Jerman Menyatakan Masa Persahabatan dengan AS Sudah Berakhir

BERLIN – Hubungan antara Jerman dan Amerika Serikat (AS) kembali mendapatkan perhatian setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengungkapkan bahwa kemungkinan era persahabatan transatlantik tanpa syarat antara Eropa dan AS telah berakhir untuk waktu yang akan datang. Pernyataan tersebut disampaikan Merz pada hari Kamis, 17 September 2026, dalam sebuah pidato yang dihadiri oleh para anggota partainya di Berlin. Ia menilai telah terjadi pergeseran mendasar dalam sikap politik AS serta cara pandang Washington terhadap hubungan transatlantik.

Merz: Persahabatan Tanpa Syarat Sudah Tamat

Merz menyatakan bahwa hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun antara Eropa dan AS kini memasuki bab baru yang berbeda. Ia menegaskan bahwa perubahan dalam sikap politik di AS dan pandangan terhadap aliansi transatlantik adalah hal yang sebelumnya sulit dibayangkan oleh negara-negara Eropa.

Pernyataan Merz secara spesifik menyoroti persahabatan "tanpa syarat," yang berarti bahwa tidak semua saluran komunikasi antara Jerman dan AS terputus. Bahkan pada hari yang sama, Merz melakukan percakapan via telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Sesuai dengan keterangan dari juru bicara pemerintahan Jerman, kedua pemimpin menegaskan kembali adanya hubungan khusus antara warga Jerman dan Amerika.

Hubungan Jerman-AS Menghadapi Pembaruan

Pernyataan Merz menandakan adanya perubahan dalam sudut pandang Berlin terhadap hubungan transatlantik. Selama beberapa dekade setelah Perang Dunia II, AS telah menjadi salah satu rekan utama bagi Eropa dalam aspek keamanan, ekonomi, dan politik. Kehadiran militer AS di Jerman juga merupakan elemen kunci dari kerangka keamanan Eropa melalui NATO.

Pemerintah Jerman sendiri pada Maret 2026 tetap menegaskan bahwa kedua negara memiliki hubungan historis yang kuat dengan kepentingan yang sejalan, serta kerja sama yang erat di bidang keamanan dan ekonomi. AS juga disebut sebagai salah satu mitra dagang paling penting bagi Jerman.

Oleh karena itu, pernyataan terbaru Merz lebih tepat dipahami sebagai sebuah kritik terhadap perubahan karakter hubungan transatlantik, bukan sebagai pengumuman bahwa hubungan diplomatik Jerman-Amerika telah berakhir.

Merz Menyoroti Pergeseran Politik di Washington

Dalam pidatonya, Merz membandingkan situasi hubungan saat ini dengan kondisi hubungan Jerman-AS pada masa kepresidenan sebelumnya di Amerika. Dia mengingat kunjungan John F. Kennedy dan Ronald Reagan ke Berlin yang memiliki makna simbolis yang besar dalam konteks sejarah hubungan transatlantik.

Merz berargumen bahwa perubahan politik di AS telah membuat pola hubungan yang selama ini dikenal oleh Jerman dan negara-negara Eropa tidak bisa lagi dianggap sebagai sesuatu yang otomatis akan bertahan. Pernyataan itu diberikan menjelang pemilihan negara bagian Berlin yang dijadwalkan pada 20 September 2026, sementara Merz juga aktif menjalani kegiatan politik bersama partainya.

Ada Perbedaan Pandangan mengenai Keamanan Eropa

Satu dari sekian banyak isu penting dalam hubungan Eropa-AS adalah pembagian tanggung jawab dalam keamanan. Eropa telah lama sangat bergantung pada kemampuan militer AS sebagai bagian dari NATO. Namun, kini beberapa negara Eropa berupaya memperkuat kapasitas pertahanan mereka sendiri.

Dalam pidatonya pada Konferensi Keamanan Munich pada Februari 2026, Merz menyuarakan bahwa telah terjadinya perpecahan yang mendalam antara Eropa dan AS. Ia juga menyerukan perlunya untuk membangun kembali kemitraan transatlantik yang lebih berimbang dan untuk meningkatkan kedaulatan Eropa dalam aspek keamanan.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa kritik terhadap hubungan transatlantik tidak muncul dengan tiba-tiba pada bulan September.

Jerman Terus Meningkatkan Kerja Sama Pertahanan dengan AS

Menariknya, di tengah pernyataan Merz tentang berakhirnya persahabatan tanpa syarat, kolaborasi di bidang pertahanan antara Jerman dan AS tetap berlanjut. Pada 15 September 2026, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menandatangani surat pernyataan niat untuk mempererat kolaborasi dalam industri pertahanan antara kedua negara.

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Jerman merencanakan pembelian rudal jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat. Pistorius mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ikatan antara kedua negara sekaligus meningkatkan kemampuan industri pertahanan. Hal ini menunjukkan bahwa hubunganantara Berlin dan Washington masih melibatkan banyak bidang kerja sama meskipun ada perbedaan dalam aspek politik.

