Neta Bakal Selamat dari Kebangkrutan, Lanjut Produksi Mobil Listrik
Jakarta – Masa depan Neta sebagai salah satu merek mobil listrik asal China masih menjadi perhatian setelah perusahaan induknya, Hozon Auto, menghadapi tekanan keuangan dan menjalani proses restrukturisasi. Kondisi tersebut sebelumnya berdampak langsung terhadap operasional Neta, termasuk penghentian sementara produksi mobil listriknya di Indonesia.
Meski demikian, Neta belum sepenuhnya meninggalkan pasar Indonesia. Komunikasi antara Neta dengan mitra manufakturnya, PT Handal Indonesia Motor (HIM), masih berlangsung. Kelanjutan produksi di Indonesia pada akhirnya akan sangat bergantung pada keputusan prinsipal Neta di China.
Produksi Neta di Indonesia Masih Berhenti
PT Handal Indonesia Motor sebelumnya mengonfirmasi bahwa lini produksi Neta di fasilitasnya telah dihentikan sejak 2025. Pada Agustus 2026, Presiden Direktur HIM Denny Siregar menyebut komunikasi dengan pihak Neta masih berjalan, meskipun belum ada kepastian kapan aktivitas perakitan akan kembali dimulai.
"Neta saat ini di sananya (China) sedang dalam satu kondisi," kata Denny, seraya menjelaskan bahwa komunikasi antara HIM dan Neta masih berlangsung. Artinya, penghentian produksi yang terjadi saat ini belum otomatis berarti Neta keluar dari Indonesia. Keputusan mengenai masa depan produksi tetap berada pada pihak prinsipal.
Induk Neta Jalani Restrukturisasi
Persoalan Neta bermula dari kondisi perusahaan induknya, Hozon Auto. Perusahaan tersebut menjalani proses restrukturisasi sejak 2025 di tengah tekanan finansial dan persaingan industri kendaraan listrik China yang semakin ketat.
Neta Indonesia sebelumnya menyatakan restrukturisasi Hozon Auto diharapkan dapat diselesaikan pada pertengahan 2026. Perusahaan juga menyampaikan komitmen untuk tetap melayani konsumen Indonesia serta melakukan penyesuaian terhadap jaringan dealer dan lini produknya.
Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan produksi di Indonesia masih belum kembali berjalan. Pernyataan HIM pada Agustus 2026 menjadi indikasi bahwa kelanjutan aktivitas manufaktur masih menunggu keputusan dari pihak Neta di China.
Pernah Produksi Neta V-II dan Neta X
Neta sebelumnya cukup serius membangun basis produksi lokal di Indonesia. Perusahaan menggandeng PT Handal Indonesia Motor untuk merakit kendaraan secara completely knocked down (CKD) di fasilitas Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.
Perakitan lokal dimulai pada April 2024 dengan Neta V-II sebagai salah satu model pertama yang diproduksi di Indonesia. Setelah itu, Neta X juga dirakit di fasilitas yang sama. Kehadiran fasilitas produksi lokal tersebut menjadi bagian penting dari strategi Neta untuk memperluas pasar kendaraan listrik Indonesia sekaligus memenuhi kebutuhan produksi domestik.
Penjualan Neta di Indonesia Ikut Tertekan
Tekanan terhadap perusahaan juga terjadi ketika penjualan Neta di Indonesia mengalami penurunan. Berdasarkan data Gaikindo yang dikutip detikOto, penjualan retail Neta turun dari 570 unit pada 2024 menjadi 406 unit pada 2025. Penurunan tersebut terjadi ketika persaingan kendaraan listrik di Indonesia semakin ramai dengan masuknya berbagai merek China dan produsen global lainnya.
Situasi tersebut membuat keberlangsungan bisnis Neta di Indonesia tidak hanya bergantung pada kemampuan perusahaan induk menyelesaikan restrukturisasi, tetapi juga pada strategi baru untuk kembali mendapatkan konsumen.
Industri Mobil Listrik China Sedang Mengalami Konsolidasi
Masalah yang dihadapi Neta juga tidak berdiri sendiri. Industri kendaraan listrik China tengah mengalami persaingan yang sangat ketat, perang harga dan konsolidasi. Laporan Rest of World pada Februari 2026 menyebut hanya sebagian kecil dari puluhan merek kendaraan listrik China yang diperkirakan mampu mempertahankan profitabilitas hingga akhir dekade. Sejumlah perusahaan kendaraan listrik China juga telah menghentikan operasional atau mengalami kebangkrutan dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi tersebut membuat produsen kendaraan listrik China semakin agresif mencari pasar di luar negeri. Ekspor kendaraan listrik China bahkan mencapai sekitar 3,43 juta unit pada 2025, meningkat hampir tiga perempat dibandingkan 2024 menurut data China Passenger Car Association yang dikutip laporan tersebut.
Neta Masih Punya Peluang Kembali Produksi
Bagi Neta Indonesia, fakta bahwa komunikasi dengan Handal masih berlangsung membuka kemungkinan aktivitas produksi kembali berjalan. Namun, sampai Agustus 2026, belum ada kepastian mengenai tanggal dimulainya kembali perakitan.
Dengan demikian, istilah "selamat dari kebangkrutan" perlu dipahami secara hati-hati. Neta memang masih menjalani proses restrukturisasi dan tetap mempertahankan keberadaan mereknya, tetapi belum ada konfirmasi bahwa seluruh persoalan finansial perusahaan induk telah selesai. Keputusan mengenai model baru, volume produksi, jaringan distribusi, hingga strategi pasar Indonesia masih menunggu perkembangan dari prinsipal.
Bagaimana Nasib Pemilik Neta di Indonesia?
Di tengah ketidakpastian produksi, layanan kepada pemilik kendaraan menjadi salah satu perhatian utama. Sebelumnya, Neta Indonesia menyatakan tetap menyediakan suku cadang dan mempertahankan kebijakan garansi bagi konsumennya.
Pada awal 2026, Neta juga melakukan penyesuaian jaringan layanan purnajual. Beberapa titik layanan tetap disiapkan, termasuk melalui mitra layanan yang ditunjuk. Perusahaan menyatakan stok suku cadang tersedia dan kebijakan garansi tetap dijalankan. Hal tersebut menjadi penting karena keberlangsungan layanan purnajual merupakan salah satu faktor yang menentukan kepercayaan konsumen ketika sebuah merek menghadapi restrukturisasi.
Menunggu Keputusan dari China
Untuk saat ini, masa depan Neta di Indonesia masih berada dalam fase menunggu. HIM telah mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan Neta tetap berjalan, tetapi keputusan mengenai apakah lini produksi akan kembali beroperasi harus datang dari prinsipal.
Jika restrukturisasi Hozon Auto berhasil membawa perusahaan kembali ke kondisi operasional yang stabil, Neta masih memiliki peluang untuk melanjutkan ekspansi kendaraan listriknya, termasuk mempertimbangkan kembali produksi lokal.
Namun, hingga 18 September 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal dimulainya kembali produksi Neta di Indonesia. Karena itu, kabar mengenai kelanjutan produksi perlu dibedakan dari kepastian bahwa pabrik sudah kembali beroperasi. Perkembangan berikutnya akan sangat ditentukan oleh hasil restrukturisasi Hozon Auto, keputusan prinsipal Neta, serta strategi perusahaan menghadapi persaingan pasar mobil listrik yang semakin ketat.

Posting Komentar untuk " Neta Bakal Selamat dari Kebangkrutan, Lanjut Produksi Mobil Listrik"