Batam Mengalami Pemadaman Listrik, Pelayanan di Bandara Hang Nadim Terhambat

BATAM – Pemadaman listrik besar-besaran atau blackout yang melanda Kota Batam dan beberapa wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) pada hari Senin (12/10/2026) berdampak pada layanan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Gangguan suplai listrik ini menyebabkan berbagai fasilitas terminal penumpang tidak beroperasi dengan baik dan mengakibatkan penundaan layanan.

Pemadaman yang berlangsung sejak pagi ini juga memengaruhi fasilitas penunjang operasional bandara, mulai dari pencahayaan terminal, pendinginan udara atau air conditioner (AC), konter check-in, hingga sistem informasi penerbangan. Beberapa penumpang terpaksa menunggu lebih lama dikarenakan gangguan pada fasilitas penghubung antara pesawat dan terminal.

Meskipun demikian, pihak pengelola bandara memastikan aktivitas penerbangan tetap berlangsung. Gangguan tersebut sempat mempengaruhi layanan, tetapi tidak menghentikan seluruh operasional penerbangan di Bandara Hang Nadim. Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (PT BIB), Annang Setia Budhi, mengonfirmasi adanya efek pemadaman listrik terhadap layanan di terminal penumpang. Ia menyatakan bahwa pasokan listrik ke bandara telah kembali normal.

Pemadaman Membuat Beberapa Fasilitas Bandara Terhambat

Pemadaman listrik berdampak pada beberapa fasilitas yang mendukung kenyamanan dan kelancaran layanan penumpang di Bandara Hang Nadim. Menurut penjelasan pengelola bandara, fasilitas yang terkena dampak mencakup sistem parkir kendaraan, konter check-in, pencahayaan, pendingin udara, dan Flight Information Display System (FIDS), yaitu layar yang menampilkan informasi tentang jadwal dan status penerbangan.

Selain itu, gangguan juga berpengaruh terhadap jaringan internet, konveyor bagasi, pencahayaan di beberapa gerai atau tenant, serta fasilitas avio bridge atau garbarata yang menghubungkan terminal dengan pesawat. Kondisi ini membuat beberapa layanan penumpang tidak berjalan seoptimal biasanya. Gangguan pencahayaan dan pendingin ruangan juga memengaruhi kenyamanan orang-orang yang berada di area terminal.

Pengelola bandara segera mengambil langkah untuk menjaga operasional tetap berlanjut dalam situasi gangguan pasokan listrik.

Penumpang Pesawat Sempat Tertahan di Dalam Kabin

Salah satu dampak yang dirasakan penumpang terjadi ketika pesawat yang baru mendarat tidak dapat langsung terhubung dengan terminal melalui garbarata. Penerbangan Citilink dari Medan yang tiba sekitar pukul 11.00 WIB pada Senin (12/10/2026) menjadi salah satu penerbangan yang dilaporkan mengalami kendala pelayanan tersebut.

Penumpang diminta untuk menunggu di dalam kabin karena garbarata belum bisa dioperasikan untuk mendekat ke pesawat. Awak kabin kemudian menyampaikan permohonan maaf dan meminta penumpang tetap duduk sampai proses penurunan bisa dilakukan. Situasi ini menunjukkan bahwa gangguan listrik tidak hanya memengaruhi fasilitas di dalam terminal, tetapi juga sejumlah proses pelayanan penumpang setelah pesawat mendarat.

Namun demikian, peristiwa ini tidak menandakan bahwa seluruh penerbangan di Bandara Hang Nadim mengalami penundaan. Pengelola bandara mencatat dampak terhadap jadwal penerbangan secara terbatas.

Satu Penerbangan Batik Air Mengalami Keterlambatan 25 Menit

PT Bandara Internasional Batam mencatat satu penerbangan mengalami keterlambatan akibat gangguan listrik pada hari Senin pagi. Penerbangan tersebut adalah Batik Air dengan nomor penerbangan ID6863 rute Batam–Jakarta. Pesawat dilaporkan mengalami keterlambatan selama 25 menit. Pengelola bandara menyampaikan bahwa penerbangan keberangkatan dan kedatangan secara umum tetap berlangsung. Dengan demikian, dampak blackout lebih banyak dirasakan pada fasilitas penunjang dan sebagian proses pelayanan penumpang.

Informasi ini penting bagi calon penumpang karena gangguan listrik di bandara tidak selalu berarti penerbangan dibatalkan. Namun, situasi operasional bisa memengaruhi waktu layanan, proses keberangkatan, maupun kenyamanan selama berada di terminal. Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan disarankan untuk memeriksa informasi terbaru dari maskapai masing-masing jika terjadi gangguan serupa.

