Viral Sopir TransJakarta Ugal-ugalan, Rem Mendadak-Penumpang Jatuh

Video dan keluhan mengenai perilaku pengemudi transportasi umum di Jakarta kembali menjadi sorotan. Kali ini, perilaku berkendara yang dinilai terlalu agresif hingga melakukan pengereman mendadak menjadi perhatian karena dapat membuat penumpang kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Keluhan mengenai pengemudi yang mengemudikan bus atau angkutan umum secara agresif sebenarnya bukan persoalan baru. Dalam beberapa pemberitaan dan kesaksian penumpang, pengereman mendadak serta laju kendaraan yang berubah secara tiba-tiba disebut membuat penumpang harus berpegangan erat agar tidak terjatuh.

Di sisi lain, isu keselamatan transportasi publik kembali mendapat perhatian setelah pada September 2026 anggota DPRD DKI Jakarta menyoroti keluhan masyarakat terhadap sopir JakLingko yang dinilai ugal-ugalan. Meski JakLingko dan TransJakarta merupakan layanan yang berbeda, TransJakarta merupakan pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan ekosistem transportasi tersebut.

Rem Mendadak Bisa Membahayakan Penumpang

Bus merupakan kendaraan berukuran besar yang membawa banyak penumpang dalam satu perjalanan. Ketika kendaraan melakukan pengereman secara tiba-tiba, penumpang yang sedang berdiri atau belum memegang pegangan dengan kuat dapat kehilangan keseimbangan. Risikonya semakin besar ketika bus sedang melaju dengan kecepatan relatif tinggi kemudian harus mengurangi kecepatan secara mendadak.

Dalam pengalaman yang diberitakan sebelumnya, penumpang TransJakarta mengaku beberapa kali tersentak ketika pengemudi menginjak rem secara tiba-tiba. Kondisi tersebut disebut terjadi berulang sepanjang perjalanan.

Pengalaman serupa juga pernah dicatat dalam laporan mengenai layanan TransJakarta. Penumpang mengeluhkan bus yang melaju kencang kemudian melakukan pengereman mendadak ketika mendekati halte.

Keluhan Sopir Ugal-ugalan Kembali Disorot

Pada 8 September 2026, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Ongen Sangaji, meminta lima wali kota administratif di Jakarta mencari solusi terhadap keluhan mengenai sopir JakLingko yang dinilai ugal-ugalan.

Ongen mengatakan keluhan tersebut ditemukan di berbagai wilayah Jakarta dan membuat pengguna transportasi umum merasa resah serta tidak nyaman. Ia juga meminta pengawasan dan penindakan terhadap pengemudi yang berkendara secara agresif.

Menurut Ongen, tidak semestinya pengemudi mengejar target penumpang dengan cara mengemudi secara agresif karena dapat membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya. Ia juga mendorong adanya koordinasi antara pemerintah kota, Suku Dinas Perhubungan, Dinas Perhubungan dan pihak terkait untuk memperkuat pengawasan.

Keselamatan Penumpang Harus Menjadi Prioritas

Transportasi publik pada dasarnya tidak hanya dituntut mampu membawa penumpang sampai tujuan dengan cepat, tetapi juga harus memberikan rasa aman dan nyaman. Kecepatan perjalanan tidak seharusnya menjadi alasan bagi pengemudi untuk melakukan manuver yang membahayakan. Pengemudi perlu mempertahankan jarak aman, mengantisipasi kendaraan di depan, serta mengurangi kecepatan secara bertahap ketika situasi memungkinkan.

Hal ini menjadi semakin penting karena penumpang bus memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada penumpang yang duduk, berdiri, membawa barang, lanjut usia, anak-anak, maupun kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Pengereman mendadak mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi dampaknya dapat serius apabila penumpang terjatuh dan mengalami cedera.

Bukan Berarti Setiap Pengereman Mendadak Kesalahan Sopir

Meski demikian, pengereman mendadak tidak selalu berarti pengemudi sengaja mengemudi ugal-ugalan. Pengemudi bus dapat menghadapi berbagai situasi di jalan, seperti kendaraan lain yang tiba-tiba memotong jalur, pejalan kaki, kendaraan yang berhenti mendadak, atau objek lain yang muncul di depan bus.

