Sama-sama Gagal di Madrid, Alonso dan Arbeloa Jumpa di Premier League

Jakarta – Kisah Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa di Real Madrid memang berakhir kurang manis. Keduanya sempat bergantian menangani Los Blancos pada musim 2025/2026, tetapi gagal mempersembahkan trofi. Kini, jalan karier kedua sahabat tersebut kembali berpotongan di Inggris.

Alonso menjadi manajer Chelsea, sedangkan Arbeloa dipercaya sebagai pelatih Fulham. Pertemuan keduanya langsung terjadi pada pekan pembuka Premier League 2026/2027, ketika Fulham menjamu Chelsea di Craven Cottage. Duel tersebut menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada awal musim karena mempertemukan dua mantan rekan setim yang kini berdiri sebagai rival di pinggir lapangan.

Dari Real Madrid ke Premier League

Perjalanan Alonso dan Arbeloa memiliki banyak kesamaan. Keduanya pernah menjadi rekan setim di Liverpool dan Real Madrid, kemudian sama-sama masuk ke dunia kepelatihan. Alonso ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada 2025 setelah meninggalkan Bayer Leverkusen. Namun, masa baktinya di Santiago Bernabeu hanya berlangsung kurang dari delapan bulan.

Kekalahan Real Madrid dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir perjalanan Alonso. Pada Januari 2026, klub mengumumkan perpisahan dengan sang pelatih secara kesepakatan bersama. Arbeloa yang sebelumnya menangani tim Real Madrid B kemudian dipercaya mengambil alih tim utama.

Pergantian tersebut ternyata belum mampu mengembalikan Madrid ke jalur juara. Di bawah Arbeloa, Los Blancos mengakhiri musim di posisi kedua LaLiga dan tersingkir pada perempat final Liga Champions. Arbeloa akhirnya meninggalkan Madrid pada Juni 2026.

Alonso Lebih Dulu ke Chelsea

Setelah meninggalkan Madrid, Alonso tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan baru. Chelsea menunjuk mantan pelatih Bayer Leverkusen tersebut sebagai manajer baru. Tugas Alonso cukup berat karena The Blues ingin bangkit setelah musim sebelumnya hanya finis di posisi ke-10 Premier League.

Chelsea juga melakukan perubahan cukup besar dalam komposisi skuad. Klub London Barat itu mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman untuk melengkapi talenta muda yang selama beberapa musim terakhir menjadi bagian penting proyek klub.

Jordan Henderson dan Danny Welbeck menjadi contoh pemain senior yang didatangkan untuk menambah kepemimpinan di ruang ganti. Keduanya memiliki total 863 penampilan di Premier League. Alonso diharapkan mampu menggabungkan pemain muda dengan pengalaman para pemain senior sekaligus membangun kembali mentalitas Chelsea.

Arbeloa Menyusul ke Fulham

Tidak lama setelah Alonso mendapatkan pekerjaan di London, Arbeloa juga resmi bergabung dengan klub Premier League. Fulham menunjuk Arbeloa sebagai pelatih pada 7 Juli 2026 untuk menggantikan Marco Silva. Penunjukan tersebut menjadi kesempatan bagi mantan bek Real Madrid itu untuk memulai babak baru dalam karier kepelatihannya.

Menariknya, Arbeloa bukan sosok asing dengan sepak bola Inggris. Ia pernah membela Liverpool dan West Ham United sebagai pemain. Arbeloa tercatat membuat 66 penampilan Premier League bersama Liverpool dan tiga pertandingan bersama West Ham. Ia kemudian kembali ke Real Madrid pada 2009 dan menjadi bagian dari skuad yang meraih berbagai gelar, termasuk dua trofi Liga Champions.

Kini, hampir satu dekade setelah pensiun sebagai pemain, Arbeloa kembali ke Premier League dengan status pelatih.

Reuni Dua Sahabat di London

Pertemuan Alonso dan Arbeloa memiliki cerita tersendiri. Keduanya bukan hanya pernah bermain bersama, tetapi juga memiliki hubungan persahabatan yang cukup dekat. Saat memperkuat Liverpool, keduanya menjadi bagian dari generasi pemain Spanyol yang kemudian membawa La Roja meraih kesuksesan besar. Mereka juga kembali bersama di Real Madrid dan tim nasional Spanyol.

Menurut laman resmi Premier League, hubungan keduanya begitu dekat sehingga mereka memiliki panggilan khusus satu sama lain, yakni "Truffles". Arbeloa juga dikenal beberapa kali mengikuti jejak karier Alonso, mulai dari Liverpool hingga masuk ke sistem kepelatihan Real Madrid.

