Saudi Cegat Drone Houthi di Dekat Mekkah sampai KBRI Rilis Imbauan

Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang menurut otoritas setempat diluncurkan oleh kelompok Houthi dari Yaman dan bergerak menuju wilayah udara terbatas di sekitar Kota Mekkah. Insiden tersebut terjadi pada Selasa (15/9/2026) malam waktu setempat dan memicu keluarnya peringatan keamanan di sejumlah wilayah.

Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh turut mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi agar tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi otoritas setempat apabila menerima peringatan darurat.

Drone Dicegat Sebelum Memasuki Wilayah Udara Mekkah

Juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk Yaman, Brigadir Jenderal Turki Al-Malki, mengatakan pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone pada Selasa sekitar pukul 18.50 waktu setempat.

Drone tersebut disebut terdeteksi dan dicegat di bagian selatan Kota Mekkah sebelum memasuki wilayah udara yang dilarang di sekitar kota suci tersebut. Keterangan ini juga diberitakan oleh Reuters berdasarkan pernyataan koalisi pimpinan Saudi.

Saudi menyatakan drone tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Pemerintah Saudi menilai insiden tersebut sebagai ancaman serius karena terjadi di sekitar salah satu kota paling suci bagi umat Islam. Al-Malki menegaskan keamanan dua masjid suci serta para jemaah merupakan garis merah bagi Saudi. Koalisi juga menyatakan akan mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menghadapi ancaman tersebut.

Houthi Bantah Menargetkan Mekkah

Di sisi lain, laporan Reuters menyebut sumber militer Houthi membantah bahwa kelompok tersebut mengancam Mekkah atau tempat-tempat suci umat Islam. Houthi memang mengklaim telah melakukan sejumlah serangan terhadap sasaran di wilayah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Namun, kelompok tersebut membantah tuduhan bahwa Mekkah menjadi sasaran serangan.

Karena itu, klaim mengenai tujuan spesifik drone tersebut masih perlu dibedakan antara versi otoritas Saudi dan pernyataan pihak Houthi.

Saudi Sebut Ini Upaya Kedua Menargetkan Mekkah

Menurut pihak Saudi, insiden drone pada 15 September 2026 merupakan upaya kedua yang dikaitkan dengan Houthi untuk menyerang Mekkah. Upaya pertama yang disebut otoritas Saudi terjadi pada 27 Juli 2017, ketika sebuah rudal balistik dilaporkan diluncurkan dari Yaman dan diarahkan menuju wilayah Mekkah. Saudi saat itu menyatakan rudal berhasil dicegat sebelum mencapai kota suci tersebut.

Saudi kembali menegaskan bahwa wilayah udara di sekitar Mekkah merupakan area yang sangat sensitif karena keberadaan Masjidil Haram dan aktivitas jutaan umat Islam dari berbagai negara.

Peringatan Darurat Sempat Muncul di Mekkah, Jeddah dan Taif

Insiden drone tersebut terjadi ketika otoritas Arab Saudi meningkatkan peringatan keamanan di sejumlah wilayah. Peringatan darurat sempat dikeluarkan untuk wilayah Mekkah, Jeddah, dan Taif pada Selasa (15/9). Reuters melaporkan peringatan tersebut merupakan salah satu peringatan keamanan paling luas yang dikeluarkan Saudi di tengah meningkatnya serangan di kawasan.

Laporan lain menyebut peringatan tersebut berlangsung relatif singkat. Masyarakat yang menerima peringatan diminta berlindung di dalam bangunan, menjauhi area terbuka, serta mengikuti petunjuk keselamatan dari otoritas. Pengendara juga diminta menepi dan tidak berhenti di sekitar jembatan atau bangunan tinggi ketika peringatan dikeluarkan.

KBRI Riyadh Keluarkan Imbauan untuk WNI

Situasi keamanan tersebut turut mendapat perhatian pemerintah Indonesia. KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI yang berada di Arab Saudi untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi otoritas setempat apabila menerima pesan peringatan darurat.

