Serangan Proyektil Houthi Hantam Arab Saudi, 2 Luka dan Masjid Rusak

Riyadh – Serangan proyektil yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman kembali menghantam wilayah selatan Arab Saudi. Otoritas Saudi melaporkan dua orang terluka dalam insiden tersebut, sementara sebuah masjid, sejumlah bangunan dan kendaraan mengalami kerusakan.

Insiden terjadi di Al-Tuwal Governorate, wilayah Jazan, yang berada di dekat perbatasan Arab Saudi dengan Yaman. Badan Pertahanan Sipil Saudi mengatakan timnya langsung dikerahkan setelah proyektil menghantam kawasan tersebut. Serangan terbaru ini menambah panjang daftar aksi Houthi terhadap wilayah Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dua Orang Terluka

Pertahanan Sipil Saudi menyatakan proyektil yang ditembakkan oleh Houthi menyebabkan dua orang mengalami luka-luka. Selain korban luka, proyektil juga mengakibatkan kerusakan material terhadap sebuah masjid, beberapa bangunan dan kendaraan yang berada di sekitar lokasi jatuhnya proyektil.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam serangan tersebut. Otoritas Saudi juga belum memberikan rincian mengenai tingkat kerusakan pada masjid maupun kondisi terkini dua korban yang terluka. Insiden itu menunjukkan risiko yang dihadapi masyarakat di kawasan perbatasan Saudi-Yaman, terutama ketika serangan proyektil kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Terjadi di Tengah Peringatan Ancaman Serangan

Serangan tersebut terjadi setelah otoritas Saudi mengeluarkan peringatan kepada masyarakat mengenai potensi serangan. Tim Pertahanan Sipil kemudian merespons laporan jatuhnya proyektil di Al-Tuwal. Wilayah tersebut merupakan bagian dari Jazan, salah satu kawasan Saudi yang selama bertahun-tahun menjadi sasaran serangan kelompok Houthi karena letaknya yang berdekatan dengan Yaman. Kawasan perbatasan selatan Saudi sebelumnya juga beberapa kali menjadi sasaran rudal dan drone Houthi.

Houthi Kembali Serang Wilayah Selatan Saudi

Serangan terbaru terjadi setelah eskalasi besar pada awal September. Pada 8 September 2026, Houthi melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal balistik dan drone ke sejumlah wilayah di Arab Saudi, termasuk Abha, Jazan, Najran dan Khamis Mushait.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan 73 orang terluka serta memicu kebakaran dan gangguan terhadap sejumlah fasilitas energi. Fasilitas milik perusahaan minyak Saudi Aramco juga menjadi salah satu sasaran yang disebut dalam laporan mengenai serangan tersebut. Sehari setelahnya, Houthi kembali menyerang sejumlah kota di Saudi dengan rudal balistik dan drone. Serangan itu disebut sebagai serangan hari kedua secara berturut-turut terhadap wilayah selatan kerajaan.

Mengapa Houthi Menyerang Arab Saudi?

Houthi merupakan kelompok bersenjata yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota Sanaa. Kelompok tersebut mendapatkan dukungan dari Iran dan telah lama terlibat dalam konflik dengan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

Hubungan antara Houthi dan Saudi mengalami periode relatif tenang setelah gencatan senjata pada 2022. Namun, konflik regional yang kembali meningkat pada 2026 ikut memicu peningkatan aktivitas militer Houthi. Houthi menyatakan serangan mereka merupakan bagian dari respons terhadap operasi militer Saudi dan perkembangan konflik yang lebih luas di kawasan.

Dalam beberapa hari terakhir, Houthi juga memperluas aktivitasnya di kawasan Laut Merah dan sekitar Selat Bab el-Mandeb. Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional dan ekspor energi dari kawasan Teluk.

Ketegangan Regional Makin Meluas

Serangan terhadap Jazan terjadi ketika Arab Saudi menghadapi sejumlah ancaman keamanan sekaligus. Selain serangan Houthi, fasilitas energi Saudi juga menjadi sasaran serangan drone yang menurut Riyadh berasal dari wilayah Irak. Serangan tersebut menyebabkan Arab Saudi menutup sementara jaringan pipa minyak East-West sebagai tindakan pencegahan.

Perkembangan itu membuat pemerintah Saudi harus menghadapi ancaman dari berbagai arah, mulai dari Yaman hingga kelompok bersenjata yang beroperasi di kawasan lain. Amerika Serikat juga terus memantau situasi tersebut. Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan Iran kemungkinan bertanggung jawab atas serangan terhadap jaringan pipa Saudi, meskipun persoalan mengenai pihak yang secara langsung melancarkan serangan masih menjadi bagian dari perkembangan politik dan keamanan regional.

Ancaman terhadap Infrastruktur dan Warga Sipil

Serangan terbaru di Jazan kembali memperlihatkan bahwa dampak konflik tidak hanya menyasar fasilitas militer. Kerusakan pada masjid, bangunan dan kendaraan menunjukkan adanya risiko terhadap fasilitas sipil. Dua warga yang terluka juga menjadi pengingat bahwa peningkatan serangan proyektil dapat menimbulkan korban di wilayah permukiman.

Sebelumnya, serangan Houthi pada September juga menargetkan fasilitas energi dan kawasan perkotaan di selatan Saudi. Serangan tersebut menimbulkan korban luka dan kebakaran di sejumlah fasilitas. Kondisi ini menjadi perhatian karena Jazan dan sejumlah provinsi selatan lainnya merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan Yaman.

Situasi Perbatasan Saudi-Yaman Jadi Sorotan

Arab Saudi hingga kini masih menjadi salah satu aktor utama dalam konflik Yaman. Riyadh mendukung pemerintahan Yaman yang berseberangan dengan Houthi, sementara kelompok tersebut menguasai wilayah luas di bagian utara dan barat negara itu.

Meningkatnya serangan Houthi juga terjadi ketika kelompok tersebut dilaporkan bergerak lebih jauh di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman. Kemajuan Houthi menuju kawasan strategis Bab el-Mandeb berpotensi meningkatkan tekanan terhadap jalur perdagangan internasional. Selat Bab el-Mandeb merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan keamanan di kawasan itu dapat berdampak pada pelayaran, biaya pengiriman dan rantai pasok global.

Serangan Berpotensi Picu Eskalasi Baru

Dengan dua orang terluka dan fasilitas sipil mengalami kerusakan, serangan proyektil terbaru di Jazan berpotensi semakin memperburuk hubungan Saudi dengan Houthi. Arab Saudi sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan terhadap wilayahnya dan infrastruktur penting akan mendapat respons. Sementara itu, Houthi terus menunjukkan kemampuan meluncurkan rudal dan drone ke sasaran yang berada jauh di dalam wilayah Saudi.

Situasi tersebut berlangsung ketika Timur Tengah sedang menghadapi rangkaian konflik yang saling berkaitan. Karena itu, setiap serangan baru terhadap Arab Saudi berpotensi memicu respons militer dan memperluas konflik ke wilayah lain.

Untuk saat ini, otoritas Saudi masih melakukan penanganan di lokasi jatuhnya proyektil di Al-Tuwal. Dua warga dilaporkan terluka, sementara masjid, sejumlah bangunan dan kendaraan mengalami kerusakan.

Posting Komentar untuk "Serangan Proyektil Houthi Hantam Arab Saudi, 2 Luka dan Masjid Rusak"