Pramono Melayat ke Rumah Bambang, Korban Tewas Kericuhan 27 Agustus
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi rumah duka Bambang Setiyawan, warga Pejompongan, Jakarta Pusat, yang meninggal dunia setelah menjadi korban kericuhan pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Pramono datang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Pramono tiba di rumah duka pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 18.28 WIB. Ia kemudian menemui istri dan anak Bambang serta berbincang dengan keluarga selama kurang lebih 30 menit. Kedatangan orang nomor satu di Jakarta itu berlangsung secara tertutup. Setelah menemui keluarga, Pramono tidak memberikan banyak keterangan kepada awak media dan hanya menyampaikan permintaan maaf ketika meninggalkan lokasi.
Pramono Temui Istri dan Anak Bambang
Dalam kunjungan tersebut, Pramono berbicara dengan keluarga Bambang. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi anak almarhum yang membutuhkan pekerjaan. Pramono sempat menanyakan kesediaan anak Bambang untuk bekerja. Ia meminta agar anak korban bersungguh-sungguh apabila nantinya mendapatkan kesempatan pekerjaan.
"Yang penting mau kerja kan?" tanya Pramono. Anak Bambang kemudian menjawab bahwa dirinya bersedia menerima pekerjaan apa pun. "Iya Pak, mau, mau. Saya apa saja mau, Pak," jawabnya. Percakapan tersebut menunjukkan perhatian Pramono terhadap kondisi keluarga yang ditinggalkan Bambang. Namun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai bentuk atau jenis pekerjaan yang akan diberikan kepada anak korban.
Warga Tak Menyangka Pramono Datang
Ketua RW 06 Bendungan Hilir, Rabiono, mengatakan kedatangan Pramono ke rumah duka tidak diketahui sebelumnya oleh keluarga maupun warga. Menurut Rabiono, Pramono datang secara tiba-tiba untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga Bambang.
"Nggak disangka-sangka, tiba-tiba datang tiba-tiba gitu lho," ujar Rabiono. Rabiono mengatakan tidak ada pesan khusus yang disampaikan Pramono selain ungkapan belasungkawa. Ia juga menyampaikan pandangan agar persoalan kericuhan tidak terus diperbesar. Meski demikian, warga tetap memiliki hak untuk meminta keadilan apabila nantinya pelaku yang menyebabkan Bambang meninggal dunia berhasil diketahui.
Bambang Diduga Jadi Korban Pengeroyokan
Bambang Setiyawan, yang berusia sekitar 59 tahun, merupakan warga kawasan Pejompongan. Sehari-hari ia diketahui mencari nafkah dengan berjualan cermin. Bambang meninggal setelah menjadi korban dalam kericuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan pada Kamis (27/8) malam setelah aksi penyampaian aspirasi di sekitar Gedung DPR/MPR Jakarta.
Polda Metro Jaya sebelumnya mengonfirmasi adanya satu warga yang meninggal dalam rangkaian kericuhan tersebut. Polisi menyebut korban dievakuasi dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah situasi di lokasi dinilai cukup aman untuk dilakukan proses evakuasi. Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sejumlah laporan menyebut Bambang diduga mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang. Namun, detail mengenai pihak yang bertanggung jawab masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan tidak boleh disimpulkan sebelum terdapat hasil penyidikan resmi.
Keluarga Mengetahui Kejadian dari Video
Istri Bambang, Sudarsi, menceritakan bahwa keluarga awalnya tidak mengetahui secara pasti keberadaan Bambang setelah situasi di sekitar rumah mereka mulai ricuh. Pada Kamis sore, Sudarsi dan Bambang sebenarnya masih menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun, karena melihat semakin banyak massa berdatangan, Sudarsi meminta suaminya menutup lapak lebih awal.
Setelah lapak ditutup, Bambang sempat keluar rumah untuk melihat kondisi sekitar. Menurut keterangan keluarga, Bambang tidak bermaksud ikut dalam kericuhan. Ia disebut hanya melihat situasi dan sesekali membantu warga yang membutuhkan air untuk membersihkan wajah.
