Bolehkah Mengonsumsi Es Saat Terkena Flu? Ini Penjelasannya
Mengonsumsi es saat menderita flu masih menjadi topik perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagian orang meyakini bahwa minuman dingin dapat memperburuk batuk, pilek, atau menyebabkan produksi lendir menjadi lebih banyak. Namun, ada juga yang merasakan bahwa minuman dingin justru memberikan kenyamanan pada tenggorokan saat sakit.
Lalu, apakah memang benar harus menjauhi minuman es ketika flu?
Minum Es Saat Flu, Apakah Diperbolehkan?
Secara umum, tidak ada larangan medis yang menyatakan bahwa seseorang yang mengalami flu harus menghindari minuman dingin atau es. Yang lebih krusial ketika flu adalah memenuhi kebutuhan cairan dan mendapatkan cukup istirahat. Flu merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Gejalanya meliputi demam, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan.
Mayo Clinic juga menyarankan agar pengidap flu banyak minum cairan, termasuk air putih, sup hangat, atau minuman yang mengandung elektrolit atau mineral. Tujuan utamanya adalah untuk membantu mencegah dehidrasi. Dengan demikian, suhu minuman bukanlah faktor utama yang menentukan apakah flu akan semakin parah atau tidak.
Apakah Es Dapat Memperburuk Flu?
Flu disebabkan oleh virus influenza, bukan karena mengonsumsi minuman dingin. Oleh karena itu, mengonsumsi es tidak menyebabkan seseorang terpapar flu dan tidak secara langsung membuat virus influenza berkembang lebih cepat. Akan tetapi, respons setiap individu terhadap minuman dingin bisa beragam. Di sebagian orang, suhu dingin dapat membuat tenggorokan terasa lebih nyaman. Di sisi lain, pada orang lain, minuman dingin dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau membuat tenggorokan lebih sensitif untuk sementara waktu.
Artinya, boleh atau tidaknya mengonsumsi es lebih berkaitan dengan kenyamanan dan respons tubuh masing-masing, bukan karena es memperburuk infeksi virus. Bahkan, Mayo Clinic menyebutkan bahwa es batu atau makanan dingin seperti es loli dapat digunakan untuk membantu menenangkan rasa sakit di tenggorokan.
Minuman Hangat Masih Menjadi Pilihan
Walaupun minuman dingin tidak otomatis berbahaya, minuman hangat sering kali terasa lebih nyaman saat seseorang mengalami flu, terutama jika disertai dengan hidung tersumbat atau sakit tenggorokan. Mayo Clinic menyebutkan bahwa minuman hangat seperti teh, kaldu, atau air hangat dengan lemon dan madu dapat membantu menenangkan tenggorokan. Minuman hangat juga dapat meredakan ketidaknyamanan akibat hidung tersumbat.
Air hangat dengan madu juga bisa membantu meredakan batuk pada orang dewasa dan anak-anak di atas usia satu tahun. Madu sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah usia satu tahun karena risiko botulisme pada bayi.
Hal Terpenting Adalah Tetap Hidrasi
Ketika flu disertai demam, tubuh bisa kehilangan lebih banyak cairan. Kondisi seperti berkeringat, kurang makan dan minum, atau muntah bisa meningkatkan risiko dehidrasi. Karena itu, pengidap flu disarankan untuk tetap minum secara teratur. NHS merekomendasikan agar mereka memperbanyak konsumsi air untuk mencegah dehidrasi. Salah satu indikator sederhana adalah warna urin yang sebaiknya tetap kuning muda atau bening.
Jika sulit untuk minum dalam jumlah banyak sekaligus, cairan dapat diambil sedikit demi sedikit tetapi lebih sering. Cara ini sangat membantu ketika seseorang merasa mual atau tidak nyaman saat minum.
Benarkah Minuman Dingin Menambah Lendir?
Anggapan bahwa sesuatu yang dingin otomatis menyebabkan peningkatan lendir tidak sepenuhnya benar. Sebagai perbandingan, Mayo Clinic menjelaskan bahwa susu juga tidak terbukti menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak dahak. Sensasi seperti tenggorokan yang terasa lebih tebal setelah mengonsumsi susu dapat membuat seseorang merasa bahwa lendir bertambah, padahal produksi lendir tidak selalu meningkat.
