WN Australia Diduga Bunuh 2 Anak Lalu Gantung Diri di Legian Bali
Tragedi memilukan terjadi di kawasan Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Seorang warga negara (WN) Australia berinisial SDJ ditemukan meninggal dunia bersama dua anaknya di sebuah bungalow pada Minggu, 13 September 2026. Polisi menduga pria tersebut terlebih dahulu menghabisi nyawa kedua anaknya sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan secara menyeluruh penyebab kematian ketiga korban.
Kedua anak korban masing-masing berinisial ADS dan LKS. Berdasarkan keterangan kepolisian, anak laki-laki tersebut berusia sekitar enam hingga tujuh tahun, sedangkan anak perempuan berusia empat tahun. Berbeda dengan ayahnya yang merupakan WN Australia, kedua anak tersebut disebut berkewarganegaraan Indonesia.
Ketiga Korban Ditemukan di Bungalow Legian
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah bungalow di kawasan Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Badung. Polda Bali menyebut laporan mengenai penemuan tiga orang meninggal dunia diterima Polsek Kuta sekitar pukul 10.14 WITA pada Minggu, 13 September 2026. Ketiga korban kemudian ditemukan di dalam bungalow tempat mereka tinggal.
Informasi awal mengenai kondisi keluarga tersebut berasal dari istri SDJ yang saat itu sedang berada di Jakarta. Ia sebelumnya kesulitan menghubungi suami dan anak-anaknya sehingga meminta bantuan orang lain untuk mengecek keadaan mereka. Seorang saksi kemudian mendatangi bungalow tersebut. Setelah kondisi mencurigakan terlihat, warga bersama pihak terkait masuk ke lokasi dan menemukan ketiga korban.
Polisi Menduga Dua Anak Dibunuh
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah mengarah pada dugaan bahwa kedua anak meninggal akibat kekerasan. Polisi menduga kedua anak tersebut dibekap dan dicekik sebelum ayah mereka ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung. Meski demikian, dugaan tersebut tetap membutuhkan pendalaman melalui pemeriksaan forensik dan penyelidikan di tempat kejadian perkara.
Polisi juga mengumpulkan berbagai barang bukti dan keterangan saksi untuk menyusun kronologi lengkap peristiwa.
Karena SDJ juga ditemukan meninggal, penyidik tidak memiliki tersangka yang dapat dimintai keterangan terkait dugaan pembunuhan tersebut. Fokus penyelidikan kini diarahkan untuk memastikan bagaimana rangkaian kejadian berlangsung.
Istri Sempat Mendengar Suara Anak
Salah satu informasi penting dalam penyelidikan berasal dari percakapan telepon antara istri SDJ dan suaminya. Menurut keterangan yang diperoleh polisi, sekitar pukul 08.30 WITA, istri korban sempat menelepon suaminya. Dalam percakapan tersebut, terdengar suara anak dan situasi yang membuat sang ibu khawatir.
Sejumlah laporan media menyebut istri korban bahkan mendengar anaknya berteriak meminta ayahnya berhenti. Setelah sambungan tersebut, korban dan anak-anaknya kemudian tidak dapat dihubungi lagi. Karena merasa ada sesuatu yang tidak beres, sang istri meminta bantuan orang lain untuk mengecek kondisi keluarga di bungalow.
Rekaman CCTV Turut Diperiksa
Kepolisian juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dalam perkembangan penyelidikan, polisi mengatakan rekaman tersebut memperlihatkan adanya keributan di dalam bungalow. Polisi juga menyebut terdengar jeritan salah satu anak dan adanya pergerakan anak lainnya yang diduga berusaha melarikan diri sebelum akhirnya tertangkap.
Rekaman CCTV menjadi salah satu barang bukti penting untuk membantu penyidik menyusun urutan kejadian. Selain CCTV, polisi memeriksa saksi-saksi dan meminta keterangan dari pihak keluarga, termasuk ibu kedua anak tersebut.
Jenazah Sempat Dibawa ke RSUP Ngoerah
Ketiga jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan forensik diperlukan untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih pasti serta mendukung proses penyelidikan kepolisian.
Namun, perkembangan terbaru menyebut pihak keluarga kemudian tidak menghendaki dilakukannya autopsi terhadap ketiga jenazah. Keputusan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam penanganan kasus. Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan berdasarkan bukti-bukti lain yang tersedia, termasuk kondisi tempat kejadian, keterangan saksi, dan rekaman CCTV.
Polisi Masih Dalami Motif
Hingga perkembangan terbaru, motif di balik dugaan pembunuhan kedua anak tersebut masih menjadi pertanyaan.
Polisi belum menyampaikan kesimpulan final mengenai alasan SDJ diduga melakukan tindakan tersebut. Karena pelaku yang diduga melakukan pembunuhan juga ditemukan meninggal, penyidik harus mengandalkan bukti forensik, rekaman CCTV, keterangan saksi, dan informasi dari keluarga untuk merekonstruksi peristiwa.
Polisi memastikan penyelidikan dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kejadian tersebut.
Keluarga Berada dalam Duka Mendalam
Kematian SDJ dan kedua anaknya membuat keluarga terpukul. ABC News melaporkan bahwa ibu kedua anak tersebut berada dalam kondisi sangat terpukul setelah mengetahui suami dan anak-anaknya meninggal. Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) juga memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban.
Tragedi tersebut turut mendapat perhatian dari otoritas Australia karena melibatkan warga negaranya yang meninggal di Bali.
Tinggal di Bali Sejak Beberapa Tahun
Sejumlah media Australia melaporkan keluarga tersebut telah tinggal di Bali selama beberapa tahun. Mereka diketahui menempati bungalow tersebut sejak sekitar 2022. Identitas pria tersebut kemudian dilaporkan oleh media Australia sebagai Damien John Shaw, seorang pria asal Australia Barat. Namun, dalam keterangan kepolisian Indonesia, korban disebut dengan inisial SDJ.
Perbedaan penyebutan usia juga muncul dalam sejumlah laporan awal, dengan sumber kepolisian Indonesia menyebut usia 57 tahun, sementara beberapa media Australia menyebut 56 tahun. Hal tersebut tidak mengubah fakta utama bahwa seorang ayah dan dua anak ditemukan meninggal di bungalow kawasan Legian.
Polisi Tidak Mau Berspekulasi
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut kematian dua anak kecil sekaligus dugaan pembunuhan yang kemudian diikuti kematian sang ayah. Namun, polisi masih harus memastikan setiap informasi sebelum menarik kesimpulan akhir. Dugaan bahwa SDJ membunuh kedua anaknya kemudian bunuh diri merupakan hasil penyelidikan awal, bukan keputusan pengadilan.
Karena itu, informasi mengenai motif maupun kronologi detail masih dapat berkembang seiring proses penyidikan. Kasus kematian WN Australia dan dua anaknya di Legian kini masih dalam penyelidikan kepolisian. Bukti CCTV, keterangan saksi, kondisi lokasi, serta pemeriksaan medis menjadi bagian penting untuk mengungkap secara pasti apa yang terjadi di bungalow tersebut pada Minggu pagi, 13 September 2026.

Posting Komentar untuk " WN Australia Diduga Bunuh 2 Anak Lalu Gantung Diri di Legian Bali"