2026.
Babak Baru Sepak Bola Malaysia
Terpilihnya Ab Ghani Hassan menandai dimulainya babak baru dalam kepemimpinan sepak bola Malaysia. Dari posisi sebagai orang nomor satu di MFL, Ab Ghani kini harus mengemban tanggung jawab yang jauh lebih luas sebagai Presiden FAM. Ia tidak hanya dituntut mengelola federasi, tetapi juga menghadapi persoalan tata kelola, hubungan kelembagaan, pengembangan sepak bola, dan prestasi tim nasional.
Langkah pertamanya adalah memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar, termasuk mencari pengganti di MFL. Setelah itu, perhatian akan tertuju pada bagaimana Ab Ghani menjalankan agenda yang telah dijanjikannya dan membawa FAM melewati masa transisi.
Dengan perolehan 20 suara berbanding 5, Ab Ghani mendapatkan mandat dari mayoritas pemilih FAM. Kini tantangan berikutnya adalah mengubah mandat tersebut menjadi kebijakan dan kerja nyata untuk sepak bola Malaysia.

Posting Komentar untuk " Presiden Malaysia Football League Ab Ghani Terpilih Jadi Ketua FAM"