Sherina Datang Langsung ke Lokasi Karhutla di Kalimantan
Palangka Raya, Kalimantan Tengah — Penyanyi sekaligus aktris Sherina Munaf kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan, Sherina tidak hanya mengajak masyarakat memberikan bantuan, tetapi juga datang langsung ke lokasi terdampak di Kalimantan Tengah.
Kehadiran Sherina di lapangan diketahui dari sejumlah unggahan media sosial pada 1 September 2026. Ia terlihat berada di kawasan yang terdampak karhutla dan ikut membantu penanganan kebakaran, khususnya di area lahan gambut yang membutuhkan penanganan ekstra. Aksi tersebut kemudian menjadi perhatian publik. Sherina terlihat mengenakan perlengkapan lapangan dan masker serta berada bersama petugas maupun relawan yang tengah berjibaku menangani bara api.
Sherina Turun Langsung ke Tengah Karhutla
Sherina diketahui berada di wilayah Palangka Raya dan kawasan terdampak karhutla di Kalimantan Tengah. Dalam dokumentasi yang beredar, ia tampak ikut membantu proses pembasahan lahan atau rewetting, terutama pada kawasan gambut yang masih menyimpan bara di bawah permukaan. Kehadiran Sherina bukan sekadar kunjungan untuk melihat kondisi dari dekat. Ia terlihat ikut berada di lapangan bersama para pejuang karhutla.
Salah satu unggahan yang beredar memperlihatkan Sherina memegang selang dan membantu menyemprotkan air ke kawasan yang sebelumnya terbakar. Aktivitas tersebut dilakukan untuk membantu memastikan bara yang masih tersisa dapat dikendalikan.
Informasi mengenai kedatangan Sherina pertama kali ramai setelah akun informasi Palangka Raya @infoPLK mengunggah dokumentasi pada 1 September 2026. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Sherina datang ke Palangka Raya dan turun langsung ke lokasi karhutla, termasuk membantu penanganan di kawasan lahan gambut.
Soroti Bara Api yang Masih Berada di Bawah Tanah
Salah satu hal yang menjadi perhatian Sherina adalah kondisi lahan gambut yang belum benar-benar aman meskipun api di permukaan telah terlihat padam. Melalui Instagram Story pada 1 September 2026, Sherina memperlihatkan aktivitas tim di lapangan dan menyoroti masih banyaknya bara yang berada di bawah permukaan tanah. Ia juga menyebut tim BKSDA Kalimantan Tengah telah melakukan pemadaman selama beberapa hari.
Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan utama dalam menangani kebakaran gambut. Api pada lahan gambut tidak selalu terlihat sebagai kobaran besar. Bara dapat merambat dan bertahan di lapisan organik di bawah permukaan tanah. Ketika kondisi kembali kering dan terdapat oksigen yang cukup, bara tersebut dapat muncul kembali dan memicu kebakaran baru. Karena itu, memadamkan api di permukaan saja tidak cukup.
Rewetting Jadi Bagian Penting Penanganan Gambut
Salah satu metode yang dilakukan untuk menangani lahan gambut adalah rewetting, yakni membasahi kembali kawasan yang mengering agar kelembapan gambut meningkat dan risiko kebakaran berulang dapat ditekan. Sherina terlihat ikut mendukung proses tersebut bersama tim yang berada di lapangan.
Dalam unggahannya, ia juga mengapresiasi para petugas dan relawan yang bekerja berjam-jam, bahkan menginap di lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyebar. Upaya seperti ini membutuhkan tenaga dan waktu karena petugas harus memastikan titik-titik bara benar-benar terkendali.
Libatkan Banyak Organisasi
Dalam dokumentasi yang dibagikan Sherina, sejumlah organisasi dan tim lapangan disebut terlibat dalam penanganan karhutla. Di antaranya BOS Foundation, BKSDA Kalimantan Tengah, Damkar Dinas Kehutanan, KPHP Kahayan Tengah, serta Powerful Voices. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Petugas pemadam, pengelola kawasan hutan, lembaga konservasi, relawan, masyarakat, dan pemerintah perlu bekerja bersama, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan gambut yang sulit dijangkau.
Sherina Sebelumnya Galang Donasi
Sebelum datang langsung ke lokasi, Sherina juga telah terlibat dalam penggalangan bantuan untuk penanganan dampak karhutla di Kalimantan. Sherina bersama Powerful Voices mengajak masyarakat memberikan dukungan melalui penggalangan dana. Berdasarkan laporan IDN Times pada 21 Agustus 2026, dana yang terkumpul melalui aksi tersebut telah mencapai sekitar Rp93 juta.
Langkah itu menempatkan Sherina di antara sejumlah figur publik yang ikut menggalang dukungan untuk masyarakat dan lingkungan yang terdampak karhutla Kalimantan. Namun, aksi terbaru Sherina memiliki dimensi berbeda karena ia memilih datang langsung untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mendukung para petugas dan relawan.
Bukan Hanya Manusia yang Terdampak
Karhutla di Kalimantan juga menjadi ancaman serius bagi satwa liar. Hutan dan lahan gambut merupakan habitat berbagai jenis satwa. Ketika habitat terbakar atau dipenuhi asap, satwa dapat kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan. Dampak terhadap satwa tersebut terlihat dalam kasus terbaru di Kalimantan Barat. Kementerian Kehutanan mengevakuasi seekor orangutan Kalimantan yang ditemukan dalam kondisi lemah di sekitar kebun sawit masyarakat di Kabupaten Ketapang pada 30 Agustus 2026. Satwa tersebut diduga mengalami dampak paparan asap karhutla.
