5 Hari Belum Padam, Kebakaran TPA Galuga Meluas hingga 7,1 Hektare

Bogor – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memasuki hari kelima pada Jumat (11/9/2026). Api yang awalnya muncul dari lahan pertanian di sekitar kawasan TPA kemudian merambat ke area pembuangan sampah dan membuat luas lahan terdampak mencapai sekitar 7,1 hektare.

Meski kobaran api besar sudah tidak lagi terlihat secara kasat mata di sejumlah bagian, petugas masih menemukan titik panas dan asap yang berasal dari bagian dalam timbunan sampah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara berulang.

Kebakaran Berawal dari Lahan Pertanian

Kebakaran TPA Galuga pertama kali teridentifikasi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan keterangan pemerintah daerah, api bukan pertama kali muncul dari timbunan sampah aktif, melainkan dari lahan pertanian yang berada di sekitar atau bersebelahan dengan kawasan TPA.

Api kemudian merambat ke area pembuangan sampah lama. Kondisi tersebut membuat penanganan menjadi lebih sulit karena sebagian bara tersimpan di dalam gundukan sampah. Pada Selasa (8/9), Bupati Bogor Rudy Susmanto sempat menyatakan titik api besar hampir seluruhnya berhasil dipadamkan. Namun, asap masih mengepul sehingga petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Luas Area Terbakar Terus Bertambah

Luas area yang terdampak kebakaran pada awal penanganan diperkirakan sekitar 1,7 hektare. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 5 hektare dan, setelah dihitung dengan wilayah yang berada dalam pengelolaan Kota Bogor, mencapai sekitar 7,1 hektare.

Rudy mengatakan penghitungan tersebut mencakup lahan di sekitar lokasi awal kebakaran serta kawasan pengelolaan sampah milik Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor. Sementara itu, pada laporan awal BNPB, luas lahan terdampak sempat diperkirakan mencapai sekitar 42 hektare. BNPB menegaskan data tersebut masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Angka 7,1 hektare merupakan perkembangan penghitungan area yang terbakar yang disampaikan Bupati Bogor pada 10–11 September.

Api Bersembunyi di Dalam Timbunan Sampah

Salah satu kendala utama dalam pemadaman adalah bara api yang masih tersimpan di bagian dalam tumpukan sampah. Dari permukaan, sebagian kawasan terlihat hanya mengeluarkan asap tipis. Namun setelah gundukan dibongkar, petugas menemukan panas dan bara yang masih aktif di dalamnya.

Rudy menggambarkan kondisi tersebut seperti “bisul” yang harus dibongkar satu per satu. Gundukan sampah yang mengeluarkan asap dibongkar menggunakan alat berat, kemudian bagian dalamnya disemprot air dan didinginkan sebelum kembali ditutup. Metode tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali muncul setelah terlihat padam.

Water Bombing Turut Dikerahkan

Selain pemadaman dari darat, operasi udara juga dilakukan menggunakan metode water bombing oleh TNI Angkatan Udara. Pada Kamis (10/9), operasi water bombing terkendala kondisi cuaca. Dalam lima sorti, helikopter disebut telah menjatuhkan sekitar 15 ton air ke titik-titik kebakaran yang telah ditentukan berdasarkan koordinat.

Sementara dari darat, petugas gabungan terus membongkar timbunan yang masih mengeluarkan asap. Ratusan personel dari berbagai unsur turut terlibat, mulai dari pemadam kebakaran, BPBD, Satpol PP, TNI-Polri, relawan hingga warga sekitar.

KLH Pantau Kualitas Udara

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) juga turun melakukan pemantauan terhadap dampak kebakaran. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriyono menyatakan pihaknya menyiapkan sistem pemantauan kualitas udara bergerak di sekitar TPA Galuga. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi udara dan menjadi dasar pemerintah daerah dalam memberikan imbauan kepada masyarakat.

Pemantauan kualitas udara menjadi penting karena kebakaran di area timbunan sampah dapat menghasilkan asap dalam jumlah besar dan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. KLH juga mengapresiasi penanganan pemerintah daerah serta keterlibatan TNI AU dalam operasi water bombing.

Penyebab Kebakaran Masih Ditangani

Hingga perkembangan terbaru, pemerintah daerah belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab kebakaran. Informasi yang disampaikan Bupati Bogor menyebut api pertama kali berasal dari lahan pertanian yang berada di sekitar TPA, kemudian merambat ke area pembuangan sampah lama. Pemerintah memilih memprioritaskan pemadaman dan keselamatan masyarakat terlebih dahulu. Penyelidikan mengenai penyebab kebakaran dapat dilakukan setelah kondisi darurat tertangani.

Operasional Pengangkutan Sampah Diatur

Kebakaran Galuga juga berdampak terhadap aktivitas pengelolaan sampah dari Kota dan Kabupaten Bogor. TPA Galuga selama ini menjadi salah satu lokasi pembuangan sampah kedua wilayah tersebut. Setelah sempat ditutup pada 8 September, aktivitas pengangkutan sampah kembali diatur secara terbatas. Ratusan truk diperbolehkan masuk secara bergantian dengan mempertimbangkan proses pemadaman agar tidak mengganggu pergerakan kendaraan dan petugas pemadam. Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pelayanan pengiriman sampah dapat kembali normal setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai.

Ditargetkan Tuntas pada Jumat

Memasuki Jumat (11/9), fokus utama petugas bukan lagi mengejar kobaran api besar di permukaan, melainkan memastikan seluruh bara yang berada di dalam timbunan sampah benar-benar mati. Bupati Bogor sebelumnya menargetkan proses pemadaman dan pendinginan dapat dituntaskan hingga Jumat pagi sehingga pelayanan pengangkutan sampah bisa kembali berjalan normal.

Dengan demikian, meski secara visual kebakaran tampak jauh berkurang, proses penanganan belum dapat dianggap selesai sebelum seluruh titik panas dipastikan aman. Kebakaran TPA Galuga menunjukkan bahwa penanganan kebakaran di kawasan timbunan sampah tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan. Bara yang terperangkap di bagian dalam dapat kembali menyala sehingga proses pembongkaran, penyemprotan air, pendinginan, dan pemantauan harus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman.

Posting Komentar untuk "5 Hari Belum Padam, Kebakaran TPA Galuga Meluas hingga 7,1 Hektare"