Cuaca Ekstrem di Medan, Puting Beliung Terjang Sejumlah Kecamatan

MEDAN – Cuaca ekstrem melanda Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. Hujan deras yang disertai angin kencang hingga puting beliung menerjang sejumlah wilayah dan menyebabkan rumah warga rusak, pohon tumbang, gangguan lalu lintas, hingga pemadaman listrik di beberapa titik.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB tersebut menjadi perhatian karena dampaknya tersebar di sejumlah kecamatan. Data awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mencatat 11 rumah rusak di lima kecamatan dengan 39 warga terdampak. Namun, pendataan di lapangan terus berkembang. Di Medan Johor saja, aparat setempat melaporkan sekitar 120 rumah terdampak puting beliung di Kelurahan Suka Maju dan Titi Kuning.

Puting Beliung Terjang Medan pada Selasa Malam

Hujan deras dan angin kencang mulai menerjang sejumlah wilayah Medan pada Selasa malam. Kondisi tersebut menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan di beberapa lokasi. Salah satu kawasan yang mengalami dampak cukup parah adalah Kecamatan Medan Johor. Di wilayah ini, angin puting beliung menerjang kawasan sekitar Suka Tirta dan Titi Kuning.

Kapolsek Delitua AKP Kennedy Sitompul mengatakan data sementara yang dihimpun dari lurah dan kepala lingkungan menunjukkan sekitar 120 rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 rumah berada di Kelurahan Suka Maju dan 30 rumah berada di Kelurahan Titi Kuning. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Perbedaan angka dengan laporan awal BPBD menunjukkan bahwa proses pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung. BPBD Medan juga menyatakan data bencana puting beliung belum final karena masih banyak wilayah terdampak yang perlu diverifikasi.

Sejumlah Kecamatan Terdampak

Laporan awal BPBD Sumut menyebut kerusakan rumah tersebar di lima kecamatan, yakni:

  • Medan Johor: 4 rumah dalam pendataan awal BPBD, sementara data lapangan di kawasan Johor kemudian mencapai sekitar 120 rumah terdampak.

  • Medan Barat: 1 rumah.

  • Medan Sunggal: 1 rumah.

  • Medan Timur: 2 rumah.

  • Medan Helvetia: 3 rumah.

Sebanyak 39 orang tercatat terdampak berdasarkan pendataan awal tersebut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam laporan awal BPBD. Sementara itu, laporan perkembangan dari lapangan menunjukkan cakupan dampak lebih luas sehingga pemerintah daerah masih melakukan kaji cepat untuk mendapatkan angka kerusakan yang lebih akurat.

Medan Johor Menjadi Salah Satu Wilayah dengan Kerusakan Terparah

Medan Johor menjadi salah satu kawasan yang paling banyak mendapat perhatian pascakejadian. Di Kelurahan Suka Maju dan Titi Kuning, sejumlah rumah mengalami kerusakan pada bagian atap hingga struktur bangunan. Beberapa warga harus menyelamatkan diri ketika angin kencang menerjang permukiman.

Salah satu warga, Mina, 73 tahun, bersama suaminya bahkan harus keluar dari rumah ketika bangunan tempat tinggal mereka mengalami kerusakan parah. Keduanya kemudian menyelamatkan diri ke rumah tetangga. Kondisi tersebut menggambarkan besarnya dampak yang dirasakan warga, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi aman untuk ditempati.

Pohon Tumbang hingga Mengganggu Lalu Lintas

Selain merusak rumah, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai ruas jalan. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Yos Sudarso, sekitar Lapangan Benteng, Irian Karya Sei Agul, Jalan Krakatau, serta kawasan sekitar RS Imelda Medan.

Di Jalan Yos Sudarso, arus lalu lintas dari arah Simpang Glugur menuju Brayan sempat ditutup sementara untuk memungkinkan petugas melakukan pemotongan dan evakuasi pohon tumbang. Gangguan serupa berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas, terutama apabila material pohon dan bangunan menutup badan jalan.

Sejumlah Wilayah Sempat Mengalami Pemadaman Listrik

Cuaca ekstrem juga berdampak pada jaringan kelistrikan. Beberapa kawasan yang dilaporkan mengalami pemadaman antara lain Jalan Bilal, sebagian Jalan Yos Sudarso, Jalan Jemadi, Jalan Budi Kemenangan, dan Jalan Cemara.

Pemadaman dilakukan sebagai bagian dari dampak gangguan jaringan setelah hujan deras, angin kencang, dan pohon tumbang terjadi di sejumlah lokasi. Warga diminta berhati-hati di sekitar kabel listrik yang putus atau fasilitas kelistrikan yang terdampak pohon tumbang dan bangunan rusak.

BPBD Lakukan Penanganan dan Pendataan

Setelah kejadian, BPBD Medan bersama unsur terkait melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak. Pada tahap awal, BPBD mendirikan satu tenda pengungsian di Kecamatan Medan Johor. Petugas juga melakukan pembersihan material pohon tumbang dan penanganan dampak kerusakan di lapangan.

Kepala BPBD Medan Yunita mengatakan proses pemantauan dan kaji cepat masih dilakukan. Pendataan belum dapat dianggap final karena jumlah warga dan bangunan yang terdampak masih terus diverifikasi.

Pendataan tersebut penting untuk menentukan kebutuhan bantuan, termasuk kebutuhan tempat tinggal sementara, logistik, perbaikan rumah, dan bantuan bagi warga yang kehilangan sebagian maupun seluruh tempat tinggalnya.