Tim BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) kemudian melakukan penyelamatan dan pemeriksaan medis terhadap orangutan tersebut. Kondisi itu memperlihatkan bahwa persoalan karhutla tidak berhenti pada luas lahan yang terbakar atau jumlah titik api. Ekosistem dan satwa yang hidup di kawasan tersebut juga menghadapi risiko besar.
Kepedulian Sherina terhadap Lingkungan Bukan Hal Baru
Kepedulian Sherina terhadap isu lingkungan sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Namanya memiliki hubungan kuat dengan isu konservasi Kalimantan, salah satunya melalui film Petualangan Sherina 2 yang mengambil latar dan lokasi produksi di Kalimantan Tengah.
Film tersebut mengangkat kisah mengenai konservasi orangutan dan mempertemukan karakter Sherina dan Sadam dalam perjalanan di kawasan hutan Kalimantan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mencatat Palangka Raya dan Kabupaten Katingan sebagai lokasi pengambilan gambar film tersebut. Dalam proses persiapan film, Sherina juga memiliki pengalaman berinteraksi dengan program konservasi satwa dan memperoleh berbagai informasi mengenai kegiatan lembaga konservasi.
Karena itu, isu kerusakan habitat dan keselamatan satwa bukan merupakan isu yang sama sekali asing baginya.
Aksi Sherina Tuai Apresiasi
Kehadiran Sherina di lokasi karhutla mendapat respons positif dari masyarakat di media sosial. Sejumlah warganet mengapresiasi keputusan Sherina untuk tidak hanya menyampaikan dukungan dari media sosial, tetapi juga hadir secara langsung di lapangan.
Aksi tersebut dinilai semakin bermakna karena dilakukan ketika para petugas menghadapi kondisi sulit berupa asap, panas, medan berat, serta bara yang masih tersimpan di bawah permukaan gambut. Dalam unggahan yang dikaitkan dengan aktivitas tersebut, Sherina juga memberikan apresiasi kepada para perempuan yang ikut bekerja di lapangan. Ia menilai para pejuang karhutla tersebut membutuhkan dukungan karena bekerja dalam kondisi yang tidak mudah.
Karhutla Kalteng Masih Jadi Perhatian
Kehadiran Sherina berlangsung ketika Kalimantan Tengah masih menghadapi persoalan karhutla. Kabut asap menjadi salah satu dampak yang dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Situasi serupa terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Di Balikpapan, Kalimantan Timur, misalnya, Dinas Kesehatan mencatat peningkatan kasus flu, faringitis akut dan ISPA sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Meski peningkatan penyakit pernapasan juga berkaitan dengan perubahan cuaca dan pancaroba, dampak asap karhutla tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pentingnya Dukungan untuk Petugas Lapangan
Aksi Sherina juga kembali menyoroti kondisi para petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla. Mereka harus bekerja di medan yang sulit dengan akses terbatas. Di kawasan gambut, proses pemadaman bahkan dapat berlangsung berhari-hari karena api mampu bertahan di bawah permukaan.
Dukungan tidak hanya diperlukan dalam bentuk donasi. Masyarakat juga dapat membantu dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, segera melaporkan titik api, serta mengikuti imbauan pemerintah ketika kualitas udara memburuk. Pencegahan menjadi semakin penting karena penanganan kebakaran gambut jauh lebih sulit dibandingkan mencegah api muncul sejak awal.
Sherina Pilih Datang dan Melihat Langsung
Kehadiran Sherina di Kalimantan Tengah menjadi contoh bagaimana figur publik dapat menggunakan perhatian masyarakat untuk mengangkat persoalan lingkungan. Ia sebelumnya menggalang donasi, kemudian datang langsung ke lapangan dan melihat kondisi para petugas yang menangani karhutla.
Dalam situasi ketika kabut asap dan kebakaran masih mengancam masyarakat serta satwa, kehadiran figur publik juga dapat membantu memperluas perhatian terhadap persoalan yang terjadi di lapangan. Namun, penanganan karhutla tetap membutuhkan kerja sistematis dari pemerintah, aparat, petugas pemadam, lembaga konservasi, perusahaan, relawan dan masyarakat.
Kesimpulan
Sherina Munaf datang langsung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk melihat sekaligus membantu penanganan karhutla di kawasan lahan gambut. Aktivitasnya diketahui melalui unggahan media sosial pada 1 September 2026 dan memperlihatkan Sherina berada bersama tim lapangan serta ikut mendukung proses pembasahan kembali lahan yang terbakar.
Aksinya melanjutkan kepedulian yang sebelumnya diwujudkan melalui penggalangan donasi bersama Powerful Voices. Dana yang terkumpul dilaporkan mencapai sekitar Rp93 juta pada 21 Agustus 2026. Di tengah karhutla yang masih mengancam Kalimantan, perhatian Sherina juga mengingatkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya dirasakan manusia. Satwa liar dan habitatnya turut menghadapi ancaman serius, sebagaimana terlihat dari penyelamatan orangutan yang ditemukan lemah dan diduga terpapar asap di Ketapang, Kalimantan Barat.
Bagi Sherina, kepedulian terhadap lingkungan kali ini bukan sekadar kampanye. Ia memilih datang, melihat kondisi secara langsung, dan ikut memberi dukungan kepada orang-orang yang setiap hari berada di garis depan menghadapi karhutla.

Posting Komentar untuk " Sherina Datang Langsung ke Lokasi Karhutla di Kalimantan"