Fabregas usai Kalahkan Parma: Como Belajar dari Arsenal

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, mulai melihat bentuk tim yang ingin dibangunnya setelah klub asal Italia tersebut meraih kemenangan penting atas Parma. Mantan kapten Arsenal itu menyebut timnya banyak belajar dari cara The Gunners berkembang dalam beberapa musim terakhir.

Como mengalahkan Parma dengan skor 2-1 pada pekan keempat Serie A 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (14/9/2026) malam waktu setempat. Hasil tersebut menjadi kemenangan keempat beruntun Como di semua kompetisi setelah sebelumnya menghajar RB Leipzig 4-1 pada debut mereka di Liga Champions.

Dua Bek Jadi Penentu Kemenangan Como

Menariknya, dua gol Como ke gawang Parma justru lahir dari pemain belakang. Jacobo Ramon membuka keunggulan Como pada menit ke-23 setelah memanfaatkan rangkaian serangan yang dibangun bersama Nico Paz. Kaiki Bruno kemudian mencetak gol kedua pada menit ke-83.

Parma sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Hernani pada masa injury time, tetapi Como mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Bagi Fabregas, kontribusi pemain belakang dalam mencetak gol bukan sekadar kebetulan. Menurutnya, kemampuan bek untuk terlibat dalam fase menyerang merupakan salah satu karakter sepak bola modern yang ingin ia tanamkan di Como.

Arsenal Jadi Inspirasi Fabregas

Fabregas secara khusus menyebut Arsenal sebagai salah satu tim yang menjadi sumber pembelajaran bagi Como. Ia mengenal Arsenal bukan hanya sebagai mantan pemain, tetapi juga sebagai bagian penting dari perjalanan kariernya. Fabregas pernah menjadi kapten The Gunners dan berkembang sebagai salah satu gelandang muda paling menonjol di bawah Arsene Wenger.

Kini, dari posisi sebagai pelatih, Fabregas melihat perkembangan Arsenal dari perspektif berbeda. Menurutnya, Arsenal menunjukkan bagaimana sebuah tim dapat berkembang secara bertahap hingga menjadi penantang serius di level tertinggi. Salah satu aspek yang menarik perhatian Fabregas adalah kontribusi pemain dari lini belakang dalam menciptakan gol dan menentukan pertandingan.

Como Mulai Menunjukkan Identitas

Kemenangan atas Parma semakin memperlihatkan bahwa Como mulai memiliki identitas permainan yang diinginkan Fabregas. Timnya berusaha mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola, membangun serangan dari belakang, serta melakukan tekanan tinggi ketika kehilangan bola.

Pendekatan tersebut membuat Como tidak hanya mengandalkan kemampuan penyerang untuk mencetak gol. Pemain belakang dan gelandang juga dituntut aktif ketika tim memasuki sepertiga akhir lapangan. Dua gol yang dicetak Ramon dan Kaiki melawan Parma menjadi contoh nyata dari filosofi tersebut.

Fabregas bahkan mengatakan dirinya mulai menyadari seperti apa Como yang sedang dibangunnya. Ia melihat tim tersebut perlahan mulai menunjukkan potensi untuk menjadi klub yang kompetitif dalam jangka panjang.

Kemenangan yang Penting Setelah Liga Champions

Kemenangan atas Parma juga memiliki arti khusus karena Como baru saja menjalani pertandingan bersejarah di Liga Champions. Pada 10 September 2026, Como membuat kejutan besar dengan mengalahkan RB Leipzig 4-1 dalam pertandingan debut mereka di kompetisi elite Eropa tersebut.

Hasil itu menjadi salah satu malam terbesar dalam sejarah klub. Namun, Fabregas sejak awal mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai Serie A tetap menjadi kompetisi yang sangat penting karena posisi di liga domestik menjadi salah satu jalan untuk kembali tampil di Liga Champions pada masa mendatang.

Karena itu, kemenangan atas Parma menjadi bukti bahwa Como mampu mempertahankan konsentrasi setelah memperoleh hasil luar biasa di Eropa.

Fabregas Minta Como Tetap Rendah Hati

Sebelum pertandingan melawan Parma, Fabregas sudah mengingatkan pemainnya untuk tidak terpengaruh oleh pujian setelah kemenangan atas Leipzig. Ia menilai Como masih berada dalam proses perkembangan. Menurut Fabregas, tim harus mampu menjaga keseimbangan ketika mendapatkan hasil positif maupun ketika menghadapi periode sulit.

