Daihatsu Catat Lonjakan Penjualan 10 Persen
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatatkan pertumbuhan positif di sektor otomotif Indonesia. Penjualan ritel Daihatsu sepanjang kuartal III 2026 atau periode Juli hingga September mencapai 37.167 unit, meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 33.618 unit. Kinerja tersebut menunjukkan permintaan terhadap kendaraan Daihatsu masih cukup kuat, terutama untuk kendaraan yang digunakan sebagai penunjang aktivitas keluarga maupun bisnis.
Direktur Pemasaran & Direktur Fungsi Korporat PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan penjualan terlihat jelas dalam tiga bulan terakhir hingga September 2026. Dia menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap produk Daihatsu meskipun ada dinamika di pasar otomotif nasional. “Penjualan ritel Daihatsu pada Kuartal 3 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Rokky dalam rilis perusahaan.
Gran Max Jadi Penopang Utama
Di antara berbagai model yang ditawarkan, Gran Max Series menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan Daihatsu selama kuartal III 2026. Gran Max Series mencatat penjualan sebanyak 19.082 unit, meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 17.148 unit. Dengan capaian tersebut, Gran Max berkontribusi sekitar 51 persen dari total penjualan ritel Daihatsu pada kuartal III 2026.
Besarnya kontribusi Gran Max menunjukkan bahwa kendaraan komersial masih memiliki peran penting dalam penjualan Daihatsu. Model ini banyak digunakan untuk mendukung aktivitas usaha, distribusi barang, maupun kebutuhan mobilitas lainnya.
Penjualan Ayla dan Sigra Ikut Meningkat
Selain Gran Max, lini Low Cost Green Car (LCGC) Daihatsu yang terdiri atas Ayla dan Sigra juga memberikan kontribusi signifikan. Gabungan penjualan kedua model tersebut sepanjang Juli-September 2026 mencapai 11.023 unit. Angka tersebut tumbuh 9 persen dibandingkan kuartal III 2025 yang sebanyak 10.101 unit. Ayla dan Sigra secara bersama-sama memberikan kontribusi sekitar 30 persen terhadap total penjualan Daihatsu pada kuartal ketiga tahun ini. Kinerja ini menunjukkan bahwa kendaraan di segmen LCGC masih memiliki pangsa pasar yang kuat, terutama karena menawarkan harga yang relatif terjangkau dan biaya kepemilikan yang kompetitif.
Terios Tumbuh 6 Persen
Model lain yang berkontribusi signifikan adalah Daihatsu Terios. Sepanjang kuartal III 2026, Terios mencatat penjualan sebanyak 3.847 unit. Jumlah tersebut meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 3.633 unit. Terios memberikan kontribusi sekitar 10 persen terhadap total penjualan ritel Daihatsu selama periode Juli-September 2026.
Dengan demikian, ketiga kelompok model utama, yakni Gran Max Series, LCGC Ayla-Sigra, dan Terios, secara keseluruhan menyumbang sekitar 90 persen dari penjualan Daihatsu pada kuartal III 2026.
September Naik 8 Persen
Pertumbuhan Daihatsu juga terlihat jika penjualan September 2026 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Pada September 2026, Daihatsu membukukan penjualan ritel sebanyak 12.317 unit, naik sekitar 8 persen secara tahunan. Gran Max Series, Ayla-Sigra, dan Terios kembali menjadi kontributor utama.
Gran Max Series mencatat penjualan 6.489 unit pada September 2026, naik 5 persen dibandingkan September tahun lalu. Model ini menyumbang sekitar 53 persen dari total penjualan Daihatsu pada bulan tersebut. Sementara itu, penjualan gabungan Ayla dan Sigra mencapai 3.494 unit, tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terios juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat dengan penjualan 1.293 unit, meningkat 12 persen secara tahunan.
Tren Positif Telah Muncul Sejak Semester Pertama
Kinerja kuartal III ini meneruskan pola pertumbuhan Daihatsu yang sudah terlihat sejak bagian pertama 2026. Misalnya, pada Juni 2026, penjualan ritel Daihatsu mencapai 12.725 unit atau meningkat sekitar 27 persen dibandingkan dengan Juni 2025 yang tercatat 10.001 unit. Pangsa pasar Daihatsu pada bulan tersebut mencapai 17,1 persen.
Pada Juli 2026, penjualan ritel meraih 12.750 unit, tumbuh 13,6 persen dibandingkan dengan Juli tahun sebelumnya. Secara kumulatif dari Januari hingga Juli, penjualan Daihatsu mencapai 84.959 unit. Data sampai Agustus juga menunjukkan pola yang serupa. Penjualan ritel Daihatsu antara Januari hingga Agustus 2026 mencatat 97.059 unit, meningkat 9,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Dalam periode ini, Daihatsu tetap mempertahankan statusnya sebagai merek dengan penjualan ritel terbesar kedua di Indonesia, dengan pangsa pasar 16,3 persen.
Kebutuhan Kendaraan Keluarga dan Usaha Menjadi Pendorong
Daihatsu berpendapat bahwa pertumbuhan ini tidak terlepas dari berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Kendaraan penumpang tetap diperlukan untuk aktivitas keluarga dan perjalanan sehari-hari, sementara kendaraan komersial seperti Gran Max digunakan untuk mendukung aktivitas bisnis.
Daihatsu juga mengandalkan kemudahan kepemilikan dan layanan purnajual untuk menjaga konsumen. Perusahaan menyebut akar purnajual yang ekstensif, layanan Daihatsu Mobile Service, serta ketersediaan suku cadang sebagai bagian dari upaya untuk memberikan kemudahan selama periode kepemilikan kendaraan. Strategi ini menjadi krusial karena konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga beli saat memilih kendaraan, tetapi juga biaya perawatan, ketersediaan suku cadang, konsumsi bahan bakar, serta nilai jual kembali.
Pasar Otomotif Masih Memiliki Peluang
Pertumbuhan penjualan Daihatsu sebesar 10 persen pada kuartal III 2026 menjadi sinyal positif bagi perusahaan di tengah ketatnya persaingan industri otomotif. Kekokohan Gran Max menunjukkan bahwa segmen kendaraan komersial masih menjadi salah satu pendorong penjualan yang utama. Sementara itu, performa Ayla, Sigra, dan Terios menunjukkan bahwa permintaan kendaraan penumpang dengan karakteristik berbeda tetap ada.
Dengan total penjualan 37.167 unit selama kuartal III, Daihatsu kini memiliki modal positif untuk menghadapi periode akhir 2026. Perusahaan juga masih mempunyai peluang untuk memperkuat penjualannya melalui kendaraan yang memenuhi kebutuhan keluarga, mobilitas sehari-hari, hingga aktor bisnis. Bagi pasar otomotif nasional, peningkatan penjualan Daihatsu juga menunjukkan bahwa permintaan kendaraan masih bergerak positif. Namun, perkembangan hingga akhir tahun akan menentukan apakah pola pertumbuhan ini dapat dipertahankan secara konsisten.
Dengan demikian, klaim kenaikan penjualan 10 persen ini bukan sekadar pertumbuhan dalam satu bulan, tetapi merujuk pada kinerja penjualan ritel Daihatsu sepanjang kuartal III 2026, dari Juli hingga September, yang mencapai 37.167 unit dibandingkan 33.618 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Posting Komentar untuk " Daihatsu Catat Lonjakan Penjualan 10 Persen"