Bos BGN Siapkan Sistem Penilaian Dapur MBG, Sekolah Bisa Kasih Nilai
Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem digital yang memungkinkan sekolah memberikan penilaian langsung terhadap dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui sistem tersebut, kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan rating atau nilai sekaligus catatan mengenai kualitas pelayanan dapur MBG. Evaluasi itu diharapkan menjadi saluran umpan balik langsung bagi BGN untuk mengetahui kondisi pelaksanaan MBG di lapangan.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem tersebut dibuat dengan konsep yang menyerupai mekanisme penilaian pada layanan transportasi online atau platform pesan-antar makanan. Dengan demikian, sekolah dapat memberikan penilaian setelah menerima makanan dari dapur SPPG.
Sekolah Bisa Beri Bintang untuk Dapur MBG
Rencana aplikasi penilaian tersebut disampaikan Sudaryono dalam kegiatan literasi bagi kepala sekolah pada September 2026. Menurutnya, kepala sekolah nantinya akan mendapatkan akses terhadap aplikasi yang memungkinkan guru memberikan bintang dan catatan untuk dapur yang melayani sekolah mereka. Sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan.
Penilaian tidak hanya ditujukan untuk mengetahui apakah makanan diterima atau tidak. BGN ingin mendapatkan gambaran lebih rinci mengenai kualitas layanan yang diterima siswa. Beberapa hal yang dapat menjadi bahan evaluasi antara lain kualitas menu, ketepatan waktu pengiriman, hingga kondisi makanan ketika sampai di sekolah.
Dengan mekanisme tersebut, BGN berharap sekolah memiliki jalur yang lebih mudah untuk menyampaikan keluhan apabila pelayanan sebuah SPPG tidak sesuai dengan standar.
BGN Ingin Mendapatkan Feedback Langsung dari Sekolah
Selama ini, pengawasan terhadap pelaksanaan MBG dilakukan melalui berbagai mekanisme yang melibatkan BGN, SPPG, pengawas gizi, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya. Namun, sekolah merupakan salah satu pihak yang menerima makanan secara langsung setiap hari. Karena itu, BGN ingin mendapatkan informasi dari sekolah mengenai kondisi makanan ketika tiba dan dikonsumsi oleh siswa.
Sudaryono mengatakan peserta didik merupakan konsumen dalam program MBG sehingga kualitas layanan perlu mendapatkan perhatian. BGN juga meminta kepala sekolah tidak segan melaporkan apabila menemukan persoalan yang tidak kunjung diperbaiki oleh dapur SPPG. Menurut Sudaryono, laporan dari sekolah dapat membantu BGN melakukan tindak lanjut terhadap dapur yang bermasalah.
Apa Saja yang Bisa Dinilai?
Sistem yang tengah dikembangkan BGN memungkinkan penilaian terhadap sejumlah aspek pelayanan MBG.
Beberapa aspek yang disebutkan BGN meliputi:
- Ketepatan waktu pengiriman makanan
- Kualitas menu
- Kondisi makanan saat diterima
- Rasa dan aroma makanan
- Variasi menu
- Pelayanan dapur atau SPPG
- Catatan atau keluhan dari pihak sekolah
BGN sebelumnya juga telah menggunakan aplikasi Reviu MBG untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan secara real-time. Dalam sistem Reviu MBG, penerima manfaat atau pihak yang ditunjuk dapat melakukan penilaian terhadap ketepatan waktu distribusi, aroma, rasa, dan variasi menu dibandingkan hari sebelumnya. Hasil penilaian dapat digunakan sebagai indikator evaluasi bagi SPPG.
Artinya, pengembangan sistem baru untuk sekolah merupakan bagian dari upaya BGN memperluas mekanisme pengawasan berbasis umpan balik dari penerima manfaat.
Aplikasi Masih Dikembangkan
BGN belum menyatakan bahwa sistem penilaian baru tersebut sudah dapat digunakan secara nasional. Sudaryono menyebut pengembangan aplikasi masih membutuhkan waktu sekitar satu hingga tiga minggu dalam keterangan yang disampaikan pada pertengahan September 2026.
Karena itu, mekanisme teknis seperti bentuk aplikasi, skala penilaian, pihak yang dapat memberikan rating, serta bagaimana hasil penilaian digunakan untuk mengevaluasi SPPG masih dapat mengalami perubahan. BGN nantinya diharapkan dapat mengintegrasikan data tersebut dengan sistem pemantauan yang sudah dimiliki sehingga laporan dari sekolah dapat segera ditindaklanjuti.
Dapur MBG yang Bermasalah Bisa Dilaporkan
Kepala BGN juga menekankan pentingnya sekolah menyampaikan laporan apabila menemukan masalah dalam pelayanan MBG. Menurut Sudaryono, terdapat kondisi ketika sekolah sudah menyampaikan teguran kepada dapur SPPG, tetapi persoalan yang sama masih terjadi. Dalam situasi tersebut, sekolah diminta melaporkannya langsung kepada BGN.
BGN bahkan telah membuka saluran komunikasi untuk menerima laporan dari guru atau kepala sekolah. Dalam keterangannya, BGN menyebut laporan dapat disampaikan melalui alamat email saluran_gurupicMBG@bgn.go.id. BGN juga menyiapkan saluran WhatsApp khusus untuk memperkuat komunikasi dengan sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi penerima makanan, tetapi juga dapat berperan sebagai salah satu sumber informasi dalam pengawasan pelaksanaan program.
Mengapa Sistem Penilaian Diperlukan?
