Media Malaysia Memuji Keamanan dan Pendukung Indonesia di GBK
JAKARTA — Pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia dalam lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Senin (28/9/2026), tidak hanya menarik perhatian karena persaingan kedua tim di atas lapangan. Media Malaysia juga menyoroti aspek keselamatan serta sikap pendukung Indonesia selama laga tersebut.
Pertarungan Indonesia versus Malaysia yang mempertemukan dua rival sepak bola di Asia Tenggara itu berakhir dengan skor kacamata. Di luar arena pertandingan, perhatian justru tertuju pada bagaimana aparat mengendalikan pergerakan pendukung Malaysia agar bisa meninggalkan stadion dengan aman setelah pertandingan.
Pendukung Malaysia Diminta Menunggu di GBK
Setelah laga berakhir, ratusan pendukung Malaysia tidak segera diizinkan untuk meninggalkan area GBK. Mereka diminta tetap berada di zona yang telah ditentukan selama sekitar 1,5 jam. Langkah tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan. Petugas menunggu sampai sebagian besar pendukung Indonesia meninggalkan kawasan stadion sebelum suporter tim tamu diizinkan keluar secara bertahap.
Media Malaysia New Straits Times menekankan kebijakan ini sebagai bagian dari upaya untuk memberikan perlindungan kepada pendukung Harimau Malaya. Sejumlah personel keamanan ditempatkan di sekitar pagar dan jalur keluar untuk memisahkan pergerakan pendukung kedua tim.
Media Malaysia Soroti Sikap Pendukung Indonesia
Selain keamanan, media Malaysia juga memperhatikan perilaku pendukung Indonesia. Laporan yang dicuplik dari New Straits Times dan Harian Metro menyatakan bahwa situasi di sekitar stadion tetap terkendali. Pendukung Indonesia tidak melakukan provokasi terhadap pendukung Malaysia selama proses pemulangan tim tamu.
Hal ini menjadi perhatian karena pertandingan Indonesia dan Malaysia selama ini memiliki rivalitas yang kuat. Pertemuan kedua negara juga memiliki sejarah panjang dengan beberapa insiden keamanan pada laga sebelumnya. Namun, pada pertandingan 28 September 2026, pengaturan pendukung dilakukan dengan pemisahan area dan pengawasan ketat sehingga proses keluarnya pendukung tim tamu dapat berlangsung secara bertahap.
Sekitar 500 Pendukung Malaysia Hadir di GBK
Sebelum laga, sekitar 500 pendukung Malaysia dilaporkan berada di kawasan GBK untuk mendukung langsung Harimau Malaya. Sebagian pendukung tim tamu menyatakan bahwa situasi di sekitar stadion terasa lebih aman dan teratur dibandingkan kekhawatiran yang muncul sebelumnya menjelang pertandingan.
Salah satunya adalah Azman Hamzah, pendukung asal Puchong, Selangor. Ia mengatakan penyelenggaraan pertandingan kali ini terlihat lebih tersusun dan membuat pendukung Malaysia merasa lebih nyaman. Pernyataannya dicuplik media Indonesia dari Berita Harian. Azman juga menilai sistem keamanan yang diterapkan untuk pendukung tim tamu lebih terjamin sehingga ia dapat menyaksikan pertandingan tanpa kekhawatiran berlebihan.
Pengamanan Berlapis Diterapkan
Keamanan di GBK menjadi salah satu fokus utama sebelum pertandingan. Pengamanan dilakukan dengan sistem berlapis, termasuk pemeriksaan penonton serta pemisahan jalur dan area pendukung kedua tim. Pendukung Malaysia ditempatkan di area khusus untuk menghindari interaksi langsung dengan massa pendukung Indonesia dalam jumlah besar. Setelah pertandingan berakhir, aparat kembali mengatur pergerakan kedua kelompok pendukung.
Langkah tersebut menjadi penting karena pertandingan dihadiri puluhan ribu penonton. Data yang dicuplik dari berbagai media menyebutkan bahwa laga Indonesia versus Malaysia disaksikan oleh 56.894 penonton di GBK.