Namun, persahabatan tersebut harus dikesampingkan ketika keduanya berdiri di area teknis. Arbeloa bahkan sudah menegaskan bahwa hubungan personal dengan Alonso tidak akan memengaruhi pendekatannya ketika Fulham menghadapi Chelsea. Ia menyadari pertandingan tersebut merupakan debutnya sebagai manajer di Premier League dan menjadi kesempatan penting untuk memberikan kesan pertama yang positif.

Sama-sama Membawa Misi Bangkit

Duel Fulham kontra Chelsea bukan sekadar reuni dua sahabat. Pertandingan ini juga mempertemukan dua pelatih yang sama-sama ingin membuktikan diri setelah pengalaman mengecewakan di Madrid. Alonso harus menjawab keraguan setelah gagal membawa Madrid meraih trofi. Padahal, sebelumnya ia datang ke Bernabeu dengan reputasi tinggi berkat keberhasilannya bersama Bayer Leverkusen.

Sementara itu, Arbeloa harus membangun kembali reputasinya setelah masa singkat sebagai pelatih Madrid berakhir tanpa gelar. Keduanya kini mendapatkan lingkungan baru yang memberikan tantangan berbeda. Alonso menangani Chelsea dengan tekanan untuk membawa klub kembali ke papan atas. Chelsea memiliki sumber daya finansial dan skuad yang cukup besar, tetapi tantangan utamanya adalah menciptakan keseimbangan antara pemain muda dan senior.

Arbeloa menghadapi tugas berbeda di Fulham. Ia harus membangun tim yang kompetitif dengan sumber daya yang lebih terbatas sekaligus membuktikan bahwa pengalaman menangani tim akademi dan Madrid senior bisa diterjemahkan ke Premier League.

Arbeloa Bawa Mantan Anak Didiknya dari Madrid

Salah satu cerita menarik dalam proyek baru Arbeloa di Fulham adalah perekrutan Gonzalo Garcia. Penyerang muda yang sebelumnya berada di Real Madrid tersebut bergabung dengan Fulham dengan nilai transfer sekitar £34 juta. Garcia merupakan pemain yang sudah dikenal Arbeloa sejak berada dalam sistem pembinaan Madrid.

Kehadiran Garcia memperlihatkan bagaimana Arbeloa mencoba membawa filosofi dan pemain yang ia percaya ke Inggris. Bagi Fulham, Garcia diharapkan menjadi salah satu investasi jangka panjang. Sementara bagi Arbeloa, pemain tersebut juga bisa menjadi bukti bahwa ia mampu mengembangkan talenta muda sekaligus memanfaatkannya di level senior.

Premier League Jadi Panggung Pembuktian

Musim 2026/2027 menjadi kesempatan bagi Alonso dan Arbeloa untuk membuka lembaran baru. Alonso datang dengan pengalaman sebagai pelatih yang sudah memenangkan Bundesliga bersama Leverkusen. Ia juga memiliki pengalaman bermain di Premier League bersama Liverpool dan memahami karakter sepak bola Inggris.

Arbeloa memiliki pengalaman sebagai pemain di Inggris, Spanyol, dan tim nasional. Ia juga telah melewati berbagai jenjang kepelatihan di Real Madrid sebelum mendapatkan kesempatan menangani tim utama. Kini keduanya harus membuktikan bahwa kegagalan di Madrid bukan akhir perjalanan mereka.

Premier League 2026/2027 sendiri memiliki sejumlah pelatih asal Spanyol. Selain Alonso dan Arbeloa, terdapat nama-nama seperti Mikel Arteta dan Unai Emery. Kehadiran mereka semakin memperkuat pengaruh pelatih Spanyol di kompetisi sepak bola Inggris.

Bukan Sekadar Duel Teman Lama

Duel Fulham vs Chelsea pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang dua sahabat yang kembali bertemu. Ini adalah pertandingan yang bisa menjadi awal dari perjalanan baru dua pelatih yang sebelumnya gagal memenuhi ekspektasi di Real Madrid.

Alonso akan berusaha mengubah Chelsea menjadi tim yang lebih stabil dan kompetitif. Arbeloa akan mencoba membawa Fulham berkembang di bawah kepemimpinannya. Keduanya sudah mengenal satu sama lain sejak menjadi pemain. Mereka tahu karakter, filosofi, bahkan cara berpikir masing-masing.

Namun, ketika peluit pertandingan berbunyi, hubungan tersebut harus dikesampingkan. Alonso dan Arbeloa mungkin pernah menjadi rekan setim dan sahabat di Madrid serta Liverpool. Kini, mereka harus menjadi rival demi membuktikan bahwa karier kepelatihan mereka masih memiliki masa depan cerah di Premier League.

Posting Komentar untuk " Sama-sama Gagal di Madrid, Alonso dan Arbeloa Jumpa di Premier League"