WNI yang mendapatkan peringatan diminta segera mencari tempat aman di dalam bangunan dan menjauh dari jendela. KBRI juga mengingatkan WNI agar tidak melakukan tindakan yang dapat meningkatkan risiko keselamatan ketika terjadi situasi darurat. KBRI Riyadh juga memiliki kanal layanan bagi WNI melalui portal resminya, termasuk layanan pelaporan diri dan informasi kontak perwakilan.

WNI Diminta Tidak Menyebarkan Rekaman Aktivitas Rudal dan Drone

Dalam imbauan yang beredar, WNI di Arab Saudi juga diminta tidak merekam maupun menyebarluaskan video terkait aktivitas rudal dan drone di wilayah tersebut. Langkah tersebut penting karena penyebaran informasi mengenai pergerakan sistem pertahanan, lokasi jatuhnya puing, maupun aktivitas militer dapat menimbulkan risiko keamanan dan berpotensi melanggar ketentuan setempat.

WNI yang berada di wilayah terdampak juga dianjurkan memantau informasi dari otoritas Saudi dan kanal resmi Perwakilan RI, bukan mengandalkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Ketegangan Saudi-Houthi Kembali Meningkat

Pencegatan drone di dekat Mekkah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi. Dalam beberapa hari terakhir, Houthi mengklaim melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi. Kelompok tersebut menyatakan serangan dilakukan sebagai respons terhadap serangan udara Saudi terhadap posisi mereka di Yaman.

Reuters juga melaporkan bahwa konflik yang lebih luas di kawasan telah membuat Arab Saudi menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks, termasuk serangan terhadap infrastruktur dan jalur transportasi strategis. Situasi tersebut tidak hanya berdampak terhadap keamanan Saudi, tetapi juga menambah tekanan terhadap jalur perdagangan dan energi di kawasan Laut Merah serta sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Pemerintah Indonesia Pantau Situasi Timur Tengah

Imbauan KBRI Riyadh merupakan bagian dari langkah perlindungan WNI di tengah dinamika keamanan kawasan. Pemerintah Indonesia sebelumnya juga meminta masyarakat yang hendak melakukan perjalanan atau transit di kawasan Timur Tengah untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan apabila memungkinkan hingga situasi lebih kondusif.

Dalam kondisi darurat, pemerintah menyediakan kanal hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri serta nomor hotline perwakilan RI di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.

Apa yang Perlu Dilakukan WNI di Arab Saudi?

Dengan meningkatnya peringatan keamanan, WNI di Arab Saudi sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
  • Segera masuk ke dalam bangunan apabila menerima peringatan darurat.
  • Menjauh dari jendela dan area terbuka ketika terdapat ancaman rudal atau drone.
  • Mengikuti instruksi otoritas Saudi mengenai lokasi aman dan pembatasan aktivitas.
  • Tidak mendekati lokasi jatuhnya puing drone, rudal, atau benda mencurigakan.
  • Tidak merekam atau menyebarluaskan aktivitas militer yang dapat menimbulkan risiko keamanan.
  • Memantau informasi KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, dan Kementerian Luar Negeri RI untuk mendapatkan informasi resmi.

Kesimpulan

Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan drone yang diduga diluncurkan Houthi di selatan Mekkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang pada Selasa (15/9/2026) malam. Saudi menyebut kejadian tersebut sebagai upaya kedua yang dikaitkan dengan ancaman terhadap Mekkah setelah insiden rudal pada 2017.

Namun, Houthi membantah bahwa mereka menargetkan Mekkah atau tempat-tempat suci. Karena itu, detail mengenai tujuan sebenarnya dari drone tersebut masih perlu dilihat berdasarkan perkembangan informasi dan bukti lebih lanjut. Di tengah situasi tersebut, KBRI Riyadh meminta WNI di Arab Saudi untuk tetap tenang, mengikuti peringatan resmi, berlindung di tempat aman ketika alarm dikeluarkan, serta menghindari penyebaran rekaman aktivitas rudal maupun drone.

Posting Komentar untuk " Saudi Cegat Drone Houthi di Dekat Mekkah sampai KBRI Rilis Imbauan"