Sering Senyap, Ini Gejala Rabies Usai Digigit Anjing yang Terinfeksi
Rabies merupakan penyakit akibat infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini kerap disebut “senyap” karena seseorang yang baru tergigit anjing terinfeksi bisa tidak langsung mengalami gejala. Masa inkubasi dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Namun, ketika gejala klinis rabies sudah muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal.
Karena itu, gigitan atau cakaran dari anjing yang diduga terinfeksi rabies tidak boleh dianggap sebagai luka biasa. Penanganan harus dilakukan sesegera mungkin, bahkan ketika korban merasa sehat dan belum menunjukkan tanda-tanda penyakit.
Rabies Bisa Tidak Langsung Menunjukkan Gejala
Rabies disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf. Setelah masuk melalui luka, virus membutuhkan waktu untuk mencapai sistem saraf pusat sebelum menimbulkan gejala. Menurut CDC, masa inkubasi rabies dapat berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan. Lamanya waktu tersebut dapat berbeda pada setiap orang.
Kondisi inilah yang membuat rabies berbahaya. Seseorang dapat terlihat sehat setelah digigit, sementara virus terus berkembang di dalam tubuh. WHO menegaskan bahwa rabies hampir selalu fatal setelah gejala klinis muncul. Namun, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah apabila orang yang mengalami paparan mendapatkan penanganan pascapaparan atau post-exposure prophylaxis (PEP) dengan segera.
Gejala Awal Rabies yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, gejala rabies bisa menyerupai penyakit ringan sehingga mudah diabaikan.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
- Demam.
- Sakit kepala.
- Tubuh terasa lemah atau tidak enak badan.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman.
- Kesemutan di sekitar lokasi gigitan.
- Sensasi tertusuk atau terbakar pada bekas luka.
- Rasa gatal atau perubahan sensasi pada area gigitan.
CDC menyebut rasa tidak nyaman, kesemutan, atau gatal pada lokasi gigitan dapat menjadi salah satu tanda awal rabies. Artinya, perubahan sensasi pada bekas gigitan patut diperhatikan, terutama jika korban sebelumnya terkena gigitan hewan yang status rabiesnya tidak diketahui.
Gejala Bisa Berkembang Menjadi Gangguan Saraf
Setelah fase awal, rabies dapat berkembang menjadi penyakit saraf berat.
Gejala yang dapat muncul meliputi:
- Gelisah dan kecemasan.
- Kebingungan.
- Agitasi atau perilaku sangat gelisah.
- Halusinasi.
- Kesulitan menelan.
- Kejang atau spasme otot.
- Gangguan kesadaran.
- Kelumpuhan.
- Produksi air liur berlebihan.
Salah satu gejala yang paling dikenal adalah hidrofobia, yaitu munculnya kejang atau spasme ketika penderita mencoba menelan air. Penderita sebenarnya bukan sekadar “takut air”, tetapi mengalami gangguan neurologis yang membuat proses menelan menjadi sangat sulit dan menyakitkan. Pada sebagian kasus, rabies juga dapat berkembang dalam bentuk paralitik yang ditandai kelemahan atau kelumpuhan yang semakin meluas.
Jangan Menunggu Gejala Setelah Digigit
Hal paling penting adalah jangan menunggu gejala rabies muncul untuk mencari pertolongan medis. Jika seseorang digigit, dicakar, atau mengalami kontak dengan air liur hewan yang diduga terinfeksi rabies, luka harus segera dicuci dengan sabun dan air mengalir.
WHO merekomendasikan luka dicuci dan dibilas secara menyeluruh selama setidaknya 15 menit. Pembersihan luka merupakan bagian penting dari pencegahan rabies. Setelah itu, korban perlu segera mendapatkan penilaian medis untuk menentukan apakah membutuhkan PEP.
Apa Itu PEP?
Post-exposure prophylaxis (PEP) merupakan rangkaian tindakan untuk mencegah virus rabies berkembang menjadi penyakit setelah seseorang mengalami paparan.
PEP dapat mencakup:
- Pembersihan luka secara menyeluruh.
- Vaksin rabies sesuai rekomendasi medis.
Rabies immunoglobulin pada kondisi tertentu, terutama untuk paparan yang memenuhi kriteria tertentu pada orang yang belum pernah mendapatkan vaksin rabies sebelumnya. CDC menyebut PEP dapat mencegah rabies apabila diberikan setelah paparan sebelum gejala klinis berkembang.
Karena itu, seseorang yang baru saja digigit anjing tidak perlu menunggu sampai anjing menunjukkan tanda-tanda rabies atau sampai dirinya mengalami demam dan kesemutan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Bagaimana Jika Anjingnya Terlihat Sehat?
Anjing yang tampak sehat belum tentu berarti risiko dapat langsung diabaikan. Penilaian terhadap risiko paparan perlu mempertimbangkan kondisi hewan, jenis kontak, lokasi gigitan, status vaksinasi hewan, serta situasi epidemiologis di wilayah tersebut. Di Indonesia, anjing yang terinfeksi rabies masih menjadi salah satu sumber risiko penting. CDC bahkan mencatat bahwa anjing yang terinfeksi rabies umum ditemukan di Indonesia.
Karena itu, korban gigitan sebaiknya tidak menentukan sendiri apakah vaksin rabies diperlukan. Keputusan tersebut perlu dilakukan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan dan otoritas terkait.
Jangan Sepelekan Luka Gigitan
Selain risiko rabies, gigitan anjing juga dapat menyebabkan infeksi bakteri, kerusakan saraf, tendon, dan jaringan lainnya. CDC menyebut luka gigitan dapat menimbulkan komplikasi serius terlepas dari risiko rabies. Pembersihan luka dengan segera juga membantu menurunkan risiko infeksi bakteri. Jika luka dalam, mengalami perdarahan hebat, berada di wajah atau tangan, atau korban mengalami gangguan kondisi tubuh setelah gigitan, pemeriksaan medis semakin penting.
Rabies Dapat Dicegah Jika Bertindak Cepat
Rabies memang merupakan penyakit yang sangat berbahaya setelah gejala muncul. Namun, kondisi tersebut tidak berarti setiap orang yang digigit anjing akan mengalami rabies. Kunci utamanya adalah bertindak sebelum gejala muncul. Bila mengalami gigitan atau cakaran dari anjing yang dicurigai terinfeksi rabies, segera:
cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit → jangan menutup luka secara sembarangan → segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk penilaian risiko dan kemungkinan PEP.
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, rabies setelah paparan dapat dicegah. Sebaliknya, menunggu sampai muncul gejala seperti hidrofobia, kebingungan, halusinasi, atau kelumpuhan dapat membuat peluang keselamatan menjadi sangat kecil..

Posting Komentar untuk " Sering Senyap, Ini Gejala Rabies Usai Digigit Anjing yang Terinfeksi"