Terjebak di Prancis Setelah Diduga Diconk Agensi, 70 Wisatawan Kembali Mandiri

Lebih dari 70 wanita asal Amerika Serikat (AS) melaporkan adanya masalah serius saat mengikuti liburan ke Prancis yang dipandu oleh perusahaan perjalanan asal Maryland, AS, Younique Ventures. Para peserta mengikuti program liburan berjudul “Goddess Refresh Experience” pada Juli 2026. Perjalanan yang awalnya direncanakan berlangsung hingga awal Juli itu kabarnya berakhir empat hari lebih awal. Beberapa peserta kemudian mengklaim terpaksa harus mengatur sendiri tiket pesawat, akomodasi, dan perjalanan pulang setelah layanan yang dijanjikan oleh agensi terhenti.

Masalah semakin rumit karena beberapa peserta mengungkapkan hingga akhir September mereka belum menerima pengembalian dana atau penggantian biaya tambahan yang sebelumnya dijanjikan.

Perjalanan Terkendala Tiba-tiba di Prancis

Goddess Refresh Experience adalah perjalanan kelompok khusus untuk wanita yang mencakup berbagai agenda wisata di Eropa, termasuk wilayah selatan Prancis. Menurut keterangan para peserta kepada media, masalah muncul ketika rombongan sudah berada di Prancis. Mereka diberitahu bahwa perjalanan tidak bisa dilanjutkan sesuai rencana akibat kendala penerbangan.

Kendra Brown, pemilik Younique Ventures bersama suaminya Kelvin Brown, diketahui memberi tahu para peserta bahwa perjalanan harus dihentikan lebih awal. Salah satu peserta, Dell Sibury, menggambarkan suasana saat informasi tersebut diberikan kepada rombongan sebagai momen penuh emosi. Dengan agenda yang tersisa dibatalkan atau tidak lagi tersedia, peserta harus memutuskan sendiri apakah akan langsung pulang ke AS atau meneruskan perjalanan secara mandiri.

Peserta Harus Menanggung Biaya Tiket dan Hotel Sendiri

Dampak terberat dirasakan peserta karena sejumlah layanan yang sebelumnya termasuk dalam paket perjalanan tidak lagi tersedia. Peserta menyatakan mereka harus mengeluarkan dana pribadi untuk membeli tiket penerbangan alternatif dan mencari tempat menginap. Sebagian memilih kembali ke AS, sementara lainnya tetap berada di Prancis dan melanjutkan perjalanan dengan menyusun rencana sendiri.

Kondisi ini menyebabkan biaya perjalanan yang awalnya telah dibayar kepada agensi bertambah dengan pengeluaran baru yang tidak terduga. Beberapa peserta kemudian meminta perusahaan untuk mengembalikan dana untuk bagian perjalanan yang tidak terpakai serta mengganti biaya tak terduga akibat pembatalan tur.

Peserta Menunggu Pengembalian Dana

Masalah tidak berhenti setelah para wisatawan berhasil mengatur perjalanan mereka sendiri. Menurut laporan The Independent, pihak Younique Ventures sebelumnya menyampaikan bahwa pengembalian dana untuk bagian perjalanan yang dibatalkan dan penggantian biaya perjalanan tertentu akan diproses dalam waktu sekitar 60 hari.

Namun, beberapa peserta mengungkapkan tenggat waktu tersebut telah berlalu dan uang yang dijanjikan belum mereka terima. Keluhan ini kemudian berkembang menjadi isu yang lebih luas. Pada akhir September, sejumlah peserta mengajukan keluhan resmi terhadap perusahaan terkait pengalaman mereka selam perjalanan. Penting dicatat, tuduhan penipuan ataupun pengabaian tersebut merupakan klaim dari para peserta dan belum berarti telah terbukti secara hukum.

Penjelasan dari Younique Ventures

Younique Ventures memberikan versi berbeda mengenai alasan dihentikannya perjalanan. Perusahaan menyatakan terjadi perubahan mendadak pada jenis pesawat yang menyebabkan jumlah kursi yang tersedia tidak memadai bagi seluruh rombongan. Menurut penjelasan perusahaan, alih-alih memisahkan rombongan dan meninggalkan beberapa peserta, Younique Ventures memilih untuk mengakhiri perjalanan kelompok tersebut lebih awal. Pernyataan tersebut disampaikan perusahaan melalui Facebook dan dikutip oleh The Independent.

Perusahaan juga menyatakan bahwa sebenarnya kontrak perjalanan tidak mewajibkan mereka untuk memberikan pengembalian dana, tetapi mereka memilih untuk mengembalikan biaya untuk bagian perjalanan yang tidak digunakan serta mengganti biaya perjalanan pulang yang dianggap wajar. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara pengalaman yang disampaikan peserta dan penjelasan resmi perusahaan tentang bagaimana masalah ini terjadi.