Sistem Keselamatan Penerbangan Tetap Berfungsi

Di tengah gangguan listrik, pengelola Bandara Hang Nadim memastikan fasilitas krusial yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap berfungsi dengan baik. Dua fasilitas yang disebut tetap beroperasi adalah lampu landasan pacu (runway lights) dan peralatan pemeriksaan keamanan dengan sinar-X atau X-ray.

Pengelola bandara juga melakukan langkah penanganan untuk menjaga operasional melalui pengaktifan sistem kelistrikan cadangan, termasuk generator set (genset) utama dan uninterruptible power supply (UPS). UPS adalah perangkat yang menyediakan pasokan listrik sementara ketika ada masalah dengan sumber listrik utama. Perangkat ini membantu menjaga peralatan tertentu tetap beroperasi selama proses transisi atau pemulihan pasokan listrik.

Tim teknis bandara selanjutnya melakukan pemulihan secara bertahap terhadap fasilitas yang terdampak agar pelayanan kembali optimal.

Operasional Bandara Kembali Stabil

Setelah masalah pasokan listrik terselesaikan, kegiatan operasional Bandara Internasional Hang Nadim Batam kembali normal. PT BIB melakukan penormalan terhadap sejumlah sarana, termasuk pendingin ruangan, konveyor bagasi, jaringan internet, layanan parkir kendaraan, serta garbarata AE5. Pemulihan fasilitas tersebut sangat penting untuk mengembalikan kelancaran proses layanan penumpang, baik bagi mereka yang berangkat maupun yang tiba di Batam.

Pengelola bandara juga menyampaikan permohonan maaf kepada calon penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi selama pemadaman listrik. Manajemen menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas dalam menangani gangguan operasional.

PLN Batam Masih Menyelidiki Penyebab Gangguan

Pemadaman listrik yang berdampak pada Bandara Hang Nadim merupakan bagian dari gangguan pasokan yang meluas di Batam dan beberapa wilayah sekitarnya di Kepulauan Riau. PLN Batam mengerahkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan dan memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap. Pada saat gangguan terjadi, penyebab pasti blackout masih dalam proses penyelidikan.

Badan Pengusahaan (BP) Batam juga bekerja sama dengan PLN Batam untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik, terutama bagi fasilitas vital seperti bandara, rumah sakit, dan pelayanan publik lainnya. Gangguan ini menjadi perhatian karena listrik merupakan komponen krusial bagi operasional transportasi udara. Selain mendukung penerangan dan kenyamanan terminal, pasokan listrik juga diperlukan untuk berbagai sistem informasi, fasilitas bagasi, serta perangkat pendukung layanan penumpang.

Oleh karena itu, evaluasi terhadap keandalan pasokan listrik dan kesiapan sistem cadangan menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak apabila gangguan serupa terjadi kembali.

PT BIB Siapkan Langkah Proaktif

Sebagai langkah lanjutan, pengelola Bandara Hang Nadim menyatakan akan memperkuat kolaborasi dengan PLN Batam untuk mendukung keandalan pasokan listrik. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan jika terjadi gangguan, sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi potensi pemadaman berulang.

Pengelola juga merencanakan untuk meningkatkan kesiapan personel operasional melalui simulasi penanganan keadaan darurat kelistrikan. Langkah ini bertujuan agar petugas dapat merespons gangguan dengan lebih cepat dan terkoordinasi. Pengalaman blackout pada 12 Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa kesiapan sistem cadangan, komunikasi antarinstansi, dan prosedur penanganan darurat adalah bagian penting dalam mempertahankan mutu pelayanan bandara.

Kesimpulan

Gangguan blackout yang terjadi di Batam pada Senin (12/10/2026) sempat mengganggu layanan di Bandara Internasional Hang Nadim. Beberapa fasilitas terminal, termasuk AC, konveyor bagasi, jaringan internet, parkir, dan garbarata, terdampak pemadaman. Pengelola bandara mencatat satu penerbangan Batik Air rute Batam–Jakarta mengalami keterlambatan selama 25 menit. Namun, fasilitas kritis seperti lampu landasan pacu dan peralatan pemeriksaan keamanan X-ray dilaporkan tetap berfungsi dengan baik.

Operasional bandara kemudian kembali stabil setelah pasokan listrik pulih dan fasilitas terdampak dipulihkan. PLN Batam masih menyelidiki penyebab gangguan, sementara PT BIB berencana memperkuat koordinasi dan persiapan menghadapi keadaan darurat kelistrikan. Peristiwa ini menegaskan pentingnya keandalan pasokan listrik untuk menjaga kelancaran transportasi udara dan memastikan keselamatan serta kenyamanan penumpang terus terjaga. 

Posting Komentar untuk "Batam Mengalami Pemadaman Listrik, Pelayanan di Bandara Hang Nadim Terhambat"