Ajax Pamer Aksi Penyelamatan 'Gila' Maarten Paes
Jakarta — Klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, kembali menyoroti kualitas penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes. Ajax pernah memamerkan sejumlah aksi penyelamatan gemilang Paes yang menunjukkan refleks dan kemampuan sang kiper ketika berada di bawah mistar.
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian terjadi ketika Paes mendapatkan kesempatan tampil sebagai penjaga gawang Ajax. Ia mampu membuat serangkaian penyelamatan penting dan menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu kiper yang diperhitungkan klub.
Paes sendiri bergabung dengan Ajax pada awal 2026 setelah meninggalkan FC Dallas. Ia menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2029.
Debut Maarten Paes Langsung Bikin Heboh
Paes menjalani debut bersama Ajax ketika menghadapi NEC Nijmegen di Johan Cruyff Arena pada Februari 2026. Dalam pertandingan tersebut, Ajax harus puas bermain imbang 1-1. Meski gawangnya kebobolan satu gol, Paes tampil menonjol dengan mencatatkan tujuh penyelamatan. Catatan tersebut membuat debutnya mendapatkan banyak perhatian.
Paes tampil setelah kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, mengalami cedera. Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan Paes untuk menunjukkan kemampuannya. Berulang kali ia harus menggagalkan peluang NEC yang mengancam gawang Ajax. Refleks cepat dan keberaniannya keluar dari garis gawang menjadi salah satu faktor yang membuat Ajax terhindar dari kekalahan.
Aksi Penyelamatan Jadi Sorotan Ajax
Penampilan Paes kemudian menjadi bagian dari perjalanan awalnya bersama Ajax. Klub asal Amsterdam itu turut menampilkan berbagai momen penyelamatan sang kiper melalui kanal dan konten resminya. Kemampuan melakukan penyelamatan dalam situasi sulit menjadi salah satu keunggulan Paes. Ia dikenal memiliki refleks yang cepat dan cukup berani dalam menghadapi situasi satu lawan satu.
Pada periode awal bersama Ajax, Paes juga sempat menunjukkan kemampuan menjaga gawang ketika menghadapi tekanan besar dari lawan. Penampilannya membuktikan bahwa dirinya tidak hanya datang ke Ajax untuk menjadi pelapis, tetapi mampu bersaing ketika mendapat kepercayaan bermain.
Paes Pernah Catat Clean Sheet
Tidak lama setelah debutnya, Paes kembali dipercaya tampil ketika Ajax menghadapi PEC Zwolle. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 0-0 dan Paes mencatatkan clean sheet pertamanya bersama Ajax. Ia membuat dua penyelamatan penting sepanjang pertandingan. Meskipun sempat mendapatkan kritik karena beberapa keputusan dalam memainkan bola dari belakang, Paes tetap mampu mempertahankan gawang Ajax tanpa kebobolan. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa Paes dapat memberikan kontribusi penting ketika dipercaya tampil.
Ajax Punya Kiper Timnas Indonesia hingga 2029
Ajax resmi mengumumkan transfer Paes pada Februari 2026. Kiper kelahiran Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998 itu memiliki paspor Indonesia dan sudah memperkuat Timnas Indonesia sejak 2024. Sebelum pindah ke Ajax, Paes bermain untuk FC Dallas di Major League Soccer. Ia sebelumnya juga mempunyai pengalaman bermain di Belanda bersama FC Utrecht.
Ajax memberikan kontrak kepada Paes hingga Juni 2029. Artinya, klub memiliki waktu panjang untuk mengembangkan sang penjaga gawang. Di laman resmi Ajax, Paes tercatat mengenakan nomor punggung 26 dan memiliki tinggi badan 191 sentimeter.
Pernah Jadi Pahlawan Ajax dalam Adu Penalti
Salah satu catatan menarik Paes bersama Ajax terjadi dalam pertandingan melawan mantan klubnya, FC Utrecht. Dalam final playoff perebutan tiket kompetisi Eropa, Paes melakukan dua penyelamatan dalam adu penalti. Aksi tersebut membantu Ajax memenangkan pertandingan dan memastikan tiket ke kompetisi Eropa.
Ajax sendiri menyoroti catatan tersebut sebagai salah satu momen penting dalam perjalanan Paes bersama klub. Kemampuan menghadapi tendangan penalti memang menjadi salah satu aspek yang membuat Paes menarik perhatian. Ia mempunyai reputasi sebagai penjaga gawang yang mampu membaca arah bola dengan baik ketika menghadapi eksekutor.
Tiga Penyelamatan Penting di Conference League
Paes juga tampil ketika Ajax menghadapi Shelbourne pada babak kualifikasi UEFA Conference League 2026/2027. Dalam pertandingan leg kedua tersebut, Ajax bermain imbang 2-2 dan lolos dengan agregat 5-3. Paes mencatatkan tiga penyelamatan penting dalam pertandingan tersebut.
Performa itu menjadi modal penting bagi Paes untuk mempertahankan tempatnya di skuad utama, terutama karena ia harus bersaing dengan sejumlah penjaga gawang berkualitas.
