Robot Humanoid Mulai Tersedia untuk Dijual di Indonesia, Berapa Harganya?

Jakarta – Robot humanoid yang biasanya hanya terlihat dalam demonstrasi teknologi dan pameran kini telah memasuki pasar Indonesia. Salah satu perusahaan yang membawa inovasi ini ke Tanah Air adalah AiMOGA Robotics, yang merupakan bagian dari Chery Group. AiMOGA resmi memperkenalkan robot humanoid Mornine ke pasar Indonesia pada September 2026. Robot ini sudah dapat dipesan oleh masyarakat, baik untuk keperluan perusahaan maupun untuk konsumen individu.

Lalu, berapa harganya robot humanoid yang tersedia di Indonesia?

Harga Robot Humanoid Mornine di Indonesia

Mornine dipasarkan di Indonesia dengan harga sekitar Rp800 juta. Selain Mornine, AiMOGA juga menghadirkan robot berkaki empat yang bernama Argos dengan harga sekitar Rp50 juta. Informasi ini disampaikan AiMOGA saat pembukaan experience store mereka di Jakarta pada September 2026. Kehadiran Mornine menandakan bahwa robot humanoid mulai beralih dari teknologi eksperimental menjadi produk yang dapat dipasarkan secara komersial.

AiMOGA meluncurkan AiMOGA Experience Store pertamanya di Indonesia di Agora Mall, Jakarta Pusat. Melalui gerai ini, calon konsumen dapat melihat langsung kapabilitas robot sebelum mempertimbangkan untuk membeli.

Seperti Apa Kemampuan Mornine?

Mornine adalah robot humanoid berukuran penuh dengan tinggi sekitar 167 sentimeter dan berat sekitar 70 kilogram. Robot ini dirancang untuk menjalankan beragam tugas yang berhubungan dengan pelayanan dan interaksi dengan manusia. AiMOGA menjelaskan Mornine dapat berfungsi sebagai asisten untuk pekerjaan yang tidak terlalu rumit.

Dalam sektor komersial, Mornine bisa digunakan untuk menyambut dan memandu pengunjung, memberikan informasi, membantu menjelaskan produk, hingga melaksanakan fungsi pelayanan dasar. Kemampuan ini memungkinkan robot ini digunakan di berbagai tempat, seperti pusat perbelanjaan, dealer kendaraan, rumah sakit, hotel, gedung perkantoran, dan ruang pelayanan publik.

Bisa Berkomunikasi dalam Lebih dari 10 Bahasa

Salah satu keunggulan yang ditonjolkan AiMOGA adalah kemampuan komunikasi Mornine. Robot ini diklaim mampu memahami dan berbicara dalam lebih dari 10 bahasa, termasuk bahasa Indonesia dan Inggris. Dengan kemampuan ini, Mornine tidak hanya bergantung pada gerakan fisik, tetapi juga dirancang untuk berinteraksi langsung dengan manusia.

AiMOGA juga menyebut bahwa Mornine memiliki basis AI yang memungkinkannya melakukan sejumlah aktivitas secara mandiri atau autonom. Saat digunakan di tempat umum, misalnya, seseorang bisa menanyakan lokasi tertentu kepada robot. Mornine kemudian dapat memberikan informasi mengenai arah atau lokasi fasilitas berdasarkan kemampuan navigasinya.

Dilengkapi Sensor untuk Bergerak Mandiri

Untuk mendukung kemampuannya dalam navigasi, Mornine dilengkapi dengan berbagai sensor. Beberapa di antaranya adalah 3D LiDAR, kamera kedalaman 3D, dan radar ultrasonik. Sensor-sensor ini digunakan untuk membantu robot mengenali lingkungan di sekitarnya dan bergerak dengan lebih mandiri.

Mornine juga memiliki sistem pergerakan tubuh dengan sejumlah derajat kebebasan atau degree of freedom (DoF). Data yang diberikan AiMOGA menunjukkan versi Mornine memiliki 40 DoF untuk pergerakan tubuh, sementara bagian wajahnya memiliki kemampuan bergerak tersendiri untuk menciptakan ekspresi yang lebih alami.

Bisa Digunakan untuk Berbagai Sektor

AiMOGA tidak hanya menyasar konsumen rumahan. Robot humanoid Mornine juga ditujukan untuk pasar bisnis-ke-bisnis (B2B). Dalam lingkungan ritel, robot dapat berfungsi sebagai petugas informasi atau penyambut pelanggan. Di dealer otomotif, Mornine bisa membantu memberikan informasi tentang kendaraan kepada calon pembeli.

Sementara di rumah sakit, robot ini dapat dikembangkan untuk mendukung fungsi pelayanan tertentu. Sebelumnya, AiMOGA menyatakan bahwa robot ini dapat diarahkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari layanan pelanggan hingga sektor kesehatan. Namun, kemampuan ini tidak berarti Mornine bisa menggantikan semua pekerjaan manusia. Fungsi utamanya saat ini lebih difokuskan pada pekerjaan yang bersifat pendukung dengan tingkat kompleksitas yang relatif rendah.

Daya Tahan Baterai 2-3 Jam

Di balik beragam fungsi tersebut, Mornine masih menghadapi beberapa batasan yang cukup krusial, terutama berkaitan dengan ketahanan baterai. Menurut informasi dari AiMOGA Indonesia, pengisian daya Mornine hingga kapasitas penuh memerlukan waktu sekitar satu jam. Setelah terisi sepenuhnya, robot dapat berfungsi secara aktif selama dua hingga tiga jam, bergantung pada cara penggunaannya.

