Mendiang Raja Harald V Pernah Pamer Peti Mati Mewahnya Senilai Rp35 M

Oslo — Mendiang Raja Harald V dari Norwegia ternyata pernah secara terbuka membicarakan tempat peristirahatan terakhirnya bersama istrinya, Ratu Sonja. Sang raja bahkan sempat bergurau mengenai sarkofagus mewah yang nilainya mencapai sekitar 20 juta kroner atau setara Rp35 miliar tersebut dalam sebuah pidato pada 2024.

Harald V meninggal dunia pada 28 Agustus 2026 dalam usia 89 tahun. Pada Rabu (9/9/2026), Norwegia menggelar pemakaman kenegaraan untuk menghormati raja yang telah memimpin negara tersebut selama lebih dari tiga dekade.

Sarkofagus Seharga Rp35 Miliar

Sarkofagus yang menjadi tempat peristirahatan Harald V dan Ratu Sonja memiliki anggaran sekitar 20 juta kroner Norwegia, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp35 miliar. Berbeda dengan peti mati biasa, benda tersebut dirancang sebagai sarkofagus ganda yang nantinya akan digunakan oleh pasangan kerajaan. Desainnya dibuat oleh Snøhetta, firma arsitektur ternama asal Norwegia yang juga dikenal melalui proyek Oslo Opera House dan Bibliotheca Alexandrina di Mesir.

Sarkofagus tersebut disiapkan untuk ditempatkan di makam kerajaan di Benteng Akershus, Oslo, berdampingan dengan sarkofagus anggota keluarga kerajaan Norwegia sebelumnya.

Harald V Pernah Bergurau soal "Rumah Masa Depan"

Keberadaan anggaran khusus untuk sarkofagus kerajaan sempat menjadi bahan candaan Harald V. Dalam sebuah pidato pada Oktober 2024, Harald membuka pembicaraannya dengan menyebut kata "sarkofagus". Ia kemudian menyinggung adanya pos anggaran negara untuk membiayai tempat peristirahatan dirinya dan Ratu Sonja.

Harald bahkan mengaitkan istilah tersebut dengan piramida serta ruang pemakaman Mesir kuno. Pembicaraan itu disampaikan dengan nada ringan, menunjukkan sisi humor sang raja yang dikenal cukup dekat dengan masyarakat.

Meski demikian, rancangan sarkofagus tersebut tetap menjadi proyek serius. Istana Kerajaan Norwegia menyebut proses desain dilakukan dengan berkonsultasi bersama Harald dan Sonja.

Desainnya Dirahasiakan

Salah satu hal yang membuat sarkofagus tersebut menarik perhatian adalah desainnya yang selama bertahun-tahun tidak dipublikasikan secara luas. Sarkofagus ganda itu dibuat khusus untuk Harald dan Sonja serta dirancang agar dapat ditempatkan di kompleks makam kerajaan Akershus. Rancangan tersebut juga dibuat dengan mempertimbangkan tradisi kerajaan Norwegia.

Sarkofagus baru itu akan berada di dekat tempat peristirahatan anggota keluarga kerajaan sebelumnya, termasuk Raja Haakon VII dan Ratu Maud serta Raja Olav V dan Putri Märtha.

Raja Harald Dimakamkan di Akershus

Setelah meninggal pada 28 Agustus, jenazah Harald sempat disemayamkan di Istana Kerajaan Oslo. Peti matinya kemudian dipindahkan ke kapel kerajaan dalam sebuah prosesi yang diikuti anggota keluarga kerajaan.

Pada 9 September, peti mati Harald dibawa dari Istana Kerajaan menuju Katedral Oslo. Upacara pemakaman kenegaraan dimulai pukul 13.00 waktu setempat dan dihadiri keluarga kerajaan, pejabat negara, serta sejumlah kepala negara dan anggota keluarga kerajaan dari berbagai negara.

Setelah upacara keagamaan selesai, peti mati dibawa menuju Benteng Akershus untuk menjalani prosesi pemakaman secara lebih tertutup. Jenazah Harald kemudian ditempatkan di ruang bawah tanah kapel kerajaan.

Bukan Sekadar Peti Mati Biasa

Penggunaan istilah sarkofagus menjadi penting karena tempat peristirahatan tersebut bukan sekadar peti mati yang digunakan untuk prosesi pemakaman.

Sarkofagus tersebut merupakan bagian dari arsitektur makam kerajaan dan dirancang untuk menjadi tempat peristirahatan Harald V dan Ratu Sonja dalam jangka panjang. Nilai proyek yang mencapai sekitar Rp35 miliar juga mencerminkan kompleksitas desain dan statusnya sebagai bagian dari warisan kerajaan Norwegia.

Meski harganya fantastis, Harald sendiri justru pernah membicarakan proyek tersebut dengan humor. Hal itu menjadi salah satu cerita menarik yang kembali muncul ketika Norwegia mengantarkan sang raja ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Tradisi Pemakaman Kerajaan Norwegia

Pemakaman Harald V juga memperlihatkan kuatnya tradisi kerajaan Norwegia. Saat peti matinya berada di istana, berbagai simbol kerajaan ditempatkan dalam prosesi penghormatan, termasuk mahkota dan perlengkapan kerajaan lainnya.

Namun, terdapat perbedaan dengan sejumlah pemakaman anggota keluarga kerajaan sebelumnya. Istana tidak merilis foto Harald dalam keadaan berada di dalam peti mati yang terbuka kepada publik, berbeda dengan tradisi yang pernah dilakukan pada beberapa anggota keluarga kerajaan Norwegia terdahulu.

Dengan dimakamkannya Harald V di Akershus, berakhir pula perjalanan lebih dari 35 tahun pemerintahannya sebagai raja Norwegia. Ia meninggalkan Ratu Sonja, dua anak, serta cucu-cucunya, sementara takhta kini diteruskan oleh putranya, Raja Haakon VIII.

Sarkofagus senilai Rp35 miliar tersebut pada akhirnya menjadi bagian terakhir dari perjalanan Harald V—sebuah tempat peristirahatan yang pernah ia bicarakan sendiri dengan nada bercanda, tetapi kini benar-benar menjadi bagian dari sejarah kerajaan Norwegia.

Posting Komentar untuk "Mendiang Raja Harald V Pernah Pamer Peti Mati Mewahnya Senilai Rp35 M"