Pengembalian Dana Dikatakan Terhambat akibat Chargeback

Younique Ventures juga memberikan alasan terkait keterlambatan pengembalian dana. Perusahaan mengungkapkan bahwa tingginya jumlah chargeback, yaitu permintaan pembalikan transaksi melalui bank atau penyedia pembayaran, memengaruhi kemampuan mereka untuk memproses refund dalam jangka waktu yang sebelumnya ditentukan. Perusahaan menyatakan kondisi ini membuat proses pengembalian uang menjadi lebih lambat dari yang diharapkan.

Sementara itu, para peserta tetap menantikan kapan dana mereka akan benar-benar dikembalikan karena sebagian dari mereka telah lebih dahulu menanggung biaya penerbangan dan akomodasi dari kantong pribadi mereka.

Lebih dari 70 Peserta Terkena Dampak

Laporan dari berbagai media menginformasikan bahwa lebih dari 70 wanita mengambil bagian dalam perjalanan tersebut. The Independent melaporkan bahwa mereka berbincang-bincang dengan beberapa peserta, sementara media lokal WUSA9 juga mewawancarai peserta mengenai pengalaman yang mereka alami. Beberapa dari mereka mengatakan harus merencanakan perjalanan sendiri setelah tur dipangkas empat hari lebih awal.

VnExpress juga mengabarkan bahwa lebih dari 70 pelancong yang mengikuti perjalanan tersebut mengklaim ditinggalkan setelah perjalanan diakhiri secara tiba-tiba. Oleh karena itu, angka 70 dalam pemberitaan mengacu pada jumlah peserta yang terdampak dalam kelompok tersebut, bukan jumlah orang yang telah terbukti menjadi korban penipuan.

Agensi Juga Menghadapi Masalah Perjalanan Lain

Kasus perjalanan di Prancis tersebut kemudian memicu pertanyaan mengenai perjalanan lain yang diorganisir oleh Younique Ventures. Menurut laporan The Independent, perusahaan juga menunda perjalanan ke Australia dan Fiji yang sebelumnya telah direncanakan. Situasi ini menambah kekhawatiran bagi calon peserta perjalanan lainnya.

Di sisi lain, saluran resmi Younique Ventures masih menampilkan beberapa program perjalanan yang ditawarkan kepada konsumen, termasuk perjalanan ke Australia dan Fiji serta program Goddess Refresh untuk French Riviera dan Kepulauan Canary.

Bukan Hanya Masalah Tiket Pesawat

Kasus ini menunjukkan bahwa isu perjalanan kelompok internasional dapat menjadi rumit ketika salah satu komponen utama, seperti penerbangan, mengalami gangguan. Dalam perjalanan yang diatur agen, peserta biasanya membayar untuk berbagai layanan sekaligus, mulai dari tiket, akomodasi, transportasi lokal, aktivitas wisata, hingga pendampingan sepanjang perjalanan. Ketika salah satu elemen tidak dapat dilaksanakan, permasalahannya bukan hanya tentang bagaimana peserta kembali ke negara asal, tetapi juga bagaimana dana untuk layanan yang tidak diberikan dapat diselesaikan.

Kasus Younique Ventures juga menyoroti pentingnya peserta memahami dengan jelas kontrak perjalanan, kebijakan pembatalan, ketentuan pengembalian dana, perlindungan asuransi, serta siapa yang bertanggung jawab ketika terjadi gangguan perjalanan.

Sengketa Masih Berlangsung

Hingga laporan terbaru pada akhir September dan awal Oktober 2026, permasalahan antara sejumlah peserta dan Younique Ventures masih terkait dengan pengembalian dana serta kompensasi biaya yang dikeluarkan peserta. Para pelancong menuntut kepastian mengenai dana yang menurut mereka masih menjadi hak setelah sebagian layanan perjalanan dibatalkan.

Sementara itu, pihak perusahaan menyatakan bahwa penghentian perjalanan terjadi karena masalah penerbangan dan menekankan bahwa mereka berupaya untuk memberikan pengembalian dana serta kompensasi tertentu kepada peserta. Dengan demikian, kasus tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penipuan yang telah terbukti. Istilah dugaan penipuan atau penelantaran dalam laporan merujuk pada tuduhan serta keluhan peserta yang masih berada dalam sengketa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pelancong yang menggunakan jasa agen perjalanan internasional untuk memastikan semua ketentuan perjalanan tercatat dengan jelas, termasuk mekanisme pengembalian dana apabila perjalanan dihentikan lebih awal.

Posting Komentar untuk " Terjebak di Prancis Setelah Diduga Diconk Agensi, 70 Wisatawan Kembali Mandiri"