Sopir Taksi Terseret Mobil Listrik di Tol Tomang, Dipicu Perselisihan

Video seorang sopir taksi terseret mobil listrik di kawasan Tol Jakarta-Tangerang, tepatnya di exit Gerbang Tol Tomang arah Timur, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi setelah dua kendaraan terlibat kecelakaan dan berujung perselisihan antara kedua pengemudi. Insiden terjadi pada Sabtu, 19 September 2026 sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam video yang beredar, seorang sopir taksi terlihat bergelantungan di bagian pintu mobil listrik yang kemudian tetap melaju hingga sopir tersebut terseret sekitar 50 meter.

Polisi kemudian menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari tabrakan antara mobil listrik BYD dan taksi listrik Green SM. Perselisihan muncul setelah pengemudi taksi berusaha meminta pertanggungjawaban atas kerusakan kendaraannya.

Berawal dari Tabrakan di Exit Tol Tomang

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto menjelaskan, kecelakaan melibatkan mobil listrik BYD bernomor polisi B-1366-AZL yang dikemudikan Agustam (56) dan taksi listrik Green SM bernomor polisi B-1070-SLF yang dikemudikan Budi Hendra (53).

Kedua kendaraan diketahui melaju searah di Jalan Tol Jakarta-Tangerang. Ketika berada di sekitar keluaran Gerbang Tol Tomang arah Timur, mobil BYD menabrak bagian belakang taksi Green SM yang berada di depannya. Akibat benturan tersebut, bagian bemper belakang kanan taksi mengalami kerusakan dan penyok.

Peristiwa yang awalnya merupakan kecelakaan lalu lintas itu kemudian berkembang menjadi perselisihan ketika pengemudi taksi berusaha meminta pertanggungjawaban kepada pengemudi mobil listrik.

Sopir Taksi Mengikuti Mobil BYD

Panit Laka Lantas Jakarta Barat Ipda Deddy Mohammadi mengatakan, setelah terjadi senggolan, pengemudi taksi Green SM berusaha meminta pertanggungjawaban. Namun, situasi tidak langsung terselesaikan. Pengemudi BYD disebut kembali melanjutkan perjalanan sehingga pengemudi taksi kemudian mengikuti kendaraan tersebut.

Menurut keterangan polisi, Budi kemudian mendekati mobil BYD dan membuka pintu bagian depan sebelah kiri untuk meminta pertanggungjawaban. Situasi menjadi berbahaya ketika mobil BYD kembali bergerak sementara Budi masih berada di dekat pintu kendaraan.

Sopir Terseret Sekitar 50 Meter

Ketika mobil BYD kembali melaju, Budi masih berpegangan pada bagian pintu. Akibatnya, ia ikut terbawa kendaraan dan terseret hingga sekitar 50 meter. Momen tersebut kemudian terekam kamera dan videonya beredar luas di media sosial. Rekaman memperlihatkan sopir taksi berada di sisi kendaraan sambil berpegangan ketika mobil listrik tetap berjalan.

Polisi menyebut jarak sekitar 50 meter tersebut berdasarkan keterangan yang diberikan Budi. Meski mengalami kejadian yang cukup berbahaya, Budi dilaporkan tidak mengalami luka. Polisi juga memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Polisi Periksa Sopir Taksi

Setelah video kejadian viral, polisi mendatangi pool taksi Green SM di kawasan Jalan H Saba, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Petugas menemui Budi untuk meminta keterangan mengenai kecelakaan dan kejadian setelah tabrakan. Polisi juga memastikan kondisi pengemudi taksi tersebut.

"Dia enggak apa-apa, enggak ada luka," kata Ipda Deddy Mohammadi mengenai kondisi Budi setelah kejadian. Keterangan dari Budi menjadi salah satu bahan polisi untuk menyusun kronologi secara lebih lengkap.

Polisi Telusuri Pengemudi BYD

Selain mendatangi pool taksi, polisi juga menelusuri keberadaan pengemudi mobil BYD. Petugas sempat mendatangi alamat yang tercantum pada identitas pengemudi. Dalam perkembangan selanjutnya, polisi berhasil menangani perkara tersebut dan kedua pihak disebut telah menyelesaikannya melalui mediasi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jakarta Barat AKP Joko Siswanto mengatakan perkara tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Sempat Menyerahkan KTP

Dalam penanganan awal, pengemudi BYD disebut sempat memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai jaminan setelah insiden tersebut. Polisi kemudian menggunakan data tersebut untuk menelusuri keberadaannya. Setelah video kejadian menjadi perhatian publik, petugas juga mendatangi rumah pengemudi berdasarkan alamat yang tercantum dalam identitas tersebut. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keterangan dari kedua pihak dan mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi.

