Rekor Liburan Nasional, Kereta China Angkut Penumpang Setiap 40 Detik
China kembali mencatat prestasi luar biasa dalam layanan transportasi kereta api selama periode liburan Hari Nasional 2026. Stasiun Kereta Api Guangzhou Selatan di Provinsi Guangdong mencatat lebih dari 1 juta perjalanan penumpang dalam satu hari, sementara pada jam-jam sibuk, kereta berangkat dengan interval hanya sekitar 40 detik. Prestasi tersebut dicapai pada 1 Oktober 2026, hari pertama liburan Hari Nasional China yang berlangsung selama tujuh hari. Fenomena ini mencerminkan luasnya mobilitas masyarakat China serta kapasitas jaringan kereta berkecepatan tinggi negara ini.
Guangzhou Selatan Layani Lebih dari 1 Juta Perjalanan
Stasiun Kereta Guangzhou Selatan mencatat 1.252 layanan kereta pada 1 Oktober dan menangani sedikit lebih dari 1 juta perjalanan penumpang dalam sehari. Pemerintah Provinsi Guangdong menyebut pencapaian ini sebagai yang pertama kalinya bagi sebuah stasiun kereta di China mencapai lebih dari 1 juta perjalanan penumpang dalam satu hari. Pada periode puncak, kereta dapat diberangkatkan dengan jeda sekitar 40 detik.
Namun, angka ini tidak berarti satu kereta secara keseluruhan hanya membutuhkan 40 detik untuk melakukan perjalanan. Interval 40 detik merujuk pada selang waktu keberangkatan kereta pada saat-saat sibuk di stasiun. Dengan frekuensi yang tinggi ini, pengelolaan peron, jalur, sinyal, pemeriksaan keamanan, hingga pergerakan penumpang harus dilakukan dengan koordinasi yang sangat ketat.
Rekor Nasional Penumpang Kereta China
Lonjakan di Guangzhou terjadi bersamaan dengan rekor nasional. China State Railway Group mencatat bahwa jaringan kereta api China melayani 25,204 juta perjalanan penumpang pada 1 Oktober 2026. Jumlah ini menjadi rekor baru untuk perjalanan penumpang kereta dalam sehari di China, melebihi rekor sebelumnya yang tercatat pada periode liburan tahun yang sama.
Untuk 2 Oktober, operator memperkirakan terdapat sekitar 20,39 juta perjalanan penumpang, dengan tambahan 1.462 perjalanan kereta untuk mengantisipasi tingginya permintaan. Kota-kota seperti Beijing, Guangzhou, Shanghai, Chengdu, Shenzhen, Hangzhou, Wuhan, Xi'an, Zhengzhou, dan Nanjing menjadi beberapa titik keberangkatan yang paling diminati.
Mengapa Penumpang Membeludak?
Lonjakan perjalanan terjadi karena periode Hari Nasional tahun ini berdekatan dengan libur Festival Pertengahan Musim Gugur. Periode angkutan kereta untuk kedua momentum ini berlangsung dari 23 September hingga 8 Oktober 2026, atau selama 16 hari. China Railway sebelumnya memperkirakan sekitar 284 juta perjalanan penumpang akan dilakukan melalui jaringan kereta api selama periode itu. Puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada 1 Oktober.
Arus ini berasal dari berbagai kebutuhan, mulai dari:
- liburan dan pariwisata;
- kunjungan keluarga;
- perjalanan antar kota;
- aktivitas rekreasi;
- perjalanan untuk menghadiri konser dan pertandingan olahraga.
Kombinasi perjalanan jarak pendek saat Festival Pertengahan Musim Gugur dengan perjalanan jarak jauh selama libur Hari Nasional membuat tekanan pada jaringan transportasi meningkat tajam.
China Tambah Ribuan Kereta
Untuk menghadapi lonjakan permintaan, China Railway menerapkan jadwal operasi periode puncak dengan rata-rata sekitar 13.000 kereta penumpang per hari. Operator juga menambah layanan kereta cepat pada malam hari, kereta malam berkecepatan tinggi, menggabungkan rangkaian kereta listrik, serta menambah gerbong pada beberapa kereta reguler.
Langkah ini memungkinkan kapasitas transportasi ditingkatkan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pembangunan jalur baru dalam waktu singkat. Kereta malam juga dioperasikan pada beberapa jalur utama seperti Beijing-Shanghai, Beijing-Guangzhou, dan Beijing-Harbin pada tanggal tertentu selama periode puncak.
