iPhone Duo Diprediksi Terjual 6 Juta Unit, Namun Samsung Masih di Puncak

Apple diperkirakan dapat menjual sekitar 6 juta unit iPhone Duo sepanjang tahun 2026. Angka ini menjadi proyeksi awal untuk ponsel lipat pertama Apple yang dijadwalkan mulai dipasarkan pada Oktober 2026. Walaupun jumlah tersebut cukup tinggi untuk produk foldable generasi perdana, Apple belum mampu menggeser Samsung sebagai pemain utama di arena ponsel lipat. Samsung tetap menjadi pemimpin segmen tersebut dengan pangsa pasar sekitar 40 persen, berdasarkan estimasi analis yang dirangkum oleh Reuters.

Kedatangan iPhone Duo dipandang berpotensi mengubah persaingan pasar ponsel lipat yang selama ini dikuasai produsen Android, khususnya Samsung.

Proyeksi Penjualan iPhone Duo

Estimasi penjualan sekitar 6 juta unit iPhone Duo berasal dari Counterpoint Research. Analis senior Counterpoint, Ivan Lam, menyatakan bahwa pencapaian ini akan sangat bergantung pada kemampuan Apple dalam meningkatkan produksi perangkat barunya. Angka tersebut menarik perhatian karena iPhone Duo merupakan produk baru dan belum memiliki sejarah penjualan yang mirip lini iPhone konvensional.

Di samping itu, perangkat tersebut dirancang sebagai produk premium dengan harga awal sekitar US$1.999 di Amerika Serikat. Apple dijadwalkan membuka pre-order pada 16 Oktober 2026, sedangkan penjualan umum dimulai pada 23 Oktober 2026. Dengan waktu pemasaran yang tidak terlalu lama di tahun 2026, proyeksi 6 juta unit tersebut tidak bisa dibandingkan langsung dengan penjualan tahunan iPhone yang sudah memiliki pasar yang luas.

Produksi iPhone Duo Juga Mengalami Kendala

Menariknya, angka 6 juta unit juga muncul dalam proyeksi produksi yang sebelumnya disusun oleh analis Jeff Pu. Pada September 2026, Pu memangkas perkiraan produksi iPhone Duo tahun ini dari sekitar 7 juta menjadi 6 juta unit. Salah satu faktor yang disebutkan adalah tantangan dalam produksi komponen engsel atau hinge yang rumit.

Pemangkasan produksi tersebut tidak diindikasikan sebagai akibat dari rendahnya permintaan konsumen. Justru, keterbatasan pasokan menjadi salah satu masalah yang dapat menentukan seberapa banyak perangkat yang benar-benar tersedia di pasar. Kondisi ini membuat angka produksi dan angka penjualan perlu dibedakan. Proyeksi Counterpoint sebesar 6 juta unit adalah estimasi penjualan, sedangkan prediksi Jeff Pu sebelumnya berkaitan dengan produksi atau pengiriman perangkat pada tahun 2026.

Samsung Masih Memimpin Pasar Ponsel Lipat

Kehadiran Apple di pasar foldable belum membuat Samsung kehilangan posisinya. Samsung telah lebih dulu mengembangkan lini ponsel lipat melalui keluarga Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip. Reuters memperkirakan Samsung masih menguasai sekitar 40 persen pasar foldable pada 2026. Sementara itu, data proyeksi Counterpoint yang dirangkum dari beberapa laporan menempatkan Samsung di posisi teratas berdasarkan volume pengiriman foldable 2026, dengan Apple diperkirakan langsung mengambil porsi yang signifikan di tahun pertamanya.

Dengan kata lain, Apple berpotensi menjadi pesaing utama Samsung, tetapi belum diproyeksikan langsung menjadi pemimpin pasar.

Pasar Foldable Masih Relatif Kecil

Salah satu alasan mengapa penjualan 6 juta unit perlu dianalisis dalam konteks lain adalah ukuran pasar ponsel lipat secara keseluruhan. IDC memperkirakan pengiriman ponsel foldable global dapat mencapai sekitar 22,9 juta unit pada 2026, naik sekitar 13 persen. Kehadiran Apple menjadi salah satu faktor yang diperkirakan mendorong pertumbuhan kategori ini.

Reuters sebelumnya juga melaporkan bahwa pangsa ponsel lipat masih kurang dari 3 persen dari penjualan smartphone global pada 2026. Ini berarti foldable masih merupakan kategori khusus dibandingkan smartphone konvensional. Oleh karena itu, penjualan 6 juta unit untuk produk generasi pertama dapat membawa dampak yang cukup besar terhadap struktur pasar foldable, meskipun jumlah tersebut masih kecil dibandingkan dengan total penjualan iPhone.

Harga Menjadi Tantangan iPhone Duo

iPhone Duo hadir dengan harga yang menempatkannya di kelas premium tertinggi. Harga awal sekitar US$1.999 membuat perangkat ini sedikit lebih mahal dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold8 yang dibanderol sekitar US$1.899. Harga ini membuat target konsumen iPhone Duo kemungkinan lebih terbatas dibandingkan dengan iPhone konvensional.

Perangkat ini menyasar konsumen yang menginginkan kombinasi ekosistem Apple dan layar besar dalam desain yang dapat dilipat. Namun, harga mendekati US$2.000 juga bisa menjadi pertimbangan bagi pengguna yang telah memakai smartphone premium konvensional.

