Penerbangan Internasional ke Soetta Dialihkan ke 5 Bandara Alternatif
JAKARTA – Pemerintah menyiapkan lima bandara alternatif untuk mengantisipasi terganggunya penerbangan menuju dan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, menyusul penutupan sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Lima bandara yang disiapkan adalah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), serta Bandara Adi Soemarmo di Solo.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kelima bandara tersebut dibuka untuk mendukung kelancaran penerbangan selama operasional sejumlah bandara yang terdampak abu vulkanik belum memungkinkan.
Kelima bandara alternatif tersebut juga dioperasikan selama 24 jam sehingga maskapai memiliki pilihan untuk mengalihkan penerbangan, baik untuk pendaratan maupun keberangkatan.
Soetta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Gangguan penerbangan terjadi setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan menyemburkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah.
Sebaran abu vulkanik tersebut menjadi ancaman bagi keselamatan penerbangan karena partikel abu dapat mengganggu mesin pesawat. Kondisi angin dan arah pergerakan abu juga terus berubah sehingga pemerintah melakukan pemantauan secara berkala sebelum memutuskan pembukaan kembali bandara.
Bandara Soetta menjadi salah satu bandara yang paling terdampak karena merupakan pintu utama penerbangan internasional Indonesia. Pada Minggu, 6 September 2026, InJourney Airports mencatat sebanyak 1.039 penerbangan di Soetta terdampak. Angka tersebut merupakan akumulasi pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan.
Dari jumlah tersebut, terdapat 746 penerbangan domestik, 272 penerbangan internasional, dan 21 penerbangan kargo, dengan total sekitar 166.351 penumpang terdampak. Gangguan penerbangan internasional juga terjadi pada sejumlah rute, termasuk penerbangan dari dan menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.
Lima Bandara Alternatif Dibuka 24 Jam
Untuk mengurangi dampak penutupan Soetta, Kementerian Perhubungan memberikan keleluasaan kepada maskapai untuk menggunakan lima bandara alternatif.
Berikut lima bandara yang disiapkan:
1. Bandara Kertajati
Bandara Internasional Jawa Barat atau BIJB Kertajati di Majalengka menjadi salah satu alternatif utama karena lokasinya relatif dekat dengan Jakarta dan memiliki fasilitas untuk melayani penerbangan internasional.
Kertajati juga telah digunakan untuk menerima penerbangan internasional yang dialihkan dari Soetta. Dua penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi, misalnya, dialihkan ke Kertajati setelah Soetta terdampak abu vulkanik.
2. Bandara Juanda
Bandara Internasional Juanda di Surabaya juga disiapkan untuk menerima penerbangan yang sebelumnya dijadwalkan menuju Soetta. Bandara ini memiliki kapasitas dan fasilitas penerbangan internasional sehingga dapat menjadi salah satu pilihan ketika maskapai membutuhkan lokasi alternatif untuk mendarat atau memberangkatkan penumpang.
Namun, Juanda sendiri juga mengalami dampak gangguan penerbangan akibat efek berantai penutupan sejumlah bandara. Pengelola Juanda sebelumnya mencatat puluhan penerbangan terdampak akibat situasi erupsi Anak Krakatau.
3. Bandara Ahmad Yani Semarang
Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang turut dibuka selama 24 jam sebagai alternatif. Pengoperasian bandara ini memberikan pilihan bagi maskapai untuk mengalihkan penerbangan menuju wilayah Jawa Tengah apabila kondisi Soetta belum memungkinkan untuk kembali beroperasi normal.
4. Yogyakarta International Airport
Yogyakarta International Airport atau YIA juga masuk dalam daftar bandara alternatif. Bandara yang berada di Kulon Progo tersebut disiapkan untuk melayani penerbangan yang dialihkan, termasuk sebagai titik keberangkatan maupun pendaratan sesuai kebutuhan operasional maskapai.
5. Bandara Adi Soemarmo Solo
Bandara Adi Soemarmo di Solo menjadi alternatif kelima yang disiapkan pemerintah. Sama seperti empat bandara lainnya, Adi Soemarmo dioperasikan selama 24 jam untuk memberikan fleksibilitas kepada maskapai dalam mengatur ulang penerbangan yang terdampak.
Kemenhub menegaskan keputusan menggunakan bandara alternatif tetap diserahkan kepada masing-masing maskapai dengan mempertimbangkan jadwal, kesiapan pesawat, kondisi operasional dan pelayanan kepada penumpang.