Ketika flu, lendir memang bisa menjadi lebih kental akibat proses infeksi. Namun, hal itu tidak berarti minuman es adalah penyebabnya.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Memilih Minuman Hangat?
Minuman hangat bisa menjadi alternatif yang lebih menenangkan ketika:
- tenggorokan terasa nyeri atau kering;
- hidung tersumbat;
- batuk membuat tenggorokan terasa terganggu;
- tubuh merasa lebih baik dengan minuman hangat;
- minuman dingin justru membuat tenggorokan terasa tidak nyaman.
Tidak ada kewajiban untuk memaksakan diri mengonsumsi minuman hangat jika seseorang lebih nyaman dengan air dingin. Prinsip utama adalah memastikan asupan cairan tetap terjaga.
Apa yang Sebaiknya Diminum Saat Terkena Flu?
Beberapa pilihan yang bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan antara lain:
Air putih
Air putih adalah pilihan sederhana untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Sup atau kaldu
Selain memberikan cairan, makanan berkuah dapat menjadi pilihan saat nafsu makan menurun.
Teh atau air hangat
Minuman hangat dapat memberikan rasa nyaman pada tenggorokan.
Air hangat dengan madu
Madu dapat membantu meredakan batuk pada individu berusia satu tahun ke atas.
Larutan rehidrasi
Jika terjadi kehilangan cairan yang signifikan, seperti akibat muntah atau diare, larutan rehidrasi oral dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Sebaliknya, alkohol serta minuman berkafein dalam jumlah banyak sebaiknya dihindari karena dapat berkontribusi terhadap kehilangan cairan.
Jangan Hanya Perhatikan Minuman
Selain menjaga asupan cairan, penderita flu perlu memberikan waktu untuk tubuh beristirahat. Istirahat yang cukup adalah bagian penting dari perawatan mandiri saat mengalami flu. Jika tenggorokan terasa sakit, berkumur dengan air garam hangat juga dapat membantu meredakan ketidaknyamanan. Mayo Clinic merekomendasikan sekitar seperempat hingga setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat untuk berkumur.
Menggunakan humidifier juga dapat membantu meningkatkan kelembapan udara dan meredakan beberapa gejala seperti hidung tersumbat. Namun, alat tersebut harus dibersihkan secara teratur karena humidifier yang tidak bersih dapat menjadi sarang bakteri dan jamur.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Sebagian besar kasus flu dapat ditangani dengan istirahat dan perawatan di rumah. Namun, tidak semua gejala mirip flu adalah kondisi ringan. CDC menyarankan mereka yang menunjukkan gejala flu dan mencurigai influenza atau COVID-19 untuk mempertimbangkan pemeriksaan, terutama jika termasuk dalam kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi parah. Obat antivirus untuk flu dan COVID-19 tersedia dan paling efektif jika diberikan segera setelah gejala muncul.
Segera dapatkan bantuan medis jika kondisi memburuk, muncul sesak napas atau kesulitan bernapas, tanda-tanda dehidrasi, atau gejala terasa sangat berat.
Kesimpulan
Minum es saat flu sebenarnya boleh-boleh saja, selama tidak membuat tenggorokan atau tubuh terasa semakin tidak nyaman. Tidak ada bukti bahwa suhu dingin dari minuman secara langsung memperburuk virus influenza. Yang lebih penting adalah cukup berhidrasi, beristirahat, dan memilih jenis minuman yang paling nyaman bagi tubuh. Air putih tetap menjadi pilihan utama, sementara minuman hangat bisa membantu meringankan beberapa gejala seperti sakit tenggorokan dan hidung tersumbat.
Jadi, jika sedang flu dan ingin minum es, tidak perlu khawatir berlebihan. Namun, jika minuman dingin justru memperparah rasa sakit tenggorokan atau menyebabkan ketidaknyamanan, beralihlah ke minuman bersuhu ruang atau hangat sebagai pilihan yang lebih menyenangkan.

Posting Komentar untuk " Bolehkah Mengonsumsi Es Saat Terkena Flu? Ini Penjelasannya"