Masalah Perdagangan Juga Menghantui

Relasi transatlantik juga dihadapkan pada tantangan di sektor perdagangan. Kebijakan tarif yang diterapkan oleh AS terhadap mitra dagang Eropa merupakan salah satu masalah yang sering muncul dalam hubungan antara Washington dan Brussels. Ketegangan kembali muncul setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney menerima tawaran untuk bergabung dalam asosiasi Uni Eropa.

Presiden Trump kemudian memberikan peringatan terkait kemungkinan penetapan tarif tambahan terhadap Uni Eropa jika hubungan baru tersebut dianggap merugikan kepentingan AS. Bagi Jerman yang memiliki sektor industri dan ekspor yang besar, perkembangan perdagangan dengan AS berarti banyak secara ekonomi.

Data dari pemerintah Jerman menunjukkan bahwa AS adalah salah satu mitra dagang terpenting bagi negara tersebut. Pada 2025, AS menjadi mitra dagang terbesar kedua Jerman setelah China, di mana AS juga telah menjadi tujuan utama ekspor Jerman selama bertahun-tahun.

Trump dan Merz Pernah Memiliki Pandangan yang Berbeda

Hubungan pribadi dan politik antara Merz dan Trump juga mengalami ketegangan dalam beberapa kesempatan. Di bulan April 2026, Merz dikritik oleh pemerintahan Trump setelah memberikan pendapatnya tentang upaya negosiator AS untuk mengakhiri konflik di Iran. Pada perkembangan selanjutnya, Trump mengumumkan rencana untuk menarik sekitar 5.000 anggota militer AS dari Jerman.

Trump juga mengundang kontroversi di Jerman setelah memberikan pujian pada hasil pemilihan sebuah partai politik Jerman di awal bulan September. Perbedaan ini menambah kerumitan hubungan antara pemerintahan Berlin dan Washington.

Bukan Pertama Kalinya Jerman Mengkritik Hubungan dengan AS

Pernyataan Merz mengingatkan akan ungkapan yang pernah disampaikan oleh mantan Kanselir Jerman Angela Merkel pada tahun 2017. Saat itu, Merkel menyatakan bahwa hubungan yang dapat diandalkan yang dibangun sejak pasca-Perang Dunia II hingga aspek tertentu telah berakhir. Pernyataan ini juga muncul selama masa pemerintahan Trump yang pertama.

Dengan demikian, diskusi mengenai masa depan hubungan transatlantik bukanlah masalah baru. Namun, komentar Merz di bulan September 2026 muncul ketika Eropa kembali menghadapi transformasi besar dalam aspek keamanan, perdagangan, dan politik global.

Hubungan Jerman dan AS Belum Terputus

Meski terdapat pernyataan yang tegas, realitas hubungan Jerman dan AS menunjukkan bahwa kolaborasi antara kedua negara masih berjalan. Di samping NATO dan kolaborasi pertahanan, bidang ekonomi, investasi, pendidikan, sains, budaya, serta hubungan antar masyarakat masih memiliki jaringan yang luas.

Pemerintah Jerman mencatat ada lebih dari 6.000 perusahaan Jerman yang beroperasi di seluruh 50 negara bagian AS. Perusahaan Jerman dan anak perusahaannya juga termasuk kelompok pemberi kerja asing terbesar di AS.

Oleh karena itu, istilah "berakhir" yang disampaikan oleh Merz perlu dipahami dalam konteks berakhirnya persahabatan transatlantik tanpa syarat, bukan berakhirnya seluruh hubungan antara Jerman dan AS.

Eropa Didorong Lebih Mandiri

Pernyataan Merz juga menunjukkan ajakan bagi Eropa untuk memperkuat kemampuan dalam menentukan kebijakan secara mandiri. Jerman dan sejumlah negara Eropa belakangan ini semakin menekankan pentingnya memperkuat industri pertahanan, meningkatkan anggaran militer, serta pengembangan kapasitas keamanan di Eropa.

Namun di sisi lain, Berlin tetap menjaga kerjasama dengan Washington. Kesepakatan pertahanan yang baru saja ditandatangani di bulan September menunjukkan bahwa usaha untuk memperkuat kemandirian Eropa berjalan seiring dengan kolaborasi keamanan bersama Amerika Serikat.

Masa Depan Hubungan Transatlantik

Pernyataan Friedrich Merz menandakan salah satu pernyataan paling jelas dari pemimpin Jerman tentang perubahan hubungan antara Eropa dan AS menjelang tahun 2026. Namun, tren terbaru juga memperlihatkan adanya dua arah yang bergerak bersamaan: peningkatan perbedaan politik dan tetap adanya kerjasama strategis yang berlangsung.

Merz mengemukakan bahwa era persahabatan transatlantik tanpa syarat mungkin telah berakhir untuk waktu yang akan datang. Sementara itu, pemerintah Jerman dan Amerika Serikat masih berkolaborasi dalam hal defensif, meskipun kedua negara memiliki hubungan ekonomi yang sangat signifikan.

Sehingga, fase baru hubungan Jerman dan AS tidak berarti hubungan tersebut terputus, tetapi mencerminkan bahwa Berlin sekarang memandang kemitraan dengan Washington dalam konteks yang lebih bersyarat dan memprioritaskan kepentingan serta kapasitas Eropa sendiri.

Posting Komentar untuk "Jerman Menyatakan Masa Persahabatan dengan AS Sudah Berakhir"