Penumpang Dialihkan dengan Bus dan Kereta Gratis
Pengalihan penerbangan tidak hanya menyangkut perubahan lokasi pendaratan atau keberangkatan pesawat. Pemerintah juga menyiapkan transportasi darat bagi penumpang yang penerbangannya dipindahkan dari Soetta menuju salah satu bandara alternatif.
Kemenhub bersama InJourney Airports menyediakan bus dan kereta api secara gratis untuk membantu penumpang menuju bandara pengganti.
Transportasi tersebut disiapkan melalui koordinasi antara InJourney Airports dan maskapai penerbangan. Penumpang yang penerbangannya benar-benar dialihkan akan mendapatkan informasi mengenai lokasi bandara baru serta moda transportasi yang tersedia.
InJourney Airports juga telah menyiapkan bus untuk membantu mobilitas penumpang terdampak. Pada tahap awal, delapan bus disiapkan atau dua bus untuk masing-masing tujuan, dengan keberangkatan awal pada Minggu malam dan jumlahnya dapat ditambah sesuai kebutuhan.
Maskapai Berhak Menentukan Pengalihan
Kemenhub menegaskan bahwa keberadaan lima bandara alternatif bukan berarti seluruh penerbangan Soetta otomatis dipindahkan ke bandara tersebut. Maskapai akan menentukan sendiri penerbangan mana yang dialihkan dengan mempertimbangkan kondisi pesawat, jadwal, rute, kesiapan bandara tujuan, serta kondisi operasional secara keseluruhan.
Karena itu, penumpang diminta tidak langsung menuju salah satu bandara alternatif tanpa memperoleh pemberitahuan resmi dari maskapai.
Informasi perubahan jadwal dan lokasi keberangkatan akan disampaikan langsung kepada penumpang oleh masing-masing maskapai. Pemerintah juga memberikan pilihan kepada penumpang untuk melanjutkan perjalanan melalui bandara alternatif atau membatalkan penerbangan apabila perubahan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka.
Penumpang Bisa Pilih Refund atau Reschedule
Selain pengalihan penerbangan, pemerintah memastikan penumpang yang terdampak memiliki hak untuk melakukan refund atau reschedule. Menhub Dudy Purwagandhi meminta seluruh maskapai memfasilitasi hak tersebut bagi penumpang yang penerbangannya terganggu akibat penutupan bandara karena erupsi Anak Krakatau.
Kemenhub juga menyatakan refund untuk penerbangan yang dibatalkan akibat kondisi operasional bandara terdampak abu vulkanik berlaku 100 persen.
Kebijakan tersebut dimaksudkan agar penumpang tidak menanggung kerugian akibat gangguan penerbangan yang terjadi karena faktor keselamatan.
Lebih dari 1.500 Penerbangan Terdampak
Gangguan penerbangan akibat abu vulkanik Anak Krakatau tidak hanya terjadi di Soetta. Pemerintah sebelumnya mencatat 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan delapan bandara. Dampaknya mencakup penerbangan keberangkatan dan kedatangan, dengan sekitar 170.000 penumpang terdampak.
Delapan bandara yang terdampak meliputi:
- Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
- Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
- Bandara Radin Inten II, Lampung
- Bandara Husein Sastranegara, Bandung
- Bandara Budiarto, Curug, Tangerang
- Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
- Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
- Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan
Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan karena abu vulkanik dapat membahayakan operasi pesawat.
Keselamatan Jadi Prioritas
Pemerintah menegaskan bahwa keputusan menghentikan sementara operasi sejumlah bandara dilakukan berdasarkan pertimbangan keselamatan penerbangan. Sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin. Karena itu, kondisi ruang udara dan bandara harus terus dipantau sebelum penerbangan kembali diperbolehkan.
Pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan abu vulkanik untuk menentukan langkah berikutnya.
Dengan dibukanya lima bandara alternatif selama 24 jam, pemerintah berharap mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan meskipun penerbangan melalui sejumlah bandara utama terganggu.
Bagi penumpang yang memiliki penerbangan internasional dari atau menuju Soetta, langkah paling penting adalah menunggu pemberitahuan resmi dari maskapai. Jangan langsung berangkat ke Kertajati, Juanda, Semarang, YIA atau Solo sebelum memperoleh kepastian mengenai lokasi penerbangan pengganti. Kondisi penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan erupsi, arah angin dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

Posting Komentar untuk " Penerbangan Internasional ke Soetta Dialihkan ke 5 Bandara Alternatif"