Larangan Medsos, Australia Hapus 750 Ribu Akun Anak di Bawah Umur
Jakarta, 14 Agustus 2026 — Kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun di Australia memasuki babak baru. Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengungkap telah menghapus akses terhadap lebih dari 750 ribu akun di Australia yang diyakini dimiliki pengguna berusia di bawah 16 tahun sejak mulai menerapkan aturan tersebut pada Desember 2025.
Data terbaru Meta menunjukkan sebanyak 756 ribu akun Facebook dan Instagram telah ditindak dalam periode 1 Desember 2025 hingga 30 Juni 2026. Rinciannya sekitar 462 ribu akun Instagram dan 294 ribu akun Facebook. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran terbesar mengenai skala penegakan aturan pembatasan usia yang diterapkan Australia.
Namun, istilah "menghapus 750 ribu akun anak" perlu dipahami secara tepat. Meta mengatakan akun-akun tersebut merupakan akun yang dipahami atau diduga dioperasikan oleh orang di bawah usia 16 tahun. Angka itu bukan berarti pemerintah Australia secara langsung menghapus akun milik 750 ribu anak, dan bukan pula angka pasti jumlah anak unik yang terdampak.
Australia Terapkan Batas Usia 16 Tahun
Australia mulai memberlakukan kewajiban batas usia minimum media sosial pada 10 Desember 2025. Berdasarkan aturan tersebut, platform yang masuk kategori age-restricted social media platform wajib mengambil langkah yang wajar untuk mencegah warga Australia berusia di bawah 16 tahun membuat atau mempertahankan akun.
Kebijakan ini kerap disebut sebagai "larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun". Akan tetapi, secara hukum, sanksi utama diarahkan kepada platform, bukan kepada anak atau orang tua.
Pemerintah Australia menjelaskan bahwa anak di bawah 16 tahun tidak dikenai hukuman hanya karena memiliki atau mencoba mengakses akun pada platform yang dibatasi. Sebaliknya, perusahaan media sosial dapat menghadapi denda jika tidak mengambil langkah yang wajar untuk mencegah akun pengguna di bawah umur.
Facebook dan Instagram Jadi Penyumbang Terbesar
Dari total 756 ribu akun yang ditindak Meta hingga akhir Juni 2026, Instagram menyumbang jumlah terbesar.
- Instagram: sekitar 462 ribu akun
- Facebook: sekitar 294 ribu akun
- Total: sekitar 756 ribu akun
Meta menyatakan angka tersebut merupakan bagian dari upayanya memenuhi kewajiban berdasarkan aturan Australia. Perusahaan juga menggunakan teknologi untuk memperkirakan usia pengguna, termasuk sistem berbasis kecerdasan buatan dan analisis sinyal perilaku akun.
Meta juga mengatakan telah melakukan langkah untuk mencegah pengguna yang telah diturunkan karena berusia di bawah 16 tahun untuk kembali membuat akun baru sebelum memenuhi batas usia.
Bukan Hanya Facebook dan Instagram
Aturan Australia tidak hanya berlaku untuk produk Meta. Menurut regulator eSafety Commissioner, platform yang masuk kategori pembatasan usia mencakup Facebook, Instagram, Kick, Reddit, Snapchat, Threads, TikTok, Twitch, X dan YouTube. Daftar tersebut dapat berubah apabila layanan baru muncul atau karakteristik sebuah platform berubah.
Sementara itu, sejumlah layanan seperti Discord, GitHub, Google Classroom, LEGO Play, Messenger, Pinterest, Roblox, Steam, Steam Chat, WhatsApp dan YouTube Kids tidak termasuk dalam daftar platform yang saat ini diwajibkan menjalankan pembatasan tersebut menurut penilaian eSafety.
Artinya, kebijakan Australia bukan berarti seluruh akses internet bagi anak di bawah 16 tahun ditutup. Anak-anak masih dapat menggunakan berbagai layanan digital yang tidak masuk kategori platform media sosial yang dibatasi, serta melihat konten publik yang tidak membutuhkan login.
