Prabowo Melantik Syahganda Nainggolan Sebagai Kepala Bakom Menggantikan Qodari
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengangkat Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Syahganda mengambil alih posisi Muhammad Qodari yang kini mendapatkan tugas baru sebagai Sekretaris dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Dalam pelantikan tersebut, Prabowo juga melantik Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom. Penunjukan keduanya tercatat dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 106/P Tahun 2026 mengenai Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, yang ditandatangani pada 1 Oktober 2026.
Syahganda dan Fadli Mengucapkan Sumpah Jabatan
Ritual pelantikan dimulai dengan pembacaan Keppres Nomor 106/P Tahun 2026. Kemudian, Presiden Prabowo memandu pernyataan sumpah jabatan yang diucapkan oleh Syahganda Nainggolan dan Fadli Tri Hartono. Dalam sumpah tersebut, keduanya berkomitmen untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan seluruh program hukum dengan sebaik-baiknya demi kepentingan bangsa dan negara.
Mereka juga berikrar untuk menjunjung tinggi etika jabatan dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Setelah pengucapan sumpah, Syahganda dan Fadli menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo.
Menggantikan Qodari yang Kini Bergabung di Wantimpres
Perubahan kepemimpinan Bakom berlangsung setelah Muhammad Qodari dipindahkan ke posisi baru di Wantimpres. Qodari sebelumnya dilantik menjadi Kepala Bakom pada April 2026. Saat itu, Prabowo mengangkat Qodari sebagai Kepala Bakom berdasarkan Keppres Nomor 52/P Tahun 2026. Dengan pelantikan Syahganda pada 2 Oktober 2026, pos tersebut kini diserahkan kepada sosok yang dikenal memiliki pengalaman dalam aktivisme dan kajian kebijakan publik.
Qodari kini dipercaya sebagai Sekretaris Wantimpres dan anggota lembaga tersebut. Pada hari yang sama, Prabowo juga melantik sejumlah anggota Wantimpres dengan Pratikno sebagai Ketua merangkap anggota dan Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota.
Arahan Prabowo: Komunikasi Sebagai Sarana Persatuan Nasional
Setelah dilantik, Syahganda membagikan arahan Presiden Prabowo mengenai tugas barunya. Menurut Syahganda, Prabowo meminta agar komunikasi pemerintah dimanfaatkan sebagai alat persatuan nasional. Syahganda menyatakan bahwa arahan tersebut akan menjadi fokus Bakom dalam menjalankan amanah. Komunikasi pemerintah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian program, tetapi juga menjelaskan pemikiran dan arah kebijakan Presiden kepada masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa jajaran Bakom akan diarahkan untuk memastikan pesan pembangunan dan gagasan utama pemerintah dapat diterima oleh masyarakat secara transparan dan inklusif.
Apa Peran Badan Komunikasi Pemerintah?
Bakom adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan komunikasi dan informasi mengenai kebijakan strategis serta program prioritas pemerintah. Dengan posisi ini, Kepala Bakom memegang peranan penting dalam menyelaraskan penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat. Pergantian pimpinan menjadi bagian dari dinamika organisasi komunikasi pemerintah di tengah berbagai program dan kebijakan pemerintahan Prabowo. Syahganda kini akan memimpin lembaga tersebut bersama Fadli Tri Hartono sebagai wakilnya.
Profil Singkat Syahganda Nainggolan
Syahganda Nainggolan dikenal sebagai aktivis, akademisi, analis politik, dan peneliti kebijakan publik. Ia lahir di Medan pada 27 November 1965 dan pernah belajar di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1980-an. Namanya telah lama dikenang dalam aktivitas politik dan organisasi masyarakat. Setelah era Reformasi, Syahganda terlibat dalam berbagai kegiatan politik dan kemudian aktif dalam kajian kebijakan publik.
Pada 2010, ia mendirikan Sabang Merauke Circle (SMC), sebuah lembaga yang bergerak dalam kajian dan konsultasi politik serta kebijakan publik. Ia juga pernah menjadi komisaris di PT Pelindo II. Syahganda kemudian dikenal luas sebagai salah satu tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan pada 2020. Ia juga sempat menghadapi proses hukum terkait aktivitasnya dalam polemik demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja pada tahun yang sama.
Pada pemerintahan Prabowo, Syahganda turut mendirikan GREAT Institute, lembaga kajian yang membahas isu ekonomi, politik, teknologi, dan kebijakan publik.
Fadli Tri Hartono Menjadi Wakil Kepala Bakom
Selain Syahganda, Presiden Prabowo mengangkat Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom. Fadli memiliki latar belakang akademis di bidang fisika dan administrasi publik. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung dan melanjutkan pendidikan magister administrasi publik di Tsinghua University. Sebelum bergabung dengan jajaran pimpinan Bakom, Fadli memiliki keterlibatan di bidang pendidikan, organisasi, pemerintahan, dan perusahaan.
Kehadiran Fadli diharapkan dapat membantu Syahganda dalam menjalankan fungsi koordinasi komunikasi pemerintah.
Pelantikan Bakom Bertepatan dengan Wantimpres
Pelantikan Kepala dan Wakil Kepala Bakom berlangsung bersamaan dengan pengangkatan anggota Wantimpres. Berdasarkan Keppres Nomor 107/P Tahun 2026, Prabowo mengangkat beberapa tokoh untuk menjabat sebagai anggota lembaga penasihat presiden tersebut.
Setelah seluruh proses pengucapan sumpah dan penandatanganan berita acara selesai, Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan pejabat yang hadir memberikan ucapan selamat kepada pejabat baru yang dilantik. Pelantikan Syahganda menandai transisi kepemimpinan di Bakom sekaligus menyoroti komunikasi pemerintah sebagai salah satu fungsi yang diberi penekanan baru. Dengan arahan agar komunikasi menjadi alat persatuan nasional, Syahganda kini dihadapkan pada tugas untuk mengkoordinasikan penyampaian informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat.

Posting Komentar untuk " Prabowo Melantik Syahganda Nainggolan Sebagai Kepala Bakom Menggantikan Qodari"