Tidak Ada Korban Luka

Meski video menunjukkan situasi yang terlihat berbahaya, polisi menyatakan tidak terdapat korban luka maupun korban meninggal dunia. Kerusakan kendaraan yang dilaporkan terjadi adalah pada bagian bemper belakang kanan taksi Green SM akibat benturan dengan mobil BYD. Sementara itu, polisi tetap melakukan pendalaman terhadap penyebab kecelakaan dan rangkaian kejadian setelah tabrakan.

Polisi Dalami Penyebab Awal Kecelakaan

Perlu dibedakan antara penyebab kecelakaan dan kejadian setelah kecelakaan. Polisi menyebut insiden awal bermula dari kendaraan BYD yang menabrak bagian belakang taksi Green SM. Adapun perselisihan terjadi setelah pengemudi taksi berusaha meminta pertanggungjawaban atas kerusakan kendaraan.

Polisi sebelumnya menyatakan penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Dengan demikian, kesimpulan mengenai faktor lain yang mungkin berperan dalam tabrakan harus menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

Kronologi Singkat Kejadian

Jika dirangkum berdasarkan keterangan kepolisian, rangkaian peristiwa tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sabtu, 19 September 2026 sekitar pukul 11.30 WIB, mobil BYD dan taksi Green SM melaju di Jalan Tol Jakarta-Tangerang.
  • Mobil BYD menabrak bagian belakang taksi Green SM di sekitar exit Gerbang Tol Tomang arah Timur.
  • Bemper belakang kanan taksi mengalami kerusakan.
  • Pengemudi taksi berusaha meminta pertanggungjawaban kepada pengemudi BYD.
  • Kedua kendaraan kemudian terlibat perselisihan dan pengemudi BYD kembali melaju.
  • Pengemudi taksi berada di dekat pintu mobil BYD dan masih berpegangan ketika kendaraan tersebut bergerak.
  • Budi kemudian terseret sekitar 50 meter.
  • Polisi mendatangi pool taksi untuk meminta keterangan dan menelusuri keberadaan pengemudi BYD.

Dalam perkembangan terbaru, kedua pihak disebut telah menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi secara kekeluargaan.

Pentingnya Menyelesaikan Perselisihan Setelah Kecelakaan

Kecelakaan lalu lintas dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih serius ketika pihak yang terlibat tidak segera menenangkan situasi. Dalam kasus di Tol Tomang ini, persoalan yang awalnya berupa benturan kendaraan kemudian berkembang menjadi perselisihan hingga salah satu pengemudi terseret kendaraan.

Ketika terjadi kecelakaan, pengemudi sebaiknya mengutamakan keselamatan, menghentikan kendaraan di lokasi yang aman apabila memungkinkan, dan mengikuti prosedur penanganan kecelakaan. Dokumentasi kondisi kendaraan serta menghubungi petugas juga dapat membantu proses penyelesaian. Terlebih kecelakaan terjadi di kawasan jalan tol yang memiliki arus kendaraan dengan kecepatan relatif tinggi. Upaya mengejar atau menghentikan kendaraan secara langsung dapat menciptakan risiko tambahan bagi pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.

Kasus Berakhir dengan Mediasi

Peristiwa sopir taksi terseret mobil listrik di Tol Tomang menjadi perhatian karena terekam kamera dan tersebar luas di media sosial. Namun, berdasarkan perkembangan terbaru dari kepolisian, perkara tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi. Meski tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa, kejadian tersebut menunjukkan bagaimana kecelakaan lalu lintas yang awalnya berupa benturan kendaraan dapat berubah menjadi situasi berbahaya ketika terjadi perselisihan.

Polisi tetap menjadi pihak yang berwenang untuk menangani dan memastikan rangkaian kejadian berdasarkan bukti serta keterangan para pihak. Sementara bagi pengguna jalan, keselamatan tetap menjadi hal utama ketika menghadapi kecelakaan atau perselisihan di jalan tol.

Posting Komentar untuk " Sopir Taksi Terseret Mobil Listrik di Tol Tomang, Dipicu Perselisihan"