Namun, Bambang tidak kunjung kembali ke rumah hingga larut malam. Keluarga kemudian mengetahui adanya dugaan pengeroyokan setelah melihat video yang beredar. "Kita tahunya dari video," ujar Sudarsi.
Pramono Juga Jenguk Korban Luka
Selain mendatangi rumah duka Bambang, Pramono juga menjenguk Faturohman (18), warga yang mengalami luka akibat kericuhan di kawasan tersebut. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap warga yang terdampak peristiwa kericuhan. Pramono sebelumnya juga menyampaikan perhatian terhadap kondisi warga Jakarta yang menjadi korban dalam berbagai kejadian di tengah rangkaian aksi dan kericuhan tersebut.
Warga Minta Kasus Dikawal
Kedatangan Pramono ke rumah duka tidak sepenuhnya berlangsung tanpa respons dari warga. Setelah Pramono meninggalkan lokasi, terdapat warga yang meneriakkan permintaan agar kasus tersebut dikawal sampai tuntas. Teriakan tersebut mencerminkan harapan agar kematian Bambang tidak berhenti sebagai sebuah peristiwa, tetapi juga mendapatkan penanganan hukum yang transparan apabila ditemukan unsur pidana. Pihak keluarga maupun masyarakat tentu membutuhkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam kericuhan tersebut.
Polisi Masih Dalami Peristiwa
Polda Metro Jaya masih menangani rangkaian kericuhan yang terjadi pada 27 Agustus 2026. Polisi sebelumnya telah menyampaikan perkembangan penanganan perkara dan melakukan proses hukum terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan.
Untuk kasus Bambang, kronologi secara menyeluruh dan pihak yang menyebabkan korban meninggal masih perlu menunggu hasil penyelidikan serta pemeriksaan lebih lanjut. Kepastian mengenai penyebab kematian dan dugaan tindak kekerasan juga menjadi penting agar tidak muncul tuduhan yang belum terverifikasi di tengah masyarakat.
Keluarga Kehilangan Pencari Nafkah
Kepergian Bambang meninggalkan seorang istri dan dua anak. Keluarga kini harus menghadapi kehilangan sekaligus melanjutkan kehidupan setelah salah satu anggota keluarga mereka meninggal dalam situasi kericuhan.
Bambang selama ini dikenal sebagai pedagang cermin yang mencari nafkah di sekitar kawasan Pejompongan. Karena itu, perhatian terhadap kondisi keluarga setelah kepergiannya menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan. Tawaran pekerjaan kepada anak Bambang yang disampaikan Pramono menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan kehidupan keluarga korban.
Pemprov Jakarta Diminta Pastikan Perlindungan Warga
Peristiwa yang menewaskan Bambang juga menjadi pengingat mengenai pentingnya perlindungan terhadap masyarakat sipil ketika terjadi kericuhan di ruang publik. Warga yang tidak terlibat dalam aksi maupun bentrokan seharusnya tetap mendapatkan perlindungan. Penanganan kerusuhan juga perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan masyarakat yang tinggal dan bekerja di sekitar lokasi.
Di sisi lain, proses hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan kekerasan juga diharapkan berjalan transparan dan sesuai ketentuan. Kunjungan Pramono ke rumah duka setidaknya menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian kepada keluarga korban.
Pramono Anung melayat ke rumah duka Bambang Setiyawan pada Jumat (28/8), sehari setelah kericuhan di kawasan Pejompongan yang menewaskan warga tersebut. Selain menyampaikan belasungkawa, Pramono juga berbicara mengenai pekerjaan dengan anak Bambang dan menjenguk korban luka lainnya. Kini, publik menunggu proses hukum untuk mengungkap secara terang kronologi serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian Bambang.

Posting Komentar untuk " Pramono Melayat ke Rumah Bambang, Korban Tewas Kericuhan 27 Agustus"