Chimaev Menang Gulat Lawan Eks Bintang UFC Gilbert Burns

Miami – Khamzat Chimaev kembali menunjukkan kemampuan gulatnya dengan mengalahkan mantan penantang gelar UFC, Gilbert Burns, dalam pertandingan freestyle wrestling di ajang Real American Freestyle (RAF) 13. Pertandingan yang berlangsung di Watsco Center, Miami, Amerika Serikat, pada Jumat, 18 September 2026 waktu setempat, menjadi pertemuan kedua Chimaev dan Burns setelah sebelumnya bertarung dalam arena UFC pada 2022.

Kali ini, Chimaev menang meyakinkan melalui technical fall dengan skor 15-4. Pertandingan berakhir pada periode kedua setelah Chimaev mengumpulkan keunggulan 11 poin. Kemenangan tersebut membuat rekor Chimaev di RAF menjadi 3-0.

Chimaev Dominan Sejak Awal

Chimaev langsung memperlihatkan agresivitasnya sejak pertandingan dimulai. Petarung asal Chechnya tersebut terus menekan Burns dan segera mencari kesempatan untuk melakukan takedown. Pada awal ronde pertama, Chimaev berhasil mendorong Burns keluar dari lingkaran pertandingan dan mendapatkan poin.

Burns kemudian mencoba membalas dengan melakukan serangan takedown. Namun, Chimaev mampu melakukan sprawl dan beralih ke posisi belakang Burns. Dalam rangkaian tersebut, Chimaev mendapatkan tambahan poin melalui kontrol dan eksposur punggung. Ia kemudian semakin memperlebar keunggulan. Perbedaan ukuran tubuh juga terlihat sepanjang pertandingan. Chimaev tampil lebih besar dibandingkan Burns, sementara petarung Brasil tersebut harus menghadapi lawan yang memang memiliki latar belakang gulat lebih kuat.

Burns Sempat Memberikan Perlawanan

Meskipun kalah cukup jauh dalam perolehan angka, Burns bukan tanpa perlawanan. Petarung asal Brasil tersebut beberapa kali berhasil melakukan takedown dan membuat pertandingan berjalan lebih kompetitif dibandingkan dua lawan Chimaev sebelumnya di RAF. MMA Fighting mencatat Burns menjadi lawan pertama Chimaev di RAF yang mampu membawanya hingga periode kedua. Sebelumnya, Chimaev mampu mengakhiri pertandingan melawan Dillon Danis dan Tyron Woodley dengan relatif cepat.

Namun, setiap kali Burns mencoba membangun momentum, Chimaev kembali melakukan serangan dan mengontrol posisi. Puncaknya terjadi ketika Chimaev mendapatkan takedown bernilai empat poin yang sekaligus memastikan keunggulan besar dan mengakhiri pertandingan melalui technical fall.

Menang 15-4 Lewat Technical Fall

Pertandingan berakhir ketika Chimaev unggul 15-4 atas Burns. Dalam sistem gulat yang digunakan RAF, keunggulan poin dengan selisih yang cukup besar dapat mengakhiri pertandingan lebih awal melalui technical fall. Hasil tersebut memperpanjang catatan sempurna Chimaev di ajang Real American Freestyle menjadi tiga kemenangan tanpa kekalahan.

Sebelum menghadapi Burns, Chimaev telah mengalahkan Dillon Danis dan mantan juara UFC Tyron Woodley dalam dua pertandingan RAF sebelumnya.

Pertemuan Kedua Chimaev dan Burns

Pertandingan RAF 13 juga memiliki latar belakang menarik karena Chimaev dan Burns bukan pertama kali bertemu dalam olahraga tarung. Keduanya sebelumnya berhadapan di UFC 273 pada April 2022. Dalam pertarungan MMA tersebut, Chimaev memenangkan keputusan mutlak setelah tiga ronde. Pertandingan berlangsung ketat dan menjadi salah satu pertarungan paling kompetitif dalam perjalanan awal karier Chimaev di UFC.

Empat tahun kemudian, keduanya kembali bertemu dengan aturan yang berbeda. Jika pertandingan pertama memperbolehkan pukulan, tendangan, submission, dan teknik MMA lainnya, pertemuan kali ini hanya mempertemukan kemampuan gulat keduanya.

Chimaev Kembali ke Akar Gulat

Kemenangan atas Burns juga mempertegas kemampuan Chimaev di cabang yang menjadi dasar kariernya. Sebelum beralih sepenuhnya ke MMA, Chimaev merupakan pegulat kompetitif dan pernah menjadi juara nasional Swedia sebanyak tiga kali saat masih muda. UFC mencatat bahwa Chimaev mulai berlatih gulat sejak usia muda dan kemudian melanjutkan latihan tersebut setelah pindah ke Swedia.

Latar belakang tersebut terlihat jelas dalam pertandingan RAF. Chimaev memiliki kemampuan untuk mengontrol tubuh lawan, melakukan takedown, mempertahankan posisi, serta melakukan transisi dengan cepat.

Burns Akui Chimaev Lebih Unggul dalam Gulat

Menjelang pertandingan, Burns sendiri telah mengakui bahwa Chimaev memiliki keunggulan dalam hal pengalaman gulat. Burns mengatakan Chimaev merupakan pegulat yang lebih baik dan memiliki lebih banyak pengalaman dalam kompetisi gulat. Namun, Burns berharap bisa mengandalkan stamina dan daya juangnya untuk membuat Chimaev kelelahan.