Australia Sudah Memblokir Jutaan Akun
Angka 756 ribu akun yang diumumkan Meta juga perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. eSafety sebelumnya melaporkan bahwa hingga pertengahan Desember 2025, berbagai platform yang terkena pembatasan telah menghapus atau membatasi akses sekitar 4,7 juta akun yang berkaitan dengan pengguna di bawah 16 tahun di Australia.
Karena itu, angka Meta bukanlah jumlah keseluruhan akun anak yang telah ditindak di Australia. Angka tersebut khusus menggambarkan tindakan pada Facebook dan Instagram yang dilakukan Meta.
Perbedaan angka juga dapat terjadi karena setiap perusahaan menggunakan metode berbeda untuk mendeteksi usia, sementara data pemerintah mencakup sejumlah platform sekaligus.
Bagaimana Platform Mengetahui Usia Pengguna?
Salah satu persoalan paling rumit dalam penerapan aturan ini adalah verifikasi usia. Platform tidak selalu memiliki informasi yang secara langsung membuktikan usia seseorang. Pengguna dapat memasukkan tanggal lahir yang tidak sesuai, menggunakan akun lama, atau mencoba membuat akun baru dengan identitas berbeda.
Karena itu, perusahaan teknologi mengembangkan berbagai pendekatan untuk memperkirakan usia pengguna. Meta menyebut penggunaan teknologi estimasi usia dan sinyal perilaku sebagai bagian dari proses penegakan kebijakan di Australia.
Dalam beberapa kasus, pengguna yang sebenarnya sudah berusia 16 tahun atau lebih juga berpotensi terkena pemeriksaan. eSafety menjelaskan bahwa pengguna yang kehilangan akses karena sistem menganggap mereka masih di bawah umur dapat diminta melakukan pemeriksaan usia. Pada Facebook, misalnya, opsi yang tersedia dapat mencakup pemeriksaan melalui mitra pihak ketiga.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa pembatasan usia bukan sekadar persoalan "menghapus akun anak", tetapi juga tantangan teknis untuk membedakan pengguna berdasarkan usia tanpa menciptakan persoalan baru mengenai privasi.
Apakah Larangan Ini Benar-Benar Berhasil?
Pertanyaan terbesar setelah kebijakan berjalan selama beberapa bulan adalah apakah anak-anak Australia benar-benar berhenti menggunakan media sosial.
Jawabannya belum sepenuhnya. Sejumlah penelitian dan laporan regulator menunjukkan bahwa sebagian anak masih dapat mengakses setidaknya satu platform. ABC melaporkan pada Juli 2026 bahwa riset awal menunjukkan mayoritas anak muda masih dapat masuk ke setidaknya satu platform, sementara perusahaan teknologi dan penyedia teknologi pemeriksaan usia terus memperdebatkan seberapa efektif sistem yang digunakan saat ini.
Dengan kata lain, jumlah akun yang dihapus tidak otomatis sama dengan jumlah anak yang berhasil dikeluarkan dari media sosial.
Seorang anak yang akunnya dihapus dapat mencoba membuat akun baru, menggunakan data usia yang berbeda, atau berpindah ke layanan lain. Karena itu, efektivitas kebijakan lebih sulit diukur hanya dari jumlah akun yang ditutup.
Pemerintah Australia Ingin Memperkuat Penegakan
Perdebatan tersebut mendorong pemerintah Australia mengusulkan penguatan kewenangan regulator. Saat ini, Senat Australia sedang memeriksa Online Safety Amendment (Strengthening Enforcement for the Social Media Minimum Age) Bill 2026. RUU tersebut dirujuk ke komite pada 1 Juli 2026 dan dijadwalkan mendapatkan laporan pada 25 Agustus 2026. Sidang dengar pendapat publik juga dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2026.
Tujuannya adalah memperkuat kemampuan pemerintah dalam memastikan perusahaan teknologi benar-benar menjalankan kewajiban pembatasan usia.
Namun, rencana tersebut juga menimbulkan kekhawatiran. Kelompok industri dan sejumlah pihak mempertanyakan seberapa jauh pemerintah boleh meminta data dan informasi kepada perusahaan teknologi, terutama jika proses pengawasan berpotensi menyentuh data anak dan orang tua.