DPRD Medan Minta Kerugian Segera Diinventarisasi

Anggota Komisi IV DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution meminta pemerintah kota segera menginventarisasi kerugian warga akibat puting beliung. Menurutnya, pendataan harus dilakukan secepat mungkin agar pemerintah dapat menentukan langkah bantuan kepada masyarakat terdampak.

Inventarisasi tidak hanya mencakup jumlah rumah yang rusak, tetapi juga fasilitas umum, kendaraan, jaringan listrik, pepohonan, serta berbagai aset masyarakat yang mengalami kerusakan. Dengan data yang lebih lengkap, penanganan pascabencana dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Mengapa Puting Beliung Bisa Terjadi Saat Hujan Deras?

Puting beliung merupakan fenomena angin kencang yang dapat berkembang dalam kondisi atmosfer tertentu, terutama ketika terdapat pertumbuhan awan konvektif yang kuat. Di wilayah tropis seperti Sumatera Utara, pertumbuhan awan hujan dapat berlangsung cepat ketika kondisi atmosfer mendukung. Hujan lebat kemudian dapat disertai hembusan angin kencang yang merusak atap rumah, menumbangkan pohon, dan mengganggu jaringan listrik.

Karena karakter fenomenanya sangat lokal dan berlangsung relatif singkat, dampak puting beliung juga dapat berbeda antara satu lingkungan dengan lingkungan lainnya. Karena itu, ketika terdapat peringatan cuaca buruk, masyarakat sebaiknya tidak menganggap remeh perubahan kondisi langit, terutama ketika awan mulai menggelap, angin tiba-tiba menguat, dan hujan deras mulai turun.

Warga Perlu Meningkatkan Kewaspadaan

Kejadian di Medan menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Ketika hujan deras disertai angin kencang mulai terjadi, masyarakat dianjurkan untuk:

  • Segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh.

  • Menjauh dari jendela, pohon besar, papan reklame, dan bangunan yang terlihat tidak stabil.

  • Tidak berteduh di bawah pohon ketika angin kencang.

  • Menghindari lokasi yang terdapat kabel listrik putus.

  • Menunda perjalanan apabila kondisi jalan tidak aman.

  • Memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.

Setelah kondisi membaik, tetap berhati-hati karena pohon atau struktur bangunan yang sudah rusak dapat sewaktu-waktu roboh. Kesiapsiagaan menjadi semakin penting karena dampak cuaca ekstrem tidak selalu dapat diprediksi secara spesifik pada tingkat lingkungan.

Data Kerusakan Masih Bisa Bertambah

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam perkembangan bencana ini adalah angka kerusakan masih bersifat dinamis. Laporan awal BPBD Sumut menyebut 11 rumah rusak di lima kecamatan dengan 39 warga terdampak. Namun, laporan lapangan di Medan Johor kemudian mencatat sekitar 120 rumah terdampak hanya di dua kelurahan.

Perbedaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kesalahan data. Dalam situasi pascabencana, pendataan biasanya dilakukan secara bertahap. Petugas perlu melakukan verifikasi langsung terhadap rumah, warga, lokasi, dan tingkat kerusakan sebelum angka final ditetapkan.

Karena itu, jumlah korban terdampak maupun rumah rusak masih sangat mungkin berubah seiring selesainya proses asesmen.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Data Awal

Kabar baik dari kejadian tersebut adalah belum ada laporan korban jiwa berdasarkan pendataan awal. Meski demikian, sejumlah warga mengalami dampak material yang cukup besar. Kerusakan rumah membuat sebagian warga membutuhkan tempat tinggal sementara, sementara pohon tumbang dan kerusakan fasilitas turut mengganggu aktivitas masyarakat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak bencana tidak selalu diukur dari ada atau tidaknya korban jiwa. Kerusakan rumah dan kehilangan harta benda juga dapat memberikan beban ekonomi besar bagi keluarga yang terdampak.

Pemerintah Didorong Mempercepat Bantuan

Dengan semakin banyaknya laporan kerusakan yang masuk, pemerintah daerah perlu memastikan proses asesmen berlangsung cepat dan terkoordinasi. Prioritas pertama adalah memastikan warga berada di tempat aman. Setelah itu, kebutuhan mendesak seperti makanan, air, perlengkapan tidur, terpal, dan kebutuhan rumah tangga perlu dipetakan.

Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, pemerintah juga perlu memastikan warga memperoleh tempat tinggal sementara hingga bangunan dapat diperbaiki atau dinyatakan aman. Selain bantuan darurat, tahap pemulihan juga tidak kalah penting. Warga yang rumahnya rusak membutuhkan dukungan agar dapat kembali menjalani aktivitas normal.

Cuaca Ekstrem Menjadi Pengingat Kesiapsiagaan

Peristiwa puting beliung yang menerjang Medan pada 18 Agustus 2026 menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem dapat berubah menjadi bencana dalam waktu singkat. Hujan deras dan angin kencang bukan hanya menyebabkan genangan, tetapi juga dapat memicu pohon tumbang, kerusakan rumah, gangguan listrik, serta gangguan transportasi.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat perlu menjadikan informasi cuaca sebagai bagian dari kesiapsiagaan sehari-hari, terutama ketika terdapat potensi hujan lebat dan angin kencang. Pemerintah juga perlu memperkuat sistem peringatan dini, respons cepat, serta pemangkasan pohon yang berisiko tumbang di kawasan permukiman dan ruas jalan.

Posting Komentar untuk "Cuaca Ekstrem di Medan, Puting Beliung Terjang Sejumlah Kecamatan"