Dalam kondisi tertentu, pengereman keras justru diperlukan untuk mencegah kecelakaan yang lebih besar. Karena itu, penilaian terhadap sebuah video viral perlu dilakukan berdasarkan kronologi lengkap, rekaman kamera, keterangan penumpang, serta pemeriksaan dari pihak operator. Jangan sampai potongan video di media sosial langsung dianggap sebagai gambaran keseluruhan kejadian.

TransJakarta Punya Tantangan Keselamatan yang Besar

Sebagai salah satu moda transportasi utama Jakarta, layanan TransJakarta mengangkut penumpang dalam jumlah sangat besar setiap hari. Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan pengemudi dan penumpang menjadi sangat penting.

Riwayat kecelakaan yang melibatkan bus TransJakarta juga membuat isu mengenai perilaku pengemudi mendapat perhatian publik. Pada 2025, misalnya, TransJakarta sempat mengalami beberapa kecelakaan dalam satu bulan dan kemudian melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengaudit layanan busnya.

Karena itu, setiap laporan mengenai perilaku mengemudi yang membahayakan seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan hanya dianggap sebagai keluhan individual.

Pengawasan Pengemudi Perlu Diperketat

Salah satu langkah yang dapat dilakukan operator adalah memperkuat pemantauan perilaku pengemudi selama bertugas. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memantau sejumlah parameter, seperti kecepatan kendaraan, pengereman ekstrem, akselerasi mendadak, hingga pola berkendara.

Data tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi pengemudi yang berulang kali melakukan manuver berisiko. Operator kemudian dapat memberikan pembinaan, pelatihan ulang, atau tindakan disiplin sesuai hasil evaluasi. Pelatihan juga tidak cukup hanya dilakukan ketika pengemudi pertama kali mendapatkan izin mengemudi. Evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan standar keselamatan tetap diterapkan dalam operasional sehari-hari.

Penumpang Juga Perlu Memperhatikan Keselamatan

Dari sisi penumpang, beberapa langkah sederhana dapat mengurangi risiko cedera ketika bus bergerak. Penumpang yang berdiri sebaiknya selalu memegang pegangan yang tersedia, terutama ketika bus mulai bergerak atau memasuki area dengan banyak persimpangan.

Penumpang juga sebaiknya tidak berdiri terlalu dekat dengan pintu dan memperhatikan posisi tubuh ketika bus mulai mengurangi kecepatan. Bagi penumpang yang membawa anak-anak atau lansia, perhatian ekstra diperlukan karena mereka lebih mudah kehilangan keseimbangan ketika kendaraan mengerem.

Jika Mengalami Kejadian Serupa, Laporkan

Apabila penumpang mengalami perilaku mengemudi yang dinilai membahayakan, laporan sebaiknya disampaikan melalui kanal pengaduan resmi operator dengan menyertakan informasi selengkap mungkin. Informasi seperti waktu perjalanan, nomor atau identitas armada jika terlihat, lokasi kejadian, arah perjalanan, serta kronologi dapat membantu proses pemeriksaan.

Video juga dapat menjadi bahan pendukung apabila penumpang memang memiliki rekamannya. Namun, penyebaran video sebaiknya tetap memperhatikan konteks kejadian dan tidak langsung memberikan kesimpulan sebelum ada pemeriksaan.

Viral di Media Sosial Harus Diikuti Evaluasi

Kasus pengemudi yang disebut ugal-ugalan kembali menunjukkan bahwa kualitas transportasi publik tidak hanya diukur dari jumlah armada atau panjang jaringan layanan. Keselamatan, kenyamanan, dan kedisiplinan pengemudi merupakan bagian penting dari kualitas layanan.

Keluhan tentang pengereman mendadak dan gaya berkendara agresif perlu ditindaklanjuti secara serius, terutama apabila laporan serupa muncul berulang dari pengguna. Pada akhirnya, tujuan transportasi publik bukan sekadar membuat penumpang tiba lebih cepat. Yang paling penting adalah memastikan penumpang tiba di tujuan dengan selamat, nyaman, dan tanpa rasa takut selama perjalanan.

Posting Komentar untuk "Viral Sopir TransJakarta Ugal-ugalan, Rem Mendadak-Penumpang Jatuh"