Survei Median: Elektabilitas Gibran 2 Persen, KDM 19,8 Persen

JAKARTA — Peta persaingan menuju bursa calon presiden kembali menjadi perhatian setelah Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei terbarunya. Dalam simulasi pertanyaan terbuka, elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tercatat hanya 2,0 persen, sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM berada jauh di atasnya dengan 19,8 persen.

Hasil survei tersebut menempatkan Gibran di jajaran bawah dalam daftar tokoh yang dinilai memiliki peluang untuk maju sebagai calon presiden. Sementara itu, Dedi Mulyadi berhasil masuk tiga besar dan bersaing ketat dengan Anies Baswedan.

Survei Median menunjukkan Presiden Prabowo Subianto masih menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi. Dalam pertanyaan terbuka, Prabowo memperoleh 32,2 persen, disusul Dedi Mulyadi 19,8 persen dan Anies Baswedan 19,5 persen.

Gibran Raih 2 Persen

Dalam simulasi terbuka, Gibran Rakabuming Raka memperoleh elektabilitas sebesar 2,0 persen. Angka tersebut sama dengan elektabilitas Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang juga tercatat 2,0 persen. Di atas Gibran terdapat sejumlah nama, yakni Ganjar Pranowo dengan 4,5 persen, Sherly Tjoanda 3,5 persen, serta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 2,3 persen.

Sementara di bawah Gibran terdapat Mahfud MD dengan 1,8 persen dan Purbaya Yudhi Sadewa 1,3 persen. Perolehan Gibran tersebut menjadi salah satu temuan menarik dalam survei karena posisi Gibran saat ini merupakan Wakil Presiden RI. Namun, elektabilitas dalam survei calon presiden tidak otomatis menggambarkan peluang pencalonan seseorang pada pemilu berikutnya.

Elektabilitas merupakan gambaran tingkat keterpilihan atau kecenderungan dukungan responden pada saat survei dilakukan. Angka tersebut dapat berubah seiring perkembangan politik, popularitas tokoh, kinerja pemerintahan, isu publik, maupun dinamika koalisi.

Dedi Mulyadi Tembus 19,8 Persen

Berbeda dengan Gibran, Dedi Mulyadi menunjukkan posisi yang jauh lebih kuat dalam survei Median. Politikus yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Barat tersebut mendapatkan 19,8 persen dalam pertanyaan terbuka. Angka itu membuat KDM berada di posisi kedua secara nasional, hanya terpaut 0,3 poin persentase dari Anies Baswedan yang memperoleh 19,5 persen.

Prabowo masih berada di posisi pertama dengan 32,2 persen. Dengan demikian, persaingan posisi kedua antara Dedi Mulyadi dan Anies tergolong sangat ketat. Dedi juga menunjukkan kekuatan elektoral yang menonjol di sejumlah wilayah. Median mencatat KDM unggul di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sementara itu, Prabowo masih memimpin di Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, serta kawasan Indonesia Timur.

Persaingan KDM dan Anies Sangat Ketat

Selisih antara Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan dalam simulasi terbuka hanya 0,3 poin persentase. Dedi memperoleh 19,8 persen, sedangkan Anies berada di angka 19,5 persen. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kedua tokoh memiliki tingkat dukungan yang relatif berdekatan dalam survei tersebut.

Persaingan semakin menarik ketika responden diberikan daftar nama atau menggunakan pertanyaan semi terbuka. Dalam simulasi semi terbuka, elektabilitas Dedi meningkat menjadi 20,6 persen, sedangkan Anies mencapai 20,5 persen. Selisih keduanya hanya 0,1 poin persentase. Prabowo tetap berada di posisi pertama dalam simulasi tersebut dengan elektabilitas 32,4 persen.

Elektabilitas Gibran Naik dalam Simulasi Semi Terbuka

Angka Gibran juga mengalami perubahan ketika metode pertanyaan diubah. Dalam simulasi semi terbuka, elektabilitas Gibran meningkat dari 2,0 persen menjadi 2,6 persen. Meski mengalami kenaikan 0,6 poin persentase, posisi Gibran masih berada cukup jauh dari tiga nama teratas. Daftar elektabilitas dalam simulasi semi terbuka Median adalah sebagai berikut:

  • Prabowo Subianto: 32,4 persen
  • Dedi Mulyadi: 20,6 persen
  • Anies Baswedan: 20,5 persen
  • Ganjar Pranowo: 5,0 persen
  • Sherly Tjoanda: 4,1 persen
  • Gibran Rakabuming Raka: 2,6 persen
  • Mahfud MD: 2,1 persen
  • Agus Harimurti Yudhoyono: 2,0 persen
  • Andika Perkasa: 1,5 persen
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok): 1,2 persen.