Teknologi dan Data sebagai Pusat Perhatian
Salah satu elemen penting yang mendasari kemampuan China mengelola volume penumpang yang sangat besar adalah penerapan data pemesanan. China Railway memanfaatkan informasi dari platform pemesanan 12306 untuk memantau permintaan dan menyesuaikan kapasitas kereta serta distribusi tiket dengan cara yang dinamis.
Saat permintaan meningkat di rute-rute tertentu, operator mampu menambah perjalanan atau kapasitas sesuai kebutuhan. Sistem antrean atau waiting list juga diterapkan untuk membantu penumpang memperoleh tiket ketika layanan yang diinginkan sudah penuh. Pendekatan ini sangat penting terutama selama periode seperti Hari Nasional ketika lonjakan penumpang tidak merata. Beberapa rute dan jam keberangkatan menghadapi tekanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan rute lainnya.
Bukan Hanya di Guangzhou
Rekor di Guangzhou South adalah bagian dari fenomena yang lebih luas. Jaringan transportasi China benar-benar dirancang untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat dalam skala yang sangat besar. Hingga akhir 2025, jaringan transportasi yang komprehensif di China akan mencapai lebih dari 6 juta kilometer, termasuk jaringan kereta cepat terbesar di dunia.
Pada akhir September 2026, China juga meluncurkan empat bagian jalur kereta cepat utama di berbagai wilayah dengan total panjang lebih dari 1.100 kilometer. Pembukaan jalur baru ini semakin memperpendek durasi perjalanan dan memperluas akses antar kota. Salah satu contohnya adalah jalur cepat Xi'an-Ankang yang mempersingkat perjalanan antara kedua wilayah. Perjalanan yang dulunya memakan waktu lebih dari tujuh jam kini dapat dilakukan dalam waktu sedikit lebih dari dua jam.
Mobilitas Tinggi Mendukung Sektor Pariwisata
Tingginya jumlah perjalanan juga mengindikasikan besarnya kegiatan masyarakat selama liburan nasional di China. Pemerintah China menjadikan periode liburan sebagai salah satu momentum penting untuk mendorong konsumsi domestik dan pariwisata. Namun, tingginya mobilitas belum tentu merujuk pada peningkatan belanja yang sama besar. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa wisatawan China cenderung berhati-hati dalam berbelanja, meski jumlah perjalanan meningkat.
Oleh karena itu, kenaikan jumlah penumpang kereta menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi, tetapi tidak dapat dijadikan ukuran tunggal untuk mengevaluasi kekuatan konsumsi masyarakat.
Tantangan dalam Mengelola Kereta Setiap 40 Detik
Keberangkatan dengan interval sekitar 40 detik pada jam sibuk menunjukkan tingkat pemanfaatan infrastruktur yang sangat tinggi. Namun, semakin rapatnya jadwal kereta, semakin kecil toleransi bila terjadi gangguan. Keterlambatan satu layanan dapat berdampak pada perjalanan berikutnya. Oleh karena itu, pengelola harus memastikan sistem sinyal, pergantian jalur, kesiapan peron, pengaturan penumpang, dan komunikasi antarpusat kendali berjalan dengan sangat presisi.
Pada saat yang sama, jumlah penumpang yang sangat besar memerlukan keamanan dan pengaturan arus manusia agar tidak terjadi penumpukan di area stasiun.
Rekor yang Memperlihatkan Skala Transportasi di China
Rekor 25,204 juta perjalanan penumpang dalam satu hari di seluruh jaringan dan lebih dari 1 juta perjalanan di Guangzhou South menggambarkan skala luar biasa dari sistem perkeretaapian di China. Menariknya bukan hanya jumlah penumpangnya, tetapi juga kemampuan jaringan tersebut untuk menambah kapasitas dalam waktu singkat saat permintaan memuncak. Di Guangzhou South, keberangkatan kereta yang terjadi setiap 40 detik pada jam puncak menjadi salah satu ilustrasi ekstrim tentang bagaimana jaringan ini beroperasi di tengah gelombang perjalanan massal.
Dengan periode transportasi liburan yang masih berlangsung hingga 8 Oktober, jaringan kereta di China masih harus menghadapi arus balik wisatawan dan masyarakat yang kembali ke kota asal maupun tempat tinggal mereka. Rekor terbaru ini juga menunjukkan bahwa bagi China, kereta api bukan sekadar moda transportasi antar kota, tetapi telah menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dalam skala nasional.

Posting Komentar untuk " Rekor Liburan Nasional, Kereta China Angkut Penumpang Setiap 40 Detik"