Polisi Kawal 120 Pendukung Malaysia
Pengamanan tidak berakhir di dalam stadion. Polisi menyatakan bahwa sebanyak 120 pendukung Malaysia menerima pengawalan setelah pertandingan. Mereka difasilitasi menggunakan empat bus Brimob untuk menuju lokasi penginapan masing-masing. Menurut aparat, langkah ini merupakan bagian dari pengamanan untuk memastikan pendukung tim tamu dapat meninggalkan kawasan GBK dengan aman.
Laporan polisi juga mencatat sempat terjadi gesekan kecil antara pendukung, tetapi situasi secara keseluruhan tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi kerusuhan besar. Dengan demikian, pemberitaan mengenai kondisi keamanan tidak berarti tidak ada kemungkinan gesekan. Namun, aparat berhasil menjaga situasi tetap terkendali dan memastikan pendukung Malaysia dapat kembali ke penginapan.
Kekhawatiran Berbeda dengan Situasi di Lapangan
Sorotan media Malaysia terhadap keselamatan GBK juga tidak dapat dipisahkan dari pengalaman pertandingan Indonesia versus Malaysia di masa lampau. Sebelum pertandingan 2026, beberapa media Malaysia mengingat kembali insiden pada pertemuan kedua negara di 2019. Pada waktu itu, pendukung Malaysia dilaporkan mendapat tindakan pelemparan objek di sekeliling stadion dan pertandingan sempat terganggu.
Pengalaman itu membuat aspek keselamatan menjadi fokus menjelang laga tahun ini. Namun, keadaan pada 28 September 2026 menunjukkan pendekatan pengamanan yang lebih teratur. Pendukung Malaysia tetap berada di zona khusus setelah pertandingan sampai sebagian besar penonton Indonesia meninggalkan stadion.
Pertandingan Berakhir 0-0
Di lapangan, Timnas Indonesia dan Malaysia bermain imbang 0-0. Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah. Walaupun unggul dalam jumlah pemain, Malaysia tak mampu memanfaatkan situasi untuk mencetak gol. Hasil imbang ini memberikan tambahan satu poin bagi kedua tim. Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sebagai salah satu laga penting dalam persaingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Rivalitas Tetap Panas, tetapi Keamanan Jadi Sorotan Positif
Pertemuan Indonesia dan Malaysia dikenal sebagai salah satu rivalitas paling menarik dalam sepak bola Asia Tenggara. Banyaknya pendukung serta sejarah persaingan kedua negara membuat aspek keamanan selalu menjadi perhatian. Kali ini, media Malaysia justru menyoroti sisi positif dari pertandingan. New Straits Times dan Harian Metro menekankan pengamanan terhadap suporter tim tamu dan situasi yang relatif terkendali di GBK.
Pemisahan pendukung, penempatan aparat di jalur keluar, hingga pengawalan menggunakan bus Brimob menjadi bagian dari upaya pengamanan setelah laga.
Kesimpulan
Pertandingan Indonesia versus Malaysia di GBK pada 28 September 2026 meninggalkan catatan penting di luar hasil 0-0. Media Malaysia memberikan perhatian terhadap pengamanan pendukung Harimau Malaya serta sikap pendukung Indonesia selama proses pertandingan hingga kepulangan.
Ratusan pendukung Malaysia memang harus menunggu sekitar 1,5 jam di dalam stadion setelah laga. Namun, kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan agar mereka dapat meninggalkan GBK setelah kerumunan pendukung Indonesia berkurang. Polisi juga mengawal 120 pendukung Malaysia menggunakan empat bus Brimob menuju tempat penginapan.
Di tengah rivalitas panjang Indonesia dan Malaysia, pemberitaan tersebut menunjukkan bahwa manajemen keamanan dan pemisahan pendukung merupakan bagian penting untuk menjaga pertandingan tetap kondusif, meskipun sempat dilaporkan terjadi gesekan kecil di antara beberapa pendukung.

Posting Komentar untuk " Media Malaysia Memuji Keamanan dan Pendukung Indonesia di GBK"