Sakit Hati Sering Diejek, Pria Bakar Kantor Diskominfo Kukar

KUTAI KARTANEGARA — Seorang pria berinisial MFA (24), tenaga outsourcing di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, nekat membakar ruang rapat di lantai 3 kantor tempatnya bekerja. Aksi tersebut diduga dipicu rasa sakit hati karena dirinya kerap menjadi bahan ejekan oleh sejumlah orang di lingkungan kantor.

Peristiwa pembakaran terjadi pada Selasa (11/8/2026) pagi. Polisi kemudian mengamankan MFA untuk menjalani pemeriksaan terkait aksi tersebut.

Menurut keterangan sementara kepolisian, MFA mengaku kesal karena dirinya beberapa kali difoto secara diam-diam. Foto tersebut kemudian disebut dijadikan bahan candaan hingga dibuat menjadi stiker WhatsApp bernuansa ejekan.

Diduga Membawa Bahan Bakar ke Kantor

Sebelum kebakaran terjadi, MFA diduga telah membawa bahan bakar jenis Pertalite ke lingkungan kantor. Berdasarkan keterangan pihak Diskominfo Kukar, jumlahnya diperkirakan sekitar 30 liter.

Bahan bakar tersebut disebut dibawa menggunakan wadah galon air minum pada pagi hari. Petugas keamanan kantor baru mengetahui keberadaan bahan bakar itu setelah api mulai berkobar.

Plt Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, mengatakan tidak ada kecurigaan sebelum kejadian sehingga bahan bakar tersebut dapat dibawa masuk ke area kantor.

Kebakaran kemudian berhasil dipadamkan oleh petugas bersama masyarakat. Api tidak sampai menghanguskan bangunan utama kantor, tetapi ruang rapat mengalami kerusakan cukup berat.

Ruang Rapat Rusak, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

Ruang yang menjadi sasaran pembakaran merupakan ruang rapat umum. Diskominfo Kukar memastikan tidak ada dokumen penting atau arsip negara yang tersimpan di ruangan tersebut.

Fasilitas yang berada di dalam ruang rapat antara lain TV wall, smart TV, sound system, meja dan kursi rapat, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya. Sebagian fasilitas tersebut mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Pihak Diskominfo Kukar memperkirakan total kerugian akibat kejadian tersebut mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Polisi Dalami Motif Pembakaran

Kepolisian masih mendalami motif lengkap di balik aksi pembakaran tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, rasa kesal karena sering menjadi bahan ejekan menjadi salah satu dugaan pemicu.

MFA disebut mengaku tidak nyaman karena sejumlah orang di lingkungan kerjanya kerap mengambil foto dirinya tanpa izin dan menjadikannya bahan olokan. Foto-foto tersebut juga disebut digunakan sebagai stiker WhatsApp.

Meski demikian, motif tersebut masih merupakan keterangan sementara dari hasil pemeriksaan dan polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa.

Tidak Ada Arsip Pemerintahan yang Terbakar

Salah satu hal yang dipastikan Diskominfo Kukar adalah tidak adanya dokumen penting pemerintahan yang ikut terbakar.

Solihin menjelaskan ruang yang dibakar memang digunakan sebagai ruang rapat dan bukan tempat penyimpanan arsip negara. Karena itu, meskipun kerusakan fasilitas cukup besar, tidak ada laporan mengenai kehilangan dokumen pemerintahan akibat kebakaran tersebut.

Kasus Jadi Sorotan

Peristiwa ini menjadi perhatian karena aksi pembakaran terjadi di lingkungan kantor pemerintahan dan diduga berawal dari persoalan personal di tempat kerja.

Kasus tersebut juga menjadi pengingat bahwa candaan atau ejekan terhadap seseorang dapat menimbulkan persoalan serius apabila dilakukan berulang kali dan membuat pihak yang menjadi sasaran merasa tertekan.

Namun, rasa tersinggung atau sakit hati tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan tindakan yang membahayakan orang lain maupun merusak fasilitas. Penyelesaian persoalan di lingkungan kerja semestinya ditempuh melalui komunikasi, pelaporan kepada atasan, mekanisme pengaduan internal, atau jalur hukum.

Saat ini, penanganan perkara pembakaran ruang rapat Diskominfo Kukar berada dalam proses hukum. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap secara utuh motif serta rangkaian kejadian tersebut.

Posting Komentar untuk "Sakit Hati Sering Diejek, Pria Bakar Kantor Diskominfo Kukar"