Survei Elektabilitas Parpol di Jatim: Gerindra Teratas, Demokrat Naik
SURABAYA — Peta elektabilitas partai politik di Jawa Timur kembali menunjukkan persaingan ketat. Hasil survei terbaru Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menempatkan Partai Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi di Jawa Timur, sementara Partai Demokrat mencatat kenaikan cukup signifikan dalam setahun terakhir.
Survei yang dilakukan pada Agustus 2026 tersebut memberikan gambaran terbaru mengenai kekuatan partai politik di salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Gerindra masih mempertahankan posisi puncak dengan elektabilitas 16,3 persen.
Di belakang Gerindra, terdapat PKB dengan 15,1 persen dan PDI Perjuangan sebesar 13,7 persen. Sementara Golkar dan Demokrat berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas yang sama, yakni 12,5 persen.
Gerindra Masih Memimpin di Jatim
Berdasarkan hasil survei ARCI, Gerindra masih menjadi kekuatan politik terbesar di Jawa Timur. Elektabilitas partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu mencapai 16,3 persen.
Peneliti ARCI Baihaki Sirajt mengatakan Gerindra telah konsisten berada di posisi teratas di Jawa Timur sejak akhir 2025. Sementara sejumlah partai lain cenderung mengalami stagnasi, Demokrat justru menunjukkan perkembangan positif.
Salah satu faktor yang dinilai membantu posisi Gerindra adalah aktivitas para legislatornya yang cukup intens turun ke masyarakat. Para kader juga disebut aktif mengawal berbagai program pemerintahan serta menyerap aspirasi warga.
Selain itu, keberadaan sejumlah kepala daerah yang berasal dari Gerindra di Jawa Timur dinilai turut memberikan keuntungan elektoral bagi partai tersebut. Aktivitas politik di tingkat lokal membuat keberadaan Gerindra relatif lebih mudah terlihat oleh masyarakat. Efek popularitas Prabowo juga disebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi Gerindra di tengah pemilih Jawa Timur.
PKB dan PDIP Masih Jadi Pesaing Utama
Gerindra memang berada di posisi pertama, tetapi selisihnya dengan PKB relatif tipis. PKB mencatat elektabilitas 15,1 persen, hanya terpaut 1,2 poin persentase dari Gerindra. Posisi ini membuat persaingan di papan atas masih cukup terbuka.
Sementara itu, PDIP memperoleh 13,7 persen dan menempati posisi ketiga. Dengan demikian, tiga partai teratas dalam survei ARCI sama-sama memiliki elektabilitas dua digit. Hal tersebut memperlihatkan bahwa basis dukungan politik di Jawa Timur masih tersebar pada beberapa kekuatan utama.
Demokrat Naik Signifikan
Salah satu temuan paling menarik dalam survei kali ini adalah peningkatan elektabilitas Partai Demokrat. Elektabilitas Demokrat tercatat 12,5 persen, sama dengan Golkar. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar lima poin persentase dibandingkan posisi Demokrat pada awal Juli 2025 yang berada di angka 7,1 persen.
Kenaikan tersebut membuat Demokrat menjadi salah satu partai dengan perkembangan elektoral paling menonjol di Jawa Timur dalam satu tahun terakhir. Baihaki menyebut perubahan jajaran kepengurusan Demokrat Jawa Timur pada 2025 menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan tersebut. Aktivitas partai di tengah masyarakat juga disebut semakin terlihat.
Selain faktor organisasi, keberadaan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dinilai memberikan efek elektoral bagi partai.
Elektabilitas Demokrat Belum Merata
Meski mengalami peningkatan signifikan, Demokrat masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperluas basis dukungannya. Hasil survei menunjukkan penguatan elektoral Demokrat terlihat di sejumlah kawasan Jawa Timur, terutama Mataraman, Arek, dan Tapal Kuda. Namun, elektabilitas Demokrat masih relatif lemah di kawasan Pantura dan cenderung stagnan di Madura.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan elektabilitas Demokrat belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Jawa Timur. Karena itu, konsistensi aktivitas partai di tingkat akar rumput menjadi faktor penting apabila Demokrat ingin mempertahankan tren kenaikan hingga Pemilu 2029.
Daftar Elektabilitas Parpol di Jawa Timur
Berikut hasil lengkap survei elektabilitas partai politik ARCI di Jawa Timur:
Data tersebut memperlihatkan Gerindra unggul 1,2 poin persentase atas PKB dan 2,6 poin atas PDIP. Golkar dan Demokrat kemudian sama-sama berada di angka 12,5 persen.
PSI Berada di Posisi Keenam
Di luar lima besar, PSI menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi berikutnya, yakni 5,1 persen. PAN berada di angka 4,2 persen, sedangkan NasDem dan PKS masing-masing memperoleh 4,1 persen. Sementara itu, PPP tercatat memperoleh 1,5 persen dan Perindo 1,1 persen. Responden yang memilih partai lainnya mencapai 3,5 persen, sedangkan 6,3 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban.
Survei Dilakukan di 38 Kabupaten/Kota
Survei ARCI tersebut dilakukan pada 18-28 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. ARCI menggunakan metode stratified random sampling. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Angka margin of error tersebut penting diperhatikan ketika membaca selisih elektabilitas antarpartai, terutama partai yang memiliki perolehan relatif berdekatan. Misalnya, Golkar dan Demokrat sama-sama berada di angka 12,5 persen sehingga secara statistik tidak tepat menyimpulkan adanya perbedaan dukungan berdasarkan angka tersebut saja.
Persaingan Menuju Pemilu 2029
Hasil survei ini menjadi salah satu potret awal mengenai dinamika kekuatan partai di Jawa Timur menjelang Pemilu 2029. Meskipun pelaksanaan pemilu masih beberapa tahun lagi, perubahan elektabilitas menunjukkan bahwa peta persaingan politik tetap bergerak.
Gerindra memiliki keuntungan karena masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi. Namun, selisih dengan PKB dan PDIP tidak terlalu jauh. Di sisi lain, Demokrat menjadi partai yang patut mendapat perhatian setelah elektabilitasnya meningkat dari 7,1 persen menjadi 12,5 persen dalam sekitar satu tahun. Kenaikan tersebut membuat Demokrat kini berada sejajar dengan Golkar dan hanya terpaut 1,2 poin dari PDIP.
Baihaki menilai Demokrat perlu menjaga konsistensi kerja politik di lapangan agar tren positif tersebut dapat dipertahankan. Penguatan mesin partai dan pemerataan aktivitas di berbagai wilayah Jawa Timur akan menjadi tantangan penting. Dengan demikian, survei ARCI menunjukkan tiga gambaran utama: Gerindra masih kokoh di puncak, PKB dan PDIP tetap menjadi pesaing kuat, sementara Demokrat menjadi salah satu partai dengan tren peningkatan paling mencolok.
Namun, elektabilitas survei tidak secara otomatis menggambarkan hasil Pemilu 2029. Masih terdapat banyak faktor yang dapat mengubah pilihan masyarakat, mulai dari kinerja pemerintah, kondisi ekonomi, popularitas tokoh, dinamika partai, hingga perkembangan politik di tingkat nasional dan daerah.


Posting Komentar untuk " Survei Elektabilitas Parpol di Jatim: Gerindra Teratas, Demokrat Naik"