Hal ini berarti, untuk aplikasi komersial sepanjang hari, operator harus mengatur jadwal pengisian daya atau menggunakan beberapa unit jika robot perlu beroperasi dalam waktu yang lama. Keterbatasan daya ini menjadi salah satu aspek yang harus dipertimbangkan perusahaan sebelum menerapkan robot humanoid dalam operasi sehari-hari.

Mornine Telah Dipasarkan di China Lebih Awal

Sebelum hadir di Indonesia, Mornine M1 telah lebih dahulu diperkenalkan di China. Pada April 2026, AiMOGA meluncurkan penjualan Mornine M1 melalui situs belanja daring resminya di JD.com. Harga yang tertera saat itu adalah 285.800 yuan, setara dengan sekitar Rp716 juta berdasarkan kurs yang tercantum dalam laporan.

Mornine M1 memiliki tinggi 167 cm dan berat 70 kg. Robot ini juga memiliki 40 derajat kebebasan gerak, bisa berjalan dengan kecepatan sekitar 1 meter per detik, serta dapat mengangkat beban hingga 1,5 kg di ujung lengan. Spesifikasi versi yang dijual di Indonesia mungkin berbeda tergantung pada konfigurasi dan kebutuhan pengguna.

Ada Robot Anjing Argos Dengan Harga Rp50 Jutaan

Selain Mornine, AiMOGA juga menghadirkan Argos, robot berkaki empat yang diciptakan sebagai teman manusia. Harga Argos di pasar Indonesia berkisar Rp50 jutaan. Fungsinya berbeda dibandingkan Mornine yang fokus pada pelayanan dan pekerjaan komersial. Argos dirancang sebagai sahabat manusia. Robot ini dapat berjalan, duduk, melompat, berjabat tangan, serta melakukan berbagai gerakan yang menyerupai hewan peliharaan.

AiMOGA menyatakan bahwa Argos juga bisa berfungsi sebagai pendamping keluarga. Salah satu contoh penggunaannya adalah membantu memantau anak-anak saat orang tua sedang bekerja. Daya tahan baterai Argos dikatakan berkisar tiga hingga empat jam dalam satu pengisian penuh.

Robot Humanoid Mulai Memasuki Fase Komersialisasi

Kedatangan Mornine di Indonesia terjadi saat industri robot humanoid global memasuki tahap komersialisasi yang semakin nyata. AiMOGA bukan satu-satunya perusahaan yang memasarkan robot humanoid. Perusahaan China lain, Unitree Robotics, juga telah menawarkan berbagai robot humanoid melalui situs resmi mereka. Unitree mencantumkan harga G1 mulai dari US$13.500, sementara R1 mulai dari US$4.900.

Sementara itu, Mornine M1 sebelumnya telah dijual di China dengan harga sekitar Rp716 juta menurut nilai tukar yang dilaporkan pada saat peluncuran. Perkembangan ini menunjukkan bahwa keberagaman robot humanoid semakin meningkat, mulai dari robot dengan harga yang lebih terjangkau untuk keperluan pendidikan dan eksperimen hingga robot berukuran penuh untuk memenuhi kebutuhan industri dan layanan.

Apakah Rp800 Juta Layak untuk Sebuah Robot?

Dengan harga sekitar Rp800 juta, Mornine jelas bukan produk yang ditargetkan untuk penggunaan rumah tangga secara luas, seperti TV, komputer, atau perangkat elektronik lainnya. Nilai ekonominya saat ini lebih relevan bagi perusahaan yang memerlukan fungsi pelayanan otomatis, demonstrasi teknologi, interaksi dengan pelanggan, atau pengembangan solusi berbasis robotika.

Bagi perusahaan, pertimbangan untuk melakukan pembelian tidak hanya melibatkan harga robot. Biaya perawatan, perangkat lunak, integrasi dengan sistem perusahaan, pelatihan operator, baterai, suku cadang, dan layanan purna jual juga harus diperhitungkan. Dengan demikian, harga Rp800 juta hanya mencerminkan biaya pembelian unit, bukan keseluruhan biaya kepemilikan selama robot digunakan.

Mornine Bukan Hanya Sekadar Robot untuk Pajangan

Kehadiran Mornine di Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam perkembangan robotika. Jika sebelumnya robot humanoid lebih banyak digunakan sebagai objek riset atau dipamerkan di acara teknologi, kini perusahaan mulai menawarkan robot tersebut untuk keperluan nyata dalam aktivitas bisnis.

AiMOGA menargetkan pasar B2B dan B2C. Ini berarti, selain perusahaan, individu juga dapat melakukan pemesanan. Namun, meski demikian, penggunaan robot humanoid di Indonesia masih berada dalam tahap awal. Kemampuan robot, durasi baterai, biaya investasi, kebutuhan pemeliharaan, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan nyata masih menjadi beberapa faktor yang menentukan sejauh mana teknologi ini dapat diterapkan.


Angka tersebut adalah rentang yang diinformasikan oleh AiMOGA Indonesia pada bulan September 2026 dan dapat bervariasi sesuai dengan konfigurasi, layanan, serta kebutuhan pembelian. Dengan harga mencapai ratusan juta rupiah untuk robot humanoid dan puluhan juta rupiah untuk robot berkaki empat, teknologi robotika kini mulai menghadirkan produk yang dapat dibeli di Indonesia. Langkah selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dan konsumen dalam mengidentifikasi penggunaan yang benar-benar memberikan manfaat dari investasi itu.

Posting Komentar untuk " Robot Humanoid Mulai Tersedia untuk Dijual di Indonesia, Berapa Harganya?"