Pesan tersebut terbukti penting. Setelah mendapatkan kemenangan besar di Liga Champions, Como langsung menghadapi pertandingan Serie A yang secara karakter berbeda. Como mampu melewati ujian tersebut dan kembali meraih tiga poin.

Empat Kemenangan Beruntun

Rangkaian hasil Como dalam beberapa pertandingan terakhir menunjukkan perkembangan signifikan. Sebelum mengalahkan Parma, Como menang 4-1 atas Genoa pada 5 September. Mereka kemudian menundukkan RB Leipzig 4-1 di Liga Champions dan kembali menang 2-1 atas Parma.

Artinya, Como mencatat empat kemenangan beruntun di semua kompetisi. Reuters mencatat kemenangan atas Parma membawa Como ke posisi ketiga klasemen sementara Serie A dengan 10 poin dari empat pertandingan. Start tersebut menjadi sangat positif bagi klub yang baru saja menikmati debut di Liga Champions.

Como Bukan Lagi Sekadar Tim Promosi

Perkembangan Como dalam beberapa tahun terakhir berlangsung cukup cepat. Setelah kembali ke Serie A, klub tersebut membangun proyek dengan investasi dan perekrutan pemain yang ditujukan untuk meningkatkan level kompetitif tim. Fabregas kemudian menjadi bagian penting dari proyek tersebut.

Ia bukan hanya bertugas memenangkan pertandingan, tetapi juga membangun identitas sepak bola Como. Pengalamannya sebagai pemain di Arsenal, Barcelona, Chelsea, Monaco, dan tim nasional Spanyol memberikan banyak referensi taktik yang bisa diterapkan. Sejumlah laporan bahkan menyebut Fabregas memadukan berbagai pengaruh dari pelatih yang pernah bekerja dengannya, termasuk Arsene Wenger, Pep Guardiola, Jose Mourinho, Vicente del Bosque, dan Luis Aragones.

Belajar dari Arsenal, tetapi Membangun Como Sendiri

Fabregas tentu tidak ingin menjadikan Como sebagai salinan Arsenal. Yang ia ambil adalah prinsip dan proses perkembangan sebuah tim. Arsenal menjadi contoh bahwa membangun tim papan atas membutuhkan waktu, konsistensi, perekrutan pemain yang tepat, pengembangan pemain muda, serta identitas permainan yang jelas.

Fabregas kini mencoba menerapkan prinsip serupa di Como dengan karakter yang sesuai dengan pemain dan kompetisi Italia. Kemenangan atas Parma memperlihatkan salah satu hasilnya: pemain belakang tidak hanya bertugas bertahan, tetapi juga dapat menjadi penentu kemenangan.

Tantangan Besar Menanti Como

Meski start musim Como sangat menjanjikan, perjalanan masih panjang. Como harus membagi konsentrasi antara Serie A dan Liga Champions. Jadwal padat akan menguji kedalaman skuad, kebugaran pemain, serta kemampuan Fabregas melakukan rotasi. Fabregas sendiri sudah mengingatkan bahwa musim ini akan sangat berat dan Como harus mampu tampil setiap beberapa hari dengan mentalitas yang sama.

Bagi tim yang baru pertama kali tampil di Liga Champions, menjaga konsistensi akan menjadi tantangan terbesar.

Fabregas Mulai Melihat Masa Depan Como

Kemenangan atas Parma menunjukkan bahwa Como tidak sekadar menikmati euforia debut Liga Champions. Tim tersebut mulai menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan performa di kompetisi domestik. Bagi Fabregas, proses ini menjadi bagian dari proyek jangka panjang. Ia ingin Como memiliki identitas yang jelas dan terus berkembang dari musim ke musim.

Inspirasi dari Arsenal menjadi salah satu referensinya. Namun, target akhirnya bukan membuat Como menjadi Arsenal versi Italia. Fabregas ingin membangun Como dengan identitasnya sendiri—tim yang mampu bermain agresif, mengontrol pertandingan, melibatkan seluruh pemain dalam serangan, dan secara bertahap bersaing di level tertinggi Eropa.

Jika kemenangan atas Parma dan penampilan impresif melawan RB Leipzig menjadi indikasi awal, proyek tersebut mulai menunjukkan hasil yang diharapkan Fabregas.

Posting Komentar untuk " Fabregas usai Kalahkan Parma: Como Belajar dari Arsenal"