Perbedaan hasil antara pertanyaan terbuka dan semi terbuka menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas dapat dipengaruhi oleh metode pengukuran. Dalam pertanyaan terbuka, responden menyebut nama tokoh secara spontan tanpa diberikan daftar. Sementara dalam pertanyaan semi terbuka, responden mendapatkan pilihan nama yang telah disiapkan.

Metodologi Survei Median

Survei Median dilakukan melalui wawancara tatap muka atau face-to-face interview pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Populasi survei mencakup warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Median menetapkan target sampel sebanyak 1.212 responden.

Pemilihan responden dilakukan secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Distribusi sampel dibuat secara proporsional berdasarkan populasi di masing-masing provinsi dan komposisi gender.

Survei tersebut memiliki margin of error (MoE) sekitar ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjaga kualitas data, Median juga melakukan quality control terhadap 20 persen sampel. Median menegaskan bahwa hasil survei merepresentasikan dinamika politik selama periode pengumpulan data, yakni 21 Juli sampai 2 Agustus 2026. Karena itu, angka tersebut tidak dapat dipahami sebagai prediksi pasti hasil pemilu yang masih berada jauh di depan.

Daftar Lengkap Elektabilitas Pertanyaan Terbuka

Dalam pertanyaan terbuka, berikut perolehan elektabilitas sejumlah tokoh yang tercatat dalam survei Median:

Data tersebut memperlihatkan jarak yang cukup besar antara tiga nama teratas dan kandidat lainnya. Prabowo, Dedi, serta Anies secara bersama-sama memperoleh lebih dari 70 persen dalam simulasi terbuka.

KDM Jadi Salah Satu Tokoh yang Patut Diperhitungkan

Tingginya angka Dedi Mulyadi menjadi salah satu sorotan utama survei Median. Elektabilitas 19,8 persen menempatkan KDM bukan hanya sebagai kandidat potensial, tetapi juga sebagai salah satu tokoh yang memiliki basis dukungan nasional cukup kuat dalam simulasi tersebut.

Kekuatan Dedi terutama terlihat di wilayah yang memiliki populasi pemilih besar, seperti Jawa Barat, serta DKI Jakarta dan Banten. Namun, hasil survei tetap harus dibaca dalam konteks waktu pengambilan data. Elektabilitas bukanlah hasil pemilu dan belum dapat digunakan untuk memastikan siapa yang akan menjadi kandidat ataupun pemenang pada kontestasi mendatang.

Apa Arti Angka 2 Persen untuk Gibran?

Perolehan 2 persen dalam pertanyaan terbuka menunjukkan bahwa dalam survei tersebut Gibran belum masuk kelompok tokoh dengan tingkat elektabilitas tinggi.

Meski demikian, angka tersebut juga tidak berarti peluang politik Gibran telah berakhir. Dinamika politik nasional masih dapat berubah, terutama karena kontestasi politik berikutnya masih sangat bergantung pada perkembangan pemerintahan, konfigurasi partai politik, koalisi, popularitas kandidat, serta persepsi publik terhadap kinerja para tokoh.

Kenaikan elektabilitas Gibran menjadi 2,6 persen dalam simulasi semi terbuka juga menunjukkan adanya perbedaan respons ketika nama kandidat diperlihatkan kepada responden.

Peta Persaingan Masih Sangat Dinamis

Hasil survei Median memberikan gambaran bahwa peta persaingan calon presiden saat ini masih didominasi oleh Prabowo di posisi pertama, sementara perebutan posisi kedua berlangsung antara Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan. Di sisi lain, sejumlah nama lain seperti Ganjar Pranowo, Sherly Tjoanda, AHY, Gibran, Mahfud MD, dan Purbaya Yudhi Sadewa masih berada di bawah tiga kandidat teratas.

Dengan demikian, temuan Median menjadi salah satu potret terbaru mengenai preferensi pemilih Indonesia berdasarkan survei yang dilakukan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Perubahan politik setelah periode tersebut tentu berpotensi memengaruhi tingkat elektabilitas masing-masing tokoh. 

Kesimpulannya, survei Median menempatkan Prabowo Subianto di posisi teratas dengan 32,2 persen, disusul Dedi Mulyadi 19,8 persen dan Anies Baswedan 19,5 persen. Gibran Rakabuming Raka berada di angka 2,0 persen dalam pertanyaan terbuka dan naik menjadi 2,6 persen dalam simulasi semi terbuka. Sementara itu, kekuatan KDM terlihat menonjol di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, menjadikannya salah satu figur yang patut diperhitungkan dalam peta politik nasional.

Posting Komentar untuk " Survei Median: Elektabilitas Gibran 2 Persen, KDM 19,8 Persen"