Pengawasan kualitas menjadi semakin penting karena cakupan program MBG terus diperluas. BGN sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah terhadap dapur yang dinilai belum memenuhi persyaratan. Pada 7 September 2026, misalnya, BGN mengumumkan penghentian sementara operasional 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). BGN menegaskan pemenuhan standar higiene dan sanitasi merupakan persyaratan penting bagi dapur MBG.
BGN juga terus melakukan evaluasi terhadap SPPG di berbagai daerah. Di Kabupaten Pati, misalnya, BGN bersama pemerintah daerah mengevaluasi 172 SPPG setelah adanya persoalan terkait keamanan pangan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengawasan dapur menjadi salah satu aspek penting dalam keberlanjutan program MBG.
Keamanan Makanan Jadi Perhatian Utama
Selain rasa dan ketepatan waktu, keamanan makanan menjadi perhatian besar dalam evaluasi MBG. Sudaryono sebelumnya menjelaskan bahwa sejumlah gangguan kesehatan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG berkaitan dengan makanan yang mengalami kerusakan. Ia menyebut lauk, khususnya sumber protein hewani seperti ayam, telur, ikan, daging, dan produk olahannya, menjadi salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian dalam rantai pasok.
Menurut BGN, proses memasak yang dilakukan dengan benar tetap tidak cukup apabila bahan baku yang digunakan sejak awal sudah tidak layak. Karena itu, pengawasan dilakukan mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga makanan diterima oleh siswa.
BGN Juga Kembangkan Sistem Pengadaan Bahan Baku
Selain aplikasi penilaian dari sekolah, BGN tengah membangun sistem yang berkaitan dengan pengadaan bahan baku MBG. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah sistem semacam marketplace untuk pengadaan bahan baku, terutama produk protein hewani yang membutuhkan penanganan khusus.
Sistem tersebut ditujukan untuk membantu memastikan kualitas bahan baku sekaligus menjaga harga pengadaan tetap wajar dan mencegah perbedaan kualitas antara barang yang dipesan dengan barang yang diterima dapur. Dengan demikian, pengawasan MBG tidak hanya diarahkan pada makanan yang sudah sampai di sekolah, tetapi juga pada rantai pasok sebelum makanan diproduksi.
Penilaian Sekolah Bukan Sekadar Memberi Bintang
Meski konsepnya menggunakan mekanisme rating, tujuan sistem tersebut bukan sekadar memberikan nilai tinggi atau rendah kepada dapur MBG. Data dari sekolah diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi BGN untuk mengetahui pola masalah yang terjadi di lapangan.
Misalnya, jika sebuah SPPG berulang kali mendapatkan laporan mengenai keterlambatan pengiriman, persoalan tersebut dapat menjadi bahan pemeriksaan lebih lanjut. Begitu pula jika terdapat keluhan berulang mengenai menu, rasa, aroma, atau kondisi makanan. Dengan adanya catatan, BGN juga dapat memperoleh informasi yang lebih detail dibandingkan hanya melihat angka rating.
Sistem Penilaian Diharapkan Memperkuat Pengawasan
Kehadiran aplikasi penilaian sekolah menjadi bagian dari upaya BGN membangun sistem pengawasan yang lebih cepat dan berbasis data. Sebelumnya, BGN telah meluncurkan Reviu MBG yang memungkinkan penilaian dilakukan secara langsung oleh pihak penerima manfaat. Dalam sistem tersebut, penilaian mencakup ketepatan waktu distribusi, aroma, rasa, dan variasi menu. BGN menyebut hasilnya dapat menjadi indikator evaluasi bagi masing-masing SPPG.
Kini, BGN kembali menyiapkan sistem yang memberikan ruang lebih besar kepada kepala sekolah dan guru untuk menyampaikan evaluasi. Jika berjalan sesuai rencana, sekolah nantinya memiliki saluran digital yang lebih langsung untuk melaporkan kondisi makanan dan pelayanan dapur yang mereka terima.
Apa Dampaknya bagi Dapur SPPG?
Bagi pengelola SPPG, sistem ini berarti kualitas pelayanan akan semakin mudah dipantau oleh pemerintah melalui laporan sekolah. Dapur tidak hanya dituntut memenuhi standar administratif dan sanitasi, tetapi juga harus menjaga kualitas makanan, ketepatan waktu pengiriman, serta respons terhadap keluhan dari sekolah.
Di sisi lain, BGN juga perlu memastikan sistem penilaian memiliki mekanisme verifikasi agar laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti secara objektif. Rating dari sekolah dapat menjadi indikator awal, tetapi pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan apabila ditemukan masalah serius. Dengan sistem digital tersebut, BGN berupaya membangun mekanisme pengawasan yang melibatkan pihak yang berinteraksi langsung dengan layanan MBG.
Kesimpulan
BGN menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah dan guru memberikan rating serta catatan terhadap dapur MBG atau SPPG yang melayani sekolah mereka. Penilaian dapat mencakup kualitas menu, ketepatan waktu pengiriman, rasa, aroma, variasi makanan, serta persoalan lain yang ditemukan saat makanan diterima. Aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan BGN memperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga tiga minggu untuk penyempurnaan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis, terutama dalam aspek kualitas makanan dan keamanan pangan. Sekolah juga diminta tidak ragu melaporkan persoalan yang tidak kunjung diperbaiki oleh SPPG kepada BGN.
Dengan semakin banyaknya penerima manfaat dan dapur yang terlibat, sistem penilaian berbasis digital diharapkan dapat membuat informasi mengenai pelaksanaan MBG dari sekolah sampai ke BGN dengan lebih cepat dan terstruktur.
Posting Komentar untuk " Bos BGN Siapkan Sistem Penilaian Dapur MBG, Sekolah Bisa Kasih Nilai"