Platform Bisa Didenda Puluhan Juta Dolar Australia
Aturan tersebut memberikan tekanan finansial yang besar kepada perusahaan teknologi. Menurut eSafety Commissioner, perusahaan yang tidak mengambil langkah yang wajar untuk mencegah pengguna di bawah 16 tahun memiliki akun dapat menghadapi denda hingga 54,6 juta dolar Australia berdasarkan batas yang berlaku saat ini.
Yang penting, denda tersebut bukan dibebankan kepada anak atau keluarganya. Pemerintah Australia menempatkan tanggung jawab pada platform karena perusahaan dianggap memiliki kemampuan teknis dan sumber daya untuk menerapkan mekanisme pemeriksaan usia serta mencegah pengguna yang belum memenuhi batas umur untuk memiliki akun.
Mengapa Australia Mengambil Langkah Ini?
Pemerintah Australia mengatakan pembatasan usia dibuat untuk melindungi anak dan remaja dari risiko lingkungan digital, termasuk paparan terhadap konten berbahaya, desain platform yang dapat mendorong penggunaan berlebihan, serta berbagai risiko keselamatan dan kesejahteraan.
Kebijakan ini merupakan bagian dari pendekatan Australia yang lebih luas terhadap keselamatan anak di internet. eSafety menyebut aturan tersebut sebagai pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang bersifat "world-first".
Namun, kebijakan tersebut sejak awal menuai perdebatan. Kritik terutama berfokus pada efektivitas pembatasan, privasi dalam proses pemeriksaan usia, kemungkinan anak berpindah ke platform lain, serta dampak sosial ketika akses terhadap komunitas daring dibatasi.
Meta Membela Langkah Penegakannya
Meta mengatakan pengungkapan angka 756 ribu akun merupakan bagian dari transparansi mengenai langkah yang dilakukan perusahaan untuk mematuhi aturan Australia.
Perusahaan juga menyatakan bahwa pendekatan pemeriksaan usia terus dikembangkan. Meta berpendapat bahwa sistem verifikasi usia pada tingkat perangkat atau toko aplikasi dapat menjadi pendekatan yang lebih efektif dibandingkan setiap platform harus melakukan pemeriksaan secara terpisah.
Namun, pandangan tersebut belum menyelesaikan perdebatan mengenai siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas verifikasi usia dan bagaimana perlindungan privasi pengguna harus diterapkan.
Bukan Berarti Anak Dilarang Menggunakan Internet
Satu hal yang sering disalahpahami adalah bahwa aturan Australia bukan larangan bagi anak di bawah 16 tahun untuk menggunakan internet.
Mereka masih dapat mengakses situs web, menggunakan berbagai aplikasi yang tidak termasuk dalam kategori platform yang dibatasi, serta mengakses konten publik tertentu tanpa harus memiliki akun.
Bahkan layanan pesan dan sejumlah platform pendidikan atau permainan tidak otomatis masuk dalam aturan yang sama. eSafety juga menegaskan bahwa anak di bawah 16 tahun tidak dikenai hukuman hanya karena memiliki akun pada platform yang terkena pembatasan.
Jadi, fokus kebijakan adalah kepemilikan akun pada platform media sosial tertentu, bukan pemutusan akses internet bagi anak.
Australia Menjadi Eksperimen Besar Dunia
Kebijakan Australia kini menjadi perhatian banyak negara yang juga mempertimbangkan pembatasan usia untuk media sosial.
Pengalaman Australia memberikan sejumlah pelajaran penting: menetapkan batas usia secara hukum relatif mudah, tetapi menerapkannya di dunia digital jauh lebih kompleks.
Perusahaan harus menemukan cara mendeteksi usia tanpa membuat sistem yang terlalu invasif. Pemerintah harus memastikan aturan benar-benar dipatuhi tanpa mengumpulkan data pribadi secara berlebihan. Sementara itu, orang tua dan anak menghadapi pertanyaan mengenai bagaimana aktivitas sosial, pendidikan, hiburan dan komunikasi berpindah ketika platform tertentu tidak lagi dapat digunakan.

Posting Komentar untuk " Larangan Medsos, Australia Hapus 750 Ribu Akun Anak di Bawah Umur"