Sempat Digocek Sales, Konsumen Wuling Akhirnya Terima Unit

Surabaya — Kasus konsumen Wuling di Surabaya yang sempat viral karena telah membayar lunas mobil tetapi tak kunjung menerima unit akhirnya menemui titik terang. Setelah berbulan-bulan menunggu dan persoalan tersebut mendapat perhatian publik, Wuling Motors turun tangan dan akhirnya menyerahkan satu unit mobil kepada konsumen.

Konsumen bernama Nancy sebelumnya mengaku membeli Wuling Darion secara tunai melalui salah satu jaringan dealer resmi Wuling di Surabaya. Ia melakukan pembayaran uang muka pada Desember 2025 dan melunasi pembelian pada Januari 2026.

Namun, setelah pembayaran dinyatakan lunas, mobil yang dipesan tak kunjung diterima. Persoalan itu kemudian mencuat ke publik setelah Nancy meminta pendampingan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, untuk mendapatkan kepastian mengenai kendaraan yang telah dibayarnya.

Bayar Lunas Sejak Januari 2026

Persoalan bermula ketika Nancy datang ke dealer untuk melakukan test drive. Dalam proses pembelian, ia dilayani oleh seorang wiraniaga bernama Raditya Febriyanto. Nancy kemudian membayar uang muka pada Desember 2025. Pada Januari 2026, ia mengaku diminta melakukan pelunasan kendaraan.

Nancy tidak mencurigai transaksi tersebut karena pembayaran diarahkan ke rekening perusahaan atau dealer, bukan rekening pribadi sales. Ia juga mengaku mendapatkan dokumen transaksi berupa kuitansi yang menurut keterangannya memiliki stempel, materai, dan logo Wuling. Setelah pembayaran lunas, Nancy justru tidak menerima kendaraan yang telah dipesannya.

Situasi tersebut berlangsung selama berbulan-bulan. Nancy kemudian mempertanyakan keberadaan kendaraan dan kepastian waktu penyerahan unit.

Sempat Ditawari Ganti Mobil

Dalam perjalanan penyelesaian masalah, Nancy sempat mendapatkan tawaran untuk mengganti mobil yang sebelumnya dipesan. Dari sejumlah laporan, konsumen sempat diarahkan untuk mengambil Wuling Eksion, model yang berbeda dari kendaraan yang sebelumnya dipesan. Dalam proses tersebut, Nancy juga menerima pengembalian dana sebesar Rp55 juta pada 22 Juni 2026 yang disebut sebagai selisih harga.

Namun, persoalan kembali muncul karena unit pengganti yang dijanjikan juga belum diterima sesuai waktu yang diharapkan. Nancy kemudian mengambil langkah lebih lanjut dengan melayangkan somasi untuk meminta kepastian penyelesaian.

Kasus Viral Setelah Didampingi Cak Ji

Kasus tersebut semakin menjadi perhatian setelah Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turun tangan. Melalui unggahan media sosial, Armuji memperlihatkan proses mediasi antara Nancy dan pihak dealer Wuling. Ia menyampaikan bahwa ada warga yang telah membeli mobil secara tunai tetapi belum mendapatkan kendaraan meski pembayaran telah dilakukan.

Persoalan itu kemudian menjadi pembicaraan luas di media sosial. Dalam proses mediasi, pihak-pihak terkait berusaha mencari jalan keluar agar konsumen memperoleh haknya.

Wuling Akui Ada Pelanggaran SOP

Wuling Motors kemudian memberikan pernyataan resmi mengenai persoalan tersebut. Dalam pernyataan tertanggal 3 September 2026, Wuling Motors menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen.

Wuling menyatakan hasil penelusuran menemukan adanya pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) oleh oknum wiraniaga dalam proses transaksi. Perusahaan juga menegaskan tidak menoleransi tindakan yang bertentangan dengan prosedur maupun yang berpotensi merugikan konsumen.

Wuling menyatakan akan mengambil tindakan dan langkah korektif terhadap dealer terkait. Perusahaan juga melakukan evaluasi untuk memastikan pelayanan kepada konsumen di jaringan dealer resmi berjalan sesuai ketentuan.

Wuling Pusat Turun Tangan

Setelah kasus menjadi perhatian publik, Wuling Motors pusat mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Manajemen Wuling kemudian bertemu langsung dengan Nancy dan menawarkan sejumlah opsi penyelesaian.

Pertemuan tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan. Nancy memilih solusi berupa penyerahan satu unit Wuling Darion sebagai penyelesaian masalah. Unit tersebut kemudian diserahterimakan kepada Nancy pada 5 September 2026.

Dengan demikian, setelah menunggu berbulan-bulan sejak pelunasan kendaraan pada Januari, konsumen akhirnya menerima mobil yang menjadi bagian dari transaksi awalnya.