Apple Membawa Persaingan Baru

Apple selama bertahun-tahun tidak terlibat dalam persaingan ponsel lipat yang telah diikuti oleh Samsung, Huawei, Motorola, Honor, dan beberapa produsen China lainnya. Peluncuran iPhone Duo akhirnya mengubah situasi ini. Kehadiran Apple memiliki makna penting karena perusahaan memiliki basis pengguna iPhone yang besar. Counterpoint memperkirakan permintaan awal iPhone Duo dapat didorong oleh pengguna iPhone Pro yang berkeinginan mencoba format perangkat baru serta kelompok early adopter.

Apple juga memiliki keuntungan berupa ekosistem perangkat dan layanan yang sudah terintegrasi. Faktor ini berpotensi menjadi salah satu pertimbangan bagi konsumen ketika memilih antara iPhone Duo dan perangkat foldable Android.

Samsung Tak Pandang Remeh

Persaingan antara Apple dan Samsung di ranah foldable tidak hanya terjadi lewat angka penjualan. Samsung telah mempunyai pengalaman bertahun-tahun dalam mencipta perangkat layar lipat. Galaxy Z Fold8 menjadi salah satu perangkat yang telah hadir di pasar sebelum iPhone Duo muncul. Laporan PhoneArena di bulan September menyebutkan Galaxy Z Fold8 tetap sebagai salah satu foldable terlaris saat Apple mengumumkan kehadiran iPhone Duo. Bahkan, laporan tersebut menyoroti bahwa penjualan Fold8 tidak segera terpengaruh negatif setelah Apple meluncurkan perangkat lipatnya.

Ini menunjukkan bahwa konsumen yang memilih foldable tidak serta merta beralih ke Apple ketika iPhone Duo tersedia.

iPhone Duo Dapat Menggerakkan Pertumbuhan Foldable

Walaupun Apple belum diprediksi mampu meraih posisi teratas pada tahun perdananya, kehadiran iPhone Duo tetap memiliki potensi untuk memberikan dampak yang lebih luas terhadap industri. Selama ini, ponsel lipat masih menghadapi tantangan seperti harga tinggi, daya tahan perangkat, desain engsel, ketebalan, dan manfaat penggunaan yang belum dirasakan oleh semua konsumen.

Apple memasuki pasar dengan pendekatan yang berbeda dan basis pelanggan yang besar. Jika perangkat ini diterima dengan baik, persaingan antar produsen bisa meningkat dan mendorong inovasi dalam desain maupun teknologi layar lipat. IDC bahkan memperkirakan bahwa kategori foldable bisa tumbuh 13 persen menjadi 22,9 juta unit pada tahun 2026 dengan kontribusi dari Apple.

Bukan Hanya Persaingan Antara Apple dan Samsung

Pasar ponsel lipat global sejatinya jauh lebih kompleks daripada sekadar pertarungan dua perusahaan. Huawei tetap menjadi salah satu aktor penting, terutama di China. Reuters melaporkan bahwa Huawei menguasai sekitar 75 persen dari pasar foldable di China, sementara penjualan perangkat lipat Pura X Max meningkat setelah peluncuran iPhone Duo.

Produsen seperti Motorola dan Honor juga terus berinovasi dengan perangkat foldable untuk mendapatkan pangsa di pasar yang sedang menjanjikan ini. Oleh karena itu, hadirnya Apple tidak hanya menambah satu kompetitor bagi Samsung, tetapi juga dapat meningkatkan persaingan di seluruh industri.

6 Juta Unit Bisa Menjadi Permulaan, Bukan Batas

Proyeksi penjualan sejumlah 6 juta unit untuk tahun 2026 harus dianggap sebagai perkiraan awal, bukan angka pasti. Counterpoint menekankan bahwa hasil akhirnya akan bergantung pada kemampuan Apple dalam meningkatkan produksi. Tantangan dalam manufaktur menjadi faktor kunci mengingat iPhone Duo merupakan desain baru dengan teknologi engsel dan layar lipat yang lebih rumit dibandingkan dengan model iPhone biasa.

Sebaliknya, jika Apple sukses meningkatkan kapasitas produksinya dalam tahun-tahun yang akan datang, volume penjualan perangkat lipatnya mungkin meningkat seiring dengan semakin luasnya penerimaan konsumen terhadap format tersebut.

Samsung Masih di Atas, Apple Mulai Mengancam

Untuk tahun 2026, Samsung masih menempati posisi teratas di pasar ponsel lipat menurut sejumlah proyeksi analis, sementara Apple diperkirakan langsung mencapai sekitar 6 juta unit penjualan pada tahun pertamanya. Angka ini mencerminkan dua hal. Pertama, pasar foldable masih tergolong kecil dibandingkan dengan pasar smartphone secara keseluruhan. Kedua, kehadiran Apple dapat memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan kategori tersebut.

Dengan harga premium, waktu peluncuran yang singkat pada 2026, serta tantangan dalam produksi, iPhone Duo akan menghadapi beberapa faktor kunci yang menentukan kinerjanya. Namun, jika proyeksi 6 juta unit terwujud, Apple akan menjadi salah satu pemain terbesar di pasar foldable pada tahun debutnya. Sementara itu, Samsung tetap mempertahankan posisi puncaknya dan harus menghadapi persaingan baru dari salah satu merek smartphone terbesar di dunia.

Posting Komentar untuk "iPhone Duo Diprediksi Terjual 6 Juta Unit, Namun Samsung Masih di Puncak"