Persaingan dengan Marc-André ter Stegen
Situasi Paes di Ajax kemudian berubah setelah klub mendatangkan Marc-André ter Stegen dari Barcelona. Kehadiran kiper asal Jerman tersebut membuat persaingan di posisi penjaga gawang Ajax semakin ketat. Ter Stegen kemudian dipercaya sebagai pilihan utama di Eredivisie. Paes bahkan hanya berada di bangku cadangan ketika Ajax menghadapi Telstar pada 30 Agustus 2026.
Ter Stegen juga menjadi starter saat Ajax menghadapi PSV Eindhoven pada awal September. Dalam pertandingan tersebut Ajax kalah 1-3. Situasi itu membuat posisi Paes di liga domestik menjadi salah satu perhatian penggemar Timnas Indonesia.
Jordi Cruyff Tetap Puji Maarten Paes
Meski Paes kehilangan posisi utama setelah kedatangan Ter Stegen, Direktur Teknik Ajax Jordi Cruyff memberikan apresiasi terhadap sikap kiper berusia 28 tahun tersebut. Menurut Jordi, Paes tetap mengutamakan kepentingan tim meskipun harus menerima persaingan ketat di posisi penjaga gawang.
Jordi juga mengapresiasi bagaimana Paes menyambut pemain baru dan tetap membantu tim meskipun dirinya tidak selalu menjadi pilihan utama. Hal ini menjadi sinyal positif bagi Paes. Persaingan di klub tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis, tetapi juga sikap profesional ketika seorang pemain tidak menjadi starter.
Penting bagi Timnas Indonesia
Performa Paes di Ajax menjadi perhatian besar bagi Timnas Indonesia. Paes merupakan salah satu penjaga gawang yang menjadi andalan Skuad Garuda. Karena itu, menit bermain di level klub tetap penting untuk menjaga kebugaran, ketajaman, dan kepercayaan dirinya.
Meski saat ini kalah bersaing dengan Ter Stegen di Eredivisie, Paes sudah menunjukkan bahwa dirinya mampu tampil bagus ketika mendapat kesempatan. Catatan tujuh penyelamatan pada debut, clean sheet kontra PEC Zwolle, tiga penyelamatan penting di Conference League, serta dua penyelamatan dalam adu penalti melawan Utrecht menjadi bukti bahwa Paes mempunyai kualitas yang bisa diandalkan.
Bukan Sekadar Kiper dengan Refleks Cepat
Salah satu tantangan Paes di Ajax adalah tuntutan untuk mampu terlibat dalam pembangunan serangan. Gaya bermain Ajax mengharuskan penjaga gawang tidak hanya piawai menghentikan bola, tetapi juga mampu memainkan bola dengan kaki secara akurat.
Pada awal 2026, sejumlah analis Belanda sempat mengkritik kemampuan distribusi Paes setelah pertandingan melawan PEC Zwolle. Kritik tersebut terutama berkaitan dengan beberapa operan yang dianggap berisiko. Namun, kemampuan Paes melakukan penyelamatan tetap menjadi salah satu kekuatan utamanya.
Perjalanan Paes di Ajax Masih Panjang
Paes baru bergabung dengan Ajax pada awal 2026 dan mendapatkan kontrak hingga 2029. Karena itu, persaingan dengan Ter Stegen tidak serta-merta menentukan masa depannya di Amsterdam. Situasi dapat berubah karena performa pemain, kebugaran, kebutuhan tim, maupun keputusan pelatih.
Bagi Paes, hal terpenting adalah terus mempertahankan kondisi fisik dan mental sambil memanfaatkan setiap kesempatan bermain. Ajax sendiri sudah memiliki pengalaman melihat kemampuan Paes secara langsung. Ketika diberi kesempatan, sang kiper mampu menunjukkan aksi penyelamatan yang membuat namanya kembali diperbincangkan.
Kesimpulan
Maarten Paes memang tengah menghadapi persaingan berat di Ajax setelah kedatangan Marc-André ter Stegen. Namun, perjalanan awalnya bersama klub menunjukkan bahwa kiper Timnas Indonesia tersebut memiliki kemampuan untuk tampil impresif ketika dipercaya bermain.
Tujuh penyelamatan dalam debut melawan NEC Nijmegen, clean sheet kontra PEC Zwolle, tiga penyelamatan penting di Conference League, hingga dua penyelamatan dalam adu penalti melawan FC Utrecht menjadi rangkaian performa yang memperlihatkan kualitas Paes.
Ajax pun memiliki alasan untuk memamerkan aksi-aksi penyelamatan Paes. Kiper berusia 28 tahun tersebut bukan hanya memiliki refleks yang kuat, tetapi juga pengalaman bermain di Belanda, Amerika Serikat, dan Timnas Indonesia. Dengan kontrak hingga 2029, perjalanan Paes bersama Ajax masih panjang. Tantangan berikutnya adalah bagaimana ia mempertahankan performa dan merebut kembali kepercayaan sebagai penjaga gawang utama di tengah persaingan dengan Ter Stegen.

Posting Komentar untuk " Ajax Pamer Aksi Penyelamatan 'Gila' Maarten Paes"