Dasco: Presiden Tak Ada Rencana Ganti Panglima TNI
Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki rencana untuk mengganti Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah maraknya spekulasi terkait kemungkinan perubahan pucuk pimpinan TNI dalam beberapa hari terakhir.
Dasco juga menegaskan bahwa hingga Rabu, 7 Oktober 2026, DPR RI belum menerima Surat Presiden (Surpres) yang berkaitan dengan perubahan Panglima TNI. "Dalam beberapa hari ini, banyak yang menanyakan kepada kami di DPR, apakah sudah ada surpres mengenai pergantian Panglima TNI. Dan hari ini saya sampaikan bahwa DPR belum menerima surpres terkait pergantian tersebut," ungkap Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Ia kemudian menyampaikan informasi yang diterima mengenai sikap Presiden Prabowo. "Menurut informasi yang kami peroleh, Presiden belum berencana untuk mengganti Panglima TNI," kata Dasco.
DPR Belum Menerima Surpres Pergantian Panglima TNI
Pernyataan Dasco juga mengkonfirmasi bahwa tidak ada proses resmi di DPR mengenai pergantian Panglima TNI. Dalam mekanisme ketatanegaraan, penggantian Panglima TNI memerlukan pengajuan dari Presiden kepada DPR untuk kemudian diproses sesuai dengan ketentuan yang ada. Karena Surpres belum diterima, DPR juga belum masuk ke tahap pembahasan calon Panglima TNI.
Sebelumnya, pada Selasa, 6 Oktober 2026, Dasco juga sudah menginformasikan bahwa pimpinan DPR belum menerima Surpres ataupun permohonan uji kelayakan dan kepatutan untuk calon Panglima TNI. Hal ini berbeda dengan proses pergantian Kapolri yang sebelumnya telah melalui pengajuan Surpres dari Presiden ke DPR dan kemudian diproses oleh parlemen.
Agus Subiyanto Masih Menjabat Panglima TNI
Saat ini, jabatan Panglima TNI masih dipegang oleh Jenderal TNI Agus Subiyanto. Agus diangkat sebagai Panglima TNI pada 22 November 2023 setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Isu pergantian Panglima TNI kembali muncul setelah spekulasi mengenai beberapa nama yang dianggap berpotensi menjadi pengganti Agus.
Salah satu nama yang juga disebut adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Maruli sendiri menanggapi dengan santai kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa semua kepala staf angkatan pada dasarnya memiliki kemungkinan untuk menjadi Panglima TNI. "Ya tidak apa-apa, kalau calon. Semua juga calon. Seluruh kepala staf adalah calon," ungkap Maruli ketika bertemu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Taklimat Presiden Bukan Pertanda Pergantian Panglima
Pada Rabu, Presiden Prabowo juga mengumpulkan ratusan perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Kepresidenan. Agenda tersebut sempat dihubungkan dengan isu pergantian Panglima TNI. Namun, Dasco menegaskan bahwa agenda itu tidak berkaitan dengan pergantian Panglima TNI. Menurutnya, Presiden memberikan arahan atau pembekalan kepada para perwira tinggi. Materi yang disampaikan mencakup penguatan, wawasan kebangsaan, serta berbagai arahan lainnya.
"Itu memang keinginan Presiden untuk memberikan pembekalan, penguatan, dan penambahan wawasan kebangsaan serta lain-lain," ujar Dasco. Dengan demikian, pertemuan Presiden dengan para perwira tinggi TNI dan Polri tidak dapat dianggap sebagai indikasi bahwa pergantian Panglima TNI sedang diproses.
Mengapa Isu Pergantian Panglima TNI Muncul?
Spekulasi mengenai pergantian Panglima TNI berkembang di tengah beberapa agenda besar pemerintah yang melibatkan institusi pertahanan dan keamanan. Selain itu, pergantian pucuk pimpinan Polri yang baru saja diproses turut menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya perubahan di tubuh TNI. Namun, sampai saat ini belum ada dokumen resmi berupa Surpres penggantian Panglima TNI yang diterima DPR. Oleh karena itu, nama-nama yang beredar sebagai kandidat pengganti Agus Subiyanto masih sebatas spekulasi dan belum bisa dikategorikan sebagai keputusan resmi pemerintah.
Agus Masih Memiliki Masa Pengabdian
Faktor lain yang membuat pergantian Panglima TNI belum menjadi hal yang otomatis adalah usia dan ketentuan masa dinas perwira tinggi. Agus Subiyanto kini berusia 59 tahun. Berdasarkan ketentuan mengenai batas usia pensiun perwira tinggi bintang empat, masih ada ruang bagi Agus untuk melanjutkan pengabdiannya. Dengan belum diterimanya Surpres, belum ada pula dasar resmi untuk mengklaim bahwa pemerintah telah menetapkan calon pengganti Agus.
Posisi Pemerintah Masih Menjadi Sorotan
Pernyataan Dasco sangat penting karena DPR adalah lembaga yang berfungsi memproses calon Panglima TNI jika Presiden mengusulkan nama baru. Jika nantinya Presiden mengirimkan Surpres, DPR akan menjalankan tahapan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, termasuk pembahasan dan uji kelayakan serta kepatutan untuk calon yang diajukan.
Namun untuk saat ini, Dasco menegaskan bahwa tahapan tersebut masih belum dimulai. Artinya, Jenderal TNI Agus Subiyanto masih menjalankan tugasnya sebagai Panglima TNI dan belum ada keputusan resmi dari Presiden Prabowo untuk menggantinya. Isu mengenai nama-nama yang masuk dalam daftar calon Panglima TNI pun masih sebatas spekulasi hingga pemerintah mengeluarkan keputusan secara resmi.
Kesimpulan
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meyakinkan bahwa DPR belum menerima Surat Presiden mengenai pergantian Panglima TNI. Berdasarkan informasi yang diterima, Presiden Prabowo Subianto juga belum berencana untuk mengganti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Sementara itu, agenda Presiden yang mengumpulkan para perwira tinggi TNI dan Polri di Istana pada 7 Oktober 2026 diinterpretasikan sebagai kegiatan pembekalan dan penguatan wawasan kebangsaan, bukan bagian dari proses pergantian Panglima TNI. Dengan demikian, hingga ada keputusan atau pengajuan resmi dari Presiden, Jenderal Agus Subiyanto tetap menjabat sebagai Panglima TNI.

Posting Komentar untuk " Dasco: Presiden Tak Ada Rencana Ganti Panglima TNI"