Akhirnya Menerima Wuling Darion

Penyelesaian tersebut menjadi akhir dari polemik yang sebelumnya sempat berlarut-larut. Nancy sebelumnya membeli Darion secara tunai. Setelah sempat muncul opsi kendaraan lain, ia pada akhirnya memilih menerima unit Darion sebagai bentuk penyelesaian yang ditawarkan manajemen Wuling.

Penyerahan kendaraan dilakukan setelah pertemuan antara konsumen dengan manajemen Wuling Motors. Wuling juga kembali menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen atas persoalan yang terjadi.

Dealer Disebut Melaporkan Sales ke Polisi

Di tengah penyelesaian dengan konsumen, muncul pula perkembangan dari sisi internal dealer. Operation Manager Wuling Perdana Group Jawa Timur, Adi, disebut menyampaikan bahwa pihak dealer telah melaporkan Raditya Febriyanto kepada polisi. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pemalsuan dokumen dan penggelapan.

Perlu dicatat, dugaan tersebut merupakan bagian dari proses hukum dan tidak dapat disamakan dengan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Wuling Perketat Pengawasan Dealer

Kasus ini juga menjadi pengingat mengenai pentingnya pengawasan dalam transaksi kendaraan bermotor, baik dari sisi konsumen maupun perusahaan. Wuling menegaskan akan memperkuat pengawasan terhadap penerapan SOP di seluruh jaringan dealer resminya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi dan memastikan konsumen mendapatkan hak sesuai transaksi yang dilakukan.

Bagi konsumen, kasus ini menunjukkan bahwa dokumen transaksi, bukti pembayaran, identitas rekening tujuan, serta komunikasi dengan tenaga penjualan perlu disimpan dengan baik. Pembeli kendaraan juga disarankan memastikan setiap pembayaran dilakukan melalui mekanisme resmi yang dapat diverifikasi dan meminta informasi tertulis mengenai status pemesanan serta jadwal penyerahan kendaraan.

Perjalanan Kasus dari Desember 2025 hingga September 2026

Jika dirangkum, perjalanan kasus tersebut berlangsung cukup panjang.

  • Desember 2025: Nancy melakukan pembelian mobil dan membayar uang muka.
  • Januari 2026: Nancy mengaku melunasi pembayaran kendaraan.
  • Berbulan-bulan kemudian: unit yang telah dibayar belum diterima.
  • Juni 2026: konsumen menerima pengembalian dana Rp55 juta terkait opsi kendaraan pengganti.
  • Awal September 2026: persoalan mencuat ke publik dan mendapat pendampingan Armuji atau Cak Ji.
  • 3 September 2026: Wuling menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya pelanggaran SOP oleh oknum wiraniaga.
  • 5 September 2026: Wuling dan konsumen mencapai penyelesaian, dengan Nancy memilih menerima unit Wuling Darion.

Dengan penyerahan kendaraan tersebut, persoalan dari sisi hak konsumen akhirnya mendapatkan penyelesaian.

Jadi Pelajaran bagi Konsumen

Kasus Wuling di Surabaya menjadi perhatian bukan hanya karena lamanya konsumen menunggu kendaraan, tetapi juga karena transaksi disebut berlangsung melalui jaringan dealer resmi. Wuling sendiri telah menyatakan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan pelanggaran SOP yang dilakukan oknum wiraniaga dan bukan prosedur resmi perusahaan.

Karena itu, konsumen yang membeli kendaraan sebaiknya tidak hanya melihat status dealer sebagai jaringan resmi, tetapi juga memastikan setiap tahapan transaksi dapat diverifikasi. Pembayaran melalui rekening perusahaan, dokumen resmi, kuitansi, faktur, surat pemesanan kendaraan, serta bukti komunikasi merupakan bagian penting yang perlu disimpan hingga kendaraan benar-benar diterima.

Kasus Berakhir, Pengawasan Jadi Sorotan

Setelah berbulan-bulan menunggu, Nancy akhirnya menerima unit Wuling Darion pada September 2026. Penyelesaian tersebut menutup persoalan yang sebelumnya sempat viral dan menjadi perhatian publik. Di sisi lain, kasus ini menjadi pekerjaan rumah bagi perusahaan otomotif dan jaringan dealernya untuk memastikan standar pelayanan benar-benar diterapkan di lapangan.

Wuling telah menyatakan akan mengambil langkah korektif dan memperkuat pengawasan terhadap jaringan dealer. Sementara proses terkait dugaan pelanggaran oleh oknum sales menjadi ranah tersendiri yang harus ditangani sesuai proses hukum.

Bagi Nancy, perkara yang dimulai dari pembelian mobil secara tunai pada akhir 2025 tersebut akhirnya berakhir dengan diterimanya kendaraan yang diharapkan. Bagi industri otomotif, kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepercayaan konsumen tidak hanya dibangun melalui produk, tetapi juga melalui transparansi transaksi dan pelayanan setelah pembayaran dilakukan.

Posting Komentar untuk " Sempat Digocek Sales, Konsumen Wuling Akhirnya Terima Unit"