Burns juga memasuki pertandingan dengan tantangan tambahan karena harus menghadapi Chimaev yang memiliki ukuran tubuh lebih besar. Meski demikian, Burns tetap mencoba memberikan perlawanan dan menjadi lawan yang mampu membuat Chimaev bertanding lebih lama dibandingkan dua penampilan RAF sebelumnya.

Perjalanan Burns Setelah Pensiun dari MMA

Pertandingan melawan Chimaev juga menjadi bagian dari fase baru dalam karier Burns. Petarung Brasil berjuluk "Durinho" itu sebelumnya merupakan penantang gelar kelas welter UFC dan juga dikenal memiliki latar belakang Brazilian Jiu-Jitsu. Burns pensiun dari MMA pada 2026 dan kemudian kembali berkompetisi dalam olahraga grappling. RAF 13 menjadi debutnya dalam pertandingan freestyle wrestling bersama promosi tersebut.

Karena itu, laga melawan Chimaev menjadi ujian besar bagi Burns. Ia berhadapan dengan petarung yang sejak usia muda telah memiliki pengalaman kompetitif dalam gulat.

Chimaev Ingin Hadapi Colby Covington

Setelah kemenangan atas Burns, perhatian Chimaev mulai beralih kepada lawan berikutnya. Chimaev menyatakan ketertarikannya untuk menghadapi Colby Covington, yang juga tengah berkompetisi di RAF. Covington sendiri tampil sebagai bintang utama RAF 13 dalam pertandingan melawan Belal Muhammad. Chimaev bahkan sempat menyebut kemungkinan menghadapi Covington dalam pertandingan RAF di Abu Dhabi, meskipun pertarungan tersebut belum diumumkan secara resmi oleh promosi.

Jika pertandingan tersebut benar-benar terealisasi, duel Chimaev dan Covington akan menjadi pertemuan dua nama besar dari dunia UFC dalam aturan gulat.

Rekor Chimaev di RAF Semakin Kuat

Kemenangan atas Burns membuat Chimaev mencatatkan tiga kemenangan dari tiga pertandingan di RAF. Sebelumnya, ia mengalahkan Dillon Danis dan Tyron Woodley. Kemenangan atas Woodley pada awal September bahkan berakhir kurang dari dua menit setelah Chimaev mendominasi mantan juara UFC tersebut.

Dengan demikian, Chimaev sejauh ini belum terkalahkan dalam tiga penampilan gulat profesionalnya bersama RAF. Performa tersebut juga menunjukkan bahwa ia tetap aktif berkompetisi di luar MMA ketika karier UFC-nya memasuki fase baru.

Bukan Pertandingan UFC

Meski mempertemukan dua mantan petarung UFC, pertandingan Chimaev vs Burns di RAF bukan bagian dari agenda UFC. Laga tersebut berlangsung dengan aturan freestyle wrestling, sehingga hasilnya tidak mengubah rekor MMA profesional kedua petarung.

Dalam catatan UFC, Chimaev tetap memiliki rekam jejak MMA tersendiri. Ia sebelumnya pernah menjadi juara kelas menengah UFC sebelum kehilangan sabuk tersebut melalui kekalahan keputusan split dari Sean Strickland pada Mei 2026. Sementara itu, Burns memasuki fase karier setelah pensiun dari MMA dan kini mengeksplorasi kompetisi grappling serta gulat.

RAF Jadi Panggung Baru Mantan Bintang UFC

Real American Freestyle semakin sering menghadirkan nama-nama yang sebelumnya dikenal melalui UFC. Selain Chimaev, Burns dan Woodley, Colby Covington juga menjadi salah satu nama utama dalam kompetisi RAF. Promosi tersebut memanfaatkan daya tarik para mantan bintang MMA dengan mempertemukan mereka dalam format gulat.

Kehadiran para petarung UFC membuat pertandingan gulat RAF menarik perhatian penggemar olahraga tarung karena publik dapat melihat kemampuan dasar para petarung ketika teknik striking dan submission MMA tidak diperbolehkan.

Chimaev Tunjukkan Kualitas sebagai Pegulat

Kemenangan 15-4 atas Gilbert Burns memberikan gambaran mengenai kemampuan Chimaev ketika bertanding hanya dengan mengandalkan teknik gulat. Ia mampu mengontrol tempo, mencetak takedown, mempertahankan posisi, dan terus menyerang untuk mengumpulkan poin.

Burns memang sempat memberikan perlawanan dan menjadi lawan pertama Chimaev di RAF yang bertahan sampai periode kedua. Namun, tekanan Chimaev akhirnya menghasilkan technical fall dan kemenangan ketiganya di kompetisi tersebut. Bagi Chimaev, kemenangan ini sekaligus menjadi kelanjutan dari perjalanan kembali ke olahraga yang menjadi dasar kariernya sebelum menjadi salah satu nama besar di UFC.

Sementara bagi Burns, pertandingan tersebut menjadi babak baru setelah meninggalkan MMA, sekaligus mempertemukannya kembali dengan rival lama dalam format olahraga yang berbeda. Kini, perhatian penggemar tertuju pada langkah Chimaev berikutnya di RAF, terutama kemungkinan duel dengan Colby Covington yang sejauh ini masih belum diumumkan secara resmi.

Posting Komentar untuk " Chimaev Menang Gulat Lawan Eks